Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KANDUNGAN KLOROFIL PLANLET ANGGREK BULAN Phalaenopsis amabilis L. SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK KECAMBAH KACANG HIJAU Vigna radiata L. PADA MEDIUM HYPONEX SECARA IN VITRO abresa, vega; Endang Nurcahyani2; Lili Chrisnawati; Sri Wahyuningsih
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 10 No. 1 (2025): Bioma : Januari - Juni 2025
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) adalah tanaman hias yang banyak diminati oleh masyarakat dan para kolektor karena keindahannya, seperti dari bentuk, ukuran dan warnanya sehingga membuat nilai ekonomisnya sangat tinggi. Meningkatnya minat dari tanaman anggrek bulan (P. amabilis) menyebabkan ketersedian bibitnya berkurang. Untuk meminimalisir keadaan tersebut maka dilakukan perbanyakan secara in vitro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau (Vigna radiata L.) pada medium hyponex yang optimum untuk pertumbuhan planlet anggrek bulan secara in vitro dan untuk mengetahui kandungan klorofil a, b dan total yang optimum pada planlet anggrek bulan secara in vitro setelah penambahan ekstrak kecambah kacang hijau pada medium hyponex dengan berbagai konsentrasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2023 sampai Desember 2023 di ruang kultur in vitro Laboratorium Botani Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung. Penelitian ini disusun dengan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal. Faktor tunggal yaitu ekstrak kecambah kacang hijau (V. radiata) dengan 5 taraf konsentrasi sebagai perlakuan 0 % v/v, 2 % v/v, 4 % v/v, 6 % v/v, dan 8 % v/v. Data kuantitatif dari setiap parameter dianalisis dengan menggunakan uji Levene pada taraf nyata 5% dan uji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kecambah kacang hijau berbagai konsentrasi pada medium hyponex belum memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan planlet P.amabilis secara in vitro. Belum didapatkan konsentrasi yang optimum pada planlet P.amabilis dengan penambahan ekstrak kecambah kacang hijau berbagai konsentrasi pada medium hyponex terhadap kandungan klorofil a, b dan total. Kata kunci : Phalaenopsis amabilis, ekstrak kecambah kacang hijau, Hyponex, in vitro.
Pemberdayaan Tanaman Pekarangan Sebagai Pestisida Nabati Dalam Upaya Pengendalian Hama Tanaman Pangan Eti Ernawiati; Lili Chrisnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i1.16456

Abstract

Tanaman hortikultura bersifat rentan terhadap gangguan hama yang berdampak signifikan terhadap kualitas dan hasil tanaman, sehingga diperlukan pestisida untuk menanggulanginya.[d1]  Namun, ketergantungan berlebihan pada pestisida sintetis menimbulkan masalah ekonomi dan lingkungan. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan tanaman sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama, melalui praktik pembuatan pestida nabati. Objek pengabdian ini adalah anggota KWT Bayur Lestari di kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung. Metode pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif berupa penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan pestisida nabati. Data dikumpulkan melalui pretest, wawancara, observasi, dan diskusi kelompok, lalu dianalisis secara deskriptif-kuantitatif dan tematik. Hasil pretes menunjukkan sebagian besar peserta belum mengenal insektisida nabati; 73% tidak tahu apa itu insektisida, dan 91% belum pernah membuat insektisida alami. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam meracik larutan dari bahan seperti daun pepaya dan kulit bawang. Peserta mulai memahami perbedaan insektisida kimia dan nabati serta manfaat ekologis penggunaan pestisida nabati. Penyuluhan dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan partisipan, mendorong peralihan ke pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Kata Kunci: Hama Tanaman, Insektisida, Pestisida Nabati, Tanaman Pekarangan, Pertanian Berkelanjutan Plants are inherently vulnerable to pest infestation, which can critically affect crop quality and yield. Excessive reliance on synthetic pesticides creates substantial economic and environmental concerns. This initiative aimed to equip members of the Bayur Lestari Women Farmers’ Group (KWT) in Rajabasa, Bandar Lampung, with knowledge and awareness regarding the use of backyard plants as botanical pesticides for pest management. The community service employed an educational and participatory method, comprising outreach sessions, demonstrations, and hands‑on training in the preparation of botanical pesticide formulations. Data were collected through pre‑tests, interviews, observation, and group discussions, and subsequently analyzed using descriptive quantitative and thematic analysis. The pre‑test results indicated that most participants were unfamiliar with botanical insecticides—73% did not know what an insecticide was, and 91% had never formulated a natural pesticide. After the training, participants demonstrated increased comprehension and skill in preparing solutions from ingredients such as papaya leaves and onion skins. They also began to appreciate the ecological advantages of botanical versus chemical insecticides. Overall, the outreach and demonstration activities successfully enhanced participants’ awareness, knowledge, and practical abilities, fostering a transition toward environmentally sustainable agricultural practices.