Zulfendri Zulfendri
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Patient Safety di Pelayanan Anak Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 2019 Verawaty Sari Simamora; Zulfendri Zulfendri; Roymond H Simamora; Puteri Citra Cinta Asyura Nasution
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 8, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.8.3.2020.188-196

Abstract

The complexity of diversity, relationships, variety and specialization can provide more opportunities for mistakes, one of which is in the children's hospital services. Based on patient safety incident report data at Rumah Sakit Umum Haji Medan in January 2018 to October 2018, it is known that child care is the unit with the highest number of patient safety incidents compared to other units at 37 incidents. Implementation of patient safety by officers in children's services is the main focus that must be considered its role to prevent the occurrence of patient safety incidents. This research is a qualitative research that aims to see the extent of the implementation of patient safety in child care at Rumah Sakit Umum Haji Medan from the description of the role of health workers involved in child care, namely the role of the head of a child's SMF, the role of a pediatrician, and the role of a child nurse. Data collection was carried out by in-depth interviews with 7 informants and through observation. The results showed the implementation of patient safety in children's services has not been running optimally. This is because not all health workers in child services, namely the head of the child's SMF, pediatricians and child nurses do their part in the patient safety system. The roles carried out are still focused on the standards of each profession. It is expected that routine socialization on the implementation of patient safety, the implementation of special meetings and discussions to study the patient safety system and the existence of patient safety drivers in child care designated as the person responsible for moving every officer to implement patient safety. Keywords: Implementation, Children's Services, Patient Safety
PENGARUH KARAKTERISTIK ORGANISASI TERHADAP PEMANFAATAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DI WILAYAH PUSKESMAS HELVETIA MEDAN Riri Astika Indriani; Zulfendri Zulfendri; Surya Utama
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.507 KB) | DOI: 10.22146/bkm.35600

Abstract

Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU PTM) menjadi salah satu strategi penting dalam mengendalikan trend penyakit tidak menular yang terus meningkat. Puskesmas Helvetia merupakan salah satu puskesmas di Kota Medan dengan persentase kelurahan yang menjalankan Posbindu PTM terendah yaitu sebesar 28,57%. Pada tahun 2016, cakupan kegiatan Posbindu PTM di wilayah Puskesmas Helvetia sangat rendah yaitu dibawah 1%. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan pengaruh karakteristik organisasi (perilaku petugas kesehatan, perilaku kader, fasilitas pelayanan, kegiatan Posbindu PTM) terhadap pemanfaatan POSBINDU PTM di wilayah Puskesmas Helvetia.Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Helvetia Tengah dan Helvetia Timur Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan. Jenis penelitian adalah penelitian survai dengan tipe explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat berusia 15 tahun keatas. Sampel berjumlah 100 orang yang diambil dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku petugas kesehatan (p value= 0,000), perilaku kader (p value= 0,000), fasilitas pelayanan (p value= 0,000) berpengaruh terhadap pemanfaatan Posbindu PTM, sedangkan kegiatan Posbindu PTM (p value= 0,413) tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan Posbindu PTM. Diperkirakan perilaku petugas kesehatan mempunyai kontribusi yang paling besar (0,636) terhadap pemanfaatan POSBINDU PTM. Kemampuan variabel perilaku petugas kesehatan, perilaku kader dan fasilitas pelayanan untuk menjelaskan pemanfaatan POSBINDU PTM sebesar 91%. Secara umum pemanfaatan POSBINDU PTM akan semakin meningkat apabila perilaku petugas kesehatan, perilaku kader dan fasilitas pelayanan ditingkatkan. Disarankan dalam peningkatan upaya pencegahan dan penanggulangan PTM agar membentuk Posbindu PTM di setiap kelurahan di wilayah puskesmas Helvetia, petugas kesehatan diharapkan lebih ramah, sigap, perhatian dalam melayani masyarakat di Posbindu PTM, memberikan pelatihan terhadap kader Posbindu PTM, melengkapi sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan Posbindu PTM dan menerapkan sistem lima meja agar kegiatan Posbindu PTM dapat berjalan lebih teratur dan efisien.