khabibi Khabibi
Chemistry Departement Of Science And Mathematic Faculty Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Jurusan Kimia Fakultas Sains Dan Matematika Universitas Diponegoro, Tembalang Semarang

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI

Sintesis Asam Eugenoksi Asetat (EOA) dari Eugenol untuk Ekstraktan Logam Berat dan Recovery Krom dari Limbah Elektroplating Muhammad Cholid Djunaidi; Khabibi Khabibi; Dede Trisna
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 1 (2010): Volume 13 Issue 1 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.785 KB) | DOI: 10.14710/jksa.13.1.12-17

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemisahan logam Cu(II), Cd(II) dan Cr(III) dan recovery limbah krom menggunakan senyawa pembawa Eugenil Oksiasetat hasil sintesis. Senyawa pembawa Eugenil oksiasetat disintesis dari eugenol dengan penambahan NaOH dan asam kloroasetat di mana garam yang terbentuk diasamkan dengan HCl. Setelah itu dilakukan pemurnian dengan dietil eter dan NaHCO3. Hasil sintesis dianalisis dengan FTIR dan kromatografi gas. Untuk proses transport, fasa umpan menggunakan campuran ion logam Cu(II), Cd(II), dan Cr(III) masing-masing 50 ppm, fasa penerima adalah HCl dengan variasi pH 1 sampai 6. Sedangkan untuk mengetahui selektifitas senyawa EOA dilakukan transport menggunakan variasi massa eugenil oksiasetat yaitu 0,3 gram; 0,5 gram dan 0,7 gram serta blanko. pH dan massa eugenil oksiasetat terbaik digunakan untuk recovery logam krom dari limbah electroplating dengan dua cara yaitu dengan reduksi limbah krom dan tanpa reduksi limbah krom. Untuk mengetahui jumlah logam yang tertransport dianalisis dengan AAS. Hasil yang diuji menunjukkan bahwa eugenil oksiasetat berhasil disintesis dengan kemurnian 100 %. Hasil transport menunjukkan bahwa EOA memiliki selektivitas tinggi terhadap Cr(III) dengan persen transport terbaik 95,17 % yang diperoleh pada pH fasa penerima 1 dan massa eugenil oksiasetat 0,7 gram. Hasil recovery limbah krom tanpa reduksi mampu mentransport sebanyak 5,42 %, sedangkan hasil recovery krom dengan reduksi mampu mentransport limbah krom sebanyak 68,60%.
Potential Adsorption of Heavy Metal Ions by Eugenol Compounds and Derivatives through Ion Imprinted Polymer Muhammad Cholid Djunaidi; Khabibi Khabibi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 6 (2019): Volume 22 Issue 6 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2503.691 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.6.263-268

Abstract

Research on the potential of Ion Imprinted Polymer (IIP) selective adsorption of heavy metals using eugenol compounds and their derivatives has been carried out. Isolation and synthesis of eugenol derivatives with metal selective active groups and their use as selective metal carriers have been carried out with satisfactory results. Carrier effectiveness can still be improved by methods that focus on the target molecule recognition model. This adsorption method is called Ion Imprinted Polymer (IIP). The main components of IIP are functional monomers, crosslinkers, and target molecules. The use of acrylamide and its derivatives as functional monomers is useful with a lot of success achieved but also invites danger because it includes carcinogenic substances, a nerve poison, and so on. Moreover, the N group, which is an active acrylamide group, and its derivatives are only selective towards borderline metals (HSAB theory). Alternatives that are safe and can increase their selectivity are therefore needed. Eugenol, with its three potential functional groups, is believed to be able to replace the function of acrylamide and its derivatives that can even increase the effectiveness of IIP. The purpose of this study is to determine the potential of eugenol derivatives as selective adsorbents through the IIP method. This synthesis of IIP involved the use of basic ingredients of eugenol and its derivatives (polyeugenol, EOA, polyacetate). Each base material is contacted with a metal template then crosslinked with three kinds of crosslinking agents, namely EGDMA, DVB, and bisphenol. IIP is formed after the metal template is released using acid/HCl. The outcomes obtained demonstrate that the IIP method is able to increase the metal adsorption capacity and that the IIP method for metals is largely determined by the release of metals, which will form a hole for metal entry through adsorption. Poly-Cd-DVB, Eug-Cr-DVB, Poly-Cu-bisphenol, Polyacetate -Cr-DVB are polymer materials that have the potential to make up an IIP.
Pemanfaatan Kitosan Termodifikasi Asam Askorbat Sebagai Adsorben Ion Logam Kobalt (II) dan Nikel (II) Ita Noor Khamidah; Muhammad Cholid Djunaidi; Khabibi Khabibi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 1 (2011): Volume 14 issue 1 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.334 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.1.21-25

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan kitosan termodifikasi asam askorbat sebagai adsorben ion logam Co(II) dan Ni(II). Tujuan penelitian ini adalah membuat kitosan termodifikasi asam askorbat, menentukan pH optimum dan kapasitas adsorpsi maksimum untuk adsorpsi ion Co(II) dan Ni(II) oleh kitosan termodifikasi asam askorbat. Penentuan derajat deasetilasi dilakukan menggunakan spektrofotometer FTIR. Penentuan berat molekul dilakukan menggunakan viskometer ubblohde. Uji kelarutan kitosan termodifikasi dengan kitosan butir sebagai pembanding dilakukan menggunakan larutan asam-asam encer seperti CH3COOH, HCl, HNO3. Sedangkan analisis morfologi permukaan kitosan termodifikasi dan kitosan butiran dilakukan dengan Scanning Electron Microscopy (SEM). Adsorpsi ion logam Co(II) dan Ni(II) dilakukan pada variasi pH 2-6 dan variasi konsentrasi larutan 90; 120; 150; 180; 210 ppm. Ion logam Co(II) dan Ni(II) yang tidak terserap, dianalisis dengan SSA. Penentuan kapasitas adsorpsi maksimum dilakukan dengan menggunakan persamaan isotherm Langmuir. Dari data penelitian diperoleh derajat deasetilasi kitosan adalah 64,74% dan berat molekul sebesar 39.966,85 g/mol. Hasil uji kelarutan menunjukkan kitosan termodifikasi asam askorbat relatif tidak larut terhadap asam-asam encer dibandingkan dengan kitosan butiran. Morfologi permukaan kitosan termodifikasi menunjukkan adanya pori yang menyebar dan tidak beraturan sehingga dapat digunakan sebagai adsorben. pH optimum adsorpsi ion logam Co(II) dan Ni(II) adalah pH 4. Kapasitas adsorpsi maksimum ion Co(II) sebesar 11,364 mg/g dan ion Ni(II) sebesar 5,988 mg/g.
Adsorpsi Ion Besi(III) dan Kadmium(II) Menggunakan Gel Kitosan Westriani Prambaningrum; Khabibi Khabibi; Muhammad Cholid Djunaidi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 2 (2009): Volume 12 Issue 2 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.303 KB) | DOI: 10.14710/jksa.12.2.47-51

Abstract

Kontaminasi air oleh ion logam berat merupakan masalah serius bagi lingkungan dan kesehatan. Kontaminasi ion logam dalam larutan dapat dikurangi dengan adsorpsi menggunakan gel kitosan. Gel kitosan diperoleh dengan melarutkan serbuk kitosan dalam asam asetat. Adanya gugus amina (-NH2) dan hidroksil (-OH) pada kitosan dapat berfungsi sebagai pengikat ion Fe(III) dan Cd(II). Penelitian ini bertujuan untuk membuat gel kitosan dan mengaplikasikan sebagai adsorben ion Fe(III) dan Cd(II) dengan menentukan pH optimum adsorpsi, kapasitas adsorpsi maksimum, dan selektifitas gel kitosan terhadap adsorpsi ion Fe(III) dan Cd(II) dengan variasi pH. Serbuk kitosan dianalisis dengan FTIR untuk menentukan derajat deasetilasi. Gel yang terbentuk digunakan sebagai adsorben Fe(III) dan Cd(II). pH optimum adsorpsi ion Fe(III) dan Cd(II) ditentukan dengan melakukan variasi pH pada 2,8, 3, 4, 5, dan 6. Kapasitas adsorpsi maksimum gel kitosan ditentukan dengan melakukan variasi konsentrasi pada 10 ppm, 30 ppm, 60 ppm, 100 ppm, dan 150 ppm, kemudian hasilnya diinterpretasikan dengan isoterm Langmuir, dan selektifitas gel kitosan terhadap ion Fe(III) dan Cd(II) ditentukan dengan melakukan variasi pH larutan campuran Fe(III) dan Cd(II). Hasil penelitian yang diperoleh adalah gel kitosan dengan ukuran pori sebesar 0,9615-3,2692 μm dari serbuk kitosan yang memiliki derajat deasetilasi 65,53%, pH optimum adsorpsi ion Fe(III) pada pH 4, sedangkan pH optimum adsorpsi ion Cd(II) pada pH 5. Kapasitas adsorpsi maksimum gel kitosan terhadap ion Fe(III) dan Cd(II) masing-masing sebesar 11,574 mg/g dan 8,446 mg/g. Gel kitosan yang diperoleh relatif lebih selektif mengadsorpsi ion Fe(III) dibandingkan dengan ion Cd(II).
Synthesis of Ionic Imprinted Membrane (IIM) Based on Sulfonated Polyeugenol for Selective Transport of Gold (III) Metal Ions from Motherboard Waste Muhammad Cholid Djunaidi; Fadjrin Nur Rahmayani; Khabibi khabibi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 25, No 4 (2022): Volume 25 Issue 4 Year 2022
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2747.101 KB) | DOI: 10.14710/jksa.25.4.161-168

Abstract

Ionic imprinted membrane (IIM) was successfully synthesized using sulfonated polyeugenol, a derivative of eugenol as a functional polymer, with PVA as a base membrane and PEGDE as a crosslinker. IIM Au(III) is a membrane with an Au(III) ion template. This study aimed to determine the pH effect of a feed phase for selective transport of IIM Au(III), comparing it with a non-imprinted membrane (NIM) against Au3+ metal ions from motherboard waste. It also aimed to compare the membrane selectivity of Au3+ metal ions to Cu2+ metal ions, which are also found in motherboard waste. Gold samples were prepared using H(AuCl4) standard and leaching solutions from motherboard waste. The leaching of the motherboard used aqua regia and the assistance of a microwave to accelerate the leaching process. The optimum transport of Au3+ metal ions was when using IIM Au(III) at pH 3. This proved that the presence of a template affected IIM Au(III) to recognize Au(III) ions. IIM Au(III) showed higher selectivity than NIM, as evidenced by the percentage in the receiving phase of the Au3+ metal ions, which was more significant than the Cu2+ metal ions from the motherboard leaching solution.
Recovery Logam Krom (VI) Menggunakan Polymer Inclusion Membran (PIM) dengan Senyawa Pembawa Aliquat 336, Topo dan Campuran Aliquat 336-Topo Khoirin Nita Ulfia; Khabibi Khabibi; Muhammad Cholid Djunaidi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 3 (2011): Volume 14 Issue 3 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.92 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.3.77-82

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang recovery logam krom (VI) menggunakan polymer inclusion membran (PIM) dengan senyawa pembawa aliquat 336, TOPO, dan campuran aliquat 336-TOPO. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan PIM, melakukan pemisahan ion krom (VI) menggunakan PIM dengan senyawa tunggal aliquat 336, TOPO, dan campuran aliquat 336-TOPO, menentukan pengaruh komposisi senyawa pembawa, pengaruh konsentrasi fasa umpan, waktu pengadukan, dan frekuensi pemakaian membran terhadap transpor ion logam krom (VI). Efisiensi pemisahan diketahui dengan menentukan pengaruh komposisi senyawa pembawa, menentukan kadar ion krom (VI) dengan variasi konsentrasi fasa umpan, ketebalan membran, dan banyaknya pemakaian membran menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrometry). Morfologi permukaan membran dapat diketahui dengan menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy). Pada proses transpor, fasa umpan adalah limbah elektroplating yang mengandung logam krom dengan pH 4,4 sedangkan fasa penerima adalah larutan NaCl 2 N dengan pH 6,3. Analisis gugus fungsi komponen penyusun membran dilakukan dengan spektroskopi FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transpor ion logam krom (VI) dipengaruhi oleh senyawa pembawa aliquat 336 dan campuran aliquat 336-TOPO. Keduanya lebih mempengaruhi transpor dibandingkan TOPO saja. Konsentrasi fasa umpan dengan konsentrasi awal 8,5 ppm, waktu pengadukan selama 72 jam, serta pemakaian pertama menghasilkan transpor ion logam terbanyak. Transpor terbanyak yaitu 97,8 % dari fasa umpan dan 76,5 % yang tertranspor ke fasa penerima.
Synthesis of Molecularly Imprinted Membrane Glucose for Selective Membrane Transport Muhammad Cholid Djunaidi; Henita Saulia Utari; Khabibi Khabibi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 26, No 5 (2023): Volume 26 Issue 5 Year 2023
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.26.5.178-186

Abstract

Molecularly Imprinted Membrane (MIM) was synthesized using polyeugenoxy acetic acid as the functional polymer, polyethylene glycol as the crosslinker agent, and polysulfone as a base membrane which was applied as a selective glucose membrane transport, and the immersion time expected to determine the transport capability of the membrane. This study aimed to determine the selectivity and transport properties of the MIM and NIM membranes. NIM was used as a control for MIM to research the selectivity test. In comparison, MIM has a template, while NIM is without a template. In this study, eugenol derivatives were synthesized through a polymerization reaction using a BF3-diethylether catalyst polymerized for 16 hours to produce polyeugenoxy acetic acid (PA). The PA was contacted with 7500 ppm glucose. PA-glucose produced an imprinted membrane, while PA produced a non-imprinted membrane. The membrane thickness was measured with a micrometer, resulting in a measurement range of 0.08–0.10 mm. The best transport result was achieved at the membrane passage of 24 hours of immersion time because the effect of membrane immersion time can increase the porosity, hydrophilicity, and membrane’s transport ability. Transport with MIM membrane shows better and more selective results than NIM. This confirms the existence of a glucose template on the MIM membrane, which causes the MIM membrane to recognize glucose and transport glucose better than fructose. This study’s advantages include learning how immersion time affects membrane production and determining how well MIM and NIM membranes transport and select glucose and fructose. Furthermore, membrane characterizations were done using FTIR to identify functional groups, SEM-EDX to analyze the shape of the membrane, and a UV-Vis spectrophotometer to analyze the membrane’s selectivity and transport capabilities.
Pemanfaatan Karbon Aktif Serbuk Gergaji Kayu Jati untuk Menurunkan Chemical Oxygen Demand (COD) Limbah Cair Industri Tekstil Ratu Yulia Akhsanti; Retno Ariadi Lusiana; Khabibi Khabibi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 2 (2010): Volume 13 Issue 2 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.861 KB) | DOI: 10.14710/jksa.13.2.66-70

Abstract

Pada penelitian ini dikaji penggunaan karbon aktif dari serbuk gergaji kayu jati dengan zat pengaktifasi berupa larutan NaCl untuk menurunkan COD limbah cair industri tekstil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif dari serbuk gergaji kayu jati memiliki kadar abu 1,05% dan kadar air 3,82%. Spektra FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi berupa gugus hidroksil sementara dari analisis SEM, diperoleh ukuran pori karbon aktif dengan diameter 0,468 µm dan panjang 0,489 µm. Pada waktu adsorpsi 110 menit terjadi penurunan kadar COD sebesar 86% dan pada berat adsorben 1,15 gram terjadi penurunan kadar COD sebesar 84% dari kadar COD awal limbah industri tekstil sebesar 1291,53 mg/L.
Penambahan EDTA sebagai Inhibitor pada Laju Korosi Logam Tembaga Rahmad Nuryanto; Retno Ariadi Lusiana; Khabibi Khabibi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 2 (2007): Volume 10 Issue 2 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.391 KB) | DOI: 10.14710/jksa.10.2.45-49

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan agen chelat EDTA untuk menghambat laju korosi pada logam tembaga. Penelitian ini menggunakan metoda penentuan korosi melalui pengukuran resistansi logam, di mana kenaikan resistansi pada logam tersebut menandai bahwa logam yang terkorosi semakin meningkat. Pengukuran korosi dilakukan terhadap kawat tembaga dan kawat tembaga yang dichelat dengan media pengkorosi H2SO4 1M. Hasil penelitian terhadap kawat tembaga dengan panjang 3 m dan diameter 0,5 mm yang dichelat dengan EDTA 1 M menunjukkan penurunan korosi sebesar 20,6%Kata kunci: inhibitor, korosi, EDTA, tembaga
Ekstraksi dan Uji Kestabilan Zat Warna Betasianin dari Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) serta Aplikasinya sebagai Pewarna Alami Pangan Erza Bestari Pranutik Agne; Rum Hastuti; Khabibi Khabibi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 2 (2010): Volume 13 Issue 2 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.427 KB) | DOI: 10.14710/jksa.13.2.51-56

Abstract

Kulit buah naga merupakan limbah hasil pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan, padahal kulit buah naga mengandung zat warna alami betasianin cukup tinggi. Betasianin merupakan zat warna yang berperan memberikan warna merah dan merupakan golongan betalain yang berpotensi menjadi pewarna alami untuk pangan dan dapat dijadikan alternatif pengganti pewarna sintetik yang lebih aman bagi kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengekstrak zat warna betasianin dari kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) dan diaplikasikan sebagai pewarna alami pangan. Ekstraksi betasianin dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 80%. Parameter yang diterapkan pada penentuan kestabilan ekstrak yang diperoleh adalah pemanasan pada temperatur 25°C-100°C, variasi pH 2,5- 9,5, dan pembandingan dengan perlakuan pemanasan dan paparan cahaya matahari. Serbuk betasianin diperoleh dengan pengeringan ekstrak betasianin menggunakan metode freeze drying. Serbuk betasianin yang diperoleh diaplikasikan sebagai pewarna alami pangan, seperti yoghurt, es krim, dan adonan kue bolu. Pada uji kestabilan betasianin terhadap perubahan temperatur dan perubahan pH diperoleh warna betasianin paling stabil pada pH 4,5 dan pada temperatur di bawah 40°C. Ekstrak yang ditambahkan asam, stabil terhadap pemanasan dan paparan cahaya matahari. Serbuk betasianin dapat diaplikasikan sebagai pewarna alami pangan untuk makanan yang penyimpanannya dalam suhu rendah seperti es krim dan yoghurt.