Rizkysari Mei Maharani
Universitas Muria Kudus

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Protokol Radius Untuk IEEE 802.11 Wireless Pada SMK Muhamadiyah Kudus R. Rhoedy Setiawan; Ahmad Jazuli; Tri Listyorini; Rizkysari Mei Maharani; Anteng Widodo
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.599 KB)

Abstract

Dengan semakin berkembang pesatnya ilmu pengetahuan di bidang Teknologi Informasi dan kebutuhan dunia maya. Pengaturan hak akses internet di SMK Muhammadiyah Kudus sekarang ini menggunakan mikrotik RB 750. Di dalam manual mikrotik RB 750 dijelaskan bahwa hak akses untuk hotspot dibatasi sebanyak 200 user. Padahal jumlah pengakses internet di SMK Muhammadiyah Kudus sebanyak 1.100 user. Dengan kendala user yang terbatas dan software pencatatan user yang ter-authenticaty yang relatif mahal, pendekatan yang dilakukan adalah pembuatan sebuah software yang ke depan bisa menekan biaya. Disamping itu dapat juga digunakan bagi pelajar untuk mengembangkan keahlian mereka dibidang rekayasa software. Kata kunci : Software, Mikrotik, Hotspot, Mikrotik RB 750
PEMODELAN SAW UNTUK MENENTUKAN TINGKAT DEPRESI GAMER Dewa Caniaghi; Anastasya Latubessy; Rizkysari Mei Maharani
Jurnal Dialektika Informatika (Detika) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Dialektika Informatika (Detika) Vol.1 No.1 Desember 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/detika.v1i1.5511

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini melahirkan banyak permainan berbasis gadget dan internet yang menarik. Seerorang dapat bermain game untuk menghilangkan kepenatan dan memperoleh perasaan bahagia. Namun, disisi lain seorang gamer juga dapat mengalami depresi karena faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi. Tingkat depresi seorang Gamer dapat diukur dari beberapa kriteria yaitu Insomsia, Mood Swing, Tidak nafsu makan, kesulitan komunikasi dan anti sosial. Beberapa kriteria tersebut dimodelkan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) yang merupakan salah satu metode untuk pemilihan keputusan.  Pemodelannya digunakan untuk menentukan tingkat depresi pada gamer dengan hasil yang didapat terdapat 3 tingkatan depresi mulai dari ringan sampai tinggi. Dengan hasil terbanyak berada pada tingkat sedang lalu banyak dan terakhir dan ringan. Tujuan dilakukan pemodelan ini adalah memberikan tambahan pengetahuan tentang tingkatan depresi gamer. Bahwa seorang gamer dapat mengalami depresi walaupun kegiatan bermain game seharusnya menjadi sesuatu yang menyenangkan.
PENGUJIAN KINERJA ROBOT KENDALI PEMADAM API BERODA DENGAN PEMANTAUAN BLUETOOTH ANDROID Muhammad Haidar Ali; Anastasya Latubessy; Rizkysari Mei Maharani
Jurnal Dialektika Informatika (Detika) Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Dialektika Informatika (Detika) Vol.1 No.2 Mei 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/detika.v1i2.5809

Abstract

Memadamkan api dilakukan secara manual oleh manusia yang mana membutuhkan banyak tenaga dalam memadamkan apinya. Oleh karena itu, dengan seiring berkembangnya kemajuan elektronika dan teknologi informatika, manusia dapat menciptakan robot pemadam api untuk membantu manusia dalam memadamkan api yang dikendalikan melalui smartphone dengan pemantauan bluetooth android. Dengan menggabungkan penggunaan smartphone android dengan arduino uno atmega328 serta bluetooth yang berfungsi sebagai penerima dan pengirim perintah dalam memadamkan api pada robot pemadam api, sehingga kegiatan memadamkan api menjadi lebih ringan dan efisien. Robot pemadam api ini juga dilengkapi dengan sensor api sebagai pendeteksi api dan arduino fan module berfungsi untuk memadamkan api. Hasil dari penelitian ini adalah terciptanya robot pemadam api beroda dengan pemantauan berbasis bluetooth dapat mendeteksi api (pada sensor api) dan kipas menyala untuk memadamkan api secara otomatis, di mana dalam menggerakkan robotnya masih secara manual sesuai perintah melalui aplikasi yaitu dengan menggunakan bantuan smartphone yang terhubung dengan bluetooth HC-05 yang berada pada robot.
TOPIC MODELING OF PUBLIC DISCOURSE ON TWITTER ABOUT THE ASSET CONFISCATION BILL USING LATENT DIRICHLET ALLOCATION (LDA) Azka Bima Aditya; Ahmad Abdul Chamid; Rizkysari Mei Maharani
Jurnal Riset Informatika Vol. 8 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Kresnamedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34288/jri.v8i2.477

Abstract

This study examines the structure of public discourse on Twitter regarding the Indonesian Asset Confiscation Bill, a policy initiative aimed at strengthening anti corruption enforcement and ensuring legal certainty. Moving beyond conventional sentiment classification, this research identifies how substantive public concerns are thematically organized within digital debate. A total of 14,319 cleaned and deduplicated tweets collected between January and September 2025 were analyzed using Latent Dirichlet Allocation with the optimal model configuration of nine topics selected based on coherence evaluation to ensure semantic interpretability. The findings reveal nine dominant thematic clusters, with law enforcement and regulatory enactment emerging as the primary focus, followed by legislative process dynamics, protest mobilization, party politics, and institutional accountability. These results indicate that online discourse is structured around normative concerns, particularly procedural clarity, fairness, and institutional legitimacy, rather than driven solely by emotional polarity. Scientifically, this study contributes by shifting the analytical emphasis from sentiment polarity toward systematic thematic mapping of digital political discourse using an optimized LDA framework tailored to Indonesian Twitter data characteristics. Practically, the findings provide policymakers with an evidence based monitoring instrument to identify priority public concerns, strengthen legislative communication strategies, and reduce interpretive ambiguity in sensitive regulatory deliberations.