Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Efektivitas Aromaterapi Lavender Terhadap Nyeri Pada Pasien Post Seksio Sesarea: Literature Review Erni Rubianti; Kartika Wijayanti; R Rohmayanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri merupakan masalah utama pada pasien post seksio sesarea akibat insisi (sayatan) pada abdomen. Jika tidak ditangani dengan baik akan mengganggu fisiologis dan psikologis ibu. Salah satu cara mengatasi nyeri secara non farmakologi adalah aromaterapi lavender yang sudah banyak teruji efektif menurunkan nyeri karena mengandung linalil dan linalool. Menganalisis efektivitas aromaterapi lavender dalam menanggulangi nyeri pada persalinan dengan metode seksio sesarea berdasarkan variasi karakteristik responden, dosis dan cara pemberian aromaterapi lavender, tingkat nyeri pasien post seksio sesarea sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender, perbedaan efektivitas aromaterapi lavender yang diberikan kepada responden Desain penelitian yang digunakan adalah literature review dengan mengambil data sekunder dari Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “pengaruh aromaterapi lavender terhadap nyeri pasien post sectio caesarea” didapatkan 341 artikel, kemudian diseleksi berdasar rentang tahun terbit 2018-2022 diperoleh 267 artikel. Selanjutnya diseleksi menggunakan tanda “;” dan “kelompok kontrol” di akhir kata kunci didapatkan 153 artikel. Selanjutnya dikeluarkan 116 artikel judul tak sesuai, 4 artikel tak bisa dibuka, 11 artikel komparasi dan kombinasi dengan terapi nonfarmakologi lain dan 7 artikel desain non eksperimental tersisa 22 artikel. Hasil akhir setelah dilakukan penilaian kualitas menggunakan critical appraisal for quasi eksperimen dengan nilai rata-rata 92,59%, didapatkan 15 artikel dinyatakan eligible. Rata-rata usia responden yaitu antara 17-40 tahun dengan mayoritas kelompok usia 20-35 tahun. Mayoritas responden berpendidikan SMA atau sederajat, status paritas primipara, pekerjaan ibu rumah tangga. Cara inhalasi yang efektif diterapkan adalah menggunakan tungku lilin atau dengan diteteskan pada tisu, kassa atau kapas dengan dosis sebanyak 3-5 tetes minyak aromaterapi lavender yang dicampurkan dengan air sebanyak 10ml-20ml dan waktu pemberian 5-30 menit. Rata-rata penurunan skala nyeri setelah intervensi yaitu 1,649 dengan persentase 63,44%. Kararteristik nyeri menurun dari sedang menjadi nyeri ringan. Inhalasi aromaterapi lavender terbukti efektif untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien post seksio sesarea dibuktikan dengan 15 artikel yang menunjukkan p=value <0,005.
Pengetahuan Remaja Tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi Berhubungan dengan Sikap Menstrual Hygiene Wening Ramadhanti; Rohmayanti Rohmayanti; Kartika Wijayanti
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v18i2.692

Abstract

Background: The age of menarche has shifted to a younger age, namely 10-13 years, at this age they are easily exposed to information from various sources, for that they need good assistance and education related to menstrual hygiene so that they have good knowledge. It is expected that good knowledge related to menstrual hygiene can form a positive menstrual hygiene attitude, because knowledge is one of the forming good attitudes. This study aims to determine the relationship between knowledge of Menstrual Hygiene (MHM) management and menstrual hygiene attitudes in adolescents aged 10-13 years in Dlimas Village.Methods: This type of non-experimental research is descriptive with a cross sectional approach. The population takes adolescents aged 10-13 years who attend school in the zoning where they live, namely Dlimas Village with a total of 108 populations. Search samples using the slovin formula, obtained 94 samples. The sampling technique used is simple random sampling. The data was processed using the Spearman statistical test.Results: The results of this study most of the respondents have sufficient knowledge about Menstrual Hygiene Management (MKM) as many as 72 respondents (76.6%), and most of the menstrual hygiene attitudes have a positive attitude as many as 57 respondents (60.6%). Spearman statistical test results obtained p value = 0.000 (0.05).Conclusion: There is a relationship between knowledge of Menstrual Hygiene Management (MHM) on menstrual hygiene attitudes in adolescents aged 10-13 years in Dlimas Village.
APLIKASI KOMBINASI AKUPRESUR TITIK SANYINJIAO DAN REBUSAN JAHE MERAH PADA REMAJA DENGAN DISMENORE: STUDI KASUS Niva widiastuti; Rohmayanti Rohmayanti; Kartika Wijayanti
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 6, No 2 (2021): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v6i2.1316

Abstract

Abstrak Latar Belakang : dismenore dapat mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari seperti tidak dapat bekerja atau berangkat ke sekolah. Adapun terapi yang dapat dilakukan adalah kombinasi akupresur titik sanyinjiaodan rebusan jahe merah.  Akupresur titik sanyijiao adalah tindakan fisioterapi dengan cara memberikan pemijatan dan stimulasi pada titik sanyijiao, sedangkan terapi rebusan jahe merah merupakan terapi herbal dengan merebusbagian ruas-ruas jahe yang berfungsi sebagai analgesik, antipiretik, dan antiinflamasi kandungan di dalam jahe merah yang dapat disinyalir menurunkan rasa nyeri saat menstruasi yaitu minyak atsiri dengan senyawa aktif dalam jahe terutama zat gingerol dan oleoresin. Tujuan Penelitian : menggambarkan aplikasi kombinasi akupressur titik sanyanjiao dan rebusan jahe merah pada remaja dengan dismenore. Metode Penelitian : penelitian ini adalah diskriptif dengan metode pendekatan studi kasus.Hasil Penelitian : Hasil studi kasus menunjukkan penurunan skala nyeri dari skala 7 menjadi skala 2. Kesimpulan : Kombinasi akupresur titik sanyinjiaodan rebusan jahe merah efektif dalam menurunkan nyeri dismenore. Rekomendasi : kombinasi terapi akupresur titik sanyijiao dan rebusan jahe merah dapat digunakan untuk klien dengan dismenore.AbstractBackground: dysmenorrhea can result in disruption of daily activities such as not being able to work or go to school. The therapy that can be done is a combination of sanyinjiao point acupressure and red ginger decoction. Sanyinjiao point acupressure is a physiotherapeutic action by providing massage and stimulation to the sanyinjiao point, while red ginger decoction therapy is an herbal therapy by boiling the sections of ginger which function as analgesic, antipyretic, and anti-inflammatory ingredients in red ginger which can allegedly reduce the taste. Pain during menstruation, namely essential oils with active compounds in ginger, especially gingerol and oleoresin. Objective: To describe the application of a combination of sanyinjiao point acupressure and red ginger decoction in adolescents with dysmenorrhea. Research Methods: This research is descriptive with a case study approach. Research Results: The results of the case study showed a decrease in the pain scale from a scale of 7 to a scale of 2. Conclusion: The combination of Sanyinjiao point acupressure and red ginger decoction is effective in reducing dysmenorrhea pain. Recommendation: combination therapy of sanyinjiao point acupressure and red ginger decoction can be used for clients with dysmenorrhea.