Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI HIDANGAN TRADISIONAL KHAS KABUPATEN LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT Bestari Dwi Andrini .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Dra. Damiati, M.Kes .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makanan tradisional khas Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, meliputi makanan pokok, hidangan lauk pauk, hidangan sayuran, sambal, dan minuman yang disajikan sehari-hari. Penelitian ini dilakukan di 3 Kecamatan yaitu Pujut, Praya Tengah dan Kopang dengan mengambil 6 desa sebagai tempat penelitian yaitu desa Rembitan, Kawo, Pengadang, Jurang Jaler, Darmaji dan Montong Gamang. Informan melibatkan, Camat masig-masing Kecamatan tempat diadakannya penelitian, Ibu-ibu rumah tangga, dan penjual makanan tradisional Teknik pengumpulan data dengan metode (1) observasi partisipan dan (2) wawancara mendalam, sedangkan instrumen penelitian yang digunakan yaitu (1) lembar observasi dan (2) panduan wawancara. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hidangan tradisional khas Kabupaten Lombok Tengah yaitu (1) makanan pokok meliputi Pesor serbuk, pencok me dan pencok sagu, (2) hidangan lauk pauk meliputi samben goreng kenango, sisok kelaq kuning, lindung tunuk samben goreng, pindang kelaq sedak pakis, pelcing lindung tunuk, Beru kelaq santen, dan pes tain lale sedak kelor (3) hidangan sayuran meliputi tengkong kelaq bawang minyak sebie, gadok, tojang lomak kelaq terong aceh, ketujur kelaq manis, komak kelaq bagek, tolang komak siong sepuk, pangkles (4) sambal meliputi samben paok, samben bagek, lansuk dan beberok (5) minuman meliputi, aiq span, serbat dan es endes Kata Kunci : Hidangan, Khas, Kabupaten Lombok Tengah This study aimed to describe the traditional food Lombok Tengah district include main dish, side dish, vegetable dish, condiment and beverages are served daily. This research was conducted in 3 subdistricts that is Pujut, Praya Tengah, and Kopang, by taking 6 villages as research sites, namely the village is Rembitan, Kawo, Pengadang, Jurang Jaler, Darmaji, and Montong Gamang with informant sources head of sub district, housewife and traditional food vendors. Technique of collecting data with method (1) observation and (2) interview, while research instrument used 1) the observation sheet and (2) the interview guide. Data analysis using qualitative descriptive technique. These results indicate that the traditional food Lombok Tengah District, that is (1) main dish are Pesor Serbuk, Pencok Me, Pencok Nasi, (2) side dish are, samben goreng kenango, sisok kelaq kuning, lindung tunuk samben goreng, pindang kelaq sedak pakis, pelcing lindung tunuk, Beru kelaq santen, dan pes tain lale sedak kelor, (3) a vegetable dish are hidangan sayuran meliputi tengkong kelaq bawang minyak sebie, gadok, tojang lomak kelaq terong aceh, ketujur kelaq manis, komak kelaq bagek, tolang komak siong sepuk, pangkles, (4) condiment are samben paok, samben bagek, lansuk dan beberok (5) beverages are aiq span, serbat dan es endes keyword : Inventory, Traditional Food, Lombok Tengah District
Pembuatan Modul Ajar Fusion Food untuk Mendukung Pelaksanaan Kurikulum 2013 bagi Siswa Kelas XII SMK Negeri 2 Singaraja Ria Karlina .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kelayakan isi modul ajar fusion food di SMK Negeri 2 Singaraja melalui uji ahli. (2) Mengetahui kelayakan isi modul ajar fusion food di SMK Negeri 2 Singaraja melalui uji subjek sasaran atau siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan Research and Development (R & D) dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas XII Jasa Boga 2 di SMK Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2016/2017. Validasi kelayakan modul berdasarkan uji ahli isi dan uji subyek sasaran diperoleh dengan menggunakan metode angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji ahli isi memberikan penilaian dengan rata-rata persentase keseluruhan sebesar 87,36% sehingga jika dikonversikan persentase tersebut berada dalam kualifikasi layak. Sedangkan uji subyek sasaran memberikan penilaian dengan rata-rata persentase keseluruhan sebesar 89,07% sehingga jika dikonversikan persentase tersebut berada dalam kualifikasi layak.Kata Kunci : Modul Fusion Food, Kurikulum 2013, Kelayakan This research aims to (1) Know the feasibility of the contents of teaching fusion food module in SMK Negeri 2 Singaraja through expert test. (2) To know the feasibility of the contents of teaching fusion food module in SMK Negeri 2 Singaraja through test subjects or students. The type of research used in this study is Research and Development Research and Development (R & D) with the model of ADDIE development. The subjects of this study are students of class XII Culinary 2 at SMK Negeri 2 Singaraja academic year 2016/2017. Validation of the feasibility of module based on expert test of content and test of target subject is obtained by using questionnaire method. The result of the research shows that the expert test gives an average rating of 87.36%, so if it is converted the percentage is in qualified condition. While the target subject test provides an assessment with an average percentage of 89.07% overall so that if converted the percentage is in a qualified feasible.keyword : Fusion Food module, Curriculum 2013, eligibility
Potensi Objek Wisata Sejarah di Kota Singaraja I Made Dwyka Aryawan .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi objek wisata sejarah di Kota Singaraja. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tiga pedoman pengembilan data yaitu pedoman wawancara, observasi dan studi dokumen. Untuk metode pengambilan data menggunakan “snowball sampling” karena dalam metode ini jumlah informan tidak di tentukan sebelumnya, selain informan kunci yaitu kepala pengelola di masing-masing objek bersejarah yaitu Museum Buleleng, Gedong Kirtya, dan Pelabuhan Buleleng. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dan hasil penelitian ini yaitu Kota Singaraja memiliki 3 Objek Bersejarah yaitu Museum Buleleng, Gedong Kirtya, dan Pelabuhan Buleleng yang memiliki potensi sebagai Objek Wisata Sejarah, adapun potensi tersebut adalah adanya objek yang dapat dilihat (something to see), adanya fasilitas penunjang kegiatan wisata (something to do), adanya sesuatu yang menarik (attraction), dan adanya fasilitas pendukung (amenities). Dapat disimpulkan bahwa objek bersejarah di Kota Singaraja yaitu Museum Buleleng, Gedong Kirtya, Pelabuhan Buleleng memilili potensi yang baik berdasarkan pada indikator penelitian yaitu adanya objek yang dapat dilihat (something to see), adanya fasilitas penunjang kegiatan wisata (something to do), adanya sesuatu yang menarik (attraction), dan adanya fasilitas pendukung (amenities).Kata Kunci : Objek Bersejarah, Objek Wisata Sejarah, Potensi Objek Wisata. This research aims to determined the potential of historical tourism object in the Singaraja City. In this research, the researcher uses three guidelines for data processing, interview, observation and document study. For the method of data collection using "snowball sampling" because in this method the number of informants is not specified in advance, in addition to informant key are the head of management in each of the historic objects of the Museum Buleleng, Gedong Kirtya, and Buleleng Harbour. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive analysis, and the result of this research is Singaraja City has 3 Historical Objects namely Buleleng Museum, Gedong Kirtya, and Buleleng Harbour which has the potential as a Historical Tourism Object, while the potential is the existence of a viewable object (something to see), the existence of facilities to support tourism activities (something to do), something interesting (attraction), and the existence of facilities support (amenities). The concluded that the historic object in Singaraja City, Buleleng Museum, Gedong Kirtya, Buleleng Harbour has good potential based on the research indicator that there are objects that can be seen (something to see), the existence of the supporting facilities of tourism activities (something to do) the attraction (attraction), and the existence of facilities support (amenities).keyword : Histories Object, Histories Tourism Object, Tourism Object Potency.
Pengolahan Kulit Pisang Kepok Menjadi Abon Gede Hendra Kusuma .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13613

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan abon kulit pisang kepok dan kualitas abon kulit pisang kepok dilihat dari aspek, warna, tekstur, dan rasa. Panelis dalam penelitian ini menggunakan panelis terlatih yang terdiri dari 15 orang panelis yaitu 5 guru SMKN 1 Seririt, 5 guru SMK Triatmajaya Singaraja dan 5 mahasiswa PKK Undiksha Singaraja. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, kurang. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan kulit pisang kepok diolah menjadi abon melalui proses penyortiran, perebusan, penumbukan, dan penggorengan. kualitas abon kulit pisang kepok dilihat dari aspek warna, tekstur, dan rasa berada pada kategori baik. Uji kualitas aspek warna berada pada kategori baik dengan skor (2.73) sesuai tolok ukur yaitu coklat. Uji kualitas aspek tekstur berada pada kategori baik dengan skor (2.63) sesuai tolok ukur yaitu kering. Uji kualitas dari aspek rasa berada pada kategori baik dengan skor (2.73) sesuai tolok ukur yaitu manis gurih.Kata Kunci : abon kulit pisang kepok, kualitas, proses This experimental research aimed at knowing the process of making abon from kepok banana peels and its quality from aspects of color, texture, and taste. This study used trained palists wich consisted of 15 panelist wich were divide into 5 teacher of SMKN 1 Seririt, 5 teacher SMK Triatmajaya Singaraja and 5 college student of PKK of Ganesha University of Education. Method of data collection used in this study was observation method by using instrument namely organoleptic test sheet with 3 categories such as good, enough, and less. The data were analyzed by using descriptive quantitative technique. The result of the study showed that kepok banana peels were processing through sorting process, boiling process, mashing process, and frying process. The quality of abon made from kepok banana peels from aspects of color, texture, and taste was belonged into good category. Quality test from the aspect of color was belonged into good category with score (2,73) based on benchmark that was brown. Quality test from the aspect of texture was belonged into good category with score (2,63) based on benchmark wich as dry. The quality test from the aspect of taste wasbelonged into good category with score (2,73) based on benchmark which was sweet and tasteful. Abon from kepok banana peels, process, qualitykeyword : Keywoords: Abon from kepok banana peels, process, quality
IDENTIFIKASI HIDANGAN KHAS USABA SAMBAH DI DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN Ni Luh Sri Lestari .; Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd. .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hidangan khas prosesi usaba sambah dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan penutup dilihat dari teknik persiapan, pengolahan, dan penyajian dalam pengolahan hidangan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu metode observasi dan wawancara, sedangkan instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi dan panduan wawancara yang kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa hidangan khas di Desa Tenganan Pegringsingan dapat dilihat dari teknik persiapan, pengolahan, penyajian. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Tenganan Pegringsingan, Kepala Dusun Desa Tenganan Pegringsingan, Juru Patus, dan penduduk asli Desa Tenganan Pegringsingan. Hasil penelitian dari hidangan khas disini dapat dibagi menjadi 3 tahap dilihat dari teknik persiapan, pengolahan, dan penyajiannya yaitu (1) hidangan khas pada tahap persiapan usaba sambah dimana hidangan pokoknya meliputi pengepunjung, jajanan meliputi patulaya dan uduan (2) hidangan khas pada tahap pelaksanaan usaba sambah hidangan pokoknya meliputi ketambat, hidangan lauk pauk meliputi cacah, marus, pesan les, be mejakan, petis, hidangan sayuran meliputi ononan dan pademare, jajanan meliputi kembung merah, kembung putih, plegantung, abug, jambal angina, (3) hidangan khas pada tahap penutup usaba sambah hidangan sayuran meliputi kuah barak, hidangan lauk pauk meliputi madam, lawar penyu, lawar tuung, sayur blimbing, jejeruk, jajanan meliputi kukus merah, kukus putih, dan kembung merah.Kata Kunci : Hidangan Khas, Usaba Sambah, Tenganan Pegringsingan This study aims to identify typical dishes of the procession of frying from the preparation, execution and closing stages seen from the preparation, processing, and serving techniques in the processing of dishes. Data collection method used in the research is observation and interview method, while the research instrument used is observation sheet and interview guide which then analyzed by using descriptive technique. In this study shows that typical dishes in the village of Tenganan Pegringsingan can be seen from the preparation techniques, processing, presentation. Subjects in this study were Village Head of Tenganan Pegringsingan, Head of Dusun Desa Tenganan Pegringsingan, Patronman, and native of Tenganan Pegringsingan Village. The results of the research of typical dishes here can be divided into 3 stages seen from the preparation, processing, and presentation techniques that are (1) typical dishes in the preparation stage of usaba sambah where the main dishes include pengepunjung, snacks include patulaya and uduan (2) usaba sambah main dishes include ketambat, dish side dishes include cacah, marus, messages les, be mejakan, petis, vegetable dishes include ononan and pademare, snacks include red bloating, white bloating, plegantung, abug, jambal angina, (3) at the closing stage usaba sambah vegetables include barrack sauce, dish dishes include madam, lawar turtle, lawar tuung, vegetables blimbing, jejeruk, snacks include steamed red, white steamed, and red bloated.keyword : Typical Dish, Usaba Sambah, Tenganan Pegringsingan
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN LAYANAN PORTER SISWA KELAS XI AKOMODASI PERHOTELAN 1 SMK PARIWISATA TRIATMAJAYA SINGARAJA Kadek Meli Anggarsari .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran role playing untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran layanan porter siswa kelas XI AP1 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja; (2) mendeskripsikan respon siswa kelas XI AP1 terhadap metode pembelajaran role playing dalam pembelajaran layanan porter. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk hasil belajar pada ranah kognitif menggunakan tes tulis, ranah afektif menggunakan lembar observasi, dan ranah psikomotor menggunakan tes kinerja. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk respon siswa adalah angket tertutup. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) terjadi peningkatan hasil belajar dilihat dari analisis data pada siklus I yaitu rata-rata hasil belajar 83,6 dan ketuntasan hasil belajar 62,5%. Pada siklus II yaitu rata-rata hasil belajar 87,0 dan ketuntasan hasil belajar 87,5%. (2) respon siswa terhadap pembelajaran layanan porter dengan metode role playing pada siklus I sebesar 58,03 dan siklus II sebesar 64,18 yang terkategori positif. Kata Kunci : hasil belajar, layanan porter, role playing This research ams to (1) Describe the application of learning method role playing to improve learning on the subject student porter service XI AP1 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. (2) Describe student responses class XI Ap1 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja to method study role playing in learning service porter. Test was used in assessing cognitive domain, observation sheet was used in assessing affective domain, and psychomotor domain was assessed through practicing. Test the data collection tool used to respond student is aclosed questionnaire. Study was classroom action research. The result of this study shows that (1) there is an increase in learning outcomes seen from the analysis of the data on the cycle I was 83,6 and completeness of learning outcomes was 62,5% and in Cycle II average of learning outcomes was 87,0 and completeness of learning outcomes was 87,5%. (2) Student response to porter service learning by method role playing in cycle I amount 58,03 and in cycle II was 64,18 which is category positive keyword : learning outcome, porter service, role playing
POTENSI OBJEK WISATA EDUKASI DI KABUPATEN GIANYAR Ida Ayu Sinta Devi .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15037

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Gianyar dengan tujuan untuk mendeskripsikan potensi wisata edukasi pada objek wisata di Kabupaten Gianyar agar masyarakat sekitar mengetahui bahwa terdapat banyak obyek wisata edukasi di Kabupaten Gianyar yang bisa dikunjungi. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling sebesar 4 sampel. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan penyebaran angket. Sedangkan instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa daftar pertanyaan /pernyataan atau angket langsung tertutup dengan menggunakan skala Guttman yang diolah menggunakan metode kuantitatif melalui analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan dari keempat objek wisata edukasi yang ada di Gianyar diantaranya, Elephant Safari Park, Keramas Park, Taman Nusa, dan Butterfly Park. Memperoleh rata-rata 76%, ini menunjukkan bahwa potensi wisata edukasi di Kabupaten Gianyar tergolong tinggi, hal tersebut dikarenakan keempat objek wisata yang telah diobservasi sebagian besar memenuhi kriteria yang diberikan oleh peneliti sebagai syarat untuk objek wisata edukasi yaitu Atraksi, Sumber Daya Manusia, Perencana Perjalanan dan Tour Operator. Kata Kunci : Objek Wisata, Potensi Wisata, Wisata Edukasi This research was conducted in Gianyar Regency with the aim to describe educational tourism potency in tourism object in Gianyar regency so that the surrounding community know that there are many educational attractions in Gianyar regency which can be visited. The sampling technique using cluster sampling is 4 samples. In this research, data collection technique is done by observation and questionnaire method. While the instruments used in the collection of data in the form of a list of questions / statements or questionnaires directly closed using Guttman scale is processed using quantitative methods through descriptive analysis percentage. The results of the study show four of the educational attractions in Gianyar include, Elephant Safari Park, Keramas Parik, Taman Nusa, and Butterfly Park. Obtained an average of 76%, this indicates that the potential of education tourism in Gianyar regency is high, it is because the four tourism objects that have been observed most meet the criteria provided by researchers as a requirement for educational attractions of Attractions, Human Resources, Planners Travel and Tour Operatorkeyword : Tourism Object, Tourism Potential, Educational Tour.
HIDANGAN PETAMON PADA TRADISI NGUSABA BUKAKAK DI DESA GIRI EMAS KECAMATAN SAWAN Ni Made Wiwik Rahayu Utami .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Hidangan Petamon pada tradisi Ngusaba Bukakak di Desa Giri Emas Kecamatan Sawan. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Giri Emas dan Juru Patus. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode wawancara, dengan instrumen lembar observasi dan pedoman wawancara yang kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan hidangan Petamon pada Tradisi Ngusaba bukakak di Desa Giri Emas Kecamatan Sawan yaitu (1) makanan pokok yang disajikan nasi putih, lauk pauk meliputi lawar barak, lawar putih,pesan celeng, tum celeng, be megoreng, urutan celeng, sate lilit, sate isi,komoh, sayuran meliputi jukut ares, jukut balung, jukut don sele, makananan sampingan meliputi jaje bantal, jaje celorot, jaje sumping, jaje sele ketan, jaje ketimus nangka, jaje pisang goreng, dan minuman meliputi teh manis, kopi hitam (2) Teknik Pengolahan hidangan petamon meliputi, dikukus, direbus, dibakar, dipanggang dan digoreng dengan teknik penyajian alat menggunakan ingke, nampan, niru, waskom,gelas kecil dan lepekan.Kata Kunci : Hidangan Petamon, Ngusaba Bukakak This study aims to identify Petamon Dish on Ngusaba Bukakak tradition in Giri Emas Village, Sawan Sub-district. Subjects in this study were Head of Giri Emas Village and Patron. Methods of data collection observation method, interview method with instrument observation sheet and interview guide which then analyzed by using descriptive technique. The result of this research shows Petamon dish at Tradition Ngusaba Bukakak in Giri Emas Village of Sawan Subdistrict, namely (1) eating staple introduced by white rice, side dish cover lawar barak, lawar putih, pesan celeng, tum celeng, be megoreng, urutan celeng, sate lilit , sate isi, komoh, vegetables include jukut ares, jukut balung, jukut don sele, side meals include jaje bantal, jaje celorot, jaje sumping, jaje sele ketan, jaje ketimus nangka, jaje pisang goreng, and beverages include sweet tea, black coffee (2) Technique Processing of petamon dish include, steamed, boiled, baked, baked and fried with technique of presentation of appliance using ingke, tray, niru, wascom, small glass and lepekan.keyword : Petamon Dish, Ngusaba Bukakak
PENGARUH PENERAPAN MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) BERBASIS ASESMEN PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN BAHAN MAKANAN (PBM) SISWA KELAS X JASA BOGA SMK PARIWISATA TRIATMA JAYA SINGARAJA I Dewa Ayu Nyoman Prajna Paramita .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar pengetahuan bahan makanan siswa yang mengikuti model pembelajaran numbered head together berbasis asesmen portofolio dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional siswa kelas X jasa boga SMK Pariwisata Triatmajaya Singaraja. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling, pengumpulan data menggunakan metode tes dan metode angket. Data nilai post-tes hasil belajar dianalisis menggunakan uji-t. hasil pengujian hipotesis dengan uji-t menunjukan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan bahan makanan siswa yang belajar dengan menggunakan model numbered head together (NHT) berbasis asesmen portofolio dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada kelas x jasa boga SMK Pariwisata Triatmajaya Singaraja tahun ajaran 2017/2018 (sig. 0,025 < 0,05). Data hasil respon siswa yang diperoleh yaitu sebesar 88% maka respon siswa baikKata Kunci : Asesmen Portofolio, Hasil Belajar, Numbered Head Together (NHT) The objective of the present study was to figure out the difference of learning result of foodstuff knowledge (PBM) of the subjects who were taught by number head together (NHT) which were assessed by portofolio assessment, and the subjects who were taught by using conventional learning method which was done in the tenth grade students of catering services of SMK pariwisata Triatmajaya Singaraja. The research design was quasi experiment which used Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. The population in this study was the tenth grade students. Random sampling was used in this research, the data was collected by administering tests and questionnaire. The data was analyzed by using t-test. Thus, the results of hypothesis analyzed by t-test showed there were significant differences of the subjects' achievement who were taught by NHT with subjects who were taught by using conventional learning model in the tenth grade students of catering services class of SMK Pariwisata Triatmajaya Singaraja in academic year 2017/2018 (sig. 0,025
PENGEMBANGAN MODUL AJAR FUSION FOOD HIDANGAN KESEMPATAN KHUSUS MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK JURUSAN JASA BOGA KELAS XII di SMK PARIWISATA TRIATMAJAYA SINGARAJA PUTU DIAN TIRTAYANTI .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16003

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui (1) kelayakan pengembangan modul ajar Fusion Food Hidangan Kesempatan Khusus melalui Pendekatan Saintifik berdasarkan uji ahli isi; (2) kelayakan pengembangan modul ajar Fusion Food Hidangan Kesempatan Khusus melalui Pendekatan Saintifik berdasarkan uji ahli media; (3) kelayakan pengembangan modul ajar Fusion Food Hidangan Kesempatan Khusus melalui Pendekatan Saintifik berdasarkan respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) atau penelitian pengembangan dengan model Dick & Carey. Instrumen penelitian berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) hasil review ahli isi pembelajaran diperoleh hasil 0,88 dari 17 aspek penilaian dikatakan layak digunakan; (2) hasil review ahli media pembelajaran diperoleh hasil 0,88 dari 25 aspek penilaian dikatakan layak digunakan; (3) hasil analisis data respon siswa kecenderungan respon positif.Kata Kunci : Fusion Food, Hidangan Kesempatan Khusus, Saintifik This research was conducted with the aim of knowing (1) the feasibility of developing Fusion Food & Special Opportunities Dishes teaching modules through a Scientific Approach based on content expert tests; (2) the feasibility of developing Fusion Food & Special Opportunities Dishes teaching modules through a Scientific Approach based on media expert tests; (3) the feasibility of developing developing Fusion Food & Special Opportunities Dishes teaching modules through the Scientific Approach based on student responses. The type of research used is research and development (R & D) or development research with Dick & Carey models. The research instrument is questionnaire. The results showed that: (1) the results of expert review of learning content obtained 0.88 results from 17 aspects of assessment said to be feasible to use; (2) the results of the expert learning media review obtained 0.88 results from 25 assessment aspects said to be feasible to use; (3) the results of student response data analysis tend to be positive responseskeyword : Fusion Food, Special Opportunities Dishes, Scientific
Co-Authors ., Gede Addy Putra Gunawan ., Gede Hendra Kusuma ., Haulaini ., I Dewa Ayu Nyoman Prajna Paramita ., I Made Dwyka Aryawan ., I Nyoman Gede Nesa Narmada ., Ida Ayu Sinta Devi ., Kadek Meli Anggarsari ., Kadek Pariandani ., Kadek Sulistri ., Ketut Suartini ., Luh Ari Muliani ., Luh Detriyani ., Luh Devi Andari ., Luh Putu Budiartini ., Luh Sri Darmiyani ., Ni Luh Sri Lestari ., Ni Made Wiwik Rahayu Utami ., Ni Wayan Desi ., Ni Wayan Ratna Dewi ., Pt Arsitha Indah y ., PUTU DIAN TIRTAYANTI ., Putu Lilis Ariantini ., Ria Karlina Anggarsari, Kadek Meli Aryawan, I Made Dwyka Bestari Dwi Andrini . Budiartini, Luh Putu Cokorda Istri Raka Marsiti Damiati - Dessy Seri Wahyuni Devi, Ida Ayu Sinta Dewa Ngakan Putu Eka Juniarta Eka Liana Devi . Gede Addy Putra Gunawan . Gede Hendra Kusuma . Haulaini . I Dewa Ayu Nyoman Prajna Paramita . I Made Dwyka Aryawan I Made Dwyka Aryawan . I Made Gede Sunarya I Nyoman Gede Nesa Narmada . I Nyoman Subherata Wiguna Ida Ayu Putu Hemy Ekayani Ida Ayu Sinta Devi Ida Ayu Sinta Devi . Kadek Dewi Utama Sari . Kadek Meli Anggarsari Kadek Meli Anggarsari . Kadek Pariandani . Kadek Sulistri . Ketut Nonik Setiawati . Ketut Suartini . Leni Meiliyani . Leni Meiliyani ., Leni Meiliyani Lestari, Ni Luh Sri Luh Ari Muliani . Luh Detriyani . Luh Devi Andari . Luh Masdarini Luh Putu Budiartini Luh Putu Budiartini . Luh Sri Darmiyani . Muliartini, Ni Wayan Sri Ngakan Putu Eka Juniarta, Dewa Ni Kadek Kurnia Dewi . Ni Kadek Kurnia Dewi ., Ni Kadek Kurnia Dewi NI KM AYU NOVIANTI . Ni Komang Ayu Novianti Ni Luh Sri Lestari Ni Luh Sri Lestari . Ni Made Suriani Ni Made Wiwik Rahayu Utami . Ni Putu Sri Kristyani . Ni Wayan Desi . Ni Wayan Ratna Dewi . Ni Wayan Sri Muliartini Novianti, Ni Komang Ayu Pt Arsitha Indah y . Putu Ayu Sulistri Artini . PUTU DIAN TIRTAYANTI . Putu Eka Suriawan . Putu Eka Suriawan ., Putu Eka Suriawan Putu Lilis Ariantini . Qiftijah . Qiftijah ., Qiftijah Ria Karlina . Seni Rahayu . Seni Rahayu ., Seni Rahayu Subherata Wiguna, I Nyoman