Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS TATANIAGA KARET DI KELURAHAN LIPAT KAIN KECAMATAN KAMPAR KIRI KABUPATEN KAMPAR NIKEN NURWATI
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 2 No. 1 (2005): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v2i1.1363

Abstract

-
Pemberdayaan Lahan Tidur (Kebun PKK) dengan Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata, Sturt) di Kelurahan Simpangtiga Surtinah Surtinah; Niken Nurwati
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.941 KB) | DOI: 10.31258/unricsagr.1a11

Abstract

Lahan terbuka yang diprogramkan sebagai kebun PKK di Kelurahan Simpangtiga terlihat memprihatinkan, tidak ada tanaman budidaya yang di tanam di kebun tersebut. Kebun PKK yang digarap merupakan pekarangan warga yang tidak dimanfaatkan, tetapi pengelolaannya sangat terbatas. Kegiatan pemberdayaan kebun PKK tersebut dengan tanaman jagung manis menjadi salah satu alternatif untuk menjadikan lahan tersebut berdayaguna, dan berhasil guna. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demontrasi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa Pengetahuan ibu-ibu PKK meningkat dengan kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan, berdasarkan evaluasi kuisioner setelah kegiatan. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa kebun PKK yang dikelola dengan baik akan menghasilkan produksi pangan alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan anggota PKK, dan dapat menjadi sumber pemasukan bagi kas organisasi. Pengelolaan kebun PKK yang berupa lahan tidur harus dirumuskan dengan suatu kebijakan dari aparat Kelurahan, sehinggan tidak muncul kepentingan pribadi setelah kebun PKK berhasil guna. Perlunya kesadaran masyarakat akan kebutuhan pangan keluarga yang tidak dibebankan kepada pemerintah, tetapi menjadi tanggungjawab masyarakat juga dengan mengelola sumber daya alam yang ada.
Optimalisasi Pekarangan Sempit Dengan Tanaman Sayuran Pada Kelompok Ibu Rumah Tangga Surtinah Surtinah; Niken Nurwati
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 2 NOMOR 2 SEPTEMBER 2018 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.346 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v2i2.1882

Abstract

           Budidaya sayur di pekarangan sempit merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menganekaragamkan pangan. Pekarangan yang sempit dapat dimanfaatkan secara efisien untuk berbagai hal, seperti kegiatan yang akan dilakukan ini yaitu mengelola sedemikian rupa pekarangan sempit untuk budidaya sayuran. Bila ibu-ibu rumah tangga dapat membudidayakan sendiri, maka sayuran yang dibutuhkan dapat diambil dari pekarangan sendiri. Sayuran yang diperoleh dari pasar tradisional maupun swalayan pada umumnya mengandung residu pestisida, sehingga membahayakan kesehatan.  Metode pelaksanaan kegiatan dengan cara penyuluhan, pelatihan, pemberian bantuan paket, dan pendampingan. Hasil yang diperoleh adalah, peningkatan pengetahuan sebesar 45,23% tentang cara membudidayakan sayur di pekarangan sempit, dan peningkatan pengetahuan tentang budidaya vertikultur sebesar 53,64%, dan  pemanfaatan pekarangan sempit memberikan sumbangan pendapatan sebesarRp. 7200,- hari-1.Kata Kunci:  Budidaya, sayur, pekarangansempit, keragamanpangan.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI KOTORAN SAPI DI KELURAHAN TEBING TINGGI OKURA KOTA PEKANBARU Niken Nurwati; Latifa Siswati; Mufti Mufti
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5124.81 KB) | DOI: 10.31849/dinamisia.v1i1.424

Abstract

Kelurahan Tebing Tinggi Okura Kota Pekanbaru, penduduknya masih banyak melakukan kegiatan usahatani tanaman perkebunan, palawija, hortikultura dan ternak. Jumlah peternak adalah 40 KK. Jumlah ternak sapi di Kelurahan Tebing Tinggi Okura sebanyak 369 ekor (Programa UPTB, 2016). Ternak sapi yang dipelihara petani ada yang swadaya ada juga yang bantuan dari pemerintah yaitu melalui program SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting). Kegiatan usahatani dan peternakan sapi banyak menghasilkan limbah. Limbah dapat menjadi sumber penyakit, menimbulkan bau tidak sedap dan menganggu lingkungan. Tujuan dari Pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra agar mampu menghasilkan pupuk organik sehingga mengurangi pencemaran dari bau yang tidak sedap.Kegiatan Pengabdian masyarakat diikuti oleh peserta 22 orang, jumlah ini sudah melampaui target yang diperkirakan hanya berjumlah 20 orang saja. Hasil pengukuran menunjukan bahwa sebelum kegiatan dilakukan pada umumnya peserta belum mengetahui tentang pupuk organik dari kotoran sapi serta proses pembuatannya. Namun 60 % peserta sudah mengetahui manfaat pupuk organik. Evaluasi terhadap hasil pelatihan merupakan kesadaran peserta kegiatan untuk mengelola kotoran sapi menjadi pupuk organik masih sangat rendah (4,5%). Evaluasi hasil pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi, sesuai dengan kriteria ciri-ciri kompos yang baik. Kegiatan pengabdian dapat disimpulkan bahwa : Peningkatan pengetahuan dalam pelatihan pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi sebesar 70% (Agak baik) Hasil dari praktek pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi sesuai dengan ciri-ciri pupuk organik yang baik. Hasil evaluasi terakhir peran aktif peserta dalam membuat pupuk organik dari kotoran sapi hanya 4,5%. Ditinjau dari segi manfaat kegiatan pelatihan ini, peserta menyatakan kegiatan yang dilakukan bermanfaat. Perlu dilakukan kegiatan lanjutan guna lebih memotivasi masyarakat pada umumnya dan mitra khususnya dalam hal pembuatan pupuk organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Potential Identification Of Coardd Land As A Basis For Increasing Food Production And Family Income In Tebing Tinggi Okura Ward, Pekanbaru City During The Covid-19 Pandemic Mufti Mufti; Niken Nurwati
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol 4 No 2 (2022): Volume 4 No. 2 Tahun 2022, Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v4i2.1663

Abstract

Yard land is land that is around the household, usually has an ownership relationship with the owner of the house. In Tebing Tinggi Okura Ward, Rumbai Pesisir District, there are 6 hamlets (RW) located in 19 Neighborhood Units (RT), 655 Family Heads (KK). The aims of this research are to: 1). Identifying the Potential of the Yard in Tebing Tinggi Okura Village, Pekanbaru City. 2). Analyzing the availability of family labor in yard empowerment in Tebing Tinggi Okura Village, Pekanbaru City. 3). Knowing the obstacles in empowering the yard in the Tebing Tinggi Okura Village, Pekanbaru City. The research was carried out using a survey method. The unit of analysis in this study is the household. Sampling by purposive sampling is based on the area of ​​the yard in the selected hamlets. The data collected in this study include primary data and secondary data. The data obtained in this study were processed descriptively and quantitatively. The results of the research and data analysis can be concluded as follows: The interest of the sample of households towards the empowerment of their yard to increase food production and family income in Tebing Tinggi Okura Ward, Pekanbaru City increased compared to the percentage of sample households that had empowered their yard at the time of the study. The average potential for family labor in yard empowerment in Tebing Tinggi Okura Village, Rumbai Timur District, Pekanbaru City is 73.27 HKP/year. This potential can be used to realize interest in empowering the yard by developing the cultivation of vegetable and secondary crops to increase household food production and increase family income. Pekanbaru City includes land that is less fertile, lacks capital. It is recommended to improve education, assistance and assistance to households in Tebing Tinggi Okura Village, Rumbai Timur District in yard empowerment activities to increase household food production and increase family income.
AKSELERASI PEMBERDAYAAN PEKARANGAN BERBASIS PRODUKSI PANGAN DAN PENDAPATAN KELUARGA DI KELURAHAN AGROWISATA KECAMATAN RUMBAI BARAT KOTA PEKANBARU Niken Nurwati; Mufti Mufti
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v6i2.919

Abstract

ABSTRAK Lahan pekarangan merupakan lahan yang berada di sekitar rumah tangga, biasanya memiliki hubungan kepemilikan dengan pemilik rumah. Di Kelurahan Agrowisata, terdiri dari 5 Rukun Warga (RW) berada dalam 17 Rukun Tetangga (RT). Dalam konsep Rumah Pangan Lestari (RPL). Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1). Mengetahui penggunaan lahan pekarangan Di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru 2). Menghitung Produksi pangan dan pendapatan dari Pekarangan Di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru.3). Memetakan minat terhadap pemberdayaan pekarangan Di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru. 4). Mengetahui hambatan dalam pemberdayaan pekarangan Di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru Penelitian dilaksanakan dengan metode survey. Unit analisa dalam penelitian ini adalah rumahtangga. Penarikan sampel secara purposive pada RW terpilih. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian dapat disimpulkan :1). Sebagian besar rumah tangga sampel mengusahakan komoditi tanaman tahunan buah-buahan (79,17% ) dan tanaman industri (16,67%)) di lahan pekarangan. Hanya sebagian kecil rumah tangga sampel yang mengusahakan tanaman sayur. (2).Produksi dan pendapatan dari lahan pekarangn relatif rendah karena kurang intensifnya dalam pengelolaan pekarangan.(3).Minat rumah tangga sampel terhadap pemberdayaan pekarangan guna peningkatan produksi pangan rumah tangga serta peningkatan pendapatan cukup tinggi pada komoditi sayur (37,50%) dan tanaman pangan (16,67%), dengan potensi tenaga kerja keluarga sebesar 101 HKP/Tahun. (4).Hambatan dalam pemberdayaan pekaranagan guna peningkatan produksi pangan rumah tangga serta peningkatan pendapatan antar lain; kekurangan modal, dan lahan yang relatif sempit pada beberapa rumah tangga sampel. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, wawancara dan analisis data, maka disarankan untuk : 1. Diperlukan edukasi kepada masyarakat dan pendampingan dalam kegiatan pemberdayaan pekarangan. 2. Diperlukan pelatihan tentang pembuatan pupuk organik, dan budidaya pertanian yang sesuai dengan kondisi lahan. 3. Diperlukan bantuan untuk peningkatan pemberdayaan pekarangan Kata Kunci : Pangan, Pekarangan, Pemberdayaan, Pendapatan ABSTRACT Yard land is land that is around the household, usually has an ownership relationship with the owner of the house. In the Agrotourism Village, there are 5 neighborhood associations (RW) within 17 neighborhood associations (RT). In the concept of Sustainable Food Homes (RPL). The purpose of this research is to: 1). Knowing the use of yard land in the Agrotourism Village, West Rumbai District, Pekanbaru City 2). Calculating food production and income from the yard in the Agrotourism Village, West Rumbai District, Pekanbaru City. 3). Mapping interest in the empowerment of the yard in the Agrotourism Village, West Rumbai District, Pekanbaru City. 4). Knowing the obstacles in empowering the yard in the Agrotourism Village, West Rumbai District, Pekanbaru City The research was carried out using a survey method. The unit of analysis in this study is the household. Purposive sampling in selected RWs. The data collected in this study includes primary data and secondary data. The results of the study can be concluded: 1). Most of the sample households cultivate annual fruit crops (79.17%) and industrial crops (16.67%) in their yards. Only a small number of sample households cultivate vegetables. (2). Production and income from yards is relatively low due to the lack of intensive management of yards. (3). Sample households' interest in empowering yards to increase household food production and increase income is quite high for vegetable commodities (37.50%) and food crops (16.67%), with a potential family workforce of 101 HKP/year. (4). Obstacles in empowering pekarangan to increase household food production and increase income among other things; lack of capital, and relatively narrow land in some sample households. Based on the results of field observations, interviews and data analysis, it is suggested that: 1. Community education and assistance are needed in the yard empowerment activities. 2. Training is needed on the manufacture of organic fertilizers and agricultural cultivation in accordance with the conditions of the land. 3. Assistance is needed to increase the empowerment of the yard Keywords: Food, Yard, Empowerment, Income
ANALISIS KEBUTUHAN PANGAN DI KECAMATAN RUMBAI PESISIR KOTA PEKANBARU Niken Nurwati; Enny Mutryarny; Mufti Mufti
Jurnal Agribisnis Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.703 KB) | DOI: 10.31849/agr.v18i1.753

Abstract

Pangan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang mendasar. Penganekaragaman pangan merupakan suatu langkah strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Permintaan pangan meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Peningkatan jumlah penduduk serta penurunan luas lahan pertanian produktif akibat konversi lahan untuk kepentingan sektor non-pertanian, menyebabkan pangan tidak cukup. Oleh karena itu perlu dilakukan perhitungan kebutuhan pangan. Penelitian dengan judul : Analisis Kebutuhan Pangan Di Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru, memiliki tujuan : a) Menganalisis kebutuhan pangan Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru.b). Menganalisis potensi pengembangan tanaman pangan Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pangan yang dibutuhkan untuk memenuhi kecukupan gizi dengan standart PPH belum dapat dipenuhi dari produksi pangan dari wilayah setempat. Oleh karena itu dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada diharapkan dapat ditingkatkan produksi pangan, antara lain ubi kayu, jagung, padi, kacang tanah, kacang hijau. Diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan hal tersebut, baik dari pemerintah, akademisi serta peranserta masyarakat. Kata Kunci : Kebutuhan Pangan, Pengembangan Pangan
AKSELERASI PEMBERDAYAAN PEKARANGAN BERBASIS PRODUKSI PANGAN DAN PENDAPATAN KELUARGA DI KELURAHAN AGROWISATA KECAMATAN RUMBAI BARAT KOTA PEKANBARU Niken Nurwati; Mufti Mufti
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v6i2.919

Abstract

ABSTRAK Lahan pekarangan merupakan lahan yang berada di sekitar rumah tangga, biasanya memiliki hubungan kepemilikan dengan pemilik rumah. Di Kelurahan Agrowisata, terdiri dari 5 Rukun Warga (RW) berada dalam 17 Rukun Tetangga (RT). Dalam konsep Rumah Pangan Lestari (RPL). Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1). Mengetahui penggunaan lahan pekarangan Di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru 2). Menghitung Produksi pangan dan pendapatan dari Pekarangan Di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru.3). Memetakan minat terhadap pemberdayaan pekarangan Di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru. 4). Mengetahui hambatan dalam pemberdayaan pekarangan Di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru Penelitian dilaksanakan dengan metode survey. Unit analisa dalam penelitian ini adalah rumahtangga. Penarikan sampel secara purposive pada RW terpilih. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian dapat disimpulkan :1). Sebagian besar rumah tangga sampel mengusahakan komoditi tanaman tahunan buah-buahan (79,17% ) dan tanaman industri (16,67%)) di lahan pekarangan. Hanya sebagian kecil rumah tangga sampel yang mengusahakan tanaman sayur. (2).Produksi dan pendapatan dari lahan pekarangn relatif rendah karena kurang intensifnya dalam pengelolaan pekarangan.(3).Minat rumah tangga sampel terhadap pemberdayaan pekarangan guna peningkatan produksi pangan rumah tangga serta peningkatan pendapatan cukup tinggi pada komoditi sayur (37,50%) dan tanaman pangan (16,67%), dengan potensi tenaga kerja keluarga sebesar 101 HKP/Tahun. (4).Hambatan dalam pemberdayaan pekaranagan guna peningkatan produksi pangan rumah tangga serta peningkatan pendapatan antar lain; kekurangan modal, dan lahan yang relatif sempit pada beberapa rumah tangga sampel. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, wawancara dan analisis data, maka disarankan untuk : 1. Diperlukan edukasi kepada masyarakat dan pendampingan dalam kegiatan pemberdayaan pekarangan. 2. Diperlukan pelatihan tentang pembuatan pupuk organik, dan budidaya pertanian yang sesuai dengan kondisi lahan. 3. Diperlukan bantuan untuk peningkatan pemberdayaan pekarangan Kata Kunci : Pangan, Pekarangan, Pemberdayaan, Pendapatan ABSTRACT Yard land is land that is around the household, usually has an ownership relationship with the owner of the house. In the Agrotourism Village, there are 5 neighborhood associations (RW) within 17 neighborhood associations (RT). In the concept of Sustainable Food Homes (RPL). The purpose of this research is to: 1). Knowing the use of yard land in the Agrotourism Village, West Rumbai District, Pekanbaru City 2). Calculating food production and income from the yard in the Agrotourism Village, West Rumbai District, Pekanbaru City. 3). Mapping interest in the empowerment of the yard in the Agrotourism Village, West Rumbai District, Pekanbaru City. 4). Knowing the obstacles in empowering the yard in the Agrotourism Village, West Rumbai District, Pekanbaru City The research was carried out using a survey method. The unit of analysis in this study is the household. Purposive sampling in selected RWs. The data collected in this study includes primary data and secondary data. The results of the study can be concluded: 1). Most of the sample households cultivate annual fruit crops (79.17%) and industrial crops (16.67%) in their yards. Only a small number of sample households cultivate vegetables. (2). Production and income from yards is relatively low due to the lack of intensive management of yards. (3). Sample households' interest in empowering yards to increase household food production and increase income is quite high for vegetable commodities (37.50%) and food crops (16.67%), with a potential family workforce of 101 HKP/year. (4). Obstacles in empowering pekarangan to increase household food production and increase income among other things; lack of capital, and relatively narrow land in some sample households. Based on the results of field observations, interviews and data analysis, it is suggested that: 1. Community education and assistance are needed in the yard empowerment activities. 2. Training is needed on the manufacture of organic fertilizers and agricultural cultivation in accordance with the conditions of the land. 3. Assistance is needed to increase the empowerment of the yard Keywords: Food, Yard, Empowerment, Income
Produksi Pangan Dan Sumbangan Pendapatan Lahan Pekarangan Di Kelurahan Perhentian Marpoyan Kecamatan Marpoyan Damai Di Kota Pekanbaru Niken Nurwati; Mufti Mufti; Alhaviz Alhaviz
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.130

Abstract

Kelurahan Perhentian Marpoyan  merupakan salah satu kelurahan yang berada pada di Kecamatan Marpoyan Damai di Kota Pekanbaru  yang terdapat 6 Kelompok Wanita Tani (KWT), dalam konsep Rumah Pangan Lestari (RPL). Potensi lahan pekarangan bila dimanfaatkan secara optimal akan mampu mendukung ketersediaan pangan dan membantu peningkatan pendapatan rumah tangga. Tujuan penelitian: 1). Mengetahui penggunaan lahan pekarangan. 2). Menghitung Produksi pangan dan pendapatan dari pekarangan. 3). Menganalisis sumbangan pekarangan terhadap pendapatan keluarga. 4). Mengetahui hambatan dalam pemberdayaan pekarangan. Penelitian dilaksanakan dengan metode survey.  Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:1). Luas lahan pekarangan rata-rata 22,80 m2. 85,82%  atau 19,57 m2 telah dimanfaatkan. Komoditi yang diusahakan didominasi kelompok sayur (70%), tanaman buah dan tanaman rempah (43,33%), kelompok  hewani yang diusahakan; ayam (26,67%) dan ikan (10%). 2). Produksi dan pendapatan dari lahan pekarangan relatif rendah. 3). Sebagian besar rumah tangga sampel (46,7%) memiliki pendapatan dari pekarangan kurang dari Rp.100.000/bulan, rata-rata pendapatan sebesar Rp. 294.623/bulan. Sumbangan pendapatan pekarangan terhadap pendapatan keluarga  sebesar 93,33%. 4). Hambatan dalam pemberdayaan pekarangan;  kondisi lahan yang kurang subur, kurangnya modal yang dimiliki rumah tangga sampel, serta lahan yang relatif sempit.