Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Heuristic

DAMPAK PROSES PENGOLAHAN AIR BERSIH TERHADAP LINGKUNGAN Andrian, David; Irawati, Desrina Yusi
Heuristic Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v16i1.2475

Abstract

Penggunaan  polimer, koagulan, alum, dan gas klorin pada proses penjernihan air akan mengakibatkan dampak lingkungan. Pendekatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisa dampak lingkungan adalah dengan metode Life Cycle Assessment (LCA). LCA  terdiri dari empat tahapan utama, yaitu goal and scope, Life Cycle Inventory (LCI), Life Cycle Impact Assessment (LCIA), dan Interpretation. Berdasarkan proses software SimaPro 7 metode Impact 2002+, bagian dalam proses pengolahan air yang menimbulkan dampak lingkungan paling besar adalah penggunaan natural gas. Penggunaan natural gas atau listrik per 1 kg air menyebabkan dampak lingkungan non-renewable energy sebesar 5,55E-9 Pt dan pemanasan global sebesar 4,66E-9 Pt. Penggunaan natural gas yang menyebabkan dampak non-renewable energy adalah ketersediaan gas (6E-9 Pt), minyak (7,66E-10 Pt), dan uranium (3,52E-10 Pt) pada tanah semakin berkurang. Penggunaan natural gas yang menyebabkan dampak pemanasan global adalah carbon dioxide hasil pembakaran bahan bakar fosil (5,46E-9 Pt). Besarnya penggunaan listrik pada proses pengolahan air bersih di IPAM disebabkan jarak pengambilan air cukup jauh dan peralatan yang sudah tua.Kata kunci: air, Instalasi Pengolahan Air Minum, Life Cycle Assessment
ANALISIS TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) PADA INTENTION TO TRANSACT ONLINE (STUDI KASUS: E-WALLET OVO DI KOTA SURABAYA) Nainggolan, Blandina Angelina; Andrian, David
Heuristic Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/heuristic.v18i2.6159

Abstract

Digital payment mengalami pertumbuhan yang sangat pesat sejak awal kehadirannya di Indonesia. Digital payment merupakan inovasi dalam industri jasa finansial yang memanfaatkan teknologi sehingga memungkinkan penggunanya melakukan berbagai transaksi keuangan secara digital. Salah satu digital payment yaitu e-wallet OVO yang dikelola oleh PT. Visioner Internasional yang memberikan kemudahan dalam bertransaksi (OVO Cash) dan memberi kesempatan lebih besar dalam mengumpulkan poin (OVO Points). Saat ini aplikasi OVO dapat diakses melalui smartphone baik pengguna android maupun iOS. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variabel perceived case to use, perceived usefulness, act to use, perceived trust, perceived risk terhadap intention to transact online pada penggunaan e-wallet OVO. Analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis Partial Least Square (PLS). Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada minimum 385 responden pengguna e-wallet OVO di Surabaya. Untuk memudahkan penulis, hasil penelitian diolah dengan software SmartPLS 3.0. Berdasarkan hasil analisis, variabel perceived usefulness dan act to use berpengaruh positif signifikan, sedangkan variabel perceived ease of use, perceived trust, dan perceived risk berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap intention to transact online. Dan dalam penelitian ini menjelaskan 54% dari intention to transact online pada pengguna e-wallet di Kota Surabaya.