Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STUDI PENGGUNAAN ABU AMPAS TEBU DAN KAPUR SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH LEMPUNG Herman Herman; Weno M.; Dicky P.
Ensiklopedia of Journal Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 Edisi 1 Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.384 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v3i2.601

Abstract

Stabilisasi tanah merupakan usaha untuk memperbaiki sifat tanah secara teknis dengan menggunakan bahan-bahan tertentu, dengan tujuan untuk mendapatkan tanah dasar menjadi stabil pada semua kondisi. Sudah banyak penelitian yang dilakukan untuk menstabilisasi tanah yang bermasalah. Pada penelitian ini digunakan bahan abu ampas tebu dengan kapur sebagai bahan tambah. Sampel tanah diambil disekitar perumahan Taman Asri III Desa Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Kotamadya Padang, sedangkan abu ampas tebu adalah hasil pembakaran ampas tebu pada pabrik gula merah di Puncak Lawang Agam dan kapur dibeli dari sebuah toko di kota Padang. Komposisi abu ampas tebu adalah 0%, 9%, 12% dan 15%, kapur ditetapkan 8% dari berat kering tanah. Pengujian terdiri dari uji sifat fisis dan uji sifat mekanis baik tanah asli, maupun tanah yang telah dicampur berbagai variasi persentase abu ampas tebu dan 8% kapur, dengan masa pemeliharaan sampel adalah 3 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanah sampel masuk kedalam kelompok MH (USCS) atau kelompok A-7-5 (32)(AASHTO) yaitu jenis tanah dasar yang buruk. Pencampuran abu ampas tebu dan kapur terhadap tanah dapat memperbaiki sifat-sifat fisis dan sifat-sifat mekanis tanah. Sifat-sifat fisis dapat dilihat dengan menurunnya nilai-nilai batas cair (LL), indeks plastisitas (PI), persen lolos saringan no. 200 dan meningkatnya nilai-nilai batas plastis (PL), batas susut (SL). Sedangkan sifat-sifat mekanis yaitu meningkatnya nilai-nilai kepadatan (γd), CBR (soaked dan unsoaked), kuat tekan bebas (qu), dan menurunnya nilai pengembangan dan tekanan pengembangan tanah. Hasil terbaik dicapai pada pencampuran 9% abu ampas tebu + 8% kapur didalam kandungan tanah.
PEMANFAATAN LIMBAH BATUBATA MERAH DALAM MENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG Herman Herman; Mia A Mia A
Ensiklopedia of Journal Vol 4, No 2 (2022): Vol 4 No. 2 Edisi 2 Januari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.673 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v4i2.1065

Abstract

Clay soil is a soil that causes a lot of problems, has low permeability and is difficult to handle in the field. The grains are very fine and composed of minerals that can be affected by water. If the water content is high this soil expands and its strength decreases significantly and causes damage to the structure above it. To overcome this problem, researchers tried to use brick waste as a mixing material, because this material is very commonly found in the field. The composition of the waste bricks in the soil content is 0%, 10%, 15% and 20%, the tests carried out include the Atterberg test, grain size analysis, and compaction test. For the CBR test and free compression test carried out at the maximum solid condition. Tests were carried out both on soil samples and on soil samples that had been mixed with brick waste. The test results show that the waste bricks in the soil can reduce soil plasticity, it can be seen by the decrease in the liquid limit value (LL), plasticity index (PI) and the free compressive value (qu) of the soil. While soil density, CBR (soaked, unsoaked) initially increases, as the percentage of waste bricks in the soil content increases, these values decrease. The best results were achieved at 15% of the waste bricks in the soil content.
EFEKTIFITAS ABU SABUT KELAPA DALAM MENSTABILISASI TANAH LEMPUNG Herman Herman; Fernando. D Fernando. D
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 No. 2 Edisi 2 Januari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.8 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i2.1487

Abstract

Keberadaan tanah dasar (subgrade) sangat penting pada konstruksi jalan raya. Tanah dasar yang tidak stabil akan mendatangkan kerusakan badan jalan diatasnya, tanah ini terdiri dari tanah yang mengandung mineral yang sangat peka terhadap pengaruh air. Jika kadar air meningkat tanah akan mengembang dan lunak, sebaliknya jika kadar air menurun tanah ini akan menyusut. Proses kembang susut sangat berperan dalam merusak struktur jalan raya. Untuk meminimalisir kembang susut tanah, pada penelitian ini digunakan abu sabut kelapa. Tanah dasar sebagai sampel diambil dari Kompleks Taman Asri III Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Kodya Padang. Penambahan abu sabut kelapa kedalam campuran tanah ditetapkan 0%, 6%, 9% dan 12% dari berat kering tanah dengan masa perawatan 3 hari. Pengujian dilakukan terdiri dari uji sifat-sifat fisis dan uji sifat-sifat mekanis. Uji sifat-sifat fisis diantaranya uji berat jenis, analisa saringan, batas-batas Atterberg. Sedangkan uji sifat-sifat mekanis antara lain uji pemadatan, uji pengembangan dan tekanan pengembangan.Hasil penelitian sampel tanah masuk kelompok MH (USCS), dari klasifikasi AASHTO tanah  masuk kelompok A-7-5(32). Hasil pengujian sifat-sifat fisis tanah, abu sabut kelapa dapat menurunkan plastisitas tanah, sementara persen butiran kasar meningkat. Hasil pengujian sifat-sifat mekanis menunjukan, keberadaan abu sabut kelapa didalam kandungan tanah dapat meningkatkan kepadatan tanah dan stabilitas tanah. Meningkatnya stabilitas tanah dapat dilihat dengan menurunnya nilai persen pengembangan dan nilai tekanan pengembangan tanah. Nilai persen pengembangan turun 0,54% atau 91,53% dari nilai pengembangan tanah asli dicapai pada 9% abu sabut kelapa didalam kandungan tanah dan nilai tekanan pengembangan turun 132 kPa atau 85,16% dari nilai tekanan pengembangan tanah asli, terjadi pada 12% abu sabut kelapa didalam kandungan tanah.