Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Performance determinants in tropical trail running: Race result analysis of the 5K and 10K Merapi Merbabu de Trail 2025 Siti Baitul Mukarromah; Sugiarto Sugiarto; Gustiana Mega Anggita; Sri Agus Budi Santoso; Sangheon Park; Ambar Dwi Erawati; Rikha Liemiyah; Aziiz Mardanarian Rosdianto; Ronny Lesmana; Faisyal Syofian
Physical Education and Sports: Studies and Research Vol. 5 No. 1 (2026): Physical Education and Sports: Studies and Research
Publisher : CV Rezki Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56003/pessr.v5i1.699

Abstract

Background: The limited research on the determinants of performance in short-distance trail running in tropical environments is a major problem in understanding the influence of environmental conditions on runners' performance and pacing strategies.Objectives: This study aimed to examine the influence of race distance, sex, and age on trail running performance in the 5K and 10K categories of the Merapi Merbabu de Trail 2025.Methods: A retrospective observational race result analysis was conducted using official race data from the Merapi Merbabu de Trail 2025. The study included 429 runners (5K: n = 144; 10K: n = 285), consisting of 275 male and 154 female participants. The primary outcome variable was finish time (in minutes), while the independent variables included race, distance, sex, and age. Statistical analyses were performed using SPSS version 26, including descriptive statistics, independent-samples t-tests, Cohen’s d effect sizes, and multiple linear regression to evaluate predictors of performance.Results: Results showed a significant difference in performance between race distances. The mean finish time for the 5K category was 152.8 ± 44.3 minutes, while the 10K category averaged 306.1 ± 74.3 minutes (t = -26.68, p < 0.001, Cohen’s d = 2.50). Male runners completed the 10K race faster than female runners (293 vs. 345 minutes). Regression analysis indicated that finish time increased by approximately 2–3 minutes per year of age, indicating a progressive decline in performance with increasing age.Conclusions: These findings indicate that race distance, sex, and age are significant determinants of trail running performance in tropical environments.
Analisis Tren Temporal Kasus Penyakit Pernapasan Berdasarkan ICD-10 Di Kota Semarang Ghina Fatin Qothrunnida; Okti Truhastuti Dyah R.; Ahmad Zaini; Ambar Dwi Erawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20299

Abstract

ABSTRACT The human respiratory system is susceptible to various diseases that are influenced by exposure to bacteria, viruses and air pollutants. Respiratory tract diseases are a major cause of morbidity and death, with symptoms varying from mild flu to severe conditions. Delay in diagnosis increases the risk of death, making prevention and management of this disease a public health priority. This study analyzes the temporal trends of respiratory tract diseases in Semarang City from January 2014 to July 2023 using ICD-10 data. Weather factors, air pollution and seasonal allergens influence case fluctuations, with a spike in cases from January to March. Exposure to air pollution, especially PM2.5 and ozone, contributes to an increase in respiratory diseases. Climate change is also affecting the prevalence of the disease, with extreme temperatures and high humidity increasing the risk. The results show the importance of season-based interventions to reduce the burden of respiratory diseases, including pollution control and public education. Keywords: Epidemiological Trends, Air Pollution, Climate Change, Air Temperature, Respiratory Tract Diseases  ABSTRAK Sistem pernapasan manusia rentan terhadap berbagai penyakit yang dipengaruhi oleh paparan bakteri, virus, dan polutan udara. Penyakit saluran pernapasan merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian, dengan gejala yang bervariasi, dari flu ringan hingga kondisi berat. Keterlambatan diagnosis meningkatkan risiko kematian, sehingga pencegahan dan pengelolaan penyakit ini menjadi prioritas kesehatan masyarakat. Penelitian ini menganalisis tren temporal penyakit saluran pernapasan di Kota Semarang dari Januari 2014 hingga Juli 2023 menggunakan data ICD-10. Faktor cuaca, polusi udara, dan alergen musiman mempengaruhi fluktuasi kasus, dengan lonjakan kasus pada bulan Januari hingga Maret. Paparan polusi udara, terutama PM2.5 dan ozon, berkontribusi terhadap peningkatan penyakit pernapasan. Perubahan iklim juga mempengaruhi prevalensi penyakit ini, dengan suhu ekstrim dan kelembaban tinggi dapat meningkatkan risiko. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya intervensi berbasis musim untuk mengurangi beban penyakit saluran pernapasan, termasuk pengendalian polusi dan edukasi masyarakat. Kata Kunci: Tren Epidemiologi, Pencemaran Udara, Perubahan Iklim, Suhu Udara, Penyakit Saluran Pernapasan.
Peningkatan Pengetahuan tentang Penyakit Jantung Koroner Ambar Dwi Erawati
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol2.iss1.113

Abstract

The disease that occurs in the elderly is hypertension. Meanwhile, hypertension has 81.3% risk factors for coronary heart disease. Coronary heart disease can be prevented with a healthy lifestyle, so it is necessary to increase knowledge about coronary heart disease in the elderly. Methods to increase knowledge about coronary heart disease through lectures which are a series of community service activities Assistance for elderly posyandu cadres in RW V, Bambankerep Village, Ngaliyan District, Semarang City. The results increased by 39.1% regarding definition, 21.73% regarding signs and symptoms, 28.3% regarding risk factors and 28.3% regarding the prevention of coronary heart disease.
Penguatan Peran Ibu PKK dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue Berbasis One Health di Wilayah Pesisir Okti Trihastuti Dyah Retnaningrum; Ambar Dwi Erawati
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2999

Abstract

Demam Berdarah Dengue masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota Semarang. Kelurahan Tambakharjo sebagai kelurahan yang bebas DBD pada tahun 2022 dan 2023, mengalami kenaikan kasus DBD pada tahun 2024 menjadi 3 kasus DBD dengan 1 kematian. Kondisi pemukiman padat di wilayah pesisir dan terbatasnya keterlibatan masyarakat mengindikasikan perlunya pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan dengan pendekatan One Health. Kegiatan pengabdian dilakukan pada komunitas PKK RW 02 melalui metode edukasi dan pembuatan media promosi kesehatan. Intervensi meliputi penyuluhan data epidemiologi DBD, pengelolaan lingkungan, PSN serta program Wolbachia. Selanjutnya dilakukan pelatihan pembuatan media promosi kesehatan poster. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan metode pretest dan post test. Pengukuran statistik pengetahuan peserta menunjukkan nilai p<0,05 yang mengindikasikan ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Selain itu, data penurunan kasus DBD pada tahun 2025 mengindikasikan adanya dampak positif dari kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis One Health dalam mendukung pencegahan DBD.