Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Momentum

KOMPOSISI DAN KUAT TEKAN BETON PADA CAMPURAN Portland Composite Cement, PASIR DAN KERIKIL SUNGAI DARI BEBERAPA Quarry DI KOTA PADANG Mulyati Mulyati; Herman Herman
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 17, No 2 (2015): Volume 17 No. 2 Tahun 2015
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.902 KB)

Abstract

Perbandingan campuran beton yang umum digunakan untuk mutu sedang adalah 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil (1:2:3), yang lazim digunakan masyarakat untuk pembangunan konstruksi beton di Kota Padang. Namun hal ini menimbulkan permasalahan, bahwa belum tentu semua jenis campuran dapat menghasilkan kuat tekan beton yang baik, karena kondisi material dasar penyusun beton akan mempengaruhi kuat tekan yang dihasilkan. Permasalahan ini dapat diatasi dengan melakukan suatu variasi pemakaian agregat halus dan agregat kasar dari beberapa tempat penambangan. Pada penelitian ini, digunakan semen jenis Portland Composite Cement (PCC) produksi PT. Semen Padang, pasir dan kerikil sungai dari 3 (tiga) quarry di Kota Padang; yaitu Gunung Nago, Malfinas, dan Lubuk Minturun. Campuran adukan beton menggunakan perbandingan satu bagian semen, dua bagian pasir, dan tiga bagian kerikil (1:2:3), dengan rancangan dasar perlakuan rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai kuat tekan beton berkisar antara 131,97 kg/cm2 – 238,2 kg/cm2, dengan demikian dapat mencapai mutu beton K225 yang dapat digunakan pada pekerjaan pembangunan rumah tinggal, rumah toko, dan jalan rabat beton
ABU BATUBARA PLTU SIJANTANG SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH LEMPUNG EKSPANSIF Herman Herman
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 15, No 2 (2013): Volume 15 No 2 Agustus 2013
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.864 KB)

Abstract

Lempung ekspansif adalah lempung yang mempunyai kembang susut yang cukup tinggi akibat perubahan kadar air, tanah lempung ini sering menimbulkan kerusakan bangunan dan perkerasan jalan diatasnya, mempunyai daya dukung yang rendah jika dalam kondisi jenuh, oleh karena itu tanah lempung jenis ini perlu penanganan agar tidak menimbulkan masalah pada konstrusi diatasnya, salah satu penanganannya dengan stabilisasi, agar tanah lempung tersebut lebih stabil.Stabilisasi kimiawi biasanya memakai bahan semen atau kapur, pada penelitian ini digunakan abu batubara dari PLTU Sijantang, untuk mengetahui sejauh mana bahan abu ini dapat meminimalisir kembang susut tanah lempung ekspansif. Pencampuran abu batubara diambil 0%, 12%, 16% dan 20% dari berat kering tanah lempung. Hasil penelitian mengindikasikan semakin meningkat persentase abu batubara dalam tanah lempung, nilai-nilai specific gravity, batas cair, indeks plastisitas, kadar air optimum menurun, dan nilai-nilai batas susut, batas plastis, kepadatan , dan,persen pengembangan cenderung meningkat, sedangkan tekanan pengembangan pada awalnya meningkat, pada peningkatan persentase abu batubara pada lempung , nilai ini cenderung menurun.
PENGARUH ABU BATUBARA DAN KAPUR TERHADAP KEMBANG SUSUT TANAH LEMPUNG PADA KONDISI BASAH OPTIMUM Herman Herman; Syahroni Syahroni
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 No 1 Februari 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.442 KB)

Abstract

Stabilisasi adalah suatu tindakan yang diambil untuk mengatasi efek-efek negarif yang ditimbulkan oleh tanah bermasalah, apalagi tanah ini berfungsi sebagai tanah dasar. Bagi konstruksi jalan raya tanah dasar (subgrade) mempunyai peranan penting dalam menentukan umur rencana, terutama perkerasan fleksibel, jika tanah dasarnya bermasalah, akan timbul kerusakan pada permukaan jalan antara lain retak-retak, bergelombang, terjadi rekahan sampai kepada penurunan badan jalan. Ciri-ciri tanah bermasalah dilapangan dapat dilihat diantaranya berbutir halus, jika dalam kondisi basah terasa licin, lunak dan mengembang, dan jika dalam kondisi kering, keras, menyusut dan retak-retak, perbedaan sifat tanah inilah yang mendatangkan kerusakan bagi struktur yang ada diatasnya. Agar perbedaan sifat tanah ini tidak terjadi perlu adanya stabilisasi, bertolak dari kasus ini diadakanlah penelitian dilaboratorium , sebagai stabilizer digunakan kapur dan abu batubara, tanah sebagai bahan penelitian diambil dari desa Sawal Liat, kapur dari Padang Panjang, dan abu batubara dari Sawah Lunto, persentase campuran adalah kapur (0%, 5%), sedangkan abu batubara (0%, 12%, 16%, 20%) dari berat kering tanah asli, dengan masa perawatan 3 hari,pada kondisi basah optimum. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanah yang digunakan dalam penelitian ini termasuk dalam kelompok CH (USCS) atau kelopok A-7-5(68)(AASHTO). Semakin meningkat persentase kapur dan abu batubara pada campuran tanah dapat meningkatkan nilai batas plastis (PL), batas susut (SL), persen butiran tertahan saringan no. 200, berat volume kering (γd) tanah, dan menurunkan nilai batas cair (LL), indeks plastisitas (PI), persen butiran lolos saringan no. 200. Sedangkan nilai pengembangan dan tekanan pengembangan, kedua nilai ini menurun saat persentase kapur 5% dan abu batubara 0% didalam campuran tanah, peningkatan persentase abu batubara selanjutnya nilai-nilai ini cenderung meningkat.
STUDI DESAIN CAMPURAN PASIR GUNUNG (EX LUBUK ALUNG) TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Arman A; Herman Herman; Wahyu Aditya
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.948 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemakaian pasir gunung (ex Lubuk Alung) sebagai pengganti agregat halus pada adukan beton terhadap kuat tekan karakteristik beton normal yaitu K-225. Beton yang dihasilkan diuji pada umur 3, 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari, yang masing-masing dibuat tiga buah benda uji berbentuk persegi dengan ukuran 150 x 150 x 150 mm. Dari hasil pengujian benda uji diperoleh bahawa campuran dengan kadar tanah terhadap pasir sebesar 2,5% , 5% dan 10% penurunan nilai kekuatan tekan beton berturut –turut sebesar 15,28% , 17,38% dan 19,94% terhadap kuat tekan beton standar. Dari hasil kuat tekan pada umur 28 hari dapat disimpulkan bahwa kadar penggunaan pasir gunung tidak boleh lebih dari 2,239 %.
Pengaruh Abu Batubara PLTU Sijantang Terhadap Parameter Geser Tanah Lempung Herman Herman
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 14, No 1 (2013): Volume 14 No 1 Februari 2013
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.423 KB)

Abstract

Parameter kuat geser tanah diperlukan untuk menganalisa kapasitas dukung tanah, stabilitas lereng, dan gaya dorong pada dinding penahan tanah. Kuat geser adalah gaya perlawanan yang dilakukan oleh butir-butir tanah terhadap gaya desak atau gaya tarik. Bila tanah mengalami pembebanan akan ditahan oleh kohesi tanah dan gesekan antar butiran tanah. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh abu batubara PLTU Sijantang terhadap parameter kuat geser, dan parameter fisis tanah maka dilakukanlah penelitian dilaboratorium, pencampuran abu batubara diambil 0%, 12%, 16% dan 20% dari berat kering tanah lempung. Hasil penelitian mengindikasikan semakin meningkat persentase abu batubara dalam tanah lempung, nilai-nilai specific gravity, batas cair, indeks plastisitas, kadar air optimum tanah lempung menurun dan nilai-nilai batas susut, batas plastis, kepadatan , sudut gesek dalam tanah meningkat, sedangkan nilai kohesi awalnya terjadi peningkatan dan, pada penambahan abu batubara selanjutnya nilai ini cenderung menurun, tetapi masih diatas nilai kohesi tanah asli.
PENGARUH GARAM DAPUR (NaCl) TERHADAP KEMBANG SUSUT TANAH LEMPUNG Herman Herman; Willy Joetra
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 17, No 1 (2015): Volume 17 No 1 Tahun 2015
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.038 KB)

Abstract

Secara fisik, garam adalah padatan berwarna putih yang berbentuk kristal yang merupakan kumpulan senyawa dengan bahagian terbesar Natrium Chlorida (> 80%) serta senyawa lainnya seperti Magnesium Chlorida, Magnesium Sulfat, Calsium Clorida. Garam mempunyai sifat karakteristik hidroskopis sehingga mudah menyerap air. Dari penelitian yang telah dilaksanakan, garam dapat meningkatkan daya serap tanah terhadap air, mempertahankan permeabilitas dan mengurangi plastisitas tanah ketika basah. Untuk mengetahui pengaruh garam terhadap nilai kembang susut tanah lempung, diadakanlah penelitian di Laboratorium, garam yang digunakan adalah garam dapur beryodium merk”Octopuss”, sampel tanah lempung diambil pada sekitar ruas jalan By Pass KM 17-18 kedalaman 1 m, komposisi garam dalam tanah adalah 0%, 10%, 30% dan 50% dari berat kering tanah dengan masa perawatan 3 hari, pengujian terdiri dari uji sifat fisis dan uji sifat mekanis dari tanah asli maupun tanah yang telah dicampur dengan beberapa variasi garam dapur. Hasil pengujian menunjukan, semakin tinggi porsentase garam dalam tanah dapat menurunkan nilai-nilai batas cair (LL), batas plastis (LL), indeks plastisitas (PI), kadar air optimum, pengembangan dan tekanan pengembangan, pada 30% garam nilai pengembangan sudah mencapai nol, sedangkan nilai batas susut (SL), fraksi tertahan saringan no. 200 dan kepadatan kering maksimum tanah cenderung meningkat.