Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Perbandingan Uji Kestabilan Attitude Hexacopter Pada Metode Root Locus dan Routh Hurwitz Iqra Maulana Ichsan; Illa Rizianiza
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2021.v07.i02.p01

Abstract

Drone Hexacopter adalah salah satu jenis UAV tipe rotary wing. Hexacopter memiliki 6 buah motor penggerak, biasa disebut multirotor. Sistemnya bersifat nonlinear, multivariabel, dan dinamis. Sifat hexacopter yang dinamis menyebabkan proses pengendalian sulit dilakukan saat sistem kontrol tidak dirancang dengan baik sehingga menjadi tantangan untuk penelitian mendatang. Dibutuhkan perancangan kestabilan sistem kontrol hexacopter yang dapat menjaga kestabilan gerak attitude saat drone berada di udara. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana menentukan parameter kestabilan untuk gerakan pitch dan roll pada hexacopter dan mengetahui bagaimana menganalisis respon sistem kontroler kestabilan yang dirancang untuk gerakan pitch dan roll. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode root locus dibandingkan dengan kriteria kestabilan routh hurwitz. Penelitian tugas akhir ini menggunakan data input berupa transfer function dan data output berupa grafik hasil simulasi yang kemudian dianalisis menggunakan metode root locus. Analisis sistem kestabilan yang dilakukan setelah melakukan simulasi kestabilan menunjukkan hasil simulasi yang stabil dari masing-masing gerakan. Didapatkan nilai pole zero-zero dan pole-pole gerakan pitch keduanya bernilai negatif yang menandakan bahwa perancangan sistem PID untuk gerakan pitch sudah stabil. Kemudian untuk gerakan roll pada zero-zero terdapat nilai positif akan tetapi perancangan sistem PID pada penelitian sebelumnya tetap stabil karena didapatkan nilai pole pada pole-pole bernilai negatif yang menandakan bahwa sistem tesebut sudah stabil. Hexacopter drones are a type of rotary wing type UAV. Hexacopter has 6 drive motors, commonly called multirotors. The system is nonlinear, multivariable, and dynamic. The dynamic nature of the hexacopter causes the control process to be difficult when the control system is not well designed, making it a challenge for future research. It requires the design of a hexacopter control system that can maintain the stability of gestures while the drone is in the air. Thus, this study aims to know how to determine the stability parameters for pitch and roll movement on the hexacopter and know how to analyze the response of a stability controller system designed for pitch and roll movements. The research method used is to use the root locus method compared to routh hurwitz stability criteria. This final task research uses input data in the form of transfer function and output data in the form of graphs of simulation results which are then analyzed using the root locus method. Stability system analysis conducted after conducting stability simulation shows a stable simulation result of each movement. The zero-zero pole value and the pitch movement poles are both negative, indicating that the design of the PID system for pitch movement is stable. Then for the roll movement at zero-zero there is a positive value but the design of the PID system in the previous study remained stable because the pole value on the poles was negative which indicates that the system is stable.
Peningkatan Produktivitas Poklahsar Swakarya Bersama Melalui Produksi Tortilla Olahan Rumput Adrian Gunawan; Illa Rizianiza; Luh Putri Adnyani
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.482 KB) | DOI: 10.31294/jabdimas.v2i2.5802

Abstract

Poklahsar Swakarya Bersama merupakan kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan di Kelurahan Tanjung Tengah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang masih aktif melakukan pengolahan rumput laut. Hasil olahan rumput laut perlu inovasi agar mampu bersaing dengan produk lainnya dan peminat bisa meningkat. Rumput laut yang digunakan dalam pengolahan tortilla adalah rumput laut jenis Eucheuma cottonii. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di rumah produksi Poklahsar Swakarya Bersama dengan dihadiri oleh anggota poklahsar di Kabupaten PPU, Kelompok Wanita Tani PPU, Dinas Perikanan Perikanan dan Dinas Perindustrian dan Koperasi. Pada pelatihan ini peserta dibekali modul pembuatan tortilla rumput laut. Seluruh peserta pelatihan mengikuti kegiatan pelatihan dengan antusias. Hasil kuisioner menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang proses pembuatan tortilla sebesar 58%. Untuk meningkatkan keberlanjutan dari kegiatan ini maka perlu dilakukan pelatihan secara berkelanjutan tentang inovasi olahan rumput laut. Selain itu juga perlu dilakukan edukasi tentang pengemasan hasil produksi agar dapat meningkatkan nilai ekonomis dari suatu produk.Kata Kunci: rumput laut, tortilla, poklahsar
PENGARUH VARIASI JENIS MEDIA PENDINGIN TERHADAP SURFACE BENDA KERJA ST41 DENGAN MENGGUNAKAN UJI KEKASARAN (SURFACE ROUGHNESS TESTER) Oddy Adam; Illa Rizianiza; Hadhimas Dwi Haryono
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.230

Abstract

Proses permesinan pada mesin bubut konvensional merupakan proses permesinan yang banyak digunakan di dunia industri maupun di pendidikan saat ini. Dalam mengerjakan suatu proses permesinan tentunya benda kerja yang dihasilkan juga harus sesuai dengan standar, dengan penambahan media pendingin yang tepat dapat mempengaruhi nilai kekasaran permukaan benda kerja. Setiap benda kerja yang dikerjakan tentunya memiliki properties atau sifat yang berbeda di setiap material seperti halnya ST41 biasanya material ini sering digunakan pada pipa saluran, bodi mobil bahkan handle rem sepeda motor. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekasaran permukaan dari pengaruh jenis media pendingin (coolant, oli, air, udara bertekanan, dan tanpa media pendingin) dengan pembaharuan dari kajian terdahulu yaitu penggunaan material uji ST41, hasil proses permesinan, dan mengetahui jenis pendingin yang tepat agar menghasilkan kekasaran permukaan yang rendah pada material ST41, menggunakan mesin bubut konvensional dan alat ukur kekasaran surface roughness tester Mitutoyo SJ-310. Didapatkan nilai kekasaran terendah pada penggunaan jenis media pendingin coolant sebesar 0,694 μm, dibandingkan penggunaan oli 0,805 μm, udara bertekanan 1,178 μm, tanpa media pendingin 1,255 μm, dan yang paling tinggi atau kasar adalah penggunaan jenis pendingin air 1,789 μm. Karena coolant mampu melumasi, mendinginkan benda kerja dengan baik dan memberikan perlindungan korosi. Hasil uji Anova dua jalur menunjukan bahwa perlakuan jenis media pendingin berpengaruh secara signifikan terhadap nilai kekasaran permukaan benda kerja ST41 pada proses permesinan, sehingga coolant merupakan jenis pendingin yang tepat untuk menghasilkan nilai kekasaran yang rendah pada material ST41.
PERANCANGAN SISTEM MONITORING MOBIL LISTRIK Ronaldo Fili Bhato; Illa Rizianiza; Andre Amba Matarru
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 12, No 2 (2021): JURNAL SIMETRIS VOLUME 12 NO 2 TAHUN 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v12i2.7454

Abstract

Motor listrik adalah kendaraan yang digerakkan oleh motor BLDC. Menggunakan energi listrik yang tersimpan dalam bentuk baterai atau accu. Untuk mengetahui tegangan listrik arus listrik yang melalui motor penggerak pada motor listrik perlu dilakukan pengukuran dengan alat ukur manual berupa multimeter. Memasang alat yang rumit dan membaca nilai di luar jangkauan kemudi adalah masalah yang perlu ditangani. Sehingga diperlukan suatu alat yang dapat mengukur secara real time dengan layar yang terintegrasi. Dalam penelitian ini, mobil Enggang Evo 3 digunakan sebagai objek. Oleh karena itu untuk memonitor penggunaan arus listrik dan tegangan listrik perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membuat sistem monitoring tegangan listrik, arus listrik, daya pada motor listrik Enggang Evo dan tegangan listrik, arus listrik, energi untuk mengetahui secara real time saat mobil berjalan. Variabel throttle 100%, 75%, 50% naik. Untuk mengukur tegangan listrik dan arus listrik menggunakan sensor tegangan listrik berupa resistor pembagi dan ACS785 sebagai sensor arus listrik yang terpasang pada sumber energi dan beban. Hasil dari penelitian ini alat dengan pembacaan nilai dari variasi throttle dari pembacaan. Nilai RMSE sebesar 3.98 untuk throttle 100%, 1.60 untuk throttle 75% dan untuk throttle 50% sebesar 1.02. Untuk nilai RMSE arus listrik adalah 45.86 untuk throttle 100%, 18.94 untuk throttle 75% dan untuk throttle 50% sebesar 12.35.
PENDAMPINGAN BUDIDAYA TANAMAN BIOFARMAKA DAN PENGEMASAN JAMU TRADISIONAL DI KELURAHAN MUARA RAPAK BALIKPAPAN Diniar Mungil Kurniawati; Illa Rizianiza
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT) Vol. 3 No. 1 (2022): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.637 KB) | DOI: 10.35718/pikat.v3i1.673

Abstract

Jamu tradisional mulai sangat diminati oleh masyarakat semua kalangan semenjak munculnya pandemic Covid-19 yang melanda Indonesia pada awal tahun 2020. Jamu tradisional digunakan oleh masyarakat untuk menjaga imun tubuh agar tidak mudah terpapar virus Corona. Munculnya UMKM baru saat pandemic Covid-19 di Indonesia didominasi oleh usaha Jamu Tradisional yang diperjualbelikan secara online melalui media sosial pribadi. Tidak ketinggalan dengan tren tersebut, salah satu UMKM di Kelurahan Muara Rapak juga turut menjadi salah satu penjual Jamu Tradisional kemasan siap minum dalam botol plastik. Kemasan dan desain yang digunakan sekedarnya sehingga pasar hanya sebatas pada ruang lingkup pergaulan pemilik UMKM. Salah satu upaya untuk meningkatkan penjualan dan perluasan pasar maka dilakukan branding kemasan dan pelatihan pengemasan yang baik. Sebagai penunjang pasokan bahan baku olahan Jamu Tradisional seperti Jahe, Kunyit dan Bawang Tiwai dibudidayakan di tanah-tanah pekarangan rumah warga Kelurahan Muara Rapak Balikpapan. Tujuan budidaya tanaman Biofarmaka sebagai bahan baku utama pembuatan jamu tradisional di Kelurahan Muara Rapak untuk menekan biaya produksi khususnya harga bahan baku di pasar yang tinggi karena permintaan jamu yang tinggi dari masyarakat. Sedangkan pengemasan dilakukan sebagai branding dan perluasan pasar.
Perancangan Prototipe Turbin Angin Sumbu Horizontal Tiga Sudu Studi Kasus Institut Teknologi Kalimantan illa rizianiza; Devy Setiorini; Alfian Djafar
SPECTA Journal of Technology Vol. 2 No. 3 (2018): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.585 KB) | DOI: 10.35718/specta.v2i3.7

Abstract

Institut Teknologi Kalimantan (ITK) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri baru yang berlokasi di tengah hutan di Balikpapan. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, kecepatan angin rata-rata di sekitar ITK berkisar antara 5 km/h – 18 km/h. Potensi angin yang melimpah dapat dimanfaatkan untuk merancang turbin angin yang sesuai yaitu turbin angin tipe horizontal. Perancangan turbin angin sumbu horizontal dengan tiga sudu dilakukan dengan variasi besar sudut serang untuk menentukan tingkat efisiensi turbin angin. Variasi besar sudut serang adalah 50, 100, dan 250. Pengujian turbin angin dilakukan pada beberapa tingkat kecepatan angin diantaranya 3.8 m/s, 4.3 m/s, 5.8 m/s. Hasil pengujian menunjukkan bahwa daya listrik terbesar dihasilkan pada pengujian turbin angin sumbu horizontal dengan variasi sudut serang 250 yaitu sebesar 118.7 mW.
Analisis Pengaruh Sudut Steer Terhadap Kecepatan Berbelok Pada Mobil Listrik Rezar Fauzan Asyrof; illa Rizianiza; Faisal Manta
SPECTA Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2022): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.858 KB) | DOI: 10.35718/specta.v6i2.351

Abstract

Mobil listrik enggang evo3 merupakan salah satu mobil listrik Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang akan diikutkan pada kompetisi mobil listrik di Indonesia. Pengembangan mobil listrik terus dilakukan untuk memaksimalkan performa mobil. Permasalahan yang dihadapi oleh mobil listrik enggang evo3 adalah pada saat bergerak dengan dengan lintasan lurus, berbelok, atau slalom, mobil belum bisa mengikuti lintasan dengan baik. Sudut steer yang digunakan pada mobil enggang evo3 masih belum tepat untuk kondisi lintasan pada perlombaan. Sehingga,dilakukan penelitian tentang studi pengaruh sudut steer terhadap kecepatan lurus dan berbelok pada mobil listrik enggang evo 3. Tujuan dari penelitian ini adakah untuk mengetahui sudut belok mana yang terbaik pada kecepatan dan waktu tempuh mobil enggang evo 3 pada saat berbelok dengan radius belok lintasan yang sudah diketahui pada lintasan perlombaan. Variasi yang digunakan pada penelitian adalah sudut steer 200, 250, 300. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa sudut steer terbaik untuk kecepatan dan waktu tempuh adalah sudut steer 20o dengan waktu tempuh 9,70 s dan kecepatan 29,66 km/h. karena semakin kecil sudut steer maka semakin besar kecepatan yang di hasilkan dan semakin besar kecepatan yang dihasilkan maka semakin singkat waktu tempuh yang diperlukan.
Implementasi Rumah Pengering Sederhana Pada Proses Pengeringan Keripik Tortilla Rumput Laut Poklahsar Swakarya Bersama Kevin Hasiholan Lumban Tobing; Illa Rizianiza; Diniar Mungil Kurniawati; Samsu Dlukha Nurcholik
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 11 : Desember (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The processing and marketing group (Poklahsar) Swakarya Bersama is one of the women's MSMEs located in Penajam Paser Utara (PPU) Regency. Poklahsar Swakarya Bersama is an MSME that drives regional superior products, namely processed seaweed. One of the superior products is seaweed tortilla chips which have been produced since 2019. The most important part in the production process of seaweed tortilla chips is drying. The drying process influences product quality, namely crispness, durability (shelf life) and aroma. The drying carried out by Poklahsar Swakarya Bersama still uses direct drying by the sun. The aim of the activities carried out is to implement a simple drying house which can improve product quality and shorten production time. The advantage of the simple designed drying house is that the heat produced comes from sunlight and does not require additional heat generating equipment. The equipment test results show that a simple drying house produces a faster drying rate compared to traditional drying. The drying rate of tortilla chip dough using a greenhouse effect dryer was 63.33 grams/hour. A simple drying house can also protect products from exposure to unfavorable environments so that the resulting products are cleaner and of better quality.