Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

EVALUASI KINERJA TRANSPLANTASI Acropora Sp. MENGGUNAKAN RAK BESI PADA KONDISI HIDRODINAMIKA MUSON DI GOSONG KALANGAN, LAMPUNG Dzulfikar Yusuf Priyanatha; Vika Aulia Royani; M. Aqwam Nugraha; Flora Bintang Az Zahra; Dwi Rani Asfarini Simatupang; Aprila Mutia; Muhammad Faiz Farid; M Zona Bintang Armando; Davit Agus Priyanto; Mohammad Hafizh Afifi; Azza Dera Rahma Nayla; Priyambodo Priyambodo; Nadya Syifa Taufik; Regina Stephani Mesina Siringo-ringo; Lastiarma Manik; Fahrez Isnanta Azzaid; Jani Master; Ahmad Ikhsanudin; Naila Nur Fathiyya
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11, no 1, 2026, (Januari - Maret 2026)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v11i1.8198

Abstract

Coral reef ecosystems in Gosong Kalangan waters are experiencing degradation, thereby requiring effective rehabilitation efforts, one of which is coral transplantation of Acropora sp. using artificial media in the form of iron racks. This study aimed to analyze the survival rate and growth rate of Acropora sp. fragments transplanted using this method. The research was conducted as a field experiment employing a Completely Randomized Design (CRD) over a six-month period (July to December 2025) at a depth of approximately ±4 meters. The main parameters observed were survival rate and linear growth of coral fragments. The results showed a decline in survival rate from 100% in the first month to 56% at the end of the observation period. In contrast, the surviving fragments exhibited an increase in average length from 9.4 cm to 14.64 cm (total growth of 5.39 cm), with a mean growth rate of 0.898 cm per month. The decrease in survival rate was presumably influenced by biotic pressure in the form of predation by Drupella sp., as well as abiotic disturbances related to hydrodynamic factors and monsoonal waves affecting the stability of the transplantation racks. The iron rack method was able to support the growth rate of Acropora sp. fragments; however, its effectiveness in maintaining survival is highly dependent on the stability of local environmental conditions.
Pengembangan dan Peningkatan Konektivitas Angkutan Barang di Jawa Timur Priyambodo Priyambodo
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 3 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v28i3.599

Abstract

Kesiapan insfrastruktur transportasi angkutan barang di Jawa Timur sangat penting untuk memperlancar arus barang, jasa, dan manusia.Sehingga tercipta iklim investasi yang kondusuf dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi konektivitas angkutan barang di Jawa Timur.Apa hambatan dan solusi terkait dengan pengembangan konektivitas angkutan barang serta bagaimana strategi mengembangkan dan meningkatkan konektivitas angkutan barang di Jawa Timur. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif hasil penelitian ini menyebutkan bahwa konekvitas angkutan barang di Jawa Timur masih belum bisa memenuhi harapan masyarakat karena terbatasnya sarana transportasi seperti misalnya beberapa kabupaten belum memiliki terminal angkutan barang.Ases jalan ke tempat tujuan sering terganggu dengan adanya kemacetan di jalan yang disebabkan oleh volume kendaraan yang meningkat serta adanya pasar tumpah, kondisi jalan yang rusak dan berlubang serta juga adanya biaya-biaya yang tidak resmi selama melakukan pengiriman barang.Pertumbuhan panjang jalan dan sistem transportasi angkutan masal tidak sebanding dengan pertambahan jumlah kendaraan bermotor.Angkutan barang dengan menggunakan angkutan kereta api belum terwujud dengan baik. Volume lalu lintas cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Untuk itu direkomendasikan, yaitu, pertama, mengupayakan agar pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota duduk bersama mensinkronkan kebijakan transportasinya. Kedua, segera merealisasikan dan memfungsikan terminal angkutan barang.Ketiga, segera merealisasikan pembangunan jalan lingkar dan jalan tol. Keempat, melakukan perbaikan jalan dan pelebaran jalan baik oleh pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten dan kota serta meninjau kondisi kelas-kelas jalan.
Analisis Korelasi Jumlah Kendaraan dan Pengaruhnya Terhadap PDRB di Provinsi Jawa Timur Priyambodo Priyambodo
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 1 (2018): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v30i1.634

Abstract

Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor baik itu roda dua maupun roda empat melanda hampir diseluruh wilayah kota dan kabupaten di Jawa Timur. Tren pertumbuhan kendaraan bermotor ini membawa dampak yang positif dan juga negative. Dampak negative adalah menyebabkan kemacetan, polusi udara, kecelakaan, dan tundaan-tundaan. Dampak positifnya adalah membantu mobilisasi barang, jasa, dan manusia, serta bisa meningkatkan PDRB suatu wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepadatan atau jumlah kendaraan bermotor di kabupaten dan kota di Jawa Timur terhadap PDRB. Dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan jumlah kendaraan bermotor sedan, jeep, dan sepeda motor di kabupaten dan kota di Jawa Timur berpengaruh terhadap PDRB. Untuk itu kepada Pemerintah Provinsi jawa Timur direkomendasikan : pertama melarang kendaraan roda dua melintas di jalan-jalan protokol dan jalan utama dan segera merealisasikan sistem angkutan umum masal. Kedua melakukan rekayasa lalu lintas secara terus menerus dan berkesinambungan serta meminimalisir aspek-aspek yang bisa menurunkan nilai PDRB. ketiga mencari pendanaan lain dengan mengundang investor masuk atau dengan cara masyarakat dilibatkan dalam pembiayaan pembangunan jalan dengan menerapkan konsep road pricing. Keempat mendapatkan kembali dana yang 10 % dari pajak kendaraan bermotor untuk pembangunan dan pengembangan transportasi angkutan jalan.
Analisis Biaya Transportasi Karyawan Pabrik Rokok Gudang Garam di Kediri Priyambodo Priyambodo
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 3 (2013): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v25i3.718

Abstract

Maksud dari penelitian ini adalah untuk menghitung biaya transportasi yang dikeluarkan oleh para karyawan Pabrik Rokok Cudang Caram dengan tujuan untuk memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten/ Kota Kediri dan Pabrik Rokok Cudang Caram terkait dengan kebijakan angkutan umum dan pengupahan. Dengan menggunakan alat analisis statistik deskriptif kualitatif dan analisis hubungan antar variabel (korelasi) hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata per harinya setiap karyawan mendapatkan upah Rp 30.000 sampai Rp 50.000 yang diambil per 3 hari rata-rata sebesar Rp 100.000 sampai 115.000,- Komposisi rata-rata biaya transport pulang/pergi per hari rata-rata sebesar Rp 2.159 dan total biaya per hari rata-rata sebesar Rp 4.341, dengan jarak tempuh rata-rata 10 km dan waktu tempuh rata-rata 22 sampai 23 menit. V ariabel jarak tempuh dan waktu tempuh berpengaruh terhadap pengeluaran atas biaya transportasi dengan nilai R sebesar 0,435 Garak tempuh) dan 0,201 (waktu tempuh). Dari perhitungan regresi di dapat hubungan fungsional sebagai berikut : Y = 4124 + 41,583 X 1 - 8, 267 X 2, artinya jika jarak tempuh bertambah 1 km maka ongkos transportnya akan naik sebesar 41,583 persen tetapi jika waktu tempuhnya bertambah 1 menit maka biaya transportnya akan berkurang sebesar 8,267 persen.
Analisis Aksesibilitas dan Level of Service Angkutan Jalan Lintas Surabaya – Kediri Priyambodo Priyambodo
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 2 (2015): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v27i2.779

Abstract

Aksesibilitas menggambarkan kemudahan untuk mencapai tujuan, sementara level of service menggambarkan standar pelayanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktorfaktor yang menurunkan aksesibilitas dan tingkat pelayanan jalan lintas Surabaya – Kediri. Dengan menggunakan analisis aksesibilitas serta analisis ratio volume dan kapasitas jalan diperoleh hasil bahwa lintas Surabaya – Mojokerto – Jombang menunjukkan aksesibilitas yang buruk (rendah) dan tingkat pelayanan jalan yang menunjukkan arus tidak stabil. Hal ini disebabkan penambahan arus (volume) dari arah barat, yaitu dari Jogya – Solo – Madiun – Nganjuk menuju Surabaya yang bertemu di daerah Kertosono. Sementara arus lalu lintas dari Jombang – Pare/Kertosono – Kediri aksesibilitasnya baik (tinggi) dengan tingkat pelayanan jalan menunjukkan arus yang stabil. Untuk meningkatkan aksesibilitas dan level of service direkomendasikan agar pembangunan jalan Tol Surabaya – Mojokerto dipercepat dan melakukan perawatan jalan secara kontinyu, memperbaiki dan menormalisasikan sistemdrainase serta secara intensif melakukan rekayasa lalu lintas.
Pengaruh Pelaksanaan Pakta Integritas Terhadap Kinerja Petugas Jembatan Timbang Singosari Priyambodo Priyambodo; Dani Djati Koentjoro
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 5 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v26i5.895

Abstract

Keberadaan jembatan timbang diidentikan dengan praktek – praktek pungli atas barang yang di muat ketika diketahui bahwa muatannya melebihi batas daya angkut. Fenomena ini di Jawa Timur mulai ditepis dengan diterapkannya Pakta Integritas di lingkungan petugas jembatan timbang di seluruh Provinsi Jawa timur termasuk Jembatan Timbang Singosari-Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja petugas Jembatan Timbang Singosari sebelum dan sesudah diterbitkannya kebijakan Pakta Integritas antara KPK dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan untuk mengetahui seberapa efektifkah pengaruh Pakta Integritas terhadap pelanggaran praktek-praktek pungli di lingkungan Jembatan Timbang Singosari. Dengan menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa Pakta Integritas tidak berpengaruh secara langsung terhadap pemilik kendaraan, pemilik barang, dan sopir angkutan barang. Pakta Integritas berpengaruh secara signifikan kepada para petugas jembatan timbang dari semua tingkatan. Karena jembatan timbang telah menerapkan sistem computerized dimana kegiatan di seluruh jembatan timbang di Jawa Timur bisa dikontrol secara terpusat di Kantor Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Provinsi Jawa Timur. Sehingga kinerja para petugas jembatan timbang pun bisa dikontrol dan meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan semakin takutnya petugas jembatan timbang menerima uang sogokan dari para sopir serta terpenuhinya target PAD.  Kata kunci: Pakta Integritas, jembatan timbang, sopir, pemilik barang, pemilik kendaraan
KARAKTERISTIK ANGKUTAN OJEK SEPEDA MOTOR DI KABUPATEN SIDOARJO (Studi Kasus Angkutan Ojek Sepeda Motor di Kecamatan Candi) THE CHARACTERISTIC OF MOTOCYCLE OJEK TRANSPORT IN SIDOARJO DISTRICT (Chase Study Motocycle Ojek Transport In Candi Sub-District) Priyambodo Priyambodo; Dilla Joedi WR
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 3 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i3.1209

Abstract

Angkutan ojek sepeda motor muncul karena ketidakmampuan angkutan umum  (angkot/angdes/bus kota) menjangkau penumpang yang berdomisili di daerah-daerah pinggiran yang jauh dari akses angkutan umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan tipologi alat angkut informal ojek sepeda motor. Dengan menggunakan alat analisis statistik deskriptif kualitatif, hasil penelitian antara lain menunjukkan bahwa karakteristik angkutan ojek sepeda motor di Kecamatan Candi Sidoarjo memiliki pola pelayanan tidak sama dengan pola pergerakan angkutan umum lainnya (bemo/angkot/angdes/bus kota). Angkutan ojek sepeda motor ini tidak berjadwal serta tidak memiliki rute yang pasti. Jarak tempuh operasional ojek sepeda motor tidak terbatas dan bervariasi dengan rute-rute yang tidak terlayani oleh angkutan umum angdes/angkot/bus kota. Karakteristik pola pergerakan angkutan ojek sepeda motor berada di luar jaringan angkutan umum angkot/angdes/bus kota. Karakteristik tarif yang dikenakan kepada penumpang sesuai dengan kesepakatan antara pengojek dengan penumpang dengan proses tawar menawar.