Budi Mulyadi
Japanese Language And Culture Departement, Faculty Of Humanities, Universitas Diponegoro

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : HARMONI

PENGAJARAN BAHASA JEPANG BISNIS BAGI SISWA LPK SHINJU SEMARANG Budi Mulyadi; Lina Rosliana; M. Yusuf Noviandi
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.3.53-60

Abstract

 ABSTRAKTujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan  pelatihan penggunaan ungkapan-ungkapan yang sering digunakan di perusahaan Jepang bagi siswa LPK Shinju Semarang Dalam pelatihan ini  ada empat hal yang diajarkan  yaitu:1) Ungkapan pada saat mengambil cuti atau pulang sebelam jam kerja selesai, 2) Ungkapan pada saat bertemu kembali setelah lama tidak bertemu. 3). Ungkapan pada saat mengucapkan selamat, 4) Ungkapan pada saat akan pulang ke negara atau berhenti dari pekerjaan. Diharapkan dari hasil penelitian ini siswa LPK Shinju Semarang mempunyai pengetahuan serta keterampilan menggunakan ungkapan-ungkapan yang sering digunakan dalam persalaman di dunia kerja Jepang sehingga akan menimbulkan rasa percaya diri untuk berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Jepang, sehingga kualitas sumber daya manusia  akan terwujud dan bisa memberikan manfaat untuk  meningkatkan produktivitas perusahaan di mana mereka kerja Kata kunci: Bahasa Jepang, Pelatihan, BisnisABSTRACTThe purpose of this community service activity is to provide training on the use of expressions that are often used in Japanese companies for students of LPK Shinju Semarang. In this training there are four things that are taught, namely: 1) Expressions when taking leave or going home before work hours are over, 2) Expressions when meeting again after a long absence. 3). Expressions when congratulating, 4) Expressions when going back to the country or quitting work. It is hoped that from the results of this study, students of LPK Shinju Semarang have the knowledge and skills to use expressions that are often used in greetings in the Japanese world of work so that they will generate confidence to communicate using Japanese so that the quality of human resources will be realized and can provide benefits. to increase the productivity of the companies where they work.Keyword: Japanese Language, Training, Bisnis    
MENGENAL GAYA HIDUP SEHAT ALA ORANG JEPANG DI MASA PANDEMI COVID-19 (Pengabdian Mandiri di RT 07/ RW XIII Kelurahan Jatisari Kecamatan Mijen Semarang) Lina Rosliana; Budi Mulyadi; Mariah Anggreni
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.2.12-17

Abstract

ABSTRAKDi masa pandemi ini, hidup sehat menjadi prioritas utama masyarakat. Kesehatan adalah hal yang berharga, dan menjaga kesehatan merupakan sebuah hal yang penting. Namun, dapatkah kita menjaga kesehatan kita dengan cara biasa yang kita lakukan sebelum masa pandemi ini? Para ahli kesehatan terus-meneruskan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatannya dengan protokol-protokol kesehatan yang sebagian besar belum menjad kebiasaan masyarakat Indonesia pada umumnya, seperti memakai masker, membawa desinfektan atau hand sanitizer saat bepergian, dan sebagainya. Tetapi, bagi orang Jepang hal-hal tersebut merupakan kebiasaan yang telah ada sejak lama. Mengenal bagaimana orang Jepang menjaga kesehatan dan menerapkan gaya hidup sehat dapat menjadi manfaat besar untuk kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masa pandemi. Karena itulah, tim pengabdian masyarakat melakukan sosialisasi kepada warga RT 07/ RW XIII Kelurahan Jatisari Kecamatan Mijen Semarang mengenai cara-cara orang Jepang menerapkan gaya hidup sehat yang dapat diaplikasikan di kehidupan masyarakat Indonesia. Kata Kunci: Covid-19, Gaya hidup sehat, Jepang ABSTRACTDuring this pandemic, healthy living is a top priority for the community. Health is a precious thing, and maintaining health is an important thing. However, can we take care of our health in the usual way that we did before this pandemic? Health experts continue to give appeals to the public to pay more attention to their health with health protocols which most of the Indonesian people have not yet become accustomed to, such as wearing masks, carrying disinfectant or hand sanitizer when traveling, and so on. However, for the Japanese these things are habits that have been around for a long time.Knowing how Japanese people maintain their health and adopt a healthy lifestyle can be of great benefit to us in living our daily lives during the pandemic. For this reason, the community service team carried out socialization to residents of RT 07/RW XIII, Jatisari Village, Mijen Subdistrict, Semarang, regarding ways Japanese people implement a healthy lifestyle that can be applied in Indonesian people's lives.Keywords: Covid-19, Healthy lifestyle, Japan
PELATIHAN ETIKA DAN BUDAYA KERJA MASYARAKAT JEPANG BAGI SISWA LPK MARTANI SEMARANG Budi Mulyadi; Nur Hastuti; M. Yusuf Noviandi
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.26-32

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan etika dan budaya kerja masyarakat Jepang bagi siswa LPK  Martani Semarang Dalam pelatihan ini ada tiga  hal yang diajarkan yaitu:1) Karakter Masyarakat Jepang, 2) Budaya kerja Masyarakat Jepang. 3). Etika kerja masyarakat Jepang, Diharapkan  melalui pelatihan ini siswa LPK Martani Semarang mempunyai pengetahuan  yang mendalam mengenai tiga  hal di atas sebagai bekal bagi mereka yang akan berguna bagi mereka ketika mereka bekerja sebagai pemagang di Jepang. Dengan mengetahui karakter,  budaya serta etika kerja masyarakat Jepang, para siswa LPK Martani akan mudah beradaftasi dan tidak akan mengalami culture shock ketika mereka tinggal di Jepang, sehingga akan menjadikan mereka pemagang yang produktif, inovatif,  disiplin, jujur  dan mau bekerja  keras seperti karakter masyarakat Jepang pada umumya.Katakunci: karakter, etika, budaya, Jepang, pelatihanThe purpose of this community service activity is to provide training on ethics and work culture of Japanese society for students of LPK Martani Semarang. In this training, three things are taught, namely: 1) Character of Japanese Society, 2) Work Culture of Japanese Society. 3). Japanese work ethic. It is hoped that through this training, LPK Martani Semarang students will have in-depth knowledge of the three things above as a provision for them that will be useful for them when they work as trainer in Japan. By knowing the character, culture and work ethic of the Japanese people, LPK Martani students will adapt easily and will not experience culture shock when they live in Japan, so  that they will become trainer who are productive, innovative, disciplined, honest and willing to work hard like the character of society. Japan in general.Keyword: character, ethic, culture, Japanese, training
PELATIHAN DAN PENGENALAN ORIGAMI JEPANG PADA ANAK-ANAK TAMAN PENDIDIKAN ALQURAN AL MADINATUL HADI PONDOK MAJAPAHIT 2 MRANGGEN Nur Hastuti; Budi Mulyadi
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.279-282

Abstract

ABSTRAK Jepang merupakan negara yang kaya akan budaya tradisioalnya. Masyarakat Jepang tetap melestarikan budayanya meskipun kehidupannya sudah modern. Salah satu budaya Jepang yang masih dilestarikan dan masih ada sampai sekarang adalah origami. Origami adalah seni melipat kertas. Origami berasal dari bahasa Jepang "ori" yang memiliki arti lipatan dan "kami" yang berati kertas. Origami diperkenalkan di Tiongkok pada abad pertama yaitu tahun 105 oleh orang Tiongkok yang bernama Ts’ai Lun. Adapun Pada tahun 610 Masehi, seorang biksu Buddha bernama Donch (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea) datang ke Jepang untuk memperkenalkan cara pembuatan kertas dan tinta. Dalam perkembangannya origami telah menjadi begitu identik dengan budaya Jepang yang diwariskan secara turun-temurun dari masa ke masa.  Origami  terutama berkembang dengan menggunakan kertas asli Jepang yang disebut  washi. Saat ini origami  telah menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan dari budaya orang Jepang. Terutama dalam upacara adat keagamaan Shinto yang tetap dipertahankan hingga sekarang. Kata kunci :  Jepang, origami, Shinto, washi ABSTRACT  Japan is a country rich in traditional culture. Japanese people still preserve their culture even though their lives are modern. One of the Japanese culture that is still preserved and still exists today is origami. Origami is the art of paper folding. Origami comes from the Japanese "ori" which means fold and "kami" which means paper. Origami was introduced in China in the first century, namely in 105 by a Chinese named Ts'ai Lun. Meanwhile, in 610 AD, a Buddhist monk named Donch (Dokyo) who came from Goguryeo (Korean peninsula) came to Japan to introduce how to make paper and ink. In its development, origami has become synonymous with Japanese culture which has been passed down from generation to generation from time to time. Origami is mainly developed using the original Japanese paper called washi. Nowadays origami has become something that cannot be separated from Japanese culture. Especially in traditional Shinto religious ceremonies which are still maintained until now. Keywords: Japan, origami, Shinto, washi