Gusti Diansyah
Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Tinggi Gelombang Signifikan Berdasarkan Model Wavewatch-III di Pantai Alau-Alau, Kalianda, Lampung Selatan Annisa Agustina Kurnia Putri; Gusti Diansyah; Wike Ayu Eka Putri
Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 2 (2022): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v11i2.39567

Abstract

Perairan Pantai Alau-Alau merupakan daerah pesisir yang dimanfaatkan sebagai kegiatan pariwisata dan juga kegiatan perikanan seperti bagan perahu. Peramalan tinggi gelombang sangat berguna untuk menghindari kejadian kecelakaan kapal ataupun hantaman ombak besar di sekitar kawasan pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tinggi gelombang signifikan di wilayah Pantai Alau-Alau, Kalianda, Lampung Selatan dan menganalisis tingkat akurasi model Wavewatch-III BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) dengan data lapangan. Data dari Model Wavewatch-III divisualisasi menggunakan software GrADS, lalu dibandingkan dengan data pengukuran lapangan yang dilaksanakan selama 7 hari (20-26 November 2019). RMSE (Root Mean Square Error) digunakan untuk melihat akurasi dari model tersebut. Hasil penelitian pengukuran lapangan menunjukkan tinggi gelombang signifikan di Pantai Alau-Alau berkisar 0,082-0,405 meter. Hasil tinggi gelombang signifikan hasil model Wavewatch-III berkisar 0,027–0,118 meter. Hasil nilai RMSE model Wavewatch-III terhadap data lapangan sebesar 0,28.   Alau-Alau Beach is a coastal area that used for tourism and fishery such as boat lift net. The forecast of wave height is very useful to avoid hitting big waves around coastal areas. The aims of this study are to analyze the significant wave height in the Alau-Alau Beach area, Kalianda, South Lampung and to analyze the accuracy of the Wavewatch-III BMKG (Climatology and Geophysics Meteorological Agency) with field data. Data of Wavewatch-III Model was visualized by using GrADS software, then compared it with field measurement data that was carried out for 7 days (20-26 November 2019). RMSE (Root Mean Square Error) was used in seing the accuracy of the model. The results from the field measurement showed that significant wave heights at Alau-Alau Beach ranged from 0.082 to 0.405 meters. The significant wave height from the Wavewatch-III model ranged from 0.027 to 0.118 meters. The results from the RMSE Wavewatch-III model on field data was 0.28.
Tipe Sedimen dan Kondisi Perairan Pulau Payung Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan Keberadaan Nitrat, Fosfat dan TSS Rijal Sitorus; Wike Ayu Eka Putri; Fitri Agustriani; Gusti Diansyah; Isnaini Isnaini; Anna Ida Sunaryo Purwiyanto; Yulianto Suteja; Jeni Meiyerani
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i1.62565

Abstract

Nutrien merupakan material kimia yang penting bagi kelangsungan hidup organisme perairan. Keberadaannya di kolom perairan dapat dijadikan sebagai penentu apakah perairan berada dalam kondisi subur atau tidak. Sumber nutrien di perairan dapat berasal dari aktivitas manusia seperti pemukiman dan pertanian yang terdapat di darat dan masuk ke kawasan muara melalui aliran sungai. Meskipun demikian, masuknya nutrien dalam jumlah besar dapat menurunkan kualitas perairan karena dapat memicu terjadinya eutrofikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi nutrien di air dan sedimen serta TSS dan karakteristik sedimen di sekitar Perairan Pulau Payung. Pengambilan sampel dilaksanakan bulan September 2022 pada 5 stasiun penelitian, analisis nitrat dan fosfat pada sampel air mengacu pada metode brusin sulfat SNI 06-2480-1991 dan SNI 6989.31-2015. Analisis nitrat pada sedimen menggunakan metode bruan  dan  analisis fosfat  merujuk pada metode SNI 19-2483-1991. Analisis tekstur sedimen menggunakan metode ayak kering dan analisa TSS dengan metode penyaringan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi nitrat di kolom perairan Pulau Payung berkisar 1,7-2,8 mg/l (telah melebihi baku mutu, 0,008 mg/L berdasarkan Kepmen LH (2004) dan 0,07 mg/L berdasarkan US-EPA (1973), sementara fosfat berkisar 0,25-0,48 mg/l (tidak melebihi baku mutu 0,2 – 1,0 mg/L berdasarkan Kepmen LH PP RI No.22 Tahun 2021). Konsentrasi nitrat sedimen Pulau Payung berkisar 24,69-40,41 mg/kg (tergolong perairan dengan kandungan nitrat tinggi) dan fosfat berkisar 1,15-1,54 mg/kg (tergolong perairan dengan kandungan fosfat sangat rendah). Sedimen Pulau Payung sebagian besar didominasi substrat lempung dan sebagian kecil lempung berpasir. Adapun nilai TSS yang ditemukan berkisar antara 115,22 – 212,97 mg/l.