Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT TUNGKAI BAWAH DENGAN RISIKO JATUH PADA LANJUT USIA DI DESA DAUH PURI KLOD, DENPASAR BARAT Dellania Grandifolia Mustafa; Sayu Aryantari Putri Thanaya; Luh Made Sri Handari Adiputra; Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 1 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2022.v10.i01.p05

Abstract

Pendahuluan: Jumlah penduduk di Indonesia cukup padat, termasuk jumlah lansia yang akan terus meningkat. Tahun 2020 saja diprediksi jumlah lansia akan mencapai 27,08 juta dan akan terus meningkat setiap tahunnya. Pada lansia terjadi proses penurunan kemampuan fungsi organ dan sistem tubuh yang bersifat fisiologis yang merupakan akibat dari proses penuaan. Salah satu perubahan akibat penuaan adalah menurunnya kekuatan otot tungkai bawah yang akan menimbulkan dampak negatif seperti meningkatkan risiko jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk apakah terdapat hubungan antara kekuatan otot tungkai bawah dengan risiko jatuh pada lansia.Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada bulan Februari 2021. Sampel penelitian adalah orang lansia di Desa Dauh Puri Klod, Denpasar Barat dengan jumlah 65 sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Peneliti melakukan anamnesis dan pemeriksaan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, lalu mengukur kekuatan otot tungkai bawah menggunakan Leg dynamometer dan risiko jatuh menggunakan Tinetti balance and gait evaluation.Hasil: Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji Chi-square. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan (p=0,000), antara kekuatan otot tungkai bawah dengan risiko jatuh pada lanjut usia di Desa Dauh Puri Klod, Denpasar Barat.Simpulan: Dapat disimpulkam bahwa terdapat hubungan antara kekuatan otot tungkai bawah dengan risiko jatuh pada lansia di Desa Dauh Puri Klod, Denpasar Barat. Kata Kunci: kekuatan tungkai bawah, risiko jatuh, lansia
Prevention Program in Anterior Cruciate Ligament (ACL) among Indonesian’s Athletes; Review Study Made Vasundhari Putri Gayatri; I Dewa Made Ary Suandika; Komang Trisna Bayu Suta; Dellania Grandifolia Mustafa; Ni Kadek Yuni Fridayani; M. Widnyana; I Putu Gde Surya Adhitya
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 3 No. 2 (2022): July - December 2022
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v3i2.48

Abstract

An ACL injury has been the most common injury for several years. Athletes and players who play the game have the same risk factor to have it. Injury prevention programs must be conducted among teams and could remove team injury costs in medical staff and rehabilitation. This review aims to conduct one prevention program for ACL injury in Indonesian soccer athletes. In Indonesia, this program needs support from all stakeholders, including the coach, chief executor manager, and the medical team. The risk factor of ACL injury is divided into external and internal factors, which have to be the main focus of the medical team to process a program. Prevention program for an ACL injury includes strengthening, agility, plyometrics, balance, and proper warm-up. Those types of exercise should be implemented in intervention among athletes, but they still need their perspectives and health condition.