Lia Mulyati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : National Nursing Conference

HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA REMAJA DI DESA GARAWANGI KUNINGAN Lia Mulyati; Andi Sutandi
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.118

Abstract

Fenomena game online menjadi trend masa kini. Dan Indonesia, pengguna game onlinenya 50% sudah tergolong pecandu. Kecanduan game online dapat membuat pemain beresiko mengalami gangguan mental seperti depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan game online dengan tingkat depresi pada remaja di tempat game online Desa Garawangi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian analitik dengan rancangan cross sectional dengan responden penelitian berjumlah 71 orang yang sudah memenuhi kriteria yang sudah ditentukan yang diambil secara accidental sampling. Data penelitian diolah dan dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 19 orang (26,7%) yang tidak mengalami kecanduan game online, 8 orang (42,1%) tidak mengalami depresi. Sedangkan responden yang mengalami kecanduan game online dari 52 orang (73,2%), sebagian besar mengalami depresi berat yaitu 27 orang (51.9%). Hasil analisis bivariate di dapatkan nilai p 0,028 dengan r 0.261 . Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kecanduan game online dengan tingkat depresi pada remaja. Penanganan yang tepat yaitu dengan melibatkan orang tua, guru, perawat komunitas, serta penjaga warnet game online untuk memperhatikan anak bermain serta membatasi melakukan permainan yang berlebihan serta dapat mengalihkan dengan kegiatan yang lebih penting dan positif lainnya.
PENGALAMAN PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KUNINGAN : STUDI FENOMENOLOGI Nia Hayati; Lia Mulyati; Neneng Arya
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.119

Abstract

Angka kejadian Kekerasan dalam rumah tangga terus meningkat, dari tahun ke tahun Komnas Perempuan mencatat mengalami peningkatan yang signifikan, peningkatan tersebut belum dapat menggambarkan kondisi yang sesungguhnya, karena kejadian KDRT merupakan fenomena gunung es, masih banyak korban KDRT yang tidak melaporkan. Penelitian ini merupakan studi fenomenologi yang mengeksplorasi pengalaman perempuan korban KDRT. Jumlah partisipan 5 orang. Pengambilan sampel dengan snowball. Proses memperoleh partisipan berdasarkan data dari Polres Kuningan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengalaman perempuan korban KDRT. Hasil penelitian diperoleh data bahwa : (1) Jenis KDRT yang dialami sebagian besar partisipan berupa kekerasan fisik, 3 orang mengalami kekerasan psikis, 2 orang mengalami kekerasan ekonomi, dan 1 orang mengalami kekerasan seksual. (2) Faktor penyebab terjadi KDRT faktor ekonomi dan budaya patriarki (3) Dampak yang terjadi terhadap perempuan berupa; memar, patah, dan sampai rahimnya turun. Dampak pada anak berupa; perubahan sikap, agresif dan (4) upaya yang dilakukan berupa; melawan, diam, pasrah, lapor ke polisi, dan bercerai. Simpulan perempuan yang mengalami KDRT sebagian besar jenis kekerasan yang di alami tidak tunggal tidak hanya kekerasan fisik yang diterima namun disertai kekerasan emosional maupun kekerasan secara finansial. Saran untuk mengurangi kejadian KDRT dapat dilakukan dengan memperbaiki pola komunikasi pasangan. Komunikasi merupakan hal mendasar dalam kehidupan berkeluarga. Komunikasi yang baik bisa menjalin hubungan yang baik pula antara suami dan istri, sebaliknya komunikasi yang tidak baik bisa menjadi penyebab terjadinya KDRT. Selain itu perlu dibina mengenai hak-hak perempuan tentang persamaan jender, diantaranya dalam segi ekonomi dan tanggung jawab.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN SELF CONTROL DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN ARV PADA PASIEN HIV DI RSUD 45 KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2019 Fitri Handayani Putri Setiawan; Lia Mulyati
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epidemi HIV secara global telah memasuki kondisi kritis. HIV merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan kekhawatiran di berbagi belahan dunia, yang dapat mengancam kehidupan. Karena HIV merupakan penyakit yang belum ditemukan obatnya. Virus yang ada di dalam tubuh penderita HIV tidak bisa keluar, sehingga seseorang harus menjalani pengobatan ARV seumur hidup dan tepat waktu. Jadwal ketat pengobatan ARV diharapkan mampu menekan jumah virus di dalam tubuh. Jika tidak patuh maka obat akan menjadi resisten terhadap tubuh. Kasus HIV di Klinik Edelweis jumlah penderita pada tahun 2019 sampai bulan Maret tercataat sebanyak 306 orang, kasus baru 3 orang dan 73 orang meninggal dunia. Menghentikan pengobatan sebanyak 2 orang, gagal 28 orang, rujuk keluar sebanyak 32 orang. Berdasarkan studi pendahuluan di Klinik Edelweis RSUD 45 Kabupaten Kuningan dengan mengajukan 6 pertanyaan lisan tentang konsep diri dan self control dengan kepatuhan pengobatan ARV pada pasien HIV terhadap 10 responden. Diketahui bahwa konsep diri masih tergolong kurang (33%), self control tergolong Cukup (50%) dan kepatuhan pengobatan ARV tergolong tingkat tidak patuh (50%), Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan antara Konsep Diri dan Self Control dengan Kepatuhan Pengobatan ARV pada Pasien HIV di Klinik Edelweis RSUD 45 Kabupaten Kuningan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian survei analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi penelitiaan seluruh penderita HIV dari bulan januari - maret sebanyak 171 orang. Sampel penelitian ini adalah seluruh Pasien HIV di Klinik Edelweis RSUD 45 Kabupaten Kuningan yaitu sebanyak 120 responden dengan menggunakan rumus Slovin dan diambil dengan teknik Purposive Sampling. Data diperoleh melalui kuesioner, data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Rank Sperman. Berdasarkan analisis univariat sebagian besar konsep diri baik (85%), sebagian besar Self Control baik (50,8%) dan sebagian besar tidak patuh (70%). Analisis Bivariat hubungan konsep diri dengan kepatuhan pengobatan ARV dengan ρ value = 0,059 < α (0,05) dan hubungan self control dengan kepatuhan pengobatan ARV dengan ρ value = 0,783 < α (0,05). Kesimpulan penelitiaan ini adalah tidak ada hubungan antara konsep diri dengan kepatuhan pengobatan ARV pada pasien HIV di Klinik Edelweis RSUD 45 Kabupaten Kuningan tahun 2019 dengan ρ value = 0,059 dan tidak ada hubungan antara self control dengan kepatuhan pengobatan ARV pada pasien HIV di Klinik Edelweis RSUD 45 Kabupaten Kuningan tahun 2019 dengan ρ value = 0,783, Saran Bagi responden agar kiranya jangan lupa untuk minum obat antiretroviral (ARV) secara teratur dan tepat waktu sehingga pengobatan ARV tidak resisten
MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KELULUSAN UJI KOMPETENSI RETAKER NERS DI STIKES KUNINGAN Lia Mulyati
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kelulusan uji kompetensi Ners belum sesuai harapan, saat ini tingkat kelulusan rata-rata 47.1%. Kelulusan ujikompetensi pada retaker lebih memprihatinkan. Data tersebut menunjukan setiap tahunnya jumlah retaker semakin bertambah dan menjadi permasalahan institusi. Oleh karena itu penanganan retaker menjadi sesuatu hal serius, yang harus segera di tangani secara terprogram dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan blended learning terhadap kelulusan uji kompetensi Ners. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini adalah retaker STIKes Kuningan yang mengikuti uji kompetensi Ners periode Juli 2019. Metode mengumpulan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 29 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, dan dianalisis dengan menggunakan Chy-Square. Hasil penelitian didapatkan nilai p 0.000 untuk pengaruh aktivitas retaker dengan kelulusan uji kompetensi dan nilai p 0.261 untuk pengaruh frekuensi mengikuti uji kompetensi dengan kelulusan uji kompetensi. Persepsi peserta terhadap pembelajaran blended learning peningkatan kemampuan paling dirasakan pada pemahaman materi-materi keperawatan dengan rata-rata 3.27, menarik dan bermanfaat dengan rerata 3.17. dan peran tutor yang paling dirasakan adalah bimbingan dan feedback dengan rerata 3.10 serta keterbatasan yang paling dirasakan adalah konektivitas internet Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara aktivitas mengikuti pembelajaran blended learning dengan kelulusan uji kompetensi, sementara frekuensi mengikuti uji kompetensi tidak memiliki pengaruh terhadap kelulusan uji kompetensi. Saran; peningkatan motivasi internal dan self-regulated learning merupakan factor esensial dalam pembelajaran blended learning sehingga tutor diharapkan memiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif