Sri Latiyani Djamil
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH FORMALIN PERORAL TERHADAP KADAR SGOT dan SGPT TIKUS WISTAR Ayu Rindwitia Indah Peanasari; Sri Latiyani Djamil; Afiana Rohmani
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 2, No 1 (2013): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Formalin merupakan zat yang bersifat iritatif. Senyawa formalin masuk ke dalam tubuh akan didetoksifikasi dan dimetabolisme oleh hepar dan menghasilkan zat xenobiontin yang dapat merusak fungsi hepar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian formalin peroral terhadap kadar SGOT dan SGPT pada tikus Wistar (Rattus norvegicus)Metode: Penelitian ek s p er i m en t al l a bor at or i k in i m en g g un a kan post test only control group design. Jumlah sampel sebanyak 18 ekor tikus Wistar yang telah memenuhi kriteria ekslusi dan inklusi. Tikus diadaptasi selama 7 hari, pada hari ke-8 tikus dibagi secara simple random sampling menjadi 2 kelompok. Kelompok kontrol diberi Placebo peroral. Kelompok Perlakuan diberi formalin peroral 0.1mL/kgBB/hari, Setelah 2 minggu semua sampel penelitian dilakukan pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT. Analisis menggunakan uji Independent Sampel T Test.Hasil:. Hasil uji statistik kadar SGOT dan SGPT pada kelompok kontrol dan perlakuan diperoleh p=0,000. Berdasarkan uji tersebut terdapat signifikasi pengaruh pemberian kelompok formalin dibandingkan kelompok kontrol (placebo) terhadap kadar SGOT dan SGPT tikus Wistar.Kesimpulan: Kadar SGOT dan SGPT hepar pada kelompok tikus Wistar yang diberi formalin peroral lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.Kata kunci: formalin peroral, kadar SGOT dan SGPT
PENGARUH PEMBERIAN FORMALIN PERORAL TERHADAP KADAR UREUM dan KREATININ TIKUS WISTAR Fitria Wijayanti; Sri Latiyani Djamil; Nanik Marfua'ti
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 2, No 1 (2013): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penggunaan formalin dalam bidang pangan dilarang oleh PERMENKES RI No772/Menkes/PER/IX/88 No. 1168/Menkes/X/1999 yang melarang formalin sebagai bahan tambahan dalam makanan, PP No 28 tahun 2004 tentang keamanan, mutu dan gizi pangan, UU N0 7 tahun 1996 tentang pangan dan UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Namun laporan tahunan BPOM 2012 di Semarang masih saja ditemukan adanya formalin dalam jajanan anak-anak.Penelitian sebelumnya telah membuktikan adanya kerusakan ginjal tikus yang diberi formalin peroral.Hubungan antara konsumsi formalin peroral terhadap fungsi ginjal belum diketahui.Metode: Penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan Postest Only Control Group Design menggunakan hewan coba. Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus galur Wistar.Selama 7 hari tikus diadaptasi dan diberikan makan serta minum ad libitum. Tikus dibagi menjadi 2 kelompok secara acak, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang diberi formalin peroral dosis lethal atau 200 mg/kgBB/hari. Setelah 2 minggu, sampel darah tikus diambil untuk diukur kadar ureum dan kreatininnya lalu tikus didekapitasi. Hasil disajikan dalam bentuk tabel, gambar, dan dianalisis menggunakan analisis statistik Independent Sampel T-test. Hasil:Terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar ureum kedua kelompok dan kadar kreatinin kedua kelompok, masing masing memiliki nilai p = 0,000.Kesimpulan: Terdapat pengaruh penggunaan formalin peroral terhadap kenaikan kadar ureum dan kreatinin plasma tikus Wistar.Kata Kunci : formalin, dosis lethal, kadar ureum dan kreatinin
Analisis Kadar Ph Darah pada Tikus Wistar (Rattus Norvegiccus) yang Diberi Formalin Peroral Afiana Rohmani; Sri Latiyani Djamil; Dienia Nop Ramliana
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 2 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.177 KB)

Abstract

Latar Belakang : Formalin sering disalahgunakan untuk pengawetan industri makanan rumahan, dan sering tidak terpantau oleh DEPKES dan BPOM. Formalin yang masuk ke dalam tubuh dimetabolisme menjadi asam format yang mengakibatkan asidosis sehinggan merubah kadar pH darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar pH darah pada tikus wistar yang diberi formalin 200mg/kgBB/hari secara oral selama 2 minggu.Metode : Penelitian ini merupakan True Experimental Laboratorium dengan desain post test control group. Jumlah sampel sebanyak 20 ekor tikus Wistar yang telah memenuhi kriteria Ekslusi dan inklusi. Tikus diadaptasi selama 7 hari, pada hari ke-8 tikus Wistar dibagi secara simple random sampling menjadi 2 kelompok. Kelompok kontrol diberi placebo peroral. Kelompok Perlakuan diberi formalin peroral 0.1mL/kgBB/hari, Setelah 2 minggu semua sampel penelitian dilakukan pemeriksaan kadar pH darah. Analisa pada penelitian ini menggunakan uji Chi Square.Hasil : Terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar pH darah antara tikus wistar kelompok yang diberi formalin dengan kelompok kontrol (p = 0,002 dan RR = 5,5 (95% CI : 1,570-19,266)).Kesimpulan : Terdapat kadar pH darah tikus wistar pada pemberian formalin peroral lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol placebo. (p=0,002) Kata kunci : Formalin peroral, pH darah
Efek Toksik Formalin terhadap Gangguan Fungsi Hepar Afiana Rohmani; Sri Latiyani Djamil; Ayu Rindwita Indah
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 4 (2015): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.819 KB)

Abstract

Latar Belakang: Formalin merupakan salah satu xenobiotik yang sekarang ini banyak ditemukan dalam industri makanan sebagai pengawet. Jejas kimia formalin dapat memacu terbentuknya senyawa reactive oxygen species (ROS) dan proses hipoksia histotoksik. Hepar merupakan organ yang memiliki kapasitas metabolik tertinggi dibanding organ lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian formalin peroral terhadap kadar SGOT dan SGPT, sebagai parameter fungsi hepar , pada tikus Wistar (Rattus norvegicus) .Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental laboratorik dengan post test only control group design. Jumlah sampel sebanyak 20 ekor tikus Wistar yang telah memenuhi kriteria Ekslusi dan inklusi. Tikus diadaptasi selama 7 hari, pada hari ke-8 tikus Wistar dibagi secara simple random sampling menjadi 2 kelompok. Kelompok kontrol diberi placebo peroral. Kelompok Perlakuan diberi formalin peroral 0.1mL/kgBB/hari, Setelah 2 minggu semua sampel penelitian dilakukan pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT. Analisa pada penelitian ini menggunakan uji Independent Sampel T Test.Hasil:. Terdapat pengaruh pemberian formalin terhadap kadar SGOT/SGPT hepar tikus wistar dengan uji T Test (p= 0,00).Kesimpulan: Terdapat peningkatan kadar SGOT dan SGPT hepar tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar pada pemberian formalin peroral dibandingkan kontrol placebo (p=0.00)Kata kunci: Formalin, Kadar SGOT SGPT, fungsi hepar