Apri A. Manu
Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Kupang, Indonesia.

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Caries Patterns and Knowledge Levels About Prevention of Dental Caries in Elementary School Students: Pola Karies Dan Tingkat Pengetahuan Tentang Pencegahan Karies Gigi Pada Murid Sekolah Dasar St. Arnoldus Penfui Kupang Yuliana N. R. Onlan; Ratih Variani; Apri A. Manu; Emma Krisyudhanti
Dental Therapist Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.398 KB) | DOI: 10.31965/dtj.v2i1.706

Abstract

In school children, dental caries is an important problem because it not only causes complaints of pain, but also causes infections to other parts of the body, resulting in decreased productivity. Knowledge of prevention of dental caries in children cannot be separated from the participation of health workers, nurses and doctors, to provide counseling and motivation to parents, the role of parents in the family environment. The survey results show that the elementary school students of St. Karolus Kupang class III and IV as many as 125 children who have dental caries so this study was conducted to determine the pattern of caries and the level of knowledge about prevention of dental caries in elementary school students St. Arnold Penfui Kupang. The type of research is descriptive and the research instrument is in the form of an examination and questionnaire format. The results showed that the pattern of dental caries in grade III-IV students of St. The most common Arnoldus penfui kupang was enamel caries with a total of 34% (46 teeth) and caries reaching the roots of 28% (39 teeth). Knowledge of prevention of dental caries is included in the moderate category of 41.8%. Based on the results of the study, it can be concluded that the pattern of dental caries in grade III and IV students of St. Arnoldus Penfui Kupang mostly had enamel caries and residual root caries and the level of knowledge about their prevention was moderate. It is recommended that children further improve dental health maintenance by reducing snacks that contain carbohydrates and for health workers to be more active in collaborating with the school. Pada anak sekolah, karies gigi merupakan masalah yang penting karena tidak saja menyebabkan keluhan rasa sakit, tetapi juga menyebabkan infeksi kebagian tubuh lainnya sehingga mengakibatkan menurunnya produktivitas. Pengetahuan pencegahan karies gigi anak tidak terlepas dari peran serta tenaga kesehatan perawat dan dokter untuk memberi penyuluhan dan motivasi pada orang tua, peran orang tua murid dalam lingkungan keluarga. Dari hasil survei menunjukkan murid sekolah dasar St. Karolus Kupang kelas III dan IV sebanyak 125 anak yang memiliki karies gigi sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola karies dan tingkat pengetahuan tentang pencegahan karies gigi pada murid sekolah dasar St. Arnoldus Penfui Kupang. Jenis penelitian deskriptif dan Instrumen penelitian berupa format pemeriksaan dan kuisoner. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pola karies gigi pada murid kelas III-IV sekolah dasar St. Arnoldus penfui kupang yang terbanyak adalah karies email dengan jumlah 34% (46 gigi) dan karies mencapai akar 28% (39 gigi). Pengetahuan pencegahan karies gigi termasuk dalam kategori sedang 41,8%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola karies gigi pada murid kelas III dan IV sekolah dasar St. Arnoldus Penfui Kupang yang terbanyak adalah karies email dan karies sisa akar dan tingkat pengetahuan tentang pencegahannya sedang. Disarankan agar anak – anak lebih meningkatkan pemeliharaan kesehatan gigi dengan mengurangi jajanan yang mangandung karbohidrat dan bagi tenaga kesehatan agar lebih aktif dalam bekerjasama dengan pihak sekolah.
The Behavior of Pregnant Women on Maintenance of Dental and Oral Health During Pregnancy in the Namosain Community: Perilaku Ibu Hamil Terhadap Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Selama Kehamilan Di Masyarakat Namosain Nurfalah Liarian; Ferdinan Fankari; Apri A. Manu; Manginar Sidabutar
Dental Therapist Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.099 KB) | DOI: 10.31965/dtj.v2i1.712

Abstract

Maintenance of dental and oral health during pregnancy aims to prevent dental and oral health problems during pregnancy. Dental and oral health is one of the things that need to be considered during pregnancy. The increased risk of oral disease in pregnant women can be caused by several factors such as the gagging reflex, fear of brushing teeth or habits such as neglecting oral hygiene which can increase the frequency of caries and disease. The purpose of this study was to determine the behavior of maintaining dental and oral health of pregnant women. This type of research is descriptive involving 20 pregnant women in the Namosain community. The results showed that the behavior of pregnant women towards the maintenance of oral health by 60% or as many as 12 respondents who consumed fruit during pregnancy, 50% or as many as 10 respondents who brushed their teeth twice a day during pregnancy and 10% or as many as 2 respondents who did dental check-up during pregnancy. The conclusion of this study is that pregnant women are more dominant in consuming fruits and only a small proportion of pregnant women who do dental and oral health checks during pregnancy. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan bertujuan untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut saat masa kehamilan. Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan selama kehamilan. Peningkatan resiko terjadinya penyakit mulut pada wanita hamil dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti refleks muntah (gagging), rasa takut menggosok gigi atau kebiasaan seperti mengabaikan kebersihan rongga mulut yang dapat meningkatkan frekuensi karies dan penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif yang melibatkan 20 orang ibu hamil di masyarakat Namosain. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku ibu hamil terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sebesar 60% atau sebanyak 12 responden yang mengonsumsi buah-buahan selama kehamilan, 50% atau sebanyak 10 responden yang menyikat gigi 2x sehari selama kehamilan dan 10% atau sebanyak 2 responden yang melakukan pemeriksaan kesehatan gigi selama kehamilan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ibu hamil lebih dominan mengonsumsi buah-buahan dan hanya sebagian kecil ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan.
The Role of Sports and Health Physical Education Teachers on School Dental Health Business Services: Peran Guru Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Terhadap Pelayanan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah Inandy Rambu Kadunga; Melkisedek O. Nubatonis; Apri A. Manu; Emma Krisyudhanti
Dental Therapist Journal Vol. 2 No. 2 (2020): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.247 KB) | DOI: 10.31965/dtj.v2i2.715

Abstract

The School Dental Health Business (UKGS) is an integral part of the School Health Business (UKS) which carries out planned dental and oral health services for students, especially elementary school students (STD) within a certain period of time, which is carried out continuously through the UKS package, namely the UKS package. minimal, standard package and optimal package. Teachers are people who help others learn, by training, explaining, giving lectures, regulating discipline and evaluating students' abilities. Teachers can act as counselors and give instructions. In this case, Sports and Health Physical Education teachers have a more important role in UKGS services to students than other school communities. Because Sports and Health Physical Education teachers know more about health sciences, anatomy, physiology and handling injuries compared to teachers other. Because they know more about health, Sports and Health Physical Education Teachers have a more important role and are expected to be involved in UKGS activities. The purpose of this study was to determine the role of sports and health physical education teachers on school dental health business services. The method in this research is descriptive method. The results showed that the results of the questionnaire distribution to determine the role of sports teachers in UKGS services were in good criteria as many as 10 people (71.5%), in promotive efforts were in good criteria as many as 10 people (71.5%), preventive on criteria good as many as 10 people (71.5%) and simple curative on good criteria as many as 10 people (71.5%). It was concluded that the role of sports teachers in providing UKGS services, both promotive, preventive and curative efforts were in good criteria. Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) adalah bagian integral dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang melaksanakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara terencana pada siswa terutama siswa Sekolah Tingkat Dasar (STD) dalam suatu kurun waktu tertentu,diselenggarakan secara berkesinambungan melalui paket UKS yaitu paket minimal,paket standar dan paket optimal. Guru adalah orang yang membantu orang lain belajar,dengan melatih, menerangkan,memberi ceramah, mengatur disiplin dan mengevaluasi kemampuan siswa. Guru dapat berperan sebagai konselor dan pemberi instruksi. Dalam hal ini,Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan mempunyai peran yang lebih penting dalam pelayanan UKGS terhadap siswa-siswi dibandingkan masyarakat sekolah lainnya.Karena guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan lebih mengetahui tentang ilmu kesehatan, anatomi,fisiologi dan penanganan pada cedera dibandingkan dengan guru yang lainnya. Karena lebih mengetahui tentang kesehatan,maka Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan mempunyai peran yang lebih penting dan diharapkan terlibat dalam kegiatan UKGS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan terhadap pelayanan usaha kesehatan gigi sekolah. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil pembagian kuesioner untuk mengetahui peran guru olahraga dalam pelayanan UKGS berada pada kriteria baik sebanyak 10 orang (71,5%), dalam upaya promotif berada pada kriteria baik sebanyak 10 orang (71,5%), preventif pada kriteria baik sebanyak 10 orang (71,5%) dan kuratif sederhana pada kriteria baik sebanyak 10 orang (71,5%). Disimpulkan bahwa Peran guru olahraga dalam melakukan pelayanan UKGS, baik upaya promotif, preventif dan kuratif berada dalam kriteria baik.
Caries Patterns and Knowledge Levels About Prevention of Dental Caries in Elementary School Students: Pola Karies Dan Tingkat Pengetahuan Tentang Pencegahan Karies Gigi Pada Murid Sekolah Dasar St. Arnoldus Penfui Kupang Yuliana N. R. Onlan; Ratih Variani; Apri A. Manu; Emma Krisyudhanti
Dental Therapist Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v2i1.706

Abstract

In school children, dental caries is an important problem because it not only causes complaints of pain, but also causes infections to other parts of the body, resulting in decreased productivity. Knowledge of prevention of dental caries in children cannot be separated from the participation of health workers, nurses and doctors, to provide counseling and motivation to parents, the role of parents in the family environment. The survey results show that the elementary school students of St. Karolus Kupang class III and IV as many as 125 children who have dental caries so this study was conducted to determine the pattern of caries and the level of knowledge about prevention of dental caries in elementary school students St. Arnold Penfui Kupang. The type of research is descriptive and the research instrument is in the form of an examination and questionnaire format. The results showed that the pattern of dental caries in grade III-IV students of St. The most common Arnoldus penfui kupang was enamel caries with a total of 34% (46 teeth) and caries reaching the roots of 28% (39 teeth). Knowledge of prevention of dental caries is included in the moderate category of 41.8%. Based on the results of the study, it can be concluded that the pattern of dental caries in grade III and IV students of St. Arnoldus Penfui Kupang mostly had enamel caries and residual root caries and the level of knowledge about their prevention was moderate. It is recommended that children further improve dental health maintenance by reducing snacks that contain carbohydrates and for health workers to be more active in collaborating with the school. Pada anak sekolah, karies gigi merupakan masalah yang penting karena tidak saja menyebabkan keluhan rasa sakit, tetapi juga menyebabkan infeksi kebagian tubuh lainnya sehingga mengakibatkan menurunnya produktivitas. Pengetahuan pencegahan karies gigi anak tidak terlepas dari peran serta tenaga kesehatan perawat dan dokter untuk memberi penyuluhan dan motivasi pada orang tua, peran orang tua murid dalam lingkungan keluarga. Dari hasil survei menunjukkan murid sekolah dasar St. Karolus Kupang kelas III dan IV sebanyak 125 anak yang memiliki karies gigi sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola karies dan tingkat pengetahuan tentang pencegahan karies gigi pada murid sekolah dasar St. Arnoldus Penfui Kupang. Jenis penelitian deskriptif dan Instrumen penelitian berupa format pemeriksaan dan kuisoner. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pola karies gigi pada murid kelas III-IV sekolah dasar St. Arnoldus penfui kupang yang terbanyak adalah karies email dengan jumlah 34% (46 gigi) dan karies mencapai akar 28% (39 gigi). Pengetahuan pencegahan karies gigi termasuk dalam kategori sedang 41,8%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola karies gigi pada murid kelas III dan IV sekolah dasar St. Arnoldus Penfui Kupang yang terbanyak adalah karies email dan karies sisa akar dan tingkat pengetahuan tentang pencegahannya sedang. Disarankan agar anak – anak lebih meningkatkan pemeliharaan kesehatan gigi dengan mengurangi jajanan yang mangandung karbohidrat dan bagi tenaga kesehatan agar lebih aktif dalam bekerjasama dengan pihak sekolah.
The Behavior of Pregnant Women on Maintenance of Dental and Oral Health During Pregnancy in the Namosain Community: Perilaku Ibu Hamil Terhadap Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Selama Kehamilan Di Masyarakat Namosain Nurfalah Liarian; Ferdinan Fankari; Apri A. Manu; Manginar Sidabutar
Dental Therapist Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v2i1.712

Abstract

Maintenance of dental and oral health during pregnancy aims to prevent dental and oral health problems during pregnancy. Dental and oral health is one of the things that need to be considered during pregnancy. The increased risk of oral disease in pregnant women can be caused by several factors such as the gagging reflex, fear of brushing teeth or habits such as neglecting oral hygiene which can increase the frequency of caries and disease. The purpose of this study was to determine the behavior of maintaining dental and oral health of pregnant women. This type of research is descriptive involving 20 pregnant women in the Namosain community. The results showed that the behavior of pregnant women towards the maintenance of oral health by 60% or as many as 12 respondents who consumed fruit during pregnancy, 50% or as many as 10 respondents who brushed their teeth twice a day during pregnancy and 10% or as many as 2 respondents who did dental check-up during pregnancy. The conclusion of this study is that pregnant women are more dominant in consuming fruits and only a small proportion of pregnant women who do dental and oral health checks during pregnancy. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan bertujuan untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut saat masa kehamilan. Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan selama kehamilan. Peningkatan resiko terjadinya penyakit mulut pada wanita hamil dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti refleks muntah (gagging), rasa takut menggosok gigi atau kebiasaan seperti mengabaikan kebersihan rongga mulut yang dapat meningkatkan frekuensi karies dan penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif yang melibatkan 20 orang ibu hamil di masyarakat Namosain. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku ibu hamil terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sebesar 60% atau sebanyak 12 responden yang mengonsumsi buah-buahan selama kehamilan, 50% atau sebanyak 10 responden yang menyikat gigi 2x sehari selama kehamilan dan 10% atau sebanyak 2 responden yang melakukan pemeriksaan kesehatan gigi selama kehamilan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ibu hamil lebih dominan mengonsumsi buah-buahan dan hanya sebagian kecil ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan.
The Role of Sports and Health Physical Education Teachers on School Dental Health Business Services: Peran Guru Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Terhadap Pelayanan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah Inandy Rambu Kadunga; Melkisedek O. Nubatonis; Apri A. Manu; Emma Krisyudhanti
Dental Therapist Journal Vol. 2 No. 2 (2020): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v2i2.715

Abstract

The School Dental Health Business (UKGS) is an integral part of the School Health Business (UKS) which carries out planned dental and oral health services for students, especially elementary school students (STD) within a certain period of time, which is carried out continuously through the UKS package, namely the UKS package. minimal, standard package and optimal package. Teachers are people who help others learn, by training, explaining, giving lectures, regulating discipline and evaluating students' abilities. Teachers can act as counselors and give instructions. In this case, Sports and Health Physical Education teachers have a more important role in UKGS services to students than other school communities. Because Sports and Health Physical Education teachers know more about health sciences, anatomy, physiology and handling injuries compared to teachers other. Because they know more about health, Sports and Health Physical Education Teachers have a more important role and are expected to be involved in UKGS activities. The purpose of this study was to determine the role of sports and health physical education teachers on school dental health business services. The method in this research is descriptive method. The results showed that the results of the questionnaire distribution to determine the role of sports teachers in UKGS services were in good criteria as many as 10 people (71.5%), in promotive efforts were in good criteria as many as 10 people (71.5%), preventive on criteria good as many as 10 people (71.5%) and simple curative on good criteria as many as 10 people (71.5%). It was concluded that the role of sports teachers in providing UKGS services, both promotive, preventive and curative efforts were in good criteria. Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) adalah bagian integral dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang melaksanakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara terencana pada siswa terutama siswa Sekolah Tingkat Dasar (STD) dalam suatu kurun waktu tertentu,diselenggarakan secara berkesinambungan melalui paket UKS yaitu paket minimal,paket standar dan paket optimal. Guru adalah orang yang membantu orang lain belajar,dengan melatih, menerangkan,memberi ceramah, mengatur disiplin dan mengevaluasi kemampuan siswa. Guru dapat berperan sebagai konselor dan pemberi instruksi. Dalam hal ini,Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan mempunyai peran yang lebih penting dalam pelayanan UKGS terhadap siswa-siswi dibandingkan masyarakat sekolah lainnya.Karena guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan lebih mengetahui tentang ilmu kesehatan, anatomi,fisiologi dan penanganan pada cedera dibandingkan dengan guru yang lainnya. Karena lebih mengetahui tentang kesehatan,maka Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan mempunyai peran yang lebih penting dan diharapkan terlibat dalam kegiatan UKGS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan terhadap pelayanan usaha kesehatan gigi sekolah. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil pembagian kuesioner untuk mengetahui peran guru olahraga dalam pelayanan UKGS berada pada kriteria baik sebanyak 10 orang (71,5%), dalam upaya promotif berada pada kriteria baik sebanyak 10 orang (71,5%), preventif pada kriteria baik sebanyak 10 orang (71,5%) dan kuratif sederhana pada kriteria baik sebanyak 10 orang (71,5%). Disimpulkan bahwa Peran guru olahraga dalam melakukan pelayanan UKGS, baik upaya promotif, preventif dan kuratif berada dalam kriteria baik.