Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK CANGKANG LOKAN SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Mulyati Mulyati
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 1, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.645 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik beton normal dan untuk mengetahui apakah cangkang lokan dapat digunakan sebagai alternatif pengganti agregat halus untuk campuran beton normal K225 sesuai dengan kekuatan yang direncanakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan benda uji dengan cetakan silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, dengan rancangan eksperimen untuk penggunaan serbuk cangkang lokan pengganti agregat halus adalah 0%, 10%, 20%, dan 30%. Pengujian terhadap benda uji dilakukan pada umur 28 hari. Hasil pengujian kuat tekan dengan menggunakan serbuk cangkang lokan diperoleh kuat tekan beton karakteristik mencapai 177,31 kg/cm2. Kuat tekan karakteristik beton yang menggunakan serbuk cangkang lokan sebagai pengganti agregat halus akan bertambah tinggi apabila persentase campuran serbuk cangkang lokan lebih ditingkatkan.
PENGARUH JENIS SEMEN DAN AGREGAT HALUS DARI BEBERAPA QUARRY TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Mulyati Mulyati; Nungki Dwi Virnando
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 2, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.426 KB)

Abstract

Pada campuran adukan beton, kualitas semen dan pasir akan berpengaruh terhadap mutu beton yang dihasilkan. Semen yang tesusun dari senyawa yang berbeda akan memiliki daya rekat yang tidak sama, demikian juga halnya dengan pasir yang diperoleh dari quarry yang berbeda akan memiliki sifat karakteristik yang tidak sama. Pada penelitian ini digunakan dua jenis semen yaitu Type I dan Portland Composite Cemen (PCC) serta pasir dari dua quarry yaitu Gunung Nago dan Berok. Untuk mengetahui mutu beton yang dihasilkan dari pemakaian jenis semen dan jenis pasir, maka dilakukan kombinasi pencampuran dari jenis semen dan pasir untuk kuat tekan beton rencana 250 kg/cm2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir Gunung Nago memilki kualitas yang lebih baik dari pasir Berok. Nilai kuat tekan beton rata-rata pada umur 28 hari dari campuran semen type I dengan pasir Gunung Nago lebih tinggi 14,23% dari pasir Berok, sedangkan dari campuran semen PCC dengan pasir Gunung Nago lebih tinggi 13,64% dari pasir Berok. Nilai kuat tekan beton rata-rata pada umur 28 hari dari campuran pasir Gunung Nago dengan semen Type I lebih tinggi 21,21% dari semen PCC, sedangkan dari campuran pasir Berok dengan semen Type I lebih tinggi 21,78% dari semen PCC.Kata kunci: semen, agregat halus, kuat tekan beton normal
PENGARUH PENGGUNAAN BATU DOLOMIT SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Mulyati Mulyati; Bonny Saputra; Sepni Nardon
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 3, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.598 KB)

Abstract

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan akan bahan bangunan untuk campuran beton banyak kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan. Salah satunya adalah batu dolomit banyak ditemukan di Indonesia, tersebar mulai dari propinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Madura dan Papua. Pada penelitian ini batu dolomit digunakan sebagai agregat kasar pengganti batu pecah dan kerikil untuk campuran beton normal. Batu dolomit yang digunakan berasal dari daerah perbatasan Bukittinggi dengan Payakumbuh Propinsi Sumatera Barat. Besarnya penggunaan batu dolomit sebagai pengganti agregat kasar adalah 0%, 50% dan 75% dari berat batu pecah dan berat kerikil. Metode perancangan campuran yang digunakan adalah American Concrete Institute (ACI) dengan kuat tekan beton rencana K225. Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan bahwa penggunaan batu dolomit 50% - 75% sebagai agregat kasar, yaitu sebagai pengganti batu pecah memberikan pengaruh terhadap penurunan kuat tekan beton, sedangkan sebagai pengganti kerikil memberikan pengaruh terhadap peningkatan kuat tekan beton. Dengan demikian batu dolomit memiliki pengaruh yang baik sebagai pengganti kerikil.Kata kunci: batu dolomit, agregat kasar, beton normal
PENGARUH METODE PENGADUKAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON mulyati mulyati; fikri aulia
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 4, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.876 KB)

Abstract

Keberhasilan dalam pembuatan beton sangat ditentukan oleh cara pencampuran atau pengadukan beton. Pengadukan beton dapat dilakukan dengan dua metode yaitu pengadukan manual dan pengadukan masinal dengan molen. Pencampuran beton yang dilakukan di lapangan, untuk beton non struktur dan volume kecil biasanya pengadukan beton dilakukan secara manual dengan menggunakan perbandingan volume, sedangkan untuk beton mutu sedang dan volume tidak terlalu banyak dilakukan pengadukan dengan molen. Pada penelitian ini bahan penyusun beton menggunakan perbandingan volume dengan komposisi 1 bagian semen, 2 bagian pasir, dan 3 bagian koral. Pengadukan beton dilakukan dengan metode manual pengadukan di atas beton dan pengadukan di atas tanah, dan metode masinal pengadukan dengan molen Benda uji yang digunakan berupa kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm, masing-masing sebanyak 3 buah sampel untuk setiap cara pengadukan beton. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur beton 28 hari. Hasil penelitian menujukkan bahwa metode pengadukan beton mempengaruhi kuat tekan beton yang dihasilkan. Metode pengadukan beton masinal dengan molen terjadi kenaikan kuat tekan dibandingkan dengan metode pengadukan manual di atas beton dan metode pengadukan manual di atas tanah masing-masing berturut-turut sebesar 39,08% dan 64,72%.KATA KUNCI: metode pengadukan beton, campuran beton, kuat tekan beton
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH KERAMIK, SERBUK ARANG BRIKET DAN SIKACIM CONCRETE ADDITIVE TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Mulyati Mulyati; Eko Hermansyah Putra
Ensiklopedia of Journal Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 Edisi 2 Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2263.04 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v3i2.639

Abstract

Salah satu yang mempengaruhi nilai kuat tekan beton adalah jenis agregat yang digunakan. Dalam pembuatan beton dapat juga digunakan bahan-bahan berupa limbah sebagai alternative pengganti agregat. Saat ini berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kuat tekan beton diantaranya menggunakan bahan tambah untuk campuran beton yang dapat berfungsi sebagai filler atau sebagai additive. Penelitian ini memanfaatkan limbah keramik sebagai pengganti agregat kasar, serta menggunakan bahan tambah serbuk arang briket dan sikacim concrete additive dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah keramik, serbuk arang briket dan sikacim concrete additive terhadap kuat tekan beton normal. Kuat tekan beton rencana adalah K-250 dengan menggunakan variasi limbah keramik 10%, 20%, 30% dari berat agregat kasar, dan serbuk arang briket 5% dari berat semen, serta sikacim concrete additive 0,7% dari volume air. Perencanaan mix design menggunakan metode SNI T-15-1990-03, dan pembuatan benda uji menggunakan cetakan kubus untuk pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari. Hasil pengujian kuat tekan beton diperoleh untuk beton normal sebesar 292 kg/cm2, untuk penggunaan 10% limbah keramik, 5% serbuk arang briket dan 0,7% sikacim concrete additive sebesar 273,39 kg/cm2, untuk penggunaan 20% limbah keramik, 5% serbuk arang briket dan 0,7% sikacim concrete additive sebesar 307,76 kg/cm2, untuk penggunaan 30% limbah keramik, 5% serbuk arang briket dan 0,7% sikacim concrete additive sebesar 274 kg/cm2. Pada penggunaan 20% limbah keramik, 5% serbuk arang briket dan 0,7% sikacim concrete additive dapat meningkatkan kuat tekan beton sampai 5,4% dari kuat tekan beton normal.
PEMANFAATAN SERBUK CANGKANG LOKAN SEBAGAI BAHAN PENGGANTI PASIR DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK Mulyati Mulyati
Ensiklopedia of Journal Vol 4, No 2 (2022): Vol 4 No. 2 Edisi 2 Januari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.834 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v4i2.1066

Abstract

This study uses lokan shellpowder as an alternative material for sand in the manufacture of paving block. The purpose of this study was to determine the compressive strength of paving block resulting from the use of lokan shell powder as a substitute for sand. The paving block specimens used rectangular molds measuring 20 cm x 10 cm x 6 cm, with a ratio of cement and sand mixture of 1:3 at 28 days of testing, with conventional/manual manufacturing methods.  Variation in the use of lokan shell powder as a substitute for sand are 0%, 10%, 20%, and 30%.  The results of the compressive strength test of paving block were obtained, for the use of 0% lokan shell powder was 8.67 MPa, the use of 10% lokan shell powder was 8.88 MPa, the use of 20% lokan shell powder was 10.2 MPa, and thw use of 30% lokan shell powder was 9.06 MPa.  Thus it can be stated that lokan shell powder can be used as a substitute for sand up to 30% in the manufacture of paving blocks.
PEMANFAATAN ABU KERTAS DAN SERBUK CANGKANG LOKAN PADA CAMPURAN BETON NORMAL DENGAN MENGGUNAKAN SIKACIM CONCRETE ADDITIVE Mulyati Mulyati; Wiki Yulandi
Ensiklopedia of Journal Vol 3, No 4 (2021): Vol 3 No 4 Edisi 1 Juli 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.512 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v3i4.809

Abstract

This research uses paper ash, lokan shell powder, and sikacim concrete additivefor normal concrete mix. Paper ash is used as a cement additive, while lokan shell powder is used as a partial substitute for sand. To overcome the lack of water in the concrete mixture, Sikacim concrete additive is used. The purpose of this study was to determine the compressive strength of concrete resulting from the use of paper ash as an additive and lokan shell powder as a substitute for sand by adding sikacim concrete additive.The test object used a cube mold of 15 cm x 15 cm x 15 cm with a concrete compressive strength of K-250 design at the age of 28 days of testing. Variations of the specimens used paper ash 0.25% by weight of cement, and lokan shell powder 0%, 10%, 20%, 30% by weight of sand, and 0.7% additive from the volume of water. Based on the results of the compressive strength test of concrete, the compressive strength of concrete is obtained, for normal concrete it is 276.6 kg/cm2, from the use of 0.25% paper ash, 0% lokan shell and 0.7% additive of 362.6 kg/cm2, from the use of 0.25% paper ash, 10% lokan shell and 0.7% additive of 365.3 kg/cm2, from the use of 0.25% paper ash, 20% lokan shell and 0.7% additive of 300.53 kg /cm2, from the use of 0.25% paper ash, 30% lokan shell and 0.7% additive of 250.16 kg/cm2.
PEMBUATAN PAVING BLOCK MENGGUNAKAN CETAKAN MANUAL DENGAN PEMADATAN BERLAPIS UNTUK PENGUJIAN KUAT TEKAN DAN PENYERAPAN AIR Mulyati Mulyati
Rang Teknik Journal Vol 6, No 1 (2023): Vol. 6 No. 1 Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.712 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v6i1.2910

Abstract

Penelitian ini menggunakan cetakan manual dalam pembuatan paving block dengan cara pemadatan berlapis. Tujuan dari penelitian ini  adalah untuk  mengetahui kuat tekan dan penyerapan air paving block menggunakan cetakan manual dengan cara pemadatan berlapis. Perbandingan bahan campuran pembuatan paving block yang digunakan adalah 1 bagian semen dan 3 bagian pasir dengan kuat tekan rencana 15 MPa. Benda uji paving block menggunakan cetakan persegi panjang ukuran 20 cm x 10 cm x 6 cm.  Pembuatan paving block menggunakan cetakan manual dengan pemadatan 1 lapis, 2 lapis , 3 lapis, dan 4 lapis. Pengujian kuat tekan dan penyerapan air paving block dilakukan pada umur 28 hari.  Berdasarkan hasil penelitian pembuatan paving block  menggunakan cetakan manual dengan pemadatan 1 lapis, 2 lapis, 3 lapis, dan 4 lapis diperoleh nilai kuat tekan rata-rata berturut-turut sebesar 16,11 MPa, 17,20 MPa, 18,04 MPa, dan 19,15 MPa,  dan nilai penyerapan airnya rata-rata berturut-turut sebesar 12,18%, 11,52%, 11,08%, dan 10,60%.  Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa pembuatan paving block dengan cetakan manual, semakin banyak lapis pemadatan maka semakin tinggi kuat tekan dan semakin rendah penyerapan air paving block yang dihasilkan.  Kata kunci: cetakan manual, pemadatan berlapis, paving block, kuat tekan, penyerapan air