Mohammad Misbah Khunur
Department Chemistry, Faculty Of Mathematics And Natural Sciences, University Of Brawijaya, Jl. Veteran 65145, Malang, Indonesia

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh pH dan Waktu Kontak pada Adsorpsi Ion Logam Cd2+ Menggunakan Adsorben Kitin Terikat Silang Glutaraldehid Abdillah, Akhmad Isa; Darjito, Darjito; Khunur, Mohammad Misbah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.531 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dibahas tentang pengaruh pH dan waktu kontak pada adsorpsi ion logam Cd2+ menggunakan adsorben kitin terikat silang glutaraldehid. Kitin yang digunakan berasal dari kulit udang dibuat melalui proses deproteinasi dan demineralisasi. Penambahan NaOH, NaCl dan glutaraldehid dilakukan pada proses pembuatan kitin terikat silang glutaraldehid. Karakterisasi kitin dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer FTIR, kemudian dilakukan SEM-EDX. Spektra FTIR digunakan untuk menentukan derajat deasetilasi dan gugus fungsi dari kitin terikat silang glutaraldehid. Adsorpsi ion logam Cd2+ oleh kitin terikat silang glutaraldehid dilakukan pada variasi pH 2, 3, 4, 5, dan 6, serta variasi waktu 20, 40, 60, 80, 100, dan 120 menit. Hasil karakterisasi kitin terikat silang glutaraldehid menunjukkan penurunan derajat deasetilasi dari 35,35% menjadi 8,7294%, dan bentuk morfologi lebih rapat dibandingkan dengan bentuk morfologi kitin kulit udang biasa. Kondisi optimum dari proses adsorpsi terjadi pada pH 4 dengan prosentase adsorpsi sebesar 91,75% dan waktu kontak 120 menit dengan prosentase adsorpsi sebesar 91,64%.   Kata kunci : kitin terikat silang glutaraldehid, adsorpsi, ion logam Cd2+ 
FOTODEGRADASI ZAT WARNA JINGGA METIL MENGGUNAKAN TIO2-ZEOLIT DENGAN PENAMBAHAN ANION ANORGANIK NO3- Andarini, Novita Rizqi; Wardhani, Sri; Khunur, Mohammad Misbah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.588 KB)

Abstract

Pengaruh NO3- pada proses degradasi larutan methyl orange dipelajari dengan metode fotokatalisis dilakukan dengan menambahkan TiO2-zeolit serta NO3-. Pengaruh nitrat terhadap konstanta laju dilakukan fotodegradasi methyl orange 15mg/L pada pH 2 sebanyak 25 mL dengan jumlah fotokatalis 50 mg dan  NO3- 0; 0,5; 1; 1,5 dan 2 M, dilakukan penyinaran selama 20, 40, 60, 80 dan 100 menit. Pengaruh jumlah fotokatalis dilakukan fotodegradasi methyl orange 15mg/L pada pH 2 sebanyak 25 mL dengan konsentrasi NO3- 2 M dan variasi jumlah fotokatalis 12,5; 25; 50 dan 75 mg dengan lama penyinaran 100 menit. Karakterisasi TiO2-zeolit dengan menggunakan XRD diperoleh jenis zeolit klipnotilolit dan mordenit, struktur TiO2 yaitu anatase. Berdasarkanpenelitian, penambahan NO3- pada 0,5 M dan 1 M mengakibatkan penurunan konstanta laju dan mengalami peningkatan dengan adanya NO3- 2 M. Degradasi methyl orange akan meningkat pada berbagai variasi konsentrasi NO3- dengan lama penyinaran hingga 100 menit. Penambahan jumlah TiO2-zeolit pada 25 mL methyl orange 15 mg/L meningkatkan degradasi zat warna namun tidak signifikan.Kata kunci: fotokatalis, konstanta laju, methyl orange, nitrat, zeolit
PENGARUH PH PADA REDUKSI AU(III) MENJADI AU DALAM GEL METASILIKAT Radiansyah, Muhamad Agus; Khunur, Mohammad Misbah; Prananto, Yuniar Ponco
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.705 KB)

Abstract

Kristal tunggal emas dapat disintesis dengan metode gel metasilikat. Gel metasilikat memiliki beberapa kelebihan yaitu sederhana, mudah dilakukan pada suhu kamar dan memiliki kristalinitas yang lebih baik dibandingkan gel lainnya seperti agar, gelatin, lempung dan poliakrilamida. Kristalinitas gel metasilikat memiliki struktur tautan silang (Si-O-Si) yang mampu membentuk polimer dan memiliki rongga-rongga pada gel sebagai ruang yang kondusif untuk pertumbuhan kristal. Penelitian ini dilakukan untuk mensintesis kristal tunggal emas dalam gel metasilikat dan mengetahui pengaruh pH awal larutan gel terhadap kristal hasil sintesis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa semakin tinggi pH larutan awal pembentukan gel, semakin besar massa kristal yang diperoleh. pH optimum larutan awal pembentukan gel adalah 5,5 dan efisiensi massa kristal hasil sintesis sebesar 29,78%.Kata kunci: gel metasilikat, kristal tunggal emas, pH
STUDI AWAL SINTESIS KRISTAL TUNGGAL Fe(III)-TARTRAT DARI Fe2O3 DALAM GEL METASILIKAT Grafist, Therra Raditya; Khunur, Mohammad Misbah; Prananto, Yuniar Ponco
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.156 KB)

Abstract

Kristal tunggal logam tartrat telah banyak disintesis dalam gel metasilikat dan menunjukkan berbagai sifat menarik seperti feroelektrik, dielektrik, piezoelektrik, dan karakteristik optik non-linier, namun untuk logam bervalensi tiga seperti Fe(III) belum banyak dilaporkan  Sintesis kristal tunggal Fe(III)-tartrat dari Fe2O3 dalam gel metasilikat yang dilakukan dengan metoda tabung gelas tunggal dengan variasi pH 3,0; 3,5; 4,0; dan 4,5 Sedangkan karakterisasi kristal hasil sintesis dilakukan dengan spektrofotmetri IR dan XRD. Sintesis dilakukan pada suhu kamar selama 15 hari dengan cara menambahkan larutan supernatan Fe2(SO4)3 yang dibuat dengan mereaksikan Fe2O3 dan H2SO4 ke atas gel metasilikat yang sebelumnya telah ditambahkan dengan larutan asam tartrat. Hasil penelitian menujukkan bahwa kristal tunggal Fe(III)-tartrat dalam gel metasilikat diperoleh pH optimum 3,5 dan rendemen 15,44%. Karakterisasi dengan spektrofotometri IR dan XRD mengindikasikan bahwa kristal hasil sintesis mengandung gugus tartrat. Kata kunci: Fe(III), Tartrat, Gel metasilikat, Kristal tunggal.
ADSORPSI TEMBAGA(II) MENGGUNAKAN BIOMASSA Azolla microphylla DIESTERIFIKASI DENGAN ASAM SITRAT Yunita, Tatik; Purwonugroho, Danar; Khunur, Mohammad Misbah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.31 KB)

Abstract

The research about adsorption of copper(II) using Azolla microphylla biomass esterified with citric acid has been conducted. The aim of this research was to determine the optimum conditions of copper(II) adsorption by Azolla microphylla biomass esterified with citric acid and adsorption capacity of esterified biomass toward copper(II). Esterification of biomass was conducted by suspending 5 g of biomass in 50 mL of 0.8 M citric acid solution followed by drying the suspension in the oven at 60 oC. Then, the dried suspension was heated at 120 oC for 3.5 hours. Batch experiments were carried out using dry biomass of 120-150 mesh at various pH of 3; 4; 5; and 6, various contact time of 30; 45; 60; 75; 90; and 120 minutes, and various copper(II) concentration of 50; 75; 100; 125; 150 mg/L. The results showed that the optimum conditions for the adsorption of copper(II) by biomass Azolla microphylla esterified with citric acid occurred at pH 5 and contact time 60 minutes. According to the Langmuir adsorption isotherm equation, it was found that the adsorption capacity (Qmax) of esterified biomass (15.625 mg/g) was smaller than that of non-esterified biomass (24.390 mg/g). Keywords: Azolla microphylla, biosorption, citric acid, copper(II), esterification.
Synthesis and Structure of 2D Cobalt(II)-tartrate Hydrate Coordination Polymers Crystallised from Aqueous Solution Mohammad Misbah Khunur; Yuniar Ponco Prananto
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2018: BCREC Volume 13 Issue 2 Year 2018 (August 2018)
Publisher : Department of Chemical Engineering - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.13.2.1342.213-219

Abstract

Cobalt(II)-tartrate hydrate coordination polymer is successfully crystallisedfrom aqueous solution at room temperature. Unlike previous methods, diammonium tartrate was used and reacted directly with an aqueous solution of cobalt(II). Single crystal X-ray and ATR-IR analyses were performed toward the synthesized crystal. The crystal structure displaysa (6,3) 2D sheet which then grow into a 3D hydrogen-bonded network. Tetra- and hexa-dentate dianionic tartaric ligands are observed in the crystal structure, in which the hexadentate ligand connects four different cobalt centres. This method is considered feasible, affordable, and simple for the production of functional polymeric cobalt(II)-tartrate hydrate. 
Effect of CO2 Flow Rate and Carbonation Temperature in the Synthesis of Crystalline Precipitated Calcium Carbonate (PCC) from Limestone Sri Wardhani; Fanny Prasetia; Mohammad Misbah Khunur; Danar Purwonugroho; Yuniar Ponco Prananto
Indonesian Journal of Chemistry Vol 18, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.704 KB) | DOI: 10.22146/ijc.26608

Abstract

The effect of CO2 flow rate and carbonation temperature were studied in the synthesis of PCC from limestone using carbonation method. The synthesis was started by dissolving CaO that was obtained from calcination of limestone into HNO3 6M. The solution was then added with ammonia solution and then streamed with CO2 until pH 8 with flow rates of 0.5; 1.0; 1.5; and 2.0 L/min. The optimum flow rate obtained from this stage was then applied in the carbonation process with temperatures of 50, 80, 100, 150, 200, and 250 °C. The results showed that low flow rate give reasonably high yield but the yields obtained in every flow rate used in this work has insignificant difference based on F-test. The optimum flow rate used for the synthesis of PCC in the next stage was 0.5 L/min with a yield of 62.95%. Different carbonation temperature influences the polymorphs and crystallinity of the synthesized PCC. The synthesized PCC was analyzed by FT-IT, powder-XRD, SEM-EDX, and PSA. FT-IR analysis showed stretching vibrations of C–O at 1419, 1479, and 1384 cm-1 which correspond to calcite, vaterite, and aragonite respectively. Powder-XRD and SEM-EDX confirms that at the carbonation temperature of 50 °C, calcite and vaterite were formed, while at the carbonation temperature of 80 °C, mixture of calcite-vaterite-aragonite were obtained. Higher carbonation temperature changes the vaterite and aragonite polymorphs into calcite, and the best crystallinity was obtained at 250 °C. PSA analysis showed that the particle diameter of the synthesized PCC was about 3.58 to 38.14 µm.
Penerapan Konsep Kurikulum Hijau dan Kimia Hijau dalam Desain Praktikum dan Pengolahan Limbah Laboratorium Kimia Soerjani Widyastuti; Nur Yusrina; Sasti Gona Fadhilah; Mohammad Misbah Khunur
The Indonesian Green Technology Journal Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain praktikum yang ramah lingkungan dan pengolahan limbah laboratorium kimia di perguruan tinggi perlu diperhatikan untuk mengurangi potensi pencemaran di area kampus maupun lingkungan sekitarnya. Hal ini juga media pembelajaran yang baik bagi mahasiswa dalam memadukan konsep kurikulum hijau dan kimia hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan konsep kurikulum hijau dan kimia hijau dalam desain praktikum dan pengolahan limbah laboratorium kimia, dengan sampel yaitu Praktikum Kimia Dasar di Fakultas MIPA Universitas Brawijaya 2019-2020. Penelitian ini terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu: (1) desain model praktikum, (2) pelaksanaan dan observasi praktikum, (3) pengolahan limbah praktikum, dan (4) evaluasi dan analisa data. Berdasarkan hasil evaluasi, konsep kurikulum hijau yang dipadukan dengan konsep kimia hijau di Praktikum Kimia Dasar dapat diterapkan dengan memperhatikan capaian pembelajaran. Tingkat capaian pembelajaran yang masih dalam level dasar (dari segi alat dan bahan kimia yang digunakan), kemudahan dalam substitusi bahan kimia, dan banyaknya pilihan jenis percobaan merupakan alasan utama dalam fisibiltas penerapan konsep ini. Penerapan konsep hijau ini juga dapat mengurangi jumlah dan toksisitas limbah laboratorium, mengurangi biaya bahan kimia yang digunakan dalam praktikum serta dalam pengolahan limbah cair di laboratorium. Kata kunci: kurikulum hijau, kimia hijau, limbah cair, pengelolaan limbah, praktikum.
Penerapan Konsep Kurikulum Hijau dan Kimia Hijau dalam Desain Praktikum dan Pengolahan Limbah Laboratorium Kimia Soerjani Widyastuti; Nur Yusrina; Sasti Gona Fadhilah; Mohammad Misbah Khunur
The Indonesian Green Technology Journal Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Postgraduate School Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.igtj.2022.011.01.03

Abstract

Desain praktikum yang ramah lingkungan dan pengolahan limbah laboratorium kimia di perguruan tinggi perlu diperhatikan untuk mengurangi potensi pencemaran di area kampus maupun lingkungan sekitarnya. Hal ini juga media pembelajaran yang baik bagi mahasiswa dalam memadukan konsep kurikulum hijau dan kimia hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan konsep kurikulum hijau dan kimia hijau dalam desain praktikum dan pengolahan limbah laboratorium kimia, dengan sampel yaitu Praktikum Kimia Dasar di Fakultas MIPA Universitas Brawijaya 2019-2020. Penelitian ini terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu: (1) desain model praktikum, (2) pelaksanaan dan observasi praktikum, (3) pengolahan limbah praktikum, dan (4) evaluasi dan analisa data. Berdasarkan hasil evaluasi, konsep kurikulum hijau yang dipadukan dengan konsep kimia hijau di Praktikum Kimia Dasar dapat diterapkan dengan memperhatikan capaian pembelajaran. Tingkat capaian pembelajaran yang masih dalam level dasar (dari segi alat dan bahan kimia yang digunakan), kemudahan dalam substitusi bahan kimia, dan banyaknya pilihan jenis percobaan merupakan alasan utama dalam fisibiltas penerapan konsep ini. Penerapan konsep hijau ini juga dapat mengurangi jumlah dan toksisitas limbah laboratorium, mengurangi biaya bahan kimia yang digunakan dalam praktikum serta dalam pengolahan limbah cair di laboratorium. Kata kunci: kurikulum hijau, kimia hijau, limbah cair, pengelolaan limbah, praktikum.
Synthesis and Structure of 2D Cobalt(II)-tartrate Hydrate Coordination Polymers Crystallised from Aqueous Solution Mohammad Misbah Khunur; Yuniar Ponco Prananto
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2018: BCREC Volume 13 Issue 2 Year 2018 (August 2018)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.13.2.1342.213-219

Abstract

Cobalt(II)-tartrate hydrate coordination polymer is successfully crystallisedfrom aqueous solution at room temperature. Unlike previous methods, diammonium tartrate was used and reacted directly with an aqueous solution of cobalt(II). Single crystal X-ray and ATR-IR analyses were performed toward the synthesized crystal. The crystal structure displaysa (6,3) 2D sheet which then grow into a 3D hydrogen-bonded network. Tetra- and hexa-dentate dianionic tartaric ligands are observed in the crystal structure, in which the hexadentate ligand connects four different cobalt centres. This method is considered feasible, affordable, and simple for the production of functional polymeric cobalt(II)-tartrate hydrate.