khabibi Khabibi
Chemistry Departement Of Science And Mathematic Faculty Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Jurusan Kimia Fakultas Sains Dan Matematika Universitas Diponegoro, Tembalang Semarang

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Penambahan ZnO pada Kitosan Bead sebagai Adsorben Pencemar Ion Logam Berat Pb (II)I) Wulandari, Aulia; Khabibi, Khabibi
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Issue 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2023.19263

Abstract

Penelitian tentang pengaruh penambahan ZnO pada kitosan beads terhadap adsorbsi ion logam Pb(II) telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh modifikasi kitosan dengan menambahkan ZnO terhadap kemampuan adsorbsi ion logam Pb(II). Pada tahap pertama dibuat adsorben: kitosan bead (butiran) dan komposit kitosan-ZnO dengan variasi penambahan ZnO 0,25; 0,50; 0,75 ; 1,00 dan 1,25 gram. Adsorben hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan FTIR untuk mengetahui gugus fungsi dan morfologi permukaan dengan Scanning Electron Microscopy (SEM) dan diaplikasikan untuk adsorpsi logam Pb(II). Optimasi adsorpsi dengan variasi massa ZnO, pH dan waktu kontak. Semua konsentrasi logam dianalisis menggunakan spektroskopi serapan atom (SSA).. Adsorpsi logam Pb(II) maksimal diperoleh pada penambahan ZnO 0,25 gram pada pH 4 untuk kedua adsorben. Waktu kontak optimum adsorpsi pada 6 jam untuk kitosan bead dan 9 jam untuk kitosan- ZnO. Penambahan ZnO tidak meningkatkan mampu meningkatkan adsorbsi ion Pb(II).
Sintesis Membran Kitosan Tertaut Silang Tripolifosfat dengan Paduan Polivinil Alkohol untuk Permeasi Kreatinin Ikhsan, Tauhid Nur; Khabibi, Khabibi; Lusiana, Retno Ariadi
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Issue 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2024.21044

Abstract

Penelitian tentang modifikasi kitosan menggunakan taut silang natrium tripolifosfat (NaTPP) dengan paduan polivinil alkohol (PVA) telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh membran kitosan tertaut silang TPP dengan paduan PVA dan mengkarakterisasinya kemudian mengaplikasikannya untuk uji permeasi terhadap kreatinin. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu sintesis membran kitosan termodifikasi NaTPP dan PVA, karakterisasi membran dan aplikasi membran untuk permeasi kreatinin. Penelitian diawali dengan membuat larutan kitosan (Cs), kitosan-PVA (CsP) dan kitosan termodifikasi NaTPP dengan variasi mol kitosan:NaTPP yaitu CsPT1 (1:30), CsPT2 (1:20) dan CsPT3 (1:10), kemudian mencetaknya menjadi membran. Tahap berikutnya, mengkarakterisasi membran meliputi uji FTIR untuk mengidentifikasi gugus fungsi, uji morfologi permukaan menggunakan SEM, uji serap air, daya pengembangan, porositas, hidrofilisitas, kuat tarik dan uji permeasi terhadap kreatinin. Keberhasilan sintesis membran kitosan tertaut silang NaTPP dengan paduan PVA dibuktikan dengan adanya pergeseran bilangan gelombang dari 3280 ke 3251 cm-1 yang menunjukkan adanya interaksi antara gugus O-H dan -NH2 dari kitosan, PO- dari TPP dan -OH dari PVA. Hasil karakterisasi fisik membran termodifikasi pada pengukuran berat dan ketebalan membran, uji serapan air, porositas dan hidrofilisitas meningkat seiring peningkatan kadar NaTPP, sedangkan pada uji kuat tarik dan pengembangan mengalami penurunan. Membran terbaik pada permeasi kreatinin adalah membran CsPT3 dengan kenaikan persentase transpor kreatinin sebesar 33,17% dari membran kitosan awal. 
Development and Characterization of a Chitosan and Polyvinyl Alcohol (CS/PVP)-Based Slow-Release Urea Fertilizer Membrane Retno Ariadi Lusiana; Khabibi Khabibi; Rahmad Nuryanto; Muhammad Ridho Shofwan Al Aziz
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 27, No 10 (2024): Volume 27 Issue 10 Year 2024
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.27.10.470-476

Abstract

A slow-release test of urea fertilizer was conducted using chitosan-urea (CS-U) and chitosan/polyvinyl pyrrolidone K30-urea (CS/PVP-U) membranes. The urea membrane synthesis involved a blending method, with PVP K30 added as a component. The slow-release capabilities of CS-U, CS/PVP1-U, CS/PVP2-U, CS/PVP3-U, and CS/PVP4-U membranes were compared. FTIR results showed an increased intensity of the primary NH double peak at 1587 cm-1 and 1640 cm-1, while the C=O spectrum shifted from 1640 to 1647 cm-1 and the -OH group from 3354 cm-1 to 3362 cm-1, indicating hydrogen bond formation in CS/PVP-U. XRD analysis confirmed the membrane’s amorphous structure, and FE-SEM and AFM studies revealed morphology and roughness differences, with CS/PVP4-U having the largest cross-sectional diameter. The release study showed that PVP-modified chitosan membranes increased urea release, achieving 60 ppm/2 days for the first 16 days, then decreasing to about 55 ppm through day 30, with partial urea release controlled over time. This suggests that SRF fertilizer can effectively control urea release into the environment.
Synthesis of Printed Hollow Fiber Membranes Urea as a Membrane Candidate Hemodialysis Djunaidi, Muhammad Cholid; Ayuningrum, Denandha Putri; Maharani, Nesti Dwi; Khabibi, Khabibi; Pardoyo, Pardoyo; Raharjo, Yanuardi; Susanto, Heru; Filardli, Abdullah Malik Islam
Indonesian Journal of Chemistry Vol 24, No 6 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.83068

Abstract

Chronic kidney failure is a disease that affects the world's population and an alternative solution is hemodialysis. Hemodialysis is the process of cleaning the blood from urea and creatinine through a semi-permeable membrane in the form of a hollow fiber membrane (HFM) with the following advantages: flexible and low energy requirements. The weaknesses of commercial hemodialysis membranes are that they are hydrophobic, chemical resistant, and low biocompatibility. This research uses a membrane of polysulfone combined with eugenol and polyethylene glycol (PEG) or polyethylene glycol diglycidyl ether (PEGDE). Eugenol has allyl, hydroxy, and methoxy groups which are derived from polyeugenol via allyl groups and from polyeugenol to polyeugenoxy acetic acid via hydroxyl groups. The resulting molecularly imprinted membrane (MIM) in the form of hollow fiber has better porosity, absorption, flux values and is highly selective in transport, with the order of selectivity, namely urea > creatinine > vitamin B12.
Analisis Kandungan Logam berat Timbal (Pb) dan Merkuri (Hg) Dalam limbah Menggunakan reaksi Kation dan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) Hadid, Mhd Annajmi Al; Khabibi, Khabibi; Srihapsari, Dwita
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 4, No 2 (2024): Vol 4, No 2(2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2024.27310

Abstract

Pencemaran logam berat, seperti timbal (Pb) dan merkuri (Hg) menjadi isu lingkungan serius di Indonesia yang berdampak pada kesehatan manusia dan ekosistem. Limbah logam berat ini umumnya berasal dari sisa pengolahan industri dan aktivitas manusia lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pencemaran Pb dan Hg dalam sampel air menggunakan metode kualitatif (reaksi kation) dan kuantitatif (Spektrofotometri Serapan Atom-Nyala/SSA-Nyala), serta memvalidasi metode analisisnya. Validasi metode meliputi penentuan linearitas, presisi, limit deteksi, dan limit kuantifikasi. Sampel air yang dianalisis berasal dari aliran limbah rumah tangga dan tidak digunakan untuk konsumsi. Dua sampel dilabeli sebagai sampel A dan B. Analisis kualitatif menunjukkan sampel tidak mengandung logam berat. Analisis kuantitatif dengan SSA-Nyala menghasilkan nilai koefisien determinasi yang baik pada kurva standar larutan Pb dan Hg sebesar 0,9998 dan 0,9999 serta diperoleh persamaan garis. Dari persamaan garis ini ditentukan konsentrasi masing-masing logam, yang mana konsentrasi Pb sebesar 6,301 ppm pada sampel air A dan 43,843 ppm pada sampel air B, serta konsentrasi Hg sebesar 1,55 ppm dan 0,859 ppm pada sampel yang sama. Nilai presisi, diukur sebagai % Relative Percentage Different (RPD) untuk Pb adalah 8,841% dan 2,745% serta untuk Hg sebesar 18,323% dan 5,55%. Limit deteksi dan kuantifikasi Pb adalah 1,125 ppm dan 3,75 ppm, sedangkan untuk Hg adalah 0,0327 ppm dan 0,109 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode analisis yang digunakan valid dan menghasilkan data yang reliabel. Setelah dibandingkan dengan standar baku mutu, keempat sampel melampaui ambang batas dan dikategorikan telah tercemar logam berat Pb dan Hg. 
The Desalination of Seawater from Jepara Beach uses Hollow Fiber Imprinted Membrane-Based Eugenol Djunaidi, Muhammad Cholid; Maharani, Nesti Dwi; Khabibi, Khabibi; Susanto, Heru; Filardli, Abdullah Malik Islam
Molekul Vol 20 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2025.20.1.7836

Abstract

ABSTRACT. In 2022, Indonesia will experience a major problem with clean water, almost 119 million people do not have access to clean water and are forced to consume unsuitable water. This problem is caused by poor water management and the high cost of separating using a reverse osmosis membrane. The abundance of seawater in Indonesia and Jepara in particular has encouraged researchers to create alternative desalination membranes that are efficient and selective using Hollow Fiber Desalination Imprinted Membranes (HFDIM), which are available on the market with better quality. Hollow Fiber uses an imprinted method that has good efficiency and selectivity. The variations used in this research were variations in seawater dilution concentration of 0, 3, 5, and 10 times. In tensile, biodegradable, contact angle, TGA, porosity, water absorption, flux, and transport tests, the best results were obtained using HFDIM at varying concentrations of 10 times dilution solutions with a percentage of 86.67% in the receiving phase and 10.89% in the feed phase. on HFDNIM it is 48.33% in the receiving phase and in the feed phase it is 50%. Keywords: Desalination, hollow fiber, imprinted, polyeugenol