Damhuji Damhuji
Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Pontianak, Indonesia.

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Masyarakat Untuk Membuat Gigi Tiruan Lepasan Ke Tukang Gigi : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Masyarakat Untuk Membuat Gigi Tiruan Lepasan Ke Tukang Gigi Rahmi Andriani; Damhuji Damhuji; Erma Mahmiyah; Rusmali Rusmali
Dental Therapist Journal Vol. 3 No. 1 (2021): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.409 KB) | DOI: 10.31965/dtj.v3i1.616

Abstract

In cases of tooth loss caused by extraction, further treatment must be carried out immediately, namely the use of dentures. Making dentures can be done by medical personnel such as dentists, dental specialists, but many people make dentures at dental artisans. The purpose of this study was to determine the factors that influence people's interest in making removable dentures to dental technicians in Siantan Hulu Village, North Pontianak in 2015. This research method was through a survey, explanatory research type with a cross sectional approach. Samples taken by people who use the services of dental artisans to make removable dentures are 40 respondents. The results of the Product Moment Correlation Test obtained the perception of the value of rs = 0.047 and the value of /Probability = 0.773. and the distance traveled with a value of rs = 0.243 and a value of /Probability = 0.131 so that it does not have a relationship with public interest in making removable dentures to dental artisans. For motivation with a value of rs = 0.704 and a value of /Probability = 0.000, health service facilities with a value of rs = 0.431 and a value of /Probability = 0.005 and a tariff with a value of rs = 0.520 and a value of /Probability = 0.001, has a relationship with public interest to make dentures to a dentist. The conclusion of the study is that perception and distance do not affect people's interest, while motivation, health service facilities and tariffs affect people's interest in making dentures for dental artisans. People are expected to choose health services wisely. Kasus kehilangan gigi yang disebabkan oleh pencabutan, harus segera dilakukan perawatan lebih lanjut yaitu dengan pemakaian gigi tiruan. Pembuatan gigi tiruan dapat dilakukan oleh tenaga medis seperti dokter gigi, dokter gigi spesialis, namun banyak masyarakat yang membuat gigi tiruan di tukang gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat untuk membuat gigi tiruan lepasan ke tukang gigi di Kelurahan Siantan Hulu Pontianak Utara tahun 2015. Metode penelitian ini melalui survey, jenis explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil masyarakat yang menggunakan jasa tukang gigi untuk membuat gigi tiruan lepasan yaitu berjumlah 40 responden. Hasil dari Uji Korelasi Product Moment didapatkan hasil persepsi dengan nilai rs = 0.047 dan nilai /Probabilitas = 0.773. dan jarak tempuh dengan nilai rs = 0.243 dan nilai /Probabilitas = 0.131 sehingga tidak memiliki hubungan terhadap minat masyarakat untuk membuat gigi tiruan lepasan ke tukang gigi. Untuk motivasi dengan nilai rs = 0.704 dan nilai /Probabilitas= 0.000, sarana pelayanan kesehatan dengan nilai rs = 0.431 dan nilai /Probabilitas = 0.005 dan tarif dengan nilai rs = 0.520 dan nilai /Probabilitas = 0.001, memiliki hubungan terhadap minat masyarakat untuk membuat gigi tiruan ke tukang gigi. Kesimpulan dari penelitian ialah persepsi dan jarak tidak berpengaruh terhadap minat masyarakat, sementara motivasi, sarana pelayanan kesehatan dan tarif berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk membuat gigi tiruan ke tukang gigi. Masyarakat diharapkan dapat memilih pelayanan kesehatan dengan bijak.
Differences in Parental Participation in the Maintenance of Children's Dental Health between Carious and Non-Carious: Perbedaan Partisipasi Orang Tua dalam Pemeliharaan Kesehatan Gigi Anak antara yang Karies dan Tidak Karies Ayu Permata Sari; Budi Suryana; Damhuji Damhuji
Dental Therapist Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.7 KB) | DOI: 10.31965/dtj.v2i1.707

Abstract

Oral and dental health is a very important concern in health development, one of which is caused by the vulnerability of the school-age group of children from dental health problems. School age is a time to lay a solid foundation for the realization of quality human beings and health is an important factor in determining the quality of human resources. The purpose of this study was to determine the participation of parents in the maintenance of dental health between carious and non-carious children at SDN 40 North Pontianak. This type of research is a case control study, an analytical survey research that concerns how risk factors are studied. The population in this study were all parents of students, grade 1 SDN 40 North Pontianak aged 7 and 8 years who were carious and not carious as many as 78 people. This study used a sample of 60 people divided into 2, namely 30 samples for children with caries and 30 samples for children without caries. The results of this study were obtained from 60 respondents. The p value <0.05 means that there is a significant difference, namely the difference in parental participation between those with and without caries. Children without caries can be said that parental participation in maintaining children's dental health is better than children with caries. The conclusion of this study was that there was a significant difference between parental participation in the maintenance of children's dental health between those with and without caries. Kesehatan gigi dan mulut menjadi perhatian yang sangat penting dalam pembangunan kesehatan yang salah satunya disebabkan oleh rentannya kelompok anak usia sekolah dari gangguan kesehatan gigi. Usia sekolah merupakan masa untuk meletakkan landasan kokoh bagi terwujudnya manusia yang berkualitas dan kesehatan merupakan faktor penting menentukan kualitas sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi orang tua dalam pemeliharaan kesehatan gigi anak antara yang karies dan tidak karies pada SDN 40 Pontianak Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian case control suatu penelitian survey analitik yang menyangkut bagaimana faktor risiko yang dipelajari. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua siswa, kelas 1 SDN 40 Pontianak Utara yang berusia 7 dan 8 tahun yang karies dan tidak karies sebanyak 78 orang. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 60 orang dibagi menjadi 2 yaitu 30 sampel untuk anak dengan karies dan  30 sampel anak tanpa karies. Hasil dari penelitian ini didapat dari 60 responden. Didapatkan nilai p<0,05 yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan yaitu perbedaan partisipasi orang tua antara yang karies dan tanpa karies. Anak tanpa karies dapat dikatakan partisipasi orang tua dalam memelihara kesehatan gigi anak, lebih baik dibandingkan anak dengan karies. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara partisipasi orang tua terhadap pemeliharaan kesehatan gigi anak antara yang karies dan tanpa karies.
Factors Affecting the Occurrence of Tooth Abrasion in the Community in Tambelan Sampit Village RW 05 Pontianak Timur: Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Abrasi Gigi Pada Masyarakat Di Kelurahan Tambelan Sampit RW 05 Pontianak Timur Annisa Citra Ningrum; Erma Mahmiyah; Damhuji Damhuji; Pawarti Pawarti
Dental Therapist Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.708 KB) | DOI: 10.31965/dtj.v2i1.710

Abstract

Tooth abrasion is the loss of tooth substance through an abnormal mechanical process. The problem of tooth abrasion is still ignored by the community even though clinical examinations of abrasion cases are still found and seen from the people of Tambelan Sampit RW 05 that most people have tooth abrasion, for this reason this study aims to determine the factors that influence the occurrence of tooth abrasion in the community in the Kelurahan. Tambelan Sampit RW 05 Pontianak Timur which includes brushing technique, frequency of brushing teeth, duration of brushing and toothbrush bristles. This type of research is an explanatory research with an analytical survey method and using a cross sectional approach. This study is to measure the influence between the independent variable and the dependent variable which was carried out by using the Chi-square analysis test. The research subjects were 64 people who were carried out on February 1 to 20, 2017. From the results of the study that the factors that influence the incidence of tooth abrasion are tooth brushing technique (p-value 0.000 <0.05), duration of tooth brushing (p-value 0.001 < 0.05) and toothbrush bristles (p-value 0.000 < 0.05). And the factor that is not related to the incidence of tooth abrasion is the frequency of tooth brushing (p-value 0.646 > 0.05). Based on the results of the study, it can be concluded that tooth abrasion that occurs in the community of Tambelan Sampit Village RW 05 Pontianak Timur is influenced by factors of brushing technique, duration of brushing teeth and toothbrush bristles in the community in Tambelan Sampit Village RW 05 Pontianak Timur and is not influenced by brushing frequency. Abrasi gigi adalah hilangnya substansi gigi melalui proses makanis yang abnormal. Masalah abrasi gigi masih diabaikan oleh masyarakat padahal pemeriksaan klinis kasus abrasi masih banyak ditemukan dan dilihat dari masyarakat Tambelan Sampit RW 05 bahwa sebagian besar masyarakat memiliki abrasi gigi, untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya abrasi gigi pada masyarakat di Kelurahan Tambelan Sampit RW 05 pontianak timur yang meliputi teknik menyikat gigi, frekuensi menyikat gigi, durasi menyikat gigi dan bulu sikat gigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian Ekplanatori (Explanatory Research) dengan metode survei analitik dan menggunakan pedekatan cross sectional. Penelitian ini untuk mengukur adanya pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat yang dilakukan dengan uji analisis Chi-square. Subjek penelitian berjumlah 64 orang yang dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 20 februari 2017. Dari hasil penelitian bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian abrasi gigi adalah teknik menyikat gigi (p-value 0,000 < 0,05), durasi menyikat gigi (p-value 0,001 < 0,05) dan bulu sikat gigi (p-value 0,000 < 0,05). Dan faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian abrasi gigi adalah frekuensi menyikat gigi (p-value 0,646 > 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa abrasi gigi yang terjadi di masyarakat Kelurahan Tambelan Sampit RW 05 Pontianak Timur dipengaruhi oleh faktor teknik menyikat gigi, durasi menyikat gigi dan bulu sikat gigi pada masyarakat di Kelurahan Tambelan Sampit RW 05 Pontianak Timur dan tidak dipengaruhi oleh frekuensi menyikat gigi.
Differences in Parental Participation in the Maintenance of Children's Dental Health between Carious and Non-Carious: Perbedaan Partisipasi Orang Tua dalam Pemeliharaan Kesehatan Gigi Anak antara yang Karies dan Tidak Karies Ayu Permata Sari; Budi Suryana; Damhuji Damhuji
Dental Therapist Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v2i1.707

Abstract

Oral and dental health is a very important concern in health development, one of which is caused by the vulnerability of the school-age group of children from dental health problems. School age is a time to lay a solid foundation for the realization of quality human beings and health is an important factor in determining the quality of human resources. The purpose of this study was to determine the participation of parents in the maintenance of dental health between carious and non-carious children at SDN 40 North Pontianak. This type of research is a case control study, an analytical survey research that concerns how risk factors are studied. The population in this study were all parents of students, grade 1 SDN 40 North Pontianak aged 7 and 8 years who were carious and not carious as many as 78 people. This study used a sample of 60 people divided into 2, namely 30 samples for children with caries and 30 samples for children without caries. The results of this study were obtained from 60 respondents. The p value <0.05 means that there is a significant difference, namely the difference in parental participation between those with and without caries. Children without caries can be said that parental participation in maintaining children's dental health is better than children with caries. The conclusion of this study was that there was a significant difference between parental participation in the maintenance of children's dental health between those with and without caries. Kesehatan gigi dan mulut menjadi perhatian yang sangat penting dalam pembangunan kesehatan yang salah satunya disebabkan oleh rentannya kelompok anak usia sekolah dari gangguan kesehatan gigi. Usia sekolah merupakan masa untuk meletakkan landasan kokoh bagi terwujudnya manusia yang berkualitas dan kesehatan merupakan faktor penting menentukan kualitas sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi orang tua dalam pemeliharaan kesehatan gigi anak antara yang karies dan tidak karies pada SDN 40 Pontianak Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian case control suatu penelitian survey analitik yang menyangkut bagaimana faktor risiko yang dipelajari. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua siswa, kelas 1 SDN 40 Pontianak Utara yang berusia 7 dan 8 tahun yang karies dan tidak karies sebanyak 78 orang. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 60 orang dibagi menjadi 2 yaitu 30 sampel untuk anak dengan karies dan  30 sampel anak tanpa karies. Hasil dari penelitian ini didapat dari 60 responden. Didapatkan nilai p<0,05 yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan yaitu perbedaan partisipasi orang tua antara yang karies dan tanpa karies. Anak tanpa karies dapat dikatakan partisipasi orang tua dalam memelihara kesehatan gigi anak, lebih baik dibandingkan anak dengan karies. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara partisipasi orang tua terhadap pemeliharaan kesehatan gigi anak antara yang karies dan tanpa karies.
Factors Affecting the Occurrence of Tooth Abrasion in the Community in Tambelan Sampit Village RW 05 Pontianak Timur: Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Abrasi Gigi Pada Masyarakat Di Kelurahan Tambelan Sampit RW 05 Pontianak Timur Annisa Citra Ningrum; Erma Mahmiyah; Damhuji Damhuji; Pawarti Pawarti
Dental Therapist Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v2i1.710

Abstract

Tooth abrasion is the loss of tooth substance through an abnormal mechanical process. The problem of tooth abrasion is still ignored by the community even though clinical examinations of abrasion cases are still found and seen from the people of Tambelan Sampit RW 05 that most people have tooth abrasion, for this reason this study aims to determine the factors that influence the occurrence of tooth abrasion in the community in the Kelurahan. Tambelan Sampit RW 05 Pontianak Timur which includes brushing technique, frequency of brushing teeth, duration of brushing and toothbrush bristles. This type of research is an explanatory research with an analytical survey method and using a cross sectional approach. This study is to measure the influence between the independent variable and the dependent variable which was carried out by using the Chi-square analysis test. The research subjects were 64 people who were carried out on February 1 to 20, 2017. From the results of the study that the factors that influence the incidence of tooth abrasion are tooth brushing technique (p-value 0.000 <0.05), duration of tooth brushing (p-value 0.001 < 0.05) and toothbrush bristles (p-value 0.000 < 0.05). And the factor that is not related to the incidence of tooth abrasion is the frequency of tooth brushing (p-value 0.646 > 0.05). Based on the results of the study, it can be concluded that tooth abrasion that occurs in the community of Tambelan Sampit Village RW 05 Pontianak Timur is influenced by factors of brushing technique, duration of brushing teeth and toothbrush bristles in the community in Tambelan Sampit Village RW 05 Pontianak Timur and is not influenced by brushing frequency. Abrasi gigi adalah hilangnya substansi gigi melalui proses makanis yang abnormal. Masalah abrasi gigi masih diabaikan oleh masyarakat padahal pemeriksaan klinis kasus abrasi masih banyak ditemukan dan dilihat dari masyarakat Tambelan Sampit RW 05 bahwa sebagian besar masyarakat memiliki abrasi gigi, untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya abrasi gigi pada masyarakat di Kelurahan Tambelan Sampit RW 05 pontianak timur yang meliputi teknik menyikat gigi, frekuensi menyikat gigi, durasi menyikat gigi dan bulu sikat gigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian Ekplanatori (Explanatory Research) dengan metode survei analitik dan menggunakan pedekatan cross sectional. Penelitian ini untuk mengukur adanya pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat yang dilakukan dengan uji analisis Chi-square. Subjek penelitian berjumlah 64 orang yang dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 20 februari 2017. Dari hasil penelitian bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian abrasi gigi adalah teknik menyikat gigi (p-value 0,000 < 0,05), durasi menyikat gigi (p-value 0,001 < 0,05) dan bulu sikat gigi (p-value 0,000 < 0,05). Dan faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian abrasi gigi adalah frekuensi menyikat gigi (p-value 0,646 > 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa abrasi gigi yang terjadi di masyarakat Kelurahan Tambelan Sampit RW 05 Pontianak Timur dipengaruhi oleh faktor teknik menyikat gigi, durasi menyikat gigi dan bulu sikat gigi pada masyarakat di Kelurahan Tambelan Sampit RW 05 Pontianak Timur dan tidak dipengaruhi oleh frekuensi menyikat gigi.