Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIKULTURALISME (Studi Teks Mata Pelajaran PAI di SMA) Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Multiculturalism is a concept that puts the community as a fundamental reality of cultural pluralism in public life. Although this terminology was first discoursed in America and Western Europe around the 1960s, but this term is not new for Muslims. This paper presents the study on multicultural education focusing on PAI Textbook in Senior High School. Conceptually, subjects relating to multicultural education are adequate, especially on the material relating to aqidah, history and the Holy Qor’an.
LANGGAR SEBAGAI INSTITUSI PENDIDIKAN KEAGAMAAN ISLAM Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Langgar (prayer house) is the oldest Islamic education institution in Indonesia that has been grown and developed in Islamic communities. It is established earlier  than pesantren (Islamic boarding school), conventional school, and madrasah (Islamic school). Langgar has been taking an important role in preparing qur’anic generation, especially junior level, for a long time. In the Indonesian Islamic education cluster, langgar is catagorized as one of non-levelling Islamic educations. It has educational elements that forms langgar’s educational system. The system covers students care, santri (students), materials, method, and evaluation. Nowadays, Langgar has been competing with the similar institution which is considered more modern, such as TK al-Qur’an (Islamic kindergarten studying Qur’an).
TANTANGAN DAN PELUANG JURUSAN TADRIS DI IAIN/STAIN Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: A consequence of dualism in education policy, the implementatin of tadris in IAIN often faces many problems. This paper will describe the history and the development of tadris in IAIN/STAIN. The discussion begins with the origin of tadris in IAIN, problems araise in the implementation of tadris in IAIN/STAIN, including the alumni’s problem. In addition, this article also reveals several opportunities for tadris graduation to develop madrasah as purely religious school to public islamic school as the result of the paradigm change.
ILMU PENGETAHUAN DALAM ISLAM (Perspektif Filosofis-Historis) Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Ilmu pengetahuan dalam Islam memiliki karakteristik khas yang berbeda secara fundamental dengan ilmu-ilmu yang dikembangkan di Barat, baik landasan, sumber, sarana, dan metodologinya. Dalam Islam, ilmu pengetahuan memiliki landasan yang kokoh melalui al-Qur’?n dan Sunnah; bersumber dari alam fisik dan alam metafisik; diperoleh melalui indra, akal, dan hati/intuitif. Cakupan ilmunya sangat luas, tidak hanya menyangkut persoalan-persoalan duniawi, namun juga terkait dengan permasalahan ukhr?wi.
GURU DALAM PERSPEKTIF ISLAM Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Dalam Islam, sosok guru (agama) sangat strategis, di samping mengemban misi keilmuan agar peserta didik menguasai ilmu-ilmu agama, guru juga mengemban tugas suci, misi kenabian, yakni membimbing dan meng­arah­kan peserta didik menuju jalan Allah SWT. Dengan peran strategis tersebut, tentu tidak mudah menjadi guru agama. Di samping itu, dalam melaksanakan tugasnya, guru agama akan dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan, baik tantangan internal (terkait dengan materi agama dan pribadi guru) maupun tantangan eksternal (terkait dengan perhatian orang tua, lingkungan yang tidak kondusif, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melahirkan efek negatif, di samping dampak positif).
DARI SGHAI KE PGA; SEJARAH PERKEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN GURU AGAMA ISLAM NEGERI JENJANG MENENGAH Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Dalam rentang waktu antara 1948 hingga 1992 Departemen Agama telah menyelenggaraan pendidikan guru agama jenjang pendidikan menengah. Banyak kebijakan penting yang telah dilakukan departemen ini terkait penyelenggaraan lembaga pendidikan guru jenjang menengah. Uraian berikut akan mendeskripsikan secara kronologis kebijakan-kebijakan dimak­sud. Uraiannya dibagi menjadi lima periode dengan memper­timbangkan ada tidaknya kebijakan Departemen Agama dalam suatu periode yang mempengaruhi perkembangan lembaga. Periode dimaksud meliputi; masa perintisan (1948-1950), masa perluasan (1950-1952), masa integrasi (1952-1958), masa pembinaan (1958-1978), serta masa reorganisasi dan alih status (1978-1992).
MADRASAH DI INDONESIA (Pertumbuhan dan Perkembangan) Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Kebijakan diskriminatif pemerintah Hindia Belanda terhadap umat Islam, dalam hal pendidikan, memunculkan sikap penolakan umat Islam dengan wujud beragam, defensif dan  progresif. Corak defensif ditunjukkan, terutama oleh ulama tradisi­o­nal, dengan cara menghindari sejauh mungkin pengaruh politik Belanda terhadap sistem pendidikan Islam. Sikap ini terlihat pada sistem pendidikan tradisional pesantren yang mengambil tempat di daerah-daerah pedalaman untuk ­menghindar dari pengaruh dan pantauan Belanda. Pendekatan progresif dilakukan, terutama dipelopori sejumlah ulama pembaharu,  dengan “meniru” pola pendi­dikan modern ala Belanda tapi berbasis Islam. Melalui pola moderat ini, berdirilah sejumlah madrasah dan sekolah umum berciri khas Islam dengan beberapa corak; Pertama, madrasah dengan dominasi mata pelajaran agama ditambah mata pelajaran umum (madrasah plus). Kedua, sekolah umum model Belanda ditambah mata pelajaran agama (sekolah plus). Ketiga, madrasah dengan bidang kajian sepenuhnya agama (madrasah diniyah).
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH UMUM (Perspektif Sosio-Politik-Historis) Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 1, No 2 (2006)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Dalam perspektif historis, keberadaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum mengalami perjalanan panjang dan rumit seiring dengan kondisi sosial politik yang menyertai. Hal ini bisa ditelusuri sejak masa penjajahan hingga era reformasi. Di masa Belanda pendidikan agama tidak ada peluang diajarkan di sekolah pemerintah dengan alasan pemerintah bersikap netral. Kebijakan Jepang lebih lunak—kendati tidak lebih baik dari Belanda—dengan mengizinkan pendidikan agama diajarkan di sekolah. Setelah Indonesia merdeka, secara perlahan dan pasti, posisi PAI di sekolah umum mulai menguat, dari sebelumnya sebagai mata pelajaran pelengkap, tidak wajib, dan tidak menentukan kenaikan kelas, menjadi mata pelajaran inti di setiap jenjang pendidikan. Meskipun posisi PAI di sekolah umum cukup kuat, tidak berarti lepas dari masalah, terutama dalam tataran aplikasi.
KAJIAN HISTORIS PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA (Telaah Literatur) Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 1, No 1 (2006)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Kendati praktik pendidikan Islam di Indonesia telah berlangsung cukup lama, tepatnya sejak Islam masuk ke wilayah Nusantara sekitar 15 abad yang lalu, kajian tentang pendidikan Islam di Indonesia masih sangat terbatas dibanding kajian keislaman lainnya. Tulisan berikut menyuguhkan kajian historis tentang pendidikan Islam di Indonesia. Kajian dilakukan dengan melakukan survey terhadap sejumlah buku sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Kajiannya diarahkan pada sejauhmana buku-buku dimaksud memberikan informasi ilmiah tentang sejarah pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.
KANDUNGAN AGAMA ISLAM DALAM MATA PELAJARAN IPA DI MADRASAH Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel hasil penelitian ini berupaya mendeskripsikankandungan agama Islam dalam bahan ajar IPA (Fisika, Kimia, danBiologi ) di madrasah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatifdan analisis dokumen terhadap bahan ajar IPA di Madrasah Aliyah,diperoleh kesimpulan bahwa kandungan agama Islam dalam bahanajar IPA di madrasah jumlahnya sangat terbatas dan tidaksignifikan. Hal ini menunjukkan bahwa dari aspek bahan ajar,semangat Kementerian Agama untuk melakukan integrasi ilmumelalui islamisasi sains di madrasah belum terbukti. Karena itu,menjadi sangat penting untuk menyusun ulang bahan ajar IPA dimadrasah berbasis Islam. Dan tak kalah pentingnya jugamenyiapkan tenaga pengajar IPA di madrasah yang mampumenyampaikan pelajaran IPA bernuansa islami.