Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Prediktor Terjadinya Diare pada Batita Gunadi .; Bela Bagus
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 1 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.904 KB)

Abstract

Latar Belakang : Diare hingga saat ini masih merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian hampir di seluruh daerah geografis di dunia dan semua kelompok usia bisa diserang oleh diare, tetapi penyakit berat dengan kematian yang tinggi terutama terjadi pada bayi dan anak balita. Pengetahun ibu tentang diare yang tepat dapat mengurangi atau mengatasi terjadinya diare pada anak usia 0-3 tahun, dimana ibu mengetahui gejala dan tanda diare maka dengan baik pula ibu dapat melakukan penanganan diare,begitupun juga sebaliknya. Pada pemakaian botol susu steril Jika cara pembuatan susunya salah dan kurang bersih, bayi menjadi kurus dan mencret.Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan dari pengetahuan dan pemakaian botol susu steril yang berhubungan dengan kejadian diare studi pada batitaMetode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptifanalitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah populasi 300 batita dandidapatkan sampel sebanyak 71 batita dengan variabel bebas kejadian diare dan variabel terikat pengetahuan ibu tentang diare dan pemakaianbotolsusu steril melalui pengkajian hipotesis dan uji statistik chi square.Hasil Penelitian :Responden yang berpengetahuan rendah sebanyak 21 (35.5%), tidak memberikan ASI ekslusif sebanyak 21 (33,9%), t idakmelakukan sterilisasi pada botol susu sebanyak 14 (22.6%), mengalami diare sebanyak 49 (79.0%), hubungan pengetahuan ibu tentang diare yangberhubungan dengan kejadian diare studi pada batita (p=0.23), hubungan pemakaian botol susu steril yang berhubungan dengan kejadian diare studi pada batita (p=0.29).Kesimpulan :ada hubungan antara pengetahuan ibutentang diare yang berhubungan dengan kejadian diare studi pada batita, serta ada hubunganantara pemakaian botol susu steril yang berhubungan dengan kejadian diare studi pada batita.Kata Kunci :Pengetahuan mengenai diare, ASI ekslusif, pemakaian botol susu steril, kejadian diare.
Community Empowerment Through Household Organic Waste Conversion into Eco-Enzyme-Based Botanical Insecticides as a Sustainable Home-Garden Solution Sulistia Ningsih; Nadya Muliandari; Alifiya Herwitarahman; Pustika Adwiyani; Baaqy Amri Annisa; Mahmudi .; Safriadi .; Wahyu Setiyadi; Dermawati Sitorus; Amelia Arum Ramadhani; Eka Widiawati Wijaya Kusuma; Gunadi .
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 9 No 1 (2026): Environmental-based Awareness for Agile Community Strength
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v9i1.693

Abstract

Household organic waste remains a serious environmental problem due to its potential to cause pollution and health disturbances. At the same time, home garden cultivation is often constrained by pest attacks and dependence on chemical pesticides. This community service program aimed to empower communities by converting household organic waste into plant-based insecticide using eco-enzyme as an environmentally friendly solution for waste management and pest control. The activity was conducted in January 2025 in Kapur Village, Kubu Raya Regency, involving a group of housewives. The program stages included pre-test, socialization, hands-on practice in producing eco-enzyme and formulating botanical insecticide, and evaluation through post-test and skills observation. The results showed a significant increase in participants’ knowledge, with the average score rising from 46.3 in the pre-test to 82.5 in the post-test, indicating an improvement of 36.2%. Participants were also able to independently produce and apply the botanical insecticide. This program provides dual benefits by reducing household organic waste and offering a safer alternative for pest management. Therefore, the program effectively enhanced community capacity and supported sustainable environmental management and household food security.