Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Ners

Pengaruh Terapi Musik Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Anak Usia Prasekolah Akibat Hospitalisasi Fitri Octavia Khoerinlisa; Irdawati Irdawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31946

Abstract

Anak prasekolah mengacu pada anak yang berusia antara 3-6 tahun. Usia prasekolah merupakan usia dimana anak sedang aktif dalam bermain. Keaktifan anak dalam bermain sering kali membuat anak rentang terhadap penyakit. Perawatan di rumah sakit membuat anak terkena kecemasan dampak dari hospitalisasi. Kecemasan merupakan perasaan atau emosi yang ditimbulkan oleh penyebab yang tidak spesifik. Kecemasan biasanya ditandai dengan perasaan yang tidak nyaman, tidak siap, gelisah dan merasa terancam. Cara sederhana untuk mengurangi kecemasan anak dengan mendengarkan keluh kesahnya dan berusaha menjaga perasaannya yang aman dan murah adalah melalui terapi musik. Metode penelitian ini menggunakan laporan kasus (case study) dan pendekatan implementasi berbasis bukti yang berfokus pada intervensi keperawatan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 5 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tingkat kecemasan akibat hospitalisasi dengan munggunakan Preschool Anxiety Scale (PAS) dan facial image scala (FIS). Hasil uji didapatkan responden mengalami penurunan kecemasan. Kesimpulan penelitian ini terdapat Pengaruh Terapi Musik Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Anak Usia Prasekolah Akibat Hospitalisasi
Penerapan Terapi Pursed Lip Breathing (PLB) Terhadap Status Oksigenasi Anak dengan Pneumonia Indah Ambarwati; Irdawati Irdawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32413

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang menyerang paru-paru dan biasanya disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur sehingga bisa menyebabkan gangguan fungsi organ pernapasan seperti kesulitan untuk bernafas karena kekurangan oksigen. Profil kesehatan indonesia tahun 2020 didapatkan bahwa penyakit infeksi menjadi penyumbang kematian pada kelompok usia 29 hari-11 bulan. Penderita pneumonia yang dirawat dirumah sakit sering mengalami distress pernapasan yang ditandai dengan napas cepat, retraksi dada, napas cuping hidung dan disertai stridor. Tujuan: Untuk Mengetahui Hasil Penerapan Terapi Pursed Lips Breathing Terhadap Status Oksigenasi Anak Dengan Pneumonia Di RS Indriati Solo Baru. Metode: Penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus untuk menggambarkan pemberian Pursed Lips breathing untuk peningkatan status oksigenasi pada anak dengan pneumonia. Dilakukan pre test-post test status oksigneasi setelah dilakukan intervensi PLB. Terapi ini dilakukan sebanyak 30 kali dalm rentang waktu 10-15 menit dalam waktu 3 hari setiap pagi hari yang diselingi dengan nafas biasa. Hasil: hasil akhir penerapan Terapi Pursed Lips Breathing setelah dilakukan 3 hari berturut-turut didapatkan frekuensi nafas terdapat kenaikan saturasi oksigen dari tidak normal menjadi normal. Kesimpulan : Terdapat perubahan status oksigenasi pada kedua responden setelah dilakukan intervensi Pursed Lips Breathing.
Pengaruh Teknik Deep Breathing dengan Meniup Kincir Angin Dalam Mengurangi Intensitas Nyeri Pada Anak Saat Dilakukan Injeksi Intravena Nobrila Salsa Oktandora; Irdawati Irdawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42410

Abstract

Nyeri merupakan hal yang sangat umum dirasakan dalam perawatan di rumah sakit. Nyeri dapat mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis terutama pada anak. Nyeri yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan konsekuensi jangka panjang, termasuk sensitivitas nyeri yang meningkat, gangguan fungsi kekebalan tubuh, dan perubahan perilaku. Manajemen nyeri pada anak selama hospitalisasi harus dilakukan dengan pendekatan multidisipliner. Teknik nafas dalam merupakan Teknik yang umum digunakan dalam mengurangi nyeri. Studi kasus ini adalah memodifikasi Teknik nafas dalam dengan menggunakan kincir angin sebagai media serta untuk mengevaluasi apakah teknik tersebut dapat mengurangi intensitas nyeri pada anak. Metode yang digunakan yaitu One Group Pe-Post Test tanpa kelompok pembanding. Pengukuran nyeri menggunakan Wong Baker Face Scale. Hasil studi yang didapatkan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap Teknik nafas dalam dengan menggunakan kincir angin terdahap nyeri saat dilakukan injeksi intravena.
Penerapan Terapi Bermain Puzzle Sebagai Distraksi dan Penurunan Kecemasan Hospitalisasi Pada Anak Usia Pra-Sekolah Aura Safitri; Irdawati Irdawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42599

Abstract

Hospitalisasi pada anak pra sekolah sering kali menjadi pengalaman yang menakutkan dan menimbulkan kecemasan. Lingkungan rumah sakit yang asing, prosedur medis yang tidak dipahami serta perpisahan dari orang tua dapat memicu stres dan kecemasan pada anak. Oleh karena itu, anak-anak memerlukan adanya intervensi yang menjadi distraksi mereka untuk membantu dalam beradaptasi dengan hospitalisasi. Terapi bermain puzzle dapat berfungsi sebagai mekanisme koping yang membantu anak mengalihkan perhatian dari situasi yang menimbulkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi bermain puzzle dalam menurunkan kecemasan pada anak pra sekolah sselama hospitalisasi. Metode yang digunakan yaitu One Group Pre-Post Test Design dengan melibatkan 10 anak sebelum dan setelah diberikan intervensi. Alat ukur yang digunakan berupa kuisioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) yang diberikan pada orang tua sebelum dan setelah dilakukan intervensi bermain puzzle. Hasil yang didapatkan adanya penurunan yang signifikan terhadap pemberian terapi bermain puzzle terhadap tingkat kecemasan hospitalisasi pada anak usia pra-sekolah.
Pengaruh Teknik Kompres Tepid Water Sponge Terhadap Penurunan Suhu Anak Dengan Hipertermi Devina Dara Safitri; Irdawati Irdawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43435

Abstract

Anak-anak paling rentang terhadap penyakit selama masa perkembangan mereka. Salah satu gejala yang paling sering terjadi pada anak adalah demam. Tepid water sponge menggabungkan metode blok kompres untuk pembuluh darah superfisial dan metode menyeka dengan lap yang dibasahi air hangat. Tepid water sponge dilakuan pada beberapa titik pembuluh darah besar seperti lipatan leher, ketiak, dan paha yang dilanjutkan dengan penyekaan ke seluruh badan. Studi ini menggunakan rancangan One Group Pre-Post Test Design pada 10 anak dengan hipertermia, dilanjutkan dengan uji pengaruh Paired Sample T-Test. Kemudian didapatkan nilai signifikansi (2-tailed) dari data < 0,05 (0,00 < 0,05) yang menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara pre test dan post test yang telah dilakukan. Hal ini menunjukan bahwa kompres tepid water sponge memiliki pengaruh yang bermakna terhadap penurunan suhu anak dengan hipertermia.
Terapi Sleep Hygiene Dalam Meningkatkan Kualitas Tidur Pada Anak Saat Hospitalisasi Rizki Anjarsari; Irdawati Irdawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43513

Abstract

Anak-anak yang menjalani hospitalisasi sering mengalami kecemasan terhadap lingkungan baru dan pengasuh yang tidak dikenal, yang dapat mengganggu pengaturan diri, termasuk pola tidur. Tidur berkualitas tinggi sangat penting bagi kesehatan fisik, perkembangan kognitif, serta prestasi akademis anak. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas tidur adalah terapi higiene tidur, yang bertujuan membentuk kebiasaan tidur yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi higiene tidur terhadap kualitas tidur anak usia sekolah yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Indriati Solo Baru. Penelitian menggunakan desain one-group pre-test post-test dengan 10 responden yang mengalami gangguan tidur akibat hospitalisasi. Pengukuran kualitas tidur dilakukan menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, rata-rata skor PSQI adalah 28,90, menandakan kualitas tidur yang buruk. Setelah tiga hari intervensi, skor PSQI menurun signifikan menjadi 13,10 (p = 0,000), menunjukkan peningkatan kualitas tidur yang signifikan. Hasil ini mengindikasikan bahwa terapi higiene tidur merupakan intervensi yang efektif dalam meningkatkan kualitas tidur anak usia sekolah selama hospitalisasi, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari intervensi keperawatan untuk anak yang mengalami gangguan tidur.
Penerapan Terapi Bermain Puzzle Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Dengan Hospitalisasi Ayuni Putri Florenza; Irdawati Irdawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48698

Abstract

Latar Belakang:Kecemasan pada anak yang menjalani hospitalisasi merupakan masalah yang serius, yang dapat memicu gangguan fisiologis dan psikologis. Untuk itu, diperlukan intervensi yang komprehensif dan menyenangkan bagi anak. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah terapi bermain puzzle. Terapi ini terbukti tidak hanya membantu mengalihkan perhatian anak dari prosedur medis, tetapi juga memberikan stimulasi positif terhadap perkembangan kognitif dan emosionalnya.Tujuan:Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi bermain puzzle dalam menurunkan tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi.Metode:Karya Tulis Ilmiah  ini dilakukan dengan memberikan terapi bermain puzzle kepada sepuluh anak usia prasekolah yang dirawat di rumah sakit. Tingkat kecemasan anak diamati dan dibandingkan sebelum dan sesudah pemberian terapi untuk melihat adanya perubahan yang signifikan.Hasil:Setelah diberikan terapi bermain puzzle, tampak penurunan tingkat kecemasan pada seluruh anak. Sebelumnya, mayoritas anak menunjukkan gejala kecemasan sedang hingga berat, seperti gelisah, mudah menangis, dan menolak tindakan medis. Setelah intervensi, kondisi emosional anak menjadi lebih stabil, mereka tampak lebih tenang, lebih kooperatif, dan mulai menunjukkan respons yang positif terhadap lingkungan sekitarnya.Kesimpulan:Terapi bermain puzzle terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani perawatan di rumah sakit. Serta mendukung perkembangan kognitif, motorik, dan sosial anak.
Penerapan Brain Gym Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Dengan Hospitalisasi Luki Eka Prasetyo; Irdawati Irdawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49126

Abstract

Latar Belakang : Hospitalisasi pada anak merupakan pengalaman penuh stres yang dapat memicu kecemasan, terutama pada usia prasekolah hingga sekolah. Kecemasan yang tidak segera diatasi berpotensi memperburuk proses penyembuhan dan perkembangan psikologis anak. Data menunjukkan sekitar 70% anak prasekolah mengalami kecemasan sedang hingga berat selama hospitalisasi, dan pada anak usia sekolah juga masih menjadi salah satu masalah hospitalisasi. Brain gym merupakan salah satu teknik non farmakologis untuk menurunkan kecemasan pada anak. Selain menurunkan kecemasan, terapi ini juga memberi dampak positif terhadap perilaku, kemampuan adaptasi, serta mendukung proses pemulihan anak.   Tujuan : Studi kasus ini bertujuan mengkaji efektivitas penerapan Brain Gym dalam menurunkan tingkat kecemasan anak selama menjalani perawatan di rumah sakit. Metode : Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan melakukan penerapan intervensi Brain Gym pada anak yang mengalami kecemasan hospitalisasi, kecemasan diukur menggunakan instrument Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil : Hasil penerapan menunjukkan intervensi Brain Gym yang dilakukan mampu menurunkan skor kecemasan berdasarkan skala HARS dari kategori sedang ke ringan pada seluruh subjek. Brain Gym mudah diimplementasikan oleh tenaga kesehatan maupun keluarga sebagai bagian dari keperawatan holistik, serta berperan dalam mencegah dampak psikososial hospitalisasi. Kesimpulan : Brain Gym merupakan strategi efektif dan praktis untuk mengurangi kecemasan hospitalisasi pada anak, sehingga disarankan untuk diintegrasikan dalam asuhan keperawatan anak di rumah sakit.