Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kekuatan di Luar Media Visual dan Pemberdayaan Siswa Pemantau Jentik Shinta Nasution
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.255 KB) | DOI: 10.24002/jik.v17i2.1744

Abstract

Upaya pencegahan DBD (Demam Berdarah Dengue) dilakukan dengan memberdayakan Sismantik (Siswa Pemantau Jentik) melalui promosi kesehatan bermedia. Studi ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor lain di luar media visual (manga dan infografis) yang diduga berpengaruh terhadap pemahaman informasi, persepsi risiko dan sikap Sismantik terhadap pencegahan DBD. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi berganda untuk mengetahui pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap ketiga variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berhitung, pengalaman, status sosial ekonomi berpengaruh terhadap pemahaman informasi, sedangkan minat, lingkungan sosial budaya dan kemampuan berhitung berpengaruh terhadap persepsi risiko tentang penyakit DBD.
Perubahan Pola Asuh pada Peserta SEKOPER CINTA dalam Upaya Menurunkan Prevalensi Stunting di Jawa Barat Shinta Nasution; Riny Kusumawati
PROMOTOR Vol. 6 No. 4 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i2.238

Abstract

Perempuan sebagai ibu dan pengasuh utama anak memegang peranan penting dalam upaya pencegahan stunting. Pencegahan stunting sangat dipengaruhi oleh pola asuh dalam keluarga. Pola asuh penting untuk dipelajari bukan hanya pada usia menikah tetapi juga di usia pranikah. SEKOPER CINTA (Sekolah Perempuan Meraih Impian) merupakan pendidikan nonformal yang didirikan oleh Pemerintah Jawa Barat untuk mengatasi permasalahan sosial yang disebabkan kerentanan keluarga diantaranya tingginya prevalensi stunting. Melalui kegiatan SEKOPER CINTA, peserta diberikan pembekalan dan praktik terkait pemenuhan dan pengelolaan sandang pangan keluarga, perawatan diri dan keluarga, pengelolaan sampah serta pengelolaan air bersih. Metode penelitian yang digunakan adalah true eksperimen dengan memberikan intervensi berupa pembelajaran praktis dan keterampilan berdasarkan modul kepada peserta SEKOPER CINTA di desa binaan P2WKSS. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variabel pola asuh (fisiologis, psikologis dan hygiene sanitasi) setelah diberikan intervensi mengalami peningkatan yang signifikan. Adapun variabel pola asuh dengan nilai mean paling tinggi setelah diberikan intervensi adalah pola asuh hygiene sanitasi. Berdasarkan modul SEKOPER CINTA yang terbukti efektif dalam meningkatkan pola asuh, pemerintah dapat mengembangkan modul dan materi edukasi yang komprehensif dan mudah dipahami oleh masyarakat. Dengan demikian, program SEKOPER CINTA diharapkan dapat meningkatkan kualitas pola asuh pada anak dan berdampak positif pada tumbuh kembang anak di masa depan.
Pengembangan Inovasi Kabupaten Bogor untuk Meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat Tahun 2021 Shinta Nasution; Delima Hotmaria
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 1, No 1 (2022): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62389/bina.v1i1.9

Abstract

Pengembangan inovasi daerah berpotensi untuk meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat Kabupaten Bogor karena inovasi terkait langsung dengan peningkatan layanan publik, pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semakin masyarakat mendapatkan pelayanan dengan baik dan meningkat kesejahteraannya maka akan semakin meningkat pula kepuasan dan kepercayaan kepada pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan berbagai program inovasi daerah; merumuskan strategi dan agenda pengembangan inovasi daerah dalam rangka mendukung peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat; dan mengidentifikasi faktor-faktor penting dan berpengaruh dalam pengembangan inovasi daerah di Kabupaten Bogor agar mampu mendukung peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif evaluatif dengan pendekatan logic model. Hasil penelitian menunjukkan program inovasi daerah Kabupaten Bogor telah berjalan dengan baik terbukti dengan diperolehnya penghargaan nasional dan jumlah inovasi yang relatif besar dengan fokus yang beragam. Tantangan pengembangan inovasi daerah Kabupaten Bogor adalah agar mampu mendukung pencapaian IKM masyarakat yang saat ini masih rendah dan perlu ditingkatkan. Arah pengembangan inovasi daerah Kabupaten Bogor agar mampu mendukung peningkatan IKM adalah dengan mengembangkan inovasi sebagai sebuah kesatuan sistem sehingga mampu membentuk budaya dan ekosistem inovasi yang progresif.
Gambaran Potensi Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2021 Eka Husni Nurul Haq; Shinta Nasution
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 1, No 1 (2022): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62389/bina.v1i1.17

Abstract

Perkembangan pembangunan ekonomi di suatu daerah dapat diketahui dari indikator tingkat pertumbuhan ekonominya. Laju pertumbuhan ekonomi setiap kecamatan sangat bervariasi. Hal ini dipengaruhi oleh laju pertumbuhan beberapa sektor dengan pola yang bervariasi tergantung dari karakteristik sektor tersebut di kecamatan. Hingga kini, data potensi ekonomi Kabupaten Bogor hanya mencakup pada level kabupaten dan belum secara spesifik mencakup pada potensi ekonomi di setiap kecamatan. Sedangkan indikator potensi ekonomi kecamatan akan memperkuat dan mempertajam analisis dalam rangka pengambilan kebijakan ekonomi guna peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pendataan dan analisis potensi usaha di setiap kecamatan. Data dikumpulkan melalui survei di 38 kecamatan dan dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan potensi ekonomi di masing-masing kecamatan lebih didominasi oleh sektor usaha sekunder. Masing-masing sektor usaha yang mengisi potensi ekonomi di setiap kecamatan sangat bervariasi, akan tetapi kecenderungan besarnya pada empat sektor ekonomi yakni Industri Pengolahan (58,8%), Penyediaan Akomodasi Makan Dan Minum (10.9%), Perdagangan Besar dan Eceran (10,0%), dan pertanian, kehutanan dan perikanan (9,2%). Secara kumulatif kekuatan potensi ekonomi Kabupaten Bogor yaitu primer (9.4%), sekunder (60.1%) dan tersier (31.0%). Skala usaha mikro masih mendominasi potensi ekonomi di masing-masing kecamatan, sehingga atribut usaha seperti pendapatan dan tenaga kerja mengikuti besaran skala usaha tersebut.