Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Teknologi Biodam untuk Meningkatan Laju Infiltrasi dan Kesuburan Lahan pada Lapisan Tanah Keras dan Tandus Nugroho Widiasmadi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6998

Abstract

Tujuan riset ini adalah untuk meningkatkan laju infiltrasi pada lahan tandus dan keras (bekas tambang) melibatkan Mikroba Alfaafa (MA-11) melalui teknologi Biodam yang mempunyai 5 standar asesmen. Penelitian ini dilakukan pada Desember 2015 sampai Januari 2017 di Pulau Lumba Kepulauan Riau. Alat yang digunakan adalah Double Ring Infiltrometer untuk mengukur laju infiltrasi pada tiga jarak radial dari pusat lubang mikroba (Biohole), Pengukur kandungan garam elektrolit sebagai indikasi kesuburan tanah menggunakan Electrolit Conductivity., serta penggunaan PH meter sebagai pengukur derajat keasaman tanah. Perhitungan infiltrasi dilakukan tiap 5 menit dan diamati setiap 15 hari sekali selama 45 hari. Hasilnya dengan mikroba laju infiltrasi antara 21.7 cm/jam-34,2 cm/jam, kesuburan antara 580 uS/cm – 675 uS/cm, PH antara 6- 6,5. Sedangkan tanpa mikroba laju infiltrasi antara 20,9 cm/jam -22,0 cm/jam , kesuburan antara 91 uS/cm – 100 uS/cm , dengan PH 5,7 – 6.
Teknologi Smart Biosoildam untuk Analisa EC & PH Tanah sebagai Usaha Peningkatan Daya Dukung Lahan Nugroho Widiasmadi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6999

Abstract

Tujuan dibuatnya Teknologi Smart Biosoildam ini adalah untuk memperbaiki lahan pertanian dengan menganalisis hubungan aktivitas mikroba terhadap tingkat keasaman dan laju infiltrasi tanah pasir yang banyak tersebar di pantai Selatan Jawa. Metode ini melibatkan aktivitas mikroba sebagai agen hayati pengurai biomasa dan pembenah tanah akan mempengaruhi elektrolit konduktivitas (EC) tanah. Variabel lainnya menggunakan parameter kelembapan dan suhu tanah sebagai kontrol secara real time hubungan tersebut. Alat yang digunakan adalah Double Ring Infiltrometer untuk mengukur laju infiltrasi pada tiga jarak radial dari pusat lubang mikroba (Biohole), Mikrokontroler & Wifi, Sensor Pengukur kandungan garam elektrolit (Electrolit Conductivity) sebagai indikasi kesuburan tanah, sensor pH meter sebagai pengukur derajat keasaman tanah, sensor kelembapan dan suhu tanah. Informasi parameter tanah didapat secara real time melalui input analog dari sensor EC, pH, kelembapan dan temperatur yang diubah menjadi data informasi digital oleh mikrokontroler yang kemudian dikirim melalui wifi. Laju infiltrasi menunjukkan nilai konstan pada tingkat 100 s/d 225 cm/ jam yang dicapai setelah hari ke 20. Sedangkan nilai EC pada kondisi stabil dicapai di hari ke 30 dengan nilai antara 325 - 800 uS/cm. Sehingga aktivitas agen hayati pada tanah Pasir dengan tingkat infiltrasi akan optimal pada hari ke 30.
Pertanian Berwawaskan Konservasi dengan Teknologi Biofertilizer MA-11 Nugroho Widiasmadi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengontrol kesehatan dan kesuburan tanah secara alami dengan formulasi Biofertilizer MA-11. Penelitian ini dilakukan pada lahan pasir pantai yang dimanfaatkan untuk perkebunan dengan mengamati pola sebaran tingkat konduktifitas Electrolit tiap kedalaman tanah melalui aktivitas mikroba. Dimana penyebarannya melalui dua jenis biohole, yaitu biohole horizontal dan vertikal. Penelitian ini mengamati dalam periode waktu melalui sensor mikrokontroler terhadap perubahan perparameter tanah seperti : tingkat keasaman tanah, laju infiltrasi, tingkat konduktivitas elektrolit dan tingkat porositas yang diamati dari tingkat laju infiltrasi tanah. Menggunakan metode simulasi dengan dua (2) jenis biohole, maka dapat dilihat peningkatan EC di setiap kedalaman pada periode waktu tertentu. Metode ini menggunakan teknologi Smart Biosoildam (Biodam) yang dapat disimulasikan menyamai dengan proses sebenarnya (real time). Dari pengamatan grafik dan standar EC terlihat bahwa kemampuan tanah dalam menyediakan unsur hara pada zona pertumbuhan akar dapat dijadikan informasi untuk menetapkan jadwal dan pola sebaran tanam baik pada masa pertumbuhan vegetatif maupun masa pertumbuhan generatif. Sehingga dapat diketahui jarak tanam dan jarak biohole yang efektif agar mampu memberikan nutrisi pada masa vegetatif dan generatif. Penyebaran nutrisi dapat dipantau melalui sensor yang mengubah parameter analog pada mikro prosesor menjadi informasi digital yang dikirimkan melalui wifi secara real time. Simulasi kesuburan tanah pantai pasir berdasarkan jumlah populasi mikroba = 108/cfu. Variabel 1 : Nilai kesuburan tanah dari nilai electrolyte conductivity/EC pada kedalaman 26 cm dari 550 uS/cm menjadi 1238 uS/cm pada hari ke 35 dan dari 1238 uS / cm turun menjadi 990 uS / cm pada hari ke 40. Varibale 2 : Nilai kesuburan tanah dari nilai konduktivitas elektrolit / EC pada kedalaman 24 cm dari 550 uS / cm hingga 968 uS / cm pada hari ke 35 & dari 968 uS / cm turun menjadi 842 uS/cm pada hari ke-40.
Peningkatan Imunitas Tanah melalui Suplay Biofarm sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Tanah Nugroho Widiasmadi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7059

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan Superbokasi melalui analisa menganalisa hubungan aktivitas mikroba terhadap tingkat keasaman dan laju infiltrasi tanah aluvial kasar / andosol yang banyak tersebar di lereng gunung Merapi Jawa Tengah dengan teknologi Smart biosoildam. Metode ini melibatkan aktivitas mikroba sebagai agen hayati pengurai biomasa dan pembenah tanah akan mempengaruhi elektrolit konduktivitas (EC) tanah. Variabel lainnya menggunakan parameter kelembapan dan suhu tanah sebagai kontrol secara real time hubungan tersebut. Alat yang digunakan adalah Double Ring Infiltrometer untuk mengukur laju infiltrasi pada tiga jarak radial dari pusat lubang mikroba (Biohole), Mikrokontroler & Wifi, Sensor Pengukur kandungan garam elektrolit (Electrolyte Conductivity) sebagai indikasi kesuburan tanah, sensor pH meter sebagai pengukur derajat keasaman tanah, sensor kelembapan dan suhu tanah. Informasi parameter tanah didapat secara real time melalui input analog dari sensor EC, pH, kelembapan dan temperatur yang diubah menjadi data informasi digital oleh mikrokontroler yang kemudian dikirim melalui wifi. Laju infiltrasi menunjukkan nilai konstan pada tingkat 80 s/d 120 cm/ jam yang dicapai setelah hari ke 20. Sedangkan nilai EC pada kondisi stabil dicapai dihari ke 30 dengan nilai antara 950 – 1200 uS/cm. Sehingga aktivitas agen hayati pada tanah Pasir dengan tingkat infiltrasi akan optimal pada hari ke 30.
Peningkatan Imunitas Tanah melalui Suplay Biofarm sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Tanah Nugroho Widiasmadi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menguji Kemempuan Biofarm pada lapisan tanah dalam mendistribusikan unsur hara dan memulihkan kesehatan dan kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Melalui aktivitas mikroba yang dikendalikan dengan cara menyebar melalui biohole horizontal, melalui mikrokontroler penelitian ini mengamati dalam periode waktu terhadap perubahan : kemasaman tanah, laju infiltrasi, tingkat konduktivitas elektrolit dan tingkat porositas melalui ini dilakukan pada tanah organosol, khususnya untuk perkebunan sayuran, laju infiltrasi tanah. Menggunakan metode simulasi dengan variabel populasi mikroba dapat diketahui tingkat konduktifitas elektrolit (EC) dan parameter lainnya. Metode ini menggunakan teknologi Smart Biosoildam (Biodam) yang dapat di simulasikan menyamai dengan proses sebenarnya (real time). Dari pengamatan grafik dan standar EC dapat diketahui bahwa kemampuan tanah untuk menurunkan tingkat asam dan meningkatkan kesuburan. Janis tanah ini sampai hari ke 45 tingkat kesuburan tanah belum mencapai = 1500 uS/cm dengan populasi mikroba = 10 3 / cfu untuk mendukung masa pertumbuhan vegetatif maupun pada masa pertumbuhan generatif, sehingga kita akan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan: pemulihan tanah melalui infiltrasi nutrisi , penanaman awal umbi/bunga/buah dapat mulai dikondisikan. hingga matang berdasarkan nilai gizi yang diamati melalui sensor yang mengubah parameter analog oleh mikrokontroler menjadi informasi digital yang dikirimkan melalui wifi secara real time. Kondisi awal sebelum simulasi nilai kesuburan tanah dengan parameter EC adalah 744 uS/cm, hasil simulasi adalah: Simulasi 1 : Kandungan hara untuk pertumbuhan generatif dicapai pada hari ke 27 dengan tingkat kesuburan = 1525 uS/cm dengan Populasi Mikroba 10 8 / cfu. Simulasi 2: Kandungan nutrisi untuk pertumbuhan generatif dicapai pada hari ke 42 pada tingkat kesuburan = 1500 uS / cm dengan populasi mikroba = 105 / cfu. Simulasi 3: kandungan nutrisi untuk pertumbuhan generatif tidak dapat diamati
Analysis of The Relationship Between Microbial Activities In Inseptisol Soil Towards Infiltration Rate for Fertility Improvement With Biosoildam Technology for Pepper Plantation Widiasmadi, Nugroho
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.486 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i12.5114

Abstract

This research was conducted on Inseptisol soils, especially for pepper plantation, aimed at restoring soil health and fertility due to the use of chemical fertilizers and pesticides. Through controlled microbial activity through biohole. This study observes periodically changes in soil acidity, infiltration rate and electrolyte conductivity levels around the center of the biohole as the center of microbial distribution. As a comparison, observations were made using biohole which was only filled with water without microbes. Furthermore, these two conditions, namely biohole with microbes and biohole without microbes, were compared to changes in parameters: soil acidity, infirtration rate and electrolyte conductivity levels. So that it can be seen a real difference in the speed of improvement of the two soil conditions and the ability of the soil to provide nutrients during vegetative and generative growth. Soil carrying capacity research using microbial activity variables as a measurable control is called Biosoildam Technology. This research was conducted on agricultural land with commodities as above. The tools used are the Double Ring Infiltrometer to measure the infiltration rate at three radial distances from the center of the microbial hole (Biohole), the measurement of electrolyte salt content as an indication of soil fertility using Electrolyte Conductivity, and the use of a PH meter as a measure of soil acidity. Infiltration calculations were carried out every 5 minutes and observed every 15 days for 45 days. This research is expected to: reduce production costs, increase crop yields, make agriculture sustainable, produce mutiplayer economies of effect, strengthen crops to face global climate change. The result of research show that the highest of infiltration rate, infiltration capacity, fertility & acidity was happened on soil with involve Biofertilizer MA-11, ie 83-99 cm/hour, 325 – 970 uS/cm, PH = 6- 6,5. While the lowest of infiltration rate, infiltration capacity, fertility & acidity was happened on soil without involve Alfaafa Microba MA-11, ie 31- 52 cm/hour, 325 – 540 uS/cm, PH 5 – 6.
Analysis of The Relationship Between Microbial Activities In Humus Soil Towards Infiltration Rate for Fertility Improvement With Biosoildam Technology for Corn Plantation Widiasmadi, Nugroho
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.922 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i10.4371

Abstract

This research was conducted on Humus soils, especially for Corn Plantation, aimed at restoring soil health and fertility due to the use of chemical fertilizers and pesticides. Through controlled microbial activity through bio whole. This study observes periodically changes in soil acidity, infiltration rate, and electrolyte conductivity levels around the center of the biohole as the center of the microbial distribution. As a comparison, observations were made using a biohole that was only filled with water without microbes. Furthermore, these two conditions, namely biohole with microbes and biohole without microbes, were compared to changes in parameters: soil acidity, infiltration rate, and electrolyte conductivity levels. So that it can be seen a real difference in the speed of improvement of the two soil conditions and the ability of the soil to provide nutrients during vegetative and generative growth. Soil carrying capacity research using microbial activity variables as a measurable control is called Biosoildam Technology. This research was conducted on agricultural land with commodities as above. The tools used are the Double Ring Infiltrometer to measure the infiltration rate at three radial distances from the center of the microbial hole (Biohole), the measurement of electrolyte salt content as an indication of soil fertility using Electrolyte Conductivity, and the use of a PH meter as a measure of soil acidity. Infiltration calculations were carried out every 5 minutes and observed every 15 days for 45 days. This research is expected to: reduce production costs, increase crop yields, make agriculture sustainable, produce multiplayer economies of effect, strengthen crops to face global climate change. The result of the research shows that the highest infiltration rate, infiltration capacity, fertility & acidity happened on soil involving Biofertilizer MA-11, ie 83-99 cm/hour, 325 – 970 uS/cm, PH = 6- 6,5. While the lowest infiltration rate, infiltration capacity, fertility & acidity was happened on soil without involving Alfaafa Microba MA-11, ie 31- 52 cm/hour, 325 – 540 uS/cm, PH 5 – 6
Analysis of The Relationship Between Microbial Activities in Humus Soil Towards Infiltration Rate for Fertility Improvement with Biosoildam Technology for Corn Plantation Widiasmadi, Nugroho
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.499 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i9.1646

Abstract

This research was conducted on Humus soils, especially for Corn Plantation, aimed at restoring soil health and fertility due to the use of chemical fertilizers and pesticides. Through controlled microbial activity through biohole. This study observes periodically changes in soil acidity, infiltration rate and electrolyte conductivity levels around the center of the biohole as the center of microbial distribution. As a comparison, observations were made using biohole which was only filled with water without microbes. Furthermore, these two conditions, namely biohole with microbes and biohole without microbes, were compared to changes in parameters: soil acidity, infirtration rate and electrolyte conductivity levels. So that it can be seen a real difference in the speed of improvement of the two soil conditions and the ability of the soil to provide nutrients during vegetative and generative growth. Soil carrying capacity research using microbial activity variables as a measurable control is called Biosoildam Technology. This research was conducted on agricultural land with commodities as above. The tools used are the Double Ring Infiltrometer to measure the infiltration rate at three radial distances from the center of the microbial hole (Biohole), the measurement of electrolyte salt content as an indication of soil fertility using Electrolyte Conductivity, and the use of a PH meter as a measure of soil acidity. Infiltration calculations were carried out every 5 minutes and observed every 15 days for 45 days. This research is expected to: reduce production costs, increase crop yields, make agriculture sustainable, produce mutiplayer economies of effect, strengthen crops to face global climate change. The result of research show that the highest of infiltration rate, infiltration capacity, fertility & acidity was happened on soil with involve Biofertilizer MA-11, ie 83-99 cm/hour, 325 – 970 uS/cm, PH = 6- 6,5. While the lowest of infiltration rate, infiltration capacity, fertility & acidity was happened on soil without involve Alfaafa Microba MA-11, ie 31- 52 cm/hour, 325 – 540 uS/cm, PH 5 – 6.
Analisa EC Dan Keasaman Tanah Menggunakan Smart Biosoildam Sebagai Usaha Peningkatan Daya Dukung Lahan Pasir Widiasmadi, Nugroho
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2576.601 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i11.1647

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki lahan pertanian dengan menganalisa hubungan aktifitas mikroba terhadap tingkat keasaman dan laju infiltrasi tanah pasir yang banyak ters ebar di pantai Selatan Jawa dengan teknologi Smart biosoildam. Metode ini melibatkan aktifitas mikroba sebagai agen hayati pengurai biomasa dan pembenah tanah akan mempengaruhi electrolit konduktifitas (EC) tanah. Variabel lainnya menggunakan paramater kelembapan dan suhu tanah sebagai kontrol secara real time hubungan tersebut. Alat yang digunakan adalah Double Ring Infiltrometer untuk mengukur laju infiltrasi pada tiga jarak radial dari pusat lubang microba (Biohole), Mikrokontroler & Wifi, Sensor Pengukur kandungan garam elektrolit (Electrolit Conductifity) sebagai indikasi kesuburan tanah, sensor pH meter sebagai pengukur derajad keasaman tanah, sensor kelembapan dan suhu tanah. Informasi parameter tanah didapat secara real time melalui input analog dari sensor EC, pH, kelembapan dan temperatur yang diubah menjadi data inofrmasi digital oleh mikrokontroler yang kemudian dikirim melalui wifi. Laju infiltrasi menunjukkan nilai konstan pada tingkat 100 s/d 225 cm/ jam yang dicapai setelah hari ke 20. Sedangkan nilai EC pada kondisi stabil dicapai dihari ke 30 dengan nilai antara 325 - 800 uS/cm. Sehingga aktifitas agen hayati pada tanah Pasir dengan tingkat infiltrasi akan optimal pada hari ke 30.
Analisis Efektifitas Biohole melalui Distribusi Mikroba pada Setiap Kedalaman Secara Real Time pada Tanah Andosol Nugroho Widiasmadi
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to control the health and fertility of the soil naturally. This study observed over a period of time through a microcontroller sensor the changes in soil parameters such as: soil acidity level, infiltration rate, electrolyte conductivity level and porosity level observed from the soil infiltration rate. Using the simulation method with two (2) types of bioholes, it can be seen the increase in EC at each depth at a certain time period. This method uses Smart Biosoildam (Biodam) technology which can be simulated to match the actual process (real time). From graphic observations and EC standards, it can be seen that the ability of the soil to provide nutrients in the root growth zone can be used as information to determine the schedule and distribution pattern of planting both during the vegetative growth period and the generative growth period. So that it can be known the effective planting distance and biohole distance in order to be able to provide nutrients during the vegetative and generative periods. The distribution of nutrients can be monitored through sensors that convert analog parameters on the microprocessor into digital information that is sent via wifi in real time. Simulation of sandy beach soil fertility based on the number of microbial population = 108/cfu. Variable 1: Soil fertility value of electrolyte conductivity/EC value at a depth of 26 cm from 780 uS/cm to 1438 uS/cm on day 35 and from 1438 uS/cm down to 1290 uS/cm on day 40. Variable 2: Soil fertility values from electrolyte conductivity / EC values at a depth of 24 cm from 750 uS / cm to 1168 uS / cm on day 35 & from 1168 uS / cm down to 1042 uS/cm on day 40.