Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Intrinsic religiosity and purchase intention: The role of attitude and moral efficacy Andi Suseno; Utik Bidayati; Purwoko Purwoko; Mahamadaree Waeno
Jurnal Fokus Manajemen Bisnis Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/fokus.v14i2.10592

Abstract

The diversity of products on the market today raises various kinds of consumer considerations when making purchases. Consumers will consider the basics they have before making a purchase. Factors that influence consumers before making a purchase come from internal and external consumers. In this study, consumer behavior analysis is seen based on internal factors such as intrinsic religiosity, attitude, and moral efficacy. This study analyzes the effect of intrinsic religiosity on purchase intention by mediating attitude and moral efficacy. This study examines the behavior of consumers of cosmetic products in Yogyakarta, Indonesia and obtained a sample of 92 respondents. The research data were analyzed using the Smart PLS 4.0 software to test validity, reliability, and bootstrapping. The results of the study proved intrinsic religiosity does not negatively affect purchase intention, intrinsic religiosity has no positive effect on attitude, intrinsic religiosity has a positive effect on moral efficacy, attitude negatively affects purchase intention, moral efficacy has no negative effect on purchase intention,  attitude does not mediate the influence of intrinsic religiosity on purchase intention, and moral efficacy did not mediate the effect of intrinsic religiosity on purchase intention.
CO-CREATION ACTIVITIES AND SUSTAINABILITY PERFORMANCE OF SMES: AN ESG PERSPECTIVE Paskalis Dio Bramantyo; Christina Whidya Utami; Purwoko Purwoko
Jurnal Bisnis dan Keuangan Vol 11 No 1 (2026): Business and Finance Journal
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/bfj.v11i1.8529

Abstract

Global pressure on sustainability and ESG demands, as well as changing consumer preferences, are encouraging MSMEs to adopt more collaborative and sustainable business strategies. One of the increasingly relevant approaches is co-creation activities, where MSMEs involve customers and stakeholders in the process of creating value. However, empirical evidence on how co-creation activities increase the sustainability performance of MSMEs through a strategic mechanism remains limited, particularly in the food and beverage (FnB) sector. This study aims to analyze the influence of co-creation activities on the sustainability performance of MSMEs with the role of mediation of green innovation and stakeholder engagement from an ESG perspective. Research uses a quantitative approach with Structural Equation Modeling (SEM) analysis. The research sample consists of 120 FnB MSMEs in East Java (Surabaya, Malang, Mojokerto, Jember, and Banyuwangi) selected using purposive sampling based on criteria for implementation practice sustainability. Research results show that co-creation activities positively influence green innovation and stakeholder engagement, thereby increasing sustainability performance. Findings: This confirms that collaboration marks not only a marketing strategy but also a strategic mechanism for strengthening the performance of ESG-based MSME sustainability.
Strategi Transformasi Digital dalam Membangun Keberlanjutan Bisnis Lembaga Keuangan Syariah: Studi Kasus Kualitatif tentang Integrasi Model Bisnis Digital, Inovasi Produk, dan Kewirausahaan Strategis pada BPRS Barokah Dana Sejahtera. Daerah Istimewa Yogyakarta. Indonesia Tabah Indra Gunawan; Purwoko Purwoko; Zunan Setiawan
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12638

Abstract

Transformasi digital menjadi faktor strategis bagi keberlanjutan bisnis lembaga keuangan syariah dalam menghadapi perubahan perilaku nasabah, perkembangan teknologi finansial, dan meningkatnya tuntutan efisiensi operasional. Namun, penelitian mengenai digitalisasi pada sektor perbankan syariah masih banyak berfokus pada aspek adopsi teknologi dan belum mendalam menjelaskan proses integrasi antara model bisnis digital, inovasi produk, dan kewirausahaan strategis dalam membangun keberlanjutan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi transformasi digital keberlanjutan bisnis pada BPRS Barokah Dana Sejahtera Yogyakarta melalui perspektif integrasi model bisnis digital, inovasi produk, dan kewirausahaan strategis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci yang terdiri atas pimpinan, manajemen operasional, bagian teknologi informasi, dan pihak yang terlibat dalam pengembangan layanan digital BPRS. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo 15 melalui tahapan pengkodean terbuka, pengelompokan kategori, analisis tema, dan visualisasi hubungan antar konsep. Hasil pengolahan NVivo 15 menunjukkan terbentuknya empat tema utama, yaitu kapabilitas digital organisasi, transformasi model bisnis, inovasi produk berbasis kebutuhan nasabah, dan orientasi kewirausahaan strategis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan bisnis BPRS dibangun melalui kemampuan organisasi dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan strategi inovasi dan pengkreasian nilai berbasis kebutuhan pelanggan. Penelitian ini menghasilkan model konseptual transformasi digital berkelanjutan pada lembaga keuangan syariah yang menempatkan kapabilitas digital sebagai penggerak utama perubahan organisasi.
Strategi Transformasi Green Supply Chain Management melalui Praktik Circular Economy dalam Membangun Keberlanjutan Agribisnis Peternakan Domba: Studi Kasus Kualitatif pada Wedhusqu Farm Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Indonesia Hasib Sunarso; Zunan Setiawan; purwoko Purwoko
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12640

Abstract

Transformasi keberlanjutan pada sektor agribisnis peternakan menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan praktik rantai pasok hijau dengan prinsip ekonomi sirkular untuk mengkreasikan nilai ekonomi, lingkungan, dan sosial berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi transformasi Green Supply Chain Management melalui praktik Circular Economy dalam membangun keberlanjutan agribisnis peternakan domba pada Wedhusqu Farm Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap pemilik usaha, pengelola operasional, pekerja peternakan, pemasok, dan mitra pengolahan hasil samping peternakan, dan didukung oleh observasi lapangan dan dokumentasi perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo 15 melalui tahapan coding, kategorisasi tema, analisis hubungan antar konsep, dan visualisasi jaringan tematik. Hasil simulasi analisis menunjukkan bahwa strategi keberlanjutan Wedhusqu Farm terbentuk melalui lima tema utama, yaitu pengadaan hijau, efisiensi penggunaan sumber daya, pengelolaan limbah berbasis sirkular, inovasi proses agribisnis, dan kolaborasi rantai pasok. Praktik ekonomi sirkular berperan sebagai mekanisme transformasi yang mengubah limbah peternakan menjadi sumber daya bernilai tambah melalui pemanfaatan kembali bahan organik, optimalisasi pakan, dan pengembangan hubungan kemitraan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transformasi rantai pasok hijau pada agribisnis peternakan domba dipengaruhi oleh kemampuan kewirausahaan hijau dalam mengintegrasikan inovasi lingkungan, orientasi keberlanjutan, dan strategi bisnis adaptif. Temuan penelitian memberikan implikasi bagi pengembangan model keberlanjutan agribisnis berbasis ekonomi sirkular pada sektor peternakan lokal.  
Model Strategic Sales Performance Berbasis Integrasi Digital Marketing Capability, Customer Relationship Management, dan Sales Innovation melalui Peran Mediasi Sales Effectiveness pada PT Lancar Laju Barokah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Indonesia Dita Zulfadin Dahlan; Zunan Setiawan; Purwoko Purwoko
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12641

Abstract

Perubahan lingkungan bisnis digital mendorong perusahaan untuk mengembangkan strategi penjualan yang berorientasi pada pencapaian transaksi, kemampuan organisasi dalam memanfaatkan teknologi digital, membangun hubungan pelanggan, dan mengkreasikan inovasi proses penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model strategic sales performance berbasis integrasi digital marketing capability, customer relationship management, dan sales innovation melalui peran mediasi sales effectiveness pada PT Lancar Laju Barokah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 220 responden yang terdiri dari tenaga penjualan, manajemen pemasaran, dan pelanggan perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 5.0. Hasil pengujian menunjukkan bahwa digital marketing capability berpengaruh positif dan signifikan terhadap sales effectiveness (β = 0,312; p < 0,001), customer relationship management berpengaruh positif terhadap sales effectiveness (β = 0,356; p < 0,001), dan sales innovation berpengaruh positif terhadap sales effectiveness (β = 0,281; p < 0,001). Selanjutnya, sales effectiveness terbukti berpengaruh signifikan terhadap sales performance (β = 0,527; p < 0,001) dan memediasi hubungan antara variabel strategis pemasaran terhadap sales performance.. Model penelitian mampu menjelaskan 61,4% variasi sales performance. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan sales performance perusahaan dapat dicapai melalui integrasi kemampuan digital marketing, customer relationship management, dan sales innovation yang diarahkan melalui sales effectiveness.
Integrasi Relationship Marketing dan Digital Engagement dalam Membentuk Loyalitas Penggunaan Platform Media Tiktok melalui Mediasi Customer Satisfaction: Pendekatan PLS-SEM dan Necessary Condition Analysis di Warung Bebek Pinggir Embung. Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta Nabila Fadhila Rahma; Purwoko Purwoko; Fitroh Adhilla
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12642

Abstract

Perkembangan platform media Tik tok telah mengubah pola interaksi antara institusi keuangan dan nasabah, tetapi peningkatan penggunaan teknologi digital belum otomatis menjamin terbentuknya loyalitas pelanggan. Nasabah mempertimbangkan kemudahan layanan digital, membutuhkan hubungan yang terpercaya, pengalaman positif, dan nilai yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh relationship marketing dan digital engagement dalam membentuk loyalitas pelangan menggunakan Tik Tok dengan menempatkan customer satisfaction sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 270 pengguna. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 5.0 dan dilengkapi dengan Necessary Condition Analysis (NCA) untuk mengidentifikasi faktor yang menjadi kondisi utama dalam pembentukan loyalitas pelanggan. Hasil simulasi pengolahan data menunjukkan bahwa relationship marketing berpengaruh positif terhadap customer satisfaction (β=0,382; p<0,001) dan customer loyalty (β=0,221; p<0,05). Digital engagement juga terbukti meningkatkan customer satisfaction (β=0,417; p<0,001) dan customer loyalty (β=0,194; p<0,05). Selanjutnya, customer satisfaction memiliki pengaruh paling kuat terhadap loyalitas pelanggan (β=0,486; p<0,001) dan terbukti memediasi hubungan antara variabel independen dan loyalitas. Hasil NCA menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan dan keterlibatan digital merupakan kondisi utama yang harus dipenuhi untuk mencapai tingkat loyalitas yang tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa loyalitas pelanggan warung bebek pinggir embung ketika menggunakan tik tok sebagai promosi terbentuk melalui kombinasi hubungan relasional dan pengalaman digital yang diperkuat oleh kepuasan pelanggan.
Model Pemasaran Hibrida Berbasis Integrasi Relationship Marketing dan Digital Engagement dalam Membentuk Loyalitas Nasabah melalui Peran Mediasi Kepuasan Nasabah M Dewa Ramadhan; Purwoko Purwoko; Fitroh Adilla
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12643

Abstract

Transformasi digital dalam industri perbankan telah mengubah pola interaksi antara lembaga keuangan dan nasabah, tetapi keberhasilan digitalisasi tetap bergantung pada kemampuan institusi mempertahankan hubungan interpersonal yang membangun kepercayaan dan keterikatan pelanggan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji model pemasaran hibrida yang mengintegrasikan relationship marketing dan digital engagement dalam membentuk loyalitas nasabah melalui mediasi kepuasan nasabah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode survei cross-sectional terhadap 250 nasabah KSP Pangestu yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relationship marketing dan digital engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan maupun loyalitas nasabah. Kepuasan nasabah memberikan pengaruh paling kuat terhadap loyalitas dengan koefisien jalur sebesar 0,493. Relationship marketing dan digital engagement mampu menjelaskan 62,4% variasi kepuasan nasabah, sedangkan kombinasi kedua variabel tersebut bersama kepuasan nasabah menjelaskan 71,8% variasi loyalitas. Kepuasan nasabah juga terbukti memediasi secara parsial pengaruh relationship marketing dan digital engagement terhadap loyalitas. Temuan ini menegaskan bahwa loyalitas pada era digital tidak cukup dibangun melalui teknologi semata, tetapi memerlukan integrasi pengalaman digital yang mudah dan responsif dengan hubungan personal yang terpercaya. Penelitian memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan pemasaran hibrida serta implikasi praktis bagi lembaga keuangan dalam merancang strategi loyalitas nasabah yang berkelanjutan.
Pengaruh Kredibilitas Influencer dan Keterlibatan Konsumen terhadap Sikap dan Niat Pembelian Produk Perbankan di Indonesia Darmi Agus Saputra; Purwoko Purwoko; Fitroh Adilla
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12825

Abstract

Perkembangan pemasaran digital mendorong industri perbankan di Indonesia memanfaatkan influencer sebagai sarana komunikasi untuk membangun kepercayaan dan mendorong penggunaan produk keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kredibilitas influencer dan keterlibatan konsumen terhadap sikap serta niat pembelian produk perbankan, sekaligus menguji peran mediasi sikap konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori dan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dari 350 responden yang berusia minimal 17 tahun, menggunakan produk perbankan, aktif di media sosial, dan pernah melihat konten influencer terkait produk perbankan dalam enam bulan terakhir. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis dilakukan dengan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling melalui SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas influencer berpengaruh positif terhadap sikap konsumen dengan koefisien 0,431 dan terhadap niat pembelian sebesar 0,182. Keterlibatan konsumen juga berpengaruh positif terhadap sikap sebesar 0,378 dan niat pembelian sebesar 0,145. Sikap konsumen memberikan pengaruh paling kuat terhadap niat pembelian dengan koefisien 0,543. Pengujian efek tidak langsung menunjukkan bahwa sikap memediasi secara parsial pengaruh kredibilitas influencer dan keterlibatan konsumen terhadap niat pembelian, masing-masing dengan koefisien 0,234 dan 0,205. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pemasaran digital perbankan perlu memprioritaskan influencer yang ahli, dapat dipercaya, dan komunikatif, serta menghadirkan konten informatif dan interaktif untuk membentuk sikap positif dan meningkatkan niat penggunaan produk perbankan.
Peran Brand Gratitude dalam Meningkatkan Hubungan Nasabah dan Bank: Pengujian Mediasi Kualitas Hubungan dan Loyalitas Nasabah pada PT. BPR Bank Daerah Gunungkidul (Perseroda) Suci Sulistyawati; Zunan Setiawan; Purwoko Purwoko
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12822

Abstract

Persaingan yang semakin ketat dalam industri perbankan menuntut bank untuk berfokus pada kualitas layanan dan membangun hubungan emosional yang berkelanjutan dengan nasabah. Salah satu faktor yang berpotensi memperkuat hubungan tersebut adalah brand gratitude, yaitu perasaan syukur yang terbentuk ketika nasabah menilai bahwa bank telah memberikan manfaat, perhatian, dan nilai yang melebihi harapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand gratitude terhadap hubungan nasabah dan bank, dan menguji peran mediasi kualitas hubungan dan loyalitas nasabah pada PT. BPR Bank Daerah Gunungkidul (Perseroda). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada nasabah aktif PT. BPR Bank Daerah Gunungkidul (Perseroda) yang memenuhi kriteria penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan antarvariabel, langsung maupun tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand gratitude berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas hubungan, loyalitas nasabah, dan hubungan nasabah dengan bank. Temuan penelitian juga mengonfirmasi bahwa kualitas hubungan dan loyalitas nasabah berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat pengaruh brand gratitude terhadap hubungan nasabah dan bank. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan literatur pemasaran relasional dan pengalaman konsumen pada sektor perbankan, dan memberikan implikasi praktis bagi manajemen bank dalam merancang strategi yang berorientasi pada pembentukan rasa syukur, peningkatan kualitas hubungan, dan penguatan loyalitas nasabah berkelanjutan.