Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Student Feedback as a Mediator of Ease and Motivation in Math Playground Game Learning on the Learning Success of Elementary School Students Masraria; Hadi Pajarianto; Masnur; Chen Ching Yang
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 1 (2026): March
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i1.19625

Abstract

This study aims to examine how perceived ease of use and motivation to use the Math Playground learning game influence student feedback and learning success among elementary school students in Indonesia. A quantitative survey approach was employed, involving 160 students selected through convenience sampling, all of whom had prior experience using the game in mathematics learning activities. Data were analyzed using covariance-based Structural Equation Modeling (CB-SEM) with AMOS to test direct and indirect relationships among variables and to examine the structural mechanisms within the proposed research framework. The results indicate that perceived ease of use does not have a significant direct effect on learning success; however, it positively and significantly influences student feedback. In contrast, motivation to use the learning game has a positive and significant effect on both student feedback and learning success. Furthermore, student feedback significantly affects learning success and partially mediates the relationship between motivation and learning success. These findings suggest that while system usability enhances students’ comfort and responsiveness, psychological factors, particularly motivation, play a more decisive role in improving academic outcomes. The study highlights the importance of fostering students’ learning motivation when integrating digital games into classroom instruction. Additionally, educational technology developers should prioritize motivational design elements and meaningful feedback systems rather than focusing solely on technical simplicity. Overall, this research contributes empirical evidence to the game-based learning literature by clarifying the mediating role of student feedback within elementary education in the Indonesian context.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS V UPT SDN 13 PINRANG Muttazam; Masnur; Nadar
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.17092

Abstract

This study aims to describe the implementation steps of the Picture and Picture learning model and to measure the improvement of science (IPAS) learning outcomes on the topic of human developmental stages among fifth-grade students of UPT SDN 13 Pinrang. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles, each consisting of planning, acting, observing, and reflecting. The subjects were 20 students of class VB in the 2025/2026 academic year. Data were collected through achievement tests, observation of teacher and student activities, interviews, and documentation, then analyzed using quantitative descriptive techniques (class mean and classical mastery) complemented by qualitative analysis. The findings show a consistent improvement across cycles. The class mean rose from 66.75 in the pre-cycle to 73.75 in Cycle I and 86.75 in Cycle II, while classical mastery increased from 25% (5 of 20 students) to 55% (11 students) and finally 95% (19 students). Student learning activity also improved from 68.75% (fair) in Cycle I to 86.75% (very good) in Cycle II. These results confirm that the systematic and consistent application of the Picture and Picture model, which integrates concrete visual media with logical image sequencing and collaborative discussion, effectively enhances students' science learning outcomes at the elementary level.
PENERAPAN PROJECT-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN MASALAH OPERASI HITUNG UANG SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR Nurfadilah; Masnur; Nadar
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17566

Abstract

ABSTRAK Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa kelas III UPT SDN 280 Pinrang dalam menyelesaikan masalah operasi hitung uang. Hanya 33,33% siswa mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 70 dengan rata-rata nilai 53,33 akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Project-Based Learning (PBL) serta meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah operasi hitung uang. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 12 siswa kelas III semester genap tahun pelajaran 2025/2026. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 53,33 menjadi 65,83 pada Siklus I dan 77,92 pada Siklus II. Ketuntasan belajar klasikal meningkat dari 33,33% menjadi 58,33% pada Siklus I dan 83,33% pada Siklus II. Keterlaksanaan pembelajaran oleh guru meningkat dari 80,8% menjadi 96,7%, sedangkan aktivitas belajar siswa meningkat dari 80,6% menjadi 97,2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Project-Based Learning (PBL) efektif meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah operasi hitung uang melalui pembelajaran kontekstual berbasis proyek. Kata Kunci : Project-Based Learning,Operasi Hitung Uang, Hasil Belajar Matematika, Penelitian Tindakan Kelas,Sekolah Dasar
PENERAPAN MODEL THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS KELAS IV DI UPT SDN 8 PINRANG Intan Nisfullayli; Masnur; Irman Syarif
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif dan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di UPT SDN 8 Pinrang melalui penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS). Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta hasil belajar yang belum optimal. Model Think Pair Share diterapkan karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara mandiri, berdiskusi dengan pasangan, kemudian mempresentasikan hasil diskusi kepada seluruh kelas sehingga mendorong interaksi, kerja sama, dan keaktifan belajar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan mixed methods yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV UPT SDN 8 Pinrang. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Think Pair Share berhasil meningkatkan partisipasi aktif maupun hasil belajar siswa pada setiap siklus. Nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 63,33 pada tahap pratindakan menjadi 73,22 pada Siklus I dan 84,33 pada Siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan hingga mencapai 90% pada akhir Siklus II. Selain itu, partisipasi aktif siswa meningkat secara signifikan hingga mencapai 96,6% dengan kategori aktif dan sangat aktif. Temuan ini menunjukkan bahwa model Think Pair Share mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan, sehingga efektif digunakan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta hasil belajar IPAS siswa kelas IV.
IMPLEMENTASI DIRECTED READING THINKING ACTIVITY (DRTA) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS IV DI UPT SDN 8 PINRANG Nur Azifah Azis; Masnur; Dedi Setiawan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman teks deskripsi siswa kelas IV UPT SDN 8 Pinrang melalui penerapan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) serta mendeskripsikan tahapan implementasinya dalam pembelajaran membaca. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa yang terdiri atas 11 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Data penelitian dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah 75S. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi DRTA mampu meningkatkan kemampuan pemahaman teks deskripsi siswa secara bertahap. Pada tahap pra-siklus, nilai rata-rata kelas sebesar 65,68 dengan ketuntasan klasikal sebesar 36,36%. Setelah tindakan pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 74,77 dengan ketuntasan klasikal sebesar 77,27%. Selanjutnya, pada siklus II nilai rata-rata mencapai 86,59 dengan ketuntasan klasikal sebesar 100%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa strategi DRTA efektif dalam membantu siswa memahami isi teks melalui kegiatan memprediksi, membaca, dan membuktikan hasil prediksi. Dengan demikian, strategi Directed Reading Thinking Activity dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman teks deskripsi siswa sekolah dasar.
PENGEMBANGAN FLASHCARD BERBASIS AUGMENTED REALITY DENGAN MODEL INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS PADA SISWA KELAS VI SD MUHAMMADIYAH 2 PINRANG Kharisma Dewi Putri; Masnur; Dedi Setiawan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17735

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) peserta didik kelas VI SD Muhammadiyah 2 Pinrang pada submateri Planet-Planet dalam Sistem Tata Surya, di mana hanya empat dari sembilan peserta didik yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Pembelajaran yang masih bersifat konvensional serta karakteristik materi Tata Surya yang abstrak menjadi faktor penyebab rendahnya hasil belajar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran Flashcard berbasis Augmented Reality (AR) yang diintegrasikan dengan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar IPAS peserta didik. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas satu ahli materi, satu ahli media, satu guru kelas, dan sembilan peserta didik kelas VI yang mengikuti uji coba terbatas. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respons guru dan peserta didik, serta tes hasil belajar berupa pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Flashcard AR memperoleh skor validitas rata-rata 4,25 dengan kategori sangat layak, skor kepraktisan rata-rata 4,27 dengan kategori sangat layak, serta nilai N-Gain sebesar 0,72 yang termasuk kategori tinggi. Rata-rata hasil belajar peserta didik meningkat dari 30,56 pada pre-test menjadi 80,56 pada post-test. Dengan demikian, media Flashcard berbasis Augmented Reality yang dipadukan dengan model pembelajaran inkuiri dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPAS peserta didik kelas VI sekolah dasar.