Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UJI FITOKIMIA DAN PENENTUAN Inhibition Concentration 50% PADA BEBERAPA TUMBUHAN OBAT DI PULAU TIDORE Wiwin Abdullah; Max Revolta J. Runtuwene; Vanda Selvana Kamu
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 14 Nomor 2, Oktober 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.51 KB) | DOI: 10.35799/jis.14.2.2014.6063

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui senyawa aktif yang terkandung melalui pengujian fitokimia dan aktivitas antioksidan pada tumbuhan obat di pulau Tidore. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dilanjutkan dengan perhitungan Inhibition Concentration 50% (IC50). Hasil yang diperoleh adalah biji buah mojoi terkandung senyawa alkaloid dan saponin, buah coro terkandung alkaloid, flavonoid, dan saponin, pada daun ofo terkandung  alkaloid, tanin, flavonoid, steroid, dan saponin dan pada rimpang kuso mafola terkandung alkaloid, tanin, flavonoid, steroid, dan saponin. Nilai IC50 sebagai berikut biji rimpang kuso mafola 37,30 ppm, buah coro 250,17 ppm, daun ofo 976,10 ppm  dan buah mojoi 1001, 07 ppm. Kata kunci :Tumbuhan  obat, DPPH, antioksidan dan uji fitokimia. PHYTOCHEMICALS TEST AND DETERMINATION Inhibition Concentration 50% ON SOME MEDICINAL PLANTS IN THE TIDORE ISLAND ABSTRACT This study was conducted to determine the active compounds contained in an assessment of phytochemical and antioxidant activity in the medicinal plants of Tidore island. The test antioxidant activity was used DPPH method. In the test results to the phytochemical , that mojoi fruit seeds contained alkaloids and saponins, fruit coro (alkaloids, flavonoids, and saponins), ofo leaves (alkaloids, tannins, flavonoids, steroids, and saponins) and ethanol extract of rhizome kusomafola (alkaloids, tannins, flavonoids, steroids, and saponins. In  calculation of IC50 values ​​for rhizome kusomafola 37.30 ppm, 250.17 ppm coro fruit, 976.10 ppm ofo leaf extract, and fruit seed extract mojoi 1001.07 ppm. Keywords: Medicinal plants, DPPH, antioxidant and phytochemical test.
Pembuatan Serbuk Tanaman Obat dalam Upaya Peningkatan Kesehatan bagi Ibu-Ibu PKK Desa Tumaratas, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa Kamu, Vanda Selvana; Runtuwene, Max Revolta John; Katja, Dewa Gede
The Studies of Social Sciences Vol. 6 No. 1 (2024): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v6i1.51707

Abstract

Telah dilakukan kegiatan pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pembuatan serbuk tanaman obat bagi Ibu-ibu PKK Desa Tumaratas, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Kegiatan pelatihan diawali dengan pengumpulan data Desa Tumaratas serta wawancara dengan perangkat desa dan dilanjutkan dengan perumusan jenis kegiatan yang akan dilakukan. Oleh karena beberapa tanaman obat merupakan juga tanaman yang dapat ditanam di pekarangan rumah dan sering digunakan sebagai bumbu dapur, maka untuk pemanfaatan lanjutan tanaman obat ini, dapaat dibuat dalam bentuk serbuk supaya mempermudah saat mengkonsumsi tanaman obat tersebut. Kegiatan pelatihan ini diberikan kepada 35 Ibu PKK Desa Tumaratas. Kegiatan diawali dengan pendahuluan mengenai pentingnya tanaman obat serta jenis-jenis tanaman obat yang mudah ditanam, diolah, dan dimanfaatkan sebagai obat herbal. Selanjutnya dilakukan asesmen awal terhadap peserta kegiatan mengenai pemahaman tentang tanaman obat, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan kepada Ibu-ibu PKK untuk membuat tanaman obat dalam bentuk serbuk, dan diakhiri dengan asesmen akhir. Tanaman obat yang digunakan adalah jahe, kunyit, dan lengkuas. Dari kegiatan ini diperoleh bahwa sekitar 69% peserta memiliki pemahaman awal yang sudah cukup baik mengenai tanaman obat. Dan di akhir kegiatan sebanyak 94% peserta sudah memiliki pengetahuan yang sangat baik mengenai tanaman obat dan telah berhasil membuat serbuk tanaman obat.
Pelatihan Keamanan Kemasan Produk Pangan Bagi Siswa SMA Negeri 1 Tompaso Kabupaten Minahasa Kamu, Vanda Selvana; Runtuwene, Max Revolta John; Kumaunang, Maureen
The Studies of Social Sciences Vol. 6 No. 2 (2024): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v6i2.58048

Abstract

Telah dilakukan kegiatan pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM): pelatihan keamanan kemasan produk pangan bagi siswa SMA Negeri 1 Tompaso, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan pelatihan diawali dengan pengumpulan data Siswa SMA Negeri 1 Tompaso serta wawancara dengan Kepala Desa dan Guru-guru, serta dilanjutkan dengan perumusan jenis kegiatan yang akan dilakukan. Siswa SMA Negeri 1 Tompaso berpotensi untuk menjadi kader pembawa informasi kepada masyarakat sekitar tentang keamanan kemasan produk pangan. Tujuan kegiatan ini ialah memberikan pengetahuan dan ketrampilan yang memadai bagi siswa SMA Negeri 1 Tompaso, agar dapat memahami serta membagi hasil pelatihan keamanan kemasan bahan pangan bagi masyarakat di sekitar mereka. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan pelatihan tentang kemasan produk pangan yang aman bagi kesehatan serta evaluasi kepada peserta. Dari kegiatan ini, Siswa mampu memahami pentingnya pengemasan pangan, memahami adanya bahaya bahan kimia dalam kemasan bahan pangan, serta mampu memilih dan menggunakan kemasan bahan pangan yang tepat.
Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri dari Ekstrak dan Fraksi Daun Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Hasil Penyulingan Wongkar, Threesanola Nasaret; Kamu, Vanda Selvana; Koleangen, Harry Steven Julius; Hutagalung, Fajar
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 19 No. 1 (2026)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.19.1.2026.66477

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat, masalah kesehatan di Indonesia menjadi semakin kompleks akibat paparan radikal bebas yang memicu stres oksidatif dan penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes, serta penyakit kardiovaskular. Kondisi ini diperburuk oleh tingginya risiko infeksi bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli yang dapat merusak sel-sel tubuh. Dampak negatif radikal bebas dan infeksi tersebut dapat dicegah oleh senyawa antioksidan dan antibakteri yang mampu melindungi sel serta menghambat pertumbuhan mikroba. Daun nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu sumber herbal yang yang memiliki potensi sebagai antioksidan dan antibakteri karena masih mengandung senyawa metabolit sekunder seperti fenolik, flavonoid, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dan antibakteri dari ekstrak serta fraksi limbah daun nilam hasil penyulingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat (FEA) memiliki kandungan tertinggi pada total fenolik (43,31 µg/mL), flavonoid (78,90 µg/mL), dan tanin (22,78 µg/mL). FEA juga memberikan aktivitas antioksidan terkuat sebesar 96,61%. Pada uji antibakteri konsentrasi 30%, FEA menghasilkan zona hambat kategori kuat sebesar 16,80 mm terhadap S. aureus dan 15,25 mm terhadap E. coli. Hasil GC-MS menunjukkan bahwa dalam fraksi etil asetat daun nilam teridentifikasi beberapa senyawa dari golongan terpenoid dan asam lemak yang memiliki aktivitas antioksidan serta antibakteri. Berdasarkan hasil pengujian, ekstrak dan fraksi daun nilam (Pogostemon cablin Benth.) hasil penyulingan memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri. ABSTRACT Along with changes in public lifestyle, health issues in Indonesia have become increasingly complex due to exposure to free radicals, which trigger oxidative stress and degenerative diseases such as cancer, diabetes, and cardiovascular diseases. This condition is exacerbated by the high risk of infections from pathogenic bacteria, such as Staphylococcus aureus and Escherichia coli, which can damage body cells. The negative impacts of free radicals and these infections can be prevented by antioxidant and antibacterial compounds capable of protecting cells and inhibiting microbial growth. Patchouli leaves (Pogostemon cablin Benth) are a herbal source with potential as antioxidants and antibacterials, as they contain secondary metabolites such as phenolics, flavonoids, and tannins. This study aims to determine the antioxidant and antibacterial activities of extracts and fractions from patchouli leaf waste post-distillation. The results showed that the ethyl acetate fraction (FEA) had the highest content of total phenolics (43.31 µg/mL), flavonoids (78.90 µg/mL), and tannins (22.78 µg/mL). FEA also exhibited the strongest antioxidant activity at 96.61%. In the antibacterial test at a 30% concentration, FEA produced a strong inhibition zone of 16,80 mm against S. aureus and 15,25 mm against E. coli. GC-MS analysis identified several compounds from the terpenoid and fatty acid groups in the ethyl acetate fraction of patchouli leaves, which possess antioxidant and antibacterial activities. Based on the test results, the extracts and fractions of distilled patchouli leaf waste (Pogostemon cablin Benth) exhibit significant antioxidant and antibacterial activities.