Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Status Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Masyarakat Yang Mempunyai Kebiasaan Menginang Desri Kasilimba Unbanu; Applonia Leu Obi; Ferdinan Fankari; Melkisedek O. Nubatonis
Dental Therapist Journal Vol. 1 No. 2 (2019): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.06 KB) | DOI: 10.31965/dtj.v1i2.447

Abstract

Abstract: Dental and oral health status in people who have the habit of eating betel and areca nut. The habit of betel chewing has been known by the people of Indonesia since the 6th century AD and carried on for generations, one of which is in the Oesusu Village, Takari District, Kupang Regency. The betel chewing community believes that betel nut gives pleasure benefits such as smoking, can eliminate bad breath, and believes that this activity can strengthen teeth. The purpose of this study was to determine the dental and oral health status of people who have the habit of hosting in RW 03 Oesusu Village, Takari District, Kupang Regency. This research uses descriptive research method. Sampling with a total sampling technique 62 people who are in RW 03 Oesusu Village, Takari District, Kupang Regency. This research measuring instrument uses a dental and oral health status check format namely DMF-T, OHI-S, and CPITN. The results showed that in Oesusu Village which had a habit of chewing betel nut, the condition of his teeth overcame well. As a whole the community in RW 03 repairs damage to the teeth such as the presence of dental caries, teeth that are no longer intact, black teeth, and missing teeth. The results of the study showed that the dental and oral health status of RW 03 Oesusu Village, Takari Subdistrict, Kupang District DMFT was included as a medium criteria, OHI-S was included as a poor criterion and CPITN contained a lot of tartar. The conclusions of this study indicate that community RW 03 Oesusu village. So caring for teeth is important if betel nut chewers do not involve dental health. Chewing betel nut also adversely affects dental caries because the pain is not felt. Allows the habit of chewing betel betel betel more prefer the whiting because it can cause thicker on the gums and if leftover time can be corrected dental and mouth disease. Abstrak: Status Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Masyarakat Yang Mempunyai Kebiasaan Menginang. Kebiasaan mengunyah sirih sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak abad ke-6 masehi dan dilakukan secara turun – temurun, salah satunya di Desa Oesusu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang. Masyarakat pengunyah sirih mempercayai bahwa sirih pinang memberikan manfaat kenikmatan seperti orang merokok, dapat menghilangkan bau nafas, dan mempercayai bahwa aktifitas ini dapat memperkuat gigi. Tujuan penelitian untuk mengetahui status kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat yang mempunyai kebiasaan menginang di RW 03 Desa Oesusu Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling berjumlah 62 orang yang berada di RW 03 Desa Oesusu Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. Alat ukur penelitian ini menggunakan format pemeriksaan status kesehatan gigi dan mulut yaitu DMF-T, OHI-S dan CPITN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Oesusu yang memiliki kebiasaan mengunyah sirih pinang, kondisi giginya tidaklah bagus. Secara keseluruhan masyarakat di RW 03 mengalami kerusakan pada gigi seperti adanya karies gigi, gigi yang tidak utuh lagi, gigi yang berwarna hitam dan gigi yang tanggal. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa status kesehatan gigi dan mulut masyarakat RW 03 Desa Oesusu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang DMFT termasuk kriteria sedang, OHI-S termasuk kriteria buruk dan CPITN terdapat banyaknya karang gigi. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat RW 03 Desa Oesusu Kurang dalam merawat kesehatan gigi dan memicu adanya kerusakan pada gigi. Jadi merawat gigi adalah penting jika pengunyah sirih pinang tanpa mengganggu kesehatan gigi. Mengunyah sirih pinang juga berpengaruh buruk terhadap karies gigi karena rasa sakitnya tidak terasa. Sehingga kebiasaan mengunyah siirih pinang sebainkya dikurangi terutama kapur sirih karena dapat menyebabkan terjadinya tebal pada gusi dan bila dibiarkan lama kelamaan dapat mengakibatkan penyakit gigi dan mulut.
Pengetahuan Dan Tindakan Orang Tua Dalam Perawatan Gigi Susu Ady Imanuel Ismaua; Christina Ngadilah; Applonia Leu Obi; Ferdinan Fankari
Dental Therapist Journal Vol. 1 No. 2 (2019): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.928 KB) | DOI: 10.31965/dtj.v1i2.449

Abstract

Abstract: Knowledge and Actions of Parents in Primary Teeth Care.Dental and oral health is part of the health of the body that can not be separated from one another. Because oral health will affect the health of other bodies. Dental health is important because food digestion starts with the help of teeth which are useful for the normal growth and development of children. Therefore, parents must have good knowledge of baby teeth. But "Knowing" is not enough, it needs to be followed by "Caring" and "Acting". The purpose of this study was to find out an overview of the knowledge of parents in primary teeth cares in Oelekam sub-village Oelua Village, Taebenu District, Kupang Regency. This research method uses descriptive research that aims to find out about the knowledge of parents in nursing baby teeth. The results showed that parents 'knowledge and actions were good where parents got information about dental and mouth health from various information media even though the parents' education was still in the basic category but had relatively good knowledge where parents knew the shape and size of toothbrushes that were suitable for children as much as 96.7%, parents who know about sweet foods can damage teeth as much as 100%, parents bring children to the health center when the child feels toothache as much as 80.6% and the actions of parents in caring for primary teeth and cleaning with a washcloth soft when baby teeth start to erupt as much as 90.3%, parents know about food samples that help strengthen teeth as much as 96.7% and parents who bring children to the dental health service if their teeth hurt as much as 87%. The conclusions of this study indicate that the knowledge and actions of parents in primary teeth care in the Oletekam hamlet 04 Oeltua Village Taebenu District Kupang Regency, in general, both parents get information from various media, namely flipcart and information from television and even counseling from other health workers about dental and oral health. Abstrak: Pengetahuan Dan Tindakan Orang Tua Dalam Perawatan Gigi Susu.Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Sebab kesehatan gigi dan mulut akan mempengaruhi kesehatan tubuh lainnya. Kesehatan gigi penting karena pencernaan makanan dimulai dengan bantuan gigi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan normal anak. Oleh karena itu, orang tua harus memiliki pengetahuan yang baik terhadap gigi susu. Namun “Tahu” saja tidak cukup, perlu diikuti dengan “Peduli” dan “Bertindak”. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran tentang pengetahuan orang tua dalam perawatan gigi susu di Dusun 04 Oelekam Desa Oeltua Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang pengetahuan orang tua dalam perawatn gigi susu. Hasil Penelitian menunjukkan Pengetahuan dan tindakan orang tua sudah baik dimana orang tua mendapatkan informasi tentang kesehatan gigi dan mulut dari berbagai media informasi meskipun pendidikan orang tua masih dalam kategori dasar namun memiliki pengetahuan relatif baik dimana orang tua mengetahui bentuk dan ukuran sikat gigi yang cocok untuk anak sebanyak 96,7%, orang tua yang mengetahui tentang makanan yang manis dapat merusak gigi sebanyak 100%, orang tua membawa anak ke puskesmas pada saat anak merasakan sakit gigi sebanyak 80,6% dan tindakan orang tua dalam merawat gigi susu dan membersihkan dengan waslap lembut pada saat gigi susu mulai erupsi sebanyak 90,3% , orang tua mengetahui tentang contoh makanan yang membantu menguatkan gigi sebanyak 96,7% dan orang tua yang membawa anak ke tempat pelayanan kesehatan gigi jika gigi anak sakit sebanyak 87%. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan tindakan orang tua dalam perawatan gigi susu di wilayah Dusun 04 Oelekam Desa Oeltua Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang pada umumnya baik hal ini orang tua mendapatkan informasi dari berbagai media yaitu flipcart maupun informasi dari televisi bahkan penyuluhan dari tenaga kesehatan lainnya tentang kesehatan gigi dan mulut.
Peran Orang Tua dalam Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Maria Rosina Manbait; Ferdinan Fankari; Apri Adiari Manu; Emma Krisyudhanti
Dental Therapist Journal Vol. 1 No. 2 (2019): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.655 KB) | DOI: 10.31965/dtj.v1i2.452

Abstract

Abstract: The Role of Parents in the Maintenance of Dental and Mouth Health. Dental health education must be introduced as early as possible to children so they can know how to maintain oral and dental health properly. The active role of parents in the development of children is very necessary when they are still under preschool age. The active role of parents in question is to guide, provide understanding, remind, and provide facilities to children. Preschoolers cannot maintain their health properly and effectively, so parents must keep an eye on this procedure continuously. The purpose of this study was to determine the general description of the role of parents of Rosa Mystica Liliba Kupang kindergartens in maintaining oral health. This type of research is a descriptive study describing the role of parents of Rosa Mystica Liliba Kupang kindergartens in maintaining oral health regarding the regulation of children's eating diets, how to brush their teeth properly, and control dental health. This research method is descriptive research. The results of this study indicate the role of parents in regulating dietary foods including moderate criteria, how to brush teeth properly including good criteria and control of oral health including good criteria. Overall, the role of parents of kindergarten children Rosa Mystica Liliba in maintaining oral health has good criteria. The conclusion of this study is the role of parents of Rosa Mystica Liliba Kindergarten children in maintaining oral health is good but the right action has not been implemented so that the average dental caries of children is still high namely 4 carious teeth. Abstrak: Peran Orang Tua dalam Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut. Pendidikan kesehatan gigi harus diperkenalkan sedini mungkin kepada anak agar mereka dapat mengetahui cara memelihara kesehatan gigi dan mulut secara baik dan benar. Peran aktif orang tua terhadap perkembangan anak sangat diperlukan pada saat mereka masih berada dibawah usia prasekolah. Peran aktif orang tua yang dimaksud adalah membimbing, memberikan pengertian, mengingatkan, dan menyediakan fasilitas kepada anak. Anak usia prasekolah tidak dapat menjaga kesehatan nya secara benar dan efektif maka orang tua harus mengawasi prosedur ini secara terus-menerus. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran umum peran orang tua anak TK Rosa Mystica Liliba Kupang dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Jenis Penelitian adalah penelitian deskriptif yang menggambarkan peran orang tua anak TK Rosa Mystica Liliba Kupang dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut mengenai pengaturan diet makan anak, cara menyikat gigi yang baik dan benar dan kontrol kesehatan gigi. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Hasil Penelitian ini menunjukkan peran orang tua dalam pengaturan diet makanan termasuk kriteria sedang, cara menyikat gigi yang baik dan benar termasuk kriteria baik dan kontrol kesehatan gigi dan mulut termasuk kriteria baik. Secara keseluruhan peran orang tua anak TK Rosa Mystica Liliba dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut mendapat kriteria baik. Simpulan dari penelitian ini adalah peran orang tua anak TK Rosa Mystica Liliba dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sudah baik namun tindakan yang tepat belum terlaksana sehingga rata-rata karies gigi anak masih tinggi yakni 4 gigi berkaries.
The Behavior of Pregnant Women on Maintenance of Dental and Oral Health During Pregnancy in the Namosain Community: Perilaku Ibu Hamil Terhadap Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Selama Kehamilan Di Masyarakat Namosain Nurfalah Liarian; Ferdinan Fankari; Apri A. Manu; Manginar Sidabutar
Dental Therapist Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.099 KB) | DOI: 10.31965/dtj.v2i1.712

Abstract

Maintenance of dental and oral health during pregnancy aims to prevent dental and oral health problems during pregnancy. Dental and oral health is one of the things that need to be considered during pregnancy. The increased risk of oral disease in pregnant women can be caused by several factors such as the gagging reflex, fear of brushing teeth or habits such as neglecting oral hygiene which can increase the frequency of caries and disease. The purpose of this study was to determine the behavior of maintaining dental and oral health of pregnant women. This type of research is descriptive involving 20 pregnant women in the Namosain community. The results showed that the behavior of pregnant women towards the maintenance of oral health by 60% or as many as 12 respondents who consumed fruit during pregnancy, 50% or as many as 10 respondents who brushed their teeth twice a day during pregnancy and 10% or as many as 2 respondents who did dental check-up during pregnancy. The conclusion of this study is that pregnant women are more dominant in consuming fruits and only a small proportion of pregnant women who do dental and oral health checks during pregnancy. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan bertujuan untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut saat masa kehamilan. Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan selama kehamilan. Peningkatan resiko terjadinya penyakit mulut pada wanita hamil dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti refleks muntah (gagging), rasa takut menggosok gigi atau kebiasaan seperti mengabaikan kebersihan rongga mulut yang dapat meningkatkan frekuensi karies dan penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif yang melibatkan 20 orang ibu hamil di masyarakat Namosain. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku ibu hamil terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sebesar 60% atau sebanyak 12 responden yang mengonsumsi buah-buahan selama kehamilan, 50% atau sebanyak 10 responden yang menyikat gigi 2x sehari selama kehamilan dan 10% atau sebanyak 2 responden yang melakukan pemeriksaan kesehatan gigi selama kehamilan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ibu hamil lebih dominan mengonsumsi buah-buahan dan hanya sebagian kecil ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan.
Children's Nutritional Status in terms of Dental Caries in Elementary School Students of GMIT Baumata: Status Gizi Anak Ditinjau dari Karies Gigi pada Siswa SD GMIT Baumata Ade Irma Mantutu; Emma Krisyudhanti; Ferdinan Fankari; Christina Ngadilah
Dental Therapist Journal Vol. 2 No. 2 (2020): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.778 KB) | DOI: 10.31965/dtj.v2i2.719

Abstract

Nutritional disorders are caused by primary or secondary factors. The primary factor is when a person's food composition is wrong in quantity or quality caused by a lack of food supply, poor food distribution, poverty, ignorance, wrong eating habits and so on. Secondary factors include all factors that cause nutrients not to reach digestive cells such as bad teeth (dental caries). A person with a bad masticatory apparatus will choose food according to the strength of his chewing so that in the end it can lead to malnutrition. The purpose of this study was to determine the nutritional status of children in terms of dental caries in elementary school students at GMIT Baumata. This research method uses the description method, with a population of 100 students. The results showed that the nutritional status of students in the category of very thin 7%, underweight 52%, normal 41%, obese 0%, obese 0%, the condition of dental caries status of students 2 was 38%, 2 was 62% and nutritional status conditions in terms of student dental caries, namely the category of very thin nutrition with caries 2 is 0% while 2 is 7%, underweight nutrition category with caries 2 is 4% while 2 is 48%, normal nutrition category with caries 2 is 34 % while 2 is 7%, obese nutrition category with 2 caries is 0%, 2 is 0% and obesity nutrition category with 2 caries is 0%, 2 is 0%. The conclusion of this study is that the highest nutritional status of children is the category of underweight nutritional status and the highest dental caries condition is 2 or has not reached the national target. The nutritional status of children in terms of dental caries, the highest percentage is thin nutritional status with caries status 2 is 48%. Gangguan gizi disebabkan oleh faktor primer atau sekunder. Faktor primer adalah bila susunan makanan seseorang salah dalam kuantitas atau kualitas yang disebabkan oleh kurangnya penyediaan pangan, kurang baiknya distribusi pangan, kemiskinan, ketidaktahuan, kebiasaan makan yang salah dan sebagainya. Faktor sekunder meliputi semua faktor yang menyebabkan zat-zat gizi tidak sampai di sel-sel pencernaan seperti gigi-geligi yang tidak baik (karies gigi). Seseorang dengan alat pengunyahan yang tidak baik akan memilih makanan sesuai dengan kekuatan kunyahnya sehingga pada akhirnya dapat mengakibatkan malnutrisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status gizi anak ditinjau dari karies gigi pada siswa SD GMIT Baumata. Metode penelitian ini menggunakan metode deskripsi, dengan populasi sebanyak 100 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi status gizi siswa kategori sangat kurus 7%, kurus 52%, normal 41%, gemuk 0%, obesitas 0%, kondisi status karies gigi siswa ≥2 adalah 38%, ≤2 adalah 62% dan kondisi status gizi ditinjau dari karies gigi siswa yaitu kategori gizi sangat kurus dengan karies ≥2 adalah 0% sedangkan ≤2 adalah 7%, kategori gizi kurus dengan karies ≥2 adalah 4% sedangkan ≤2 adalah 48%, kategori gizi normal dengan karies ≥2 adalah 34% sedangkan ≤2 adalah 7%, kategori gizi gemuk dengan karies ≥2 adalah 0%, ≤2 adalah 0% dan kategori gizi obesitas dengan karies ≥2 adalah 0%, ≤2 adalah 0%. Kesimpulan penelitian ini yaitu kondisi status gizi anak yang paling besar adalah kategori status gizi kurus dan kondisi karies gigi yang paling besar yaitu ≤2 atau belum mencapai target nasional. Status gizi anak ditinjau dari karies gigi yang paling besar presentasenya adalah status gizi Kurus dengan status karies ≤2 adalah 48%.
Kartu Gigi Beta Sehat Untuk Penentuan Prevalensi Karies dan Kebutuhan Perawatannya Pada Siswa Sekolah Dasar Emma Krisyudhanti; Ferdinan Fankari
Dental Therapist Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v4i2.945

Abstract

Karies adalah kerusakan pada jaringan keras gigi yang dimulai dengan adanya bercak putih pada permukaan gigi yang dapat berkembang menjadi kavitas. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013 menunjukkan bahwa sebanyak 89% siswa berusia < 12 tahun mengalami karies gigi dan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018  menyatakan bahwa proporsi masalah gigi terbesar adalah gigi berlubang yaitu sebanyak 45.3%, prevalensi karies pada siswa kelompok usia 5 – 9 tahun adalah 92,6%, pada kelompok usia 10 – 14 tahun adalah sebesar 73,4%, serta rata-rata gigi permanen berkaries pada kelompok usia 12 tahun adalah sebanyak 2 gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk  menentukan prevalensi fisur dalam, karies serta kebutuhan perawatannya pada anak usia sekolah dasar. Penelitian ini adalah suatu studi deskriptif dengan metode survei yang dilakukan di SD Negeri 2 Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang dengan jumlah siswa yang diperiksa giginya sebanyak 138. Untuk mengukur prevalensi fisur dalam , karies , serta kebutuhan perawatannya, digunakan Kartu Gigi Beta Sehat sebagai instrument pendokumentasi kondisi rongga mulut beserta kebutuhan perawatannya. Data yang diperoleh akan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi fisur dalam sebesar 15.58%, karies superfisial sebanyak 28.34% karies media 18.69%, karies profunda 18.25%, karies mencapai akar 5.34% dan 5.5% berupa kasus lain, seperti resobsi fisiologis, persistensi atau kasus lainnya. Dapat disimpulkan bahwa prevalensi fisur dalam adalah sebesar 15.58%, prevalensi karies yang tertinggi adalah karies superfisial yaitu sebesar 28.34%. Perawatan yang paling dibutuhkan adalah penumpatan gigi.  Disarankan adanya tindak lanjut dari pemberi layanan kesehatan setempat  agar segera melaksanakan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut bagi para siswa secara periodik berkesinambungan agar prevalensi karies tidak mengalami peningkatan, serta perlunya pemberdayaan guru dan orangtua siswa  untuk membantu siswa  memiliki kemampuan pelihara diri di bidang kesehatan gigi (oral self care).
Prevalensi Fisur Dalam dan Karies pada Siswa Usia 7 Tahun beserta Kebutuhan Perawatannya Emma Krisyudhanti; Ferdinan Fankari; Elisabet Mulia
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.332 KB)

Abstract

Usia 7 tahun adalah saat dimana gigi molar pertama permanen erupsi namun belum kalsifikasi sempurna dan harus berada dalam rongga mulut seorang anak yang belum memiliki oral self care yang baik, sehingga rentan mengalami karies. Tujuan penelitian untuk menentukan prevalensi fisur dalam, karies serta kebutuhan perawatannya pada siswa usia 7 tahun di SD INPRES Bonen. Penelitian ini adalah studi deskriptif dengan metode survei yang dilakukan di SD INPRES Bonen, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang dengan jumlah siswa usia 7 tahun yang diperiksa giginya sebanyak 35 anak. Untuk mengukur prevalensi fisur dalam , karies , serta kebutuhan perawatannya, digunakan Kartu Gigi Beta Sehat sebagai instrument pendokumentasi kondisi rongga mulut beserta kebutuhan perawatannya. Data yang diperoleh akan dianalisa secara deskriptif. Prevalensi fisur dalam adalah sebesar 3,33%, karies superfisial sebanyak 17,95% karies media 1,79%, karies profunda 3,45%, karies mencapai akar 1,19% dan 1,67% berupa kasus lain, seperti resobsi fisiologis, persistensi serta abses. Kondisi lain yang juga tercatat adalah 4,17% gigi permanen baru erupsi. Jenis kebutuhan perawatan yang diperlukan, terdiri dari 4,17% perawatan remineralisasi, 3,33% penutupan fisur, 9,4% penumpatan, 1,55% pencabutan, serta 4,76% rujukan. Prevalensi fisur dalam adalah sebesar 3,33%, prevalensi karies yang tertinggi adalah karies superfisial, diikuti karies profunda, lalu karies media, kemudian karies mencapai akar. Terdapat juga kasus-kasus lain non karies, seperti resobsi fisiologis dan persistensi. Perawatan yang paling dibutuhkan adalah penumpatan gigi, diikuti dengan tindakan rujukan, terapi remineralisasi, penutupan fisur gigi, serta pencabutan gigi.
PENGARUH KARTU KONTROL KESEHATAN GIGI DAN MULUT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA ANAK DI ERA NEW NORMAL DI SD NEGERI 2 BAUMATA TIMUR KABUPATEN KUPANG Ferdinan Fankari; Emma Krisyudhanti
Jurnal Kesehatan Gigi (Dental Health Journal) Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkg.v10i1.2343

Abstract

The habit of brushing the teeth of the Indonesian people is still a cause for concern, as can be seen from the 2018 Basic Health Research data where only 2.3% of the population aged ≥ 10 years brush their teeth after breakfast and before going to bed at night. This condition can cause tooth decay, as seen from the Riskesdas data, where the tooth decay index (DMF-T) of the Indonesian population is 4.6, which means that every Indonesian resident has an average of 4-5 carious teeth. The high rate of dental caries is supported by the fact that the level of knowledge of the Indonesian people about the importance of brushing their teeth properly is still very low. The dental health control card is a medium for monitoring children's activities or behavior every day in carrying out routine toothbrushes in the morning after eating and at night before going to bed. This effort is expected to increase children's obedience in carrying out prevention efforts independently so that caries can be prevented. The purpose of this study was to determine the effect of dental and oral health control cards on efforts to prevent dental caries in children in the new normal era at SD Negeri 2 Baumata Timur, Kupang Regency. This research is an experiment with a one shot case study design, without a control group which was conducted on all 126 students of SDN 2 Baumata Timur. The results showed that the efforts to prevent dental caries before and after the intervention, the majority of students were in the very low category. The results of the Wilcoxon Signed Ranks Test showed a significant value of p 1.000 0.05 . The conclusion that there is no significant difference before and after treatment. It is recommended that there be education about the importance of consistency in brushing teeth for school-age children
Pencegahan Karies Gigi Melalui Kegiatan Menyikat Gigi Dan Cuci Tangan Pada Masa New Normal Di SD Negeri 2 Baumata Timur Kabupaten Kupang Ferdinan Fankari; Emma Krisyudhanti; Ratih Variani; Shri Ayu Purnami
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v2i2.132

Abstract

Penelitian terkini mengenai dampak pandemi pada kebiasaan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut masih terbatas. Sejak pandemi COVID-19 orang dua kali lebih sering mencuci tangan (64%) dibandingkan menyikat gigi (31%). Pada anak sekolah penyakit gigi merupakan masalah yang sangat mengganggu, karena tidak saja menyebabkan keluhan rasa sakit tetapi juga menyebarkan infeksi ke bagian tubuh lainnya sehingga mengakibatkan menurunnya produktifitas. Tujuan pengabdian kepada masyarakat yaitu untuk mencegah penyakit yang banyak menyerang anak sekolah (karies dan diare), dan untuk   meningkatkan kemampuan hidup sehat  peserta  didik  dalam  lingkungan  hidup  sehat  sehingga  peserta  didik  dapat  belajar, tumbuh, dan berkembang secara harmonis dan setinggi-tingginya menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Metode pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan action research / participatory research / penelitian kerja / penelitian partisipatif dimana siswa, guru dan orang tua terlibat aktif dalam kegiatan ini yaitu  praktek  menyikat gigi dan mencuci setiap hari. Hasil kegiatan ini telah dilakukan di SD Negeri 2 Baumata Timur, sasaran murid kelas I-VI sebanyak 130, berupa penyuluhan kesehatan gigi untuk seluruh siswa, pembagian sikat gigi dan pasta gigi untuk menyikat gigi bersama dan mencuci tangan pakai sabun dipandu oleh tim pengabdian masyarakat serta dilakukan pembagian kalender menyikat gigi untuk seluruh siswa dimana orang tua ikut mengawasi anak ketika di rumah dan guru mengawasi murid ketika di sekolah dalam hal menyikat gigi dan mencuci tangan. Media yang digunakan dalam kegiatan ini adalah poster kesehatan gigi dan phantom gigi. Kesimpulan kegiatan pada siswa SD Negeri 2 Baumata Timur telah dilaksanakan kegiatan mencuci cuci tangan pakai sabun sebagai upaya mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat dan kegiatan penyuluhan kesehatan gigi, menyikat gigi bersama dan pemberian kalender menyikat gigi sebagai upaya mengajarkan perilaku menjaga kesehatan gigi.
The Behavior of Pregnant Women on Maintenance of Dental and Oral Health During Pregnancy in the Namosain Community: Perilaku Ibu Hamil Terhadap Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Selama Kehamilan Di Masyarakat Namosain Nurfalah Liarian; Ferdinan Fankari; Apri A. Manu; Manginar Sidabutar
Dental Therapist Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v2i1.712

Abstract

Maintenance of dental and oral health during pregnancy aims to prevent dental and oral health problems during pregnancy. Dental and oral health is one of the things that need to be considered during pregnancy. The increased risk of oral disease in pregnant women can be caused by several factors such as the gagging reflex, fear of brushing teeth or habits such as neglecting oral hygiene which can increase the frequency of caries and disease. The purpose of this study was to determine the behavior of maintaining dental and oral health of pregnant women. This type of research is descriptive involving 20 pregnant women in the Namosain community. The results showed that the behavior of pregnant women towards the maintenance of oral health by 60% or as many as 12 respondents who consumed fruit during pregnancy, 50% or as many as 10 respondents who brushed their teeth twice a day during pregnancy and 10% or as many as 2 respondents who did dental check-up during pregnancy. The conclusion of this study is that pregnant women are more dominant in consuming fruits and only a small proportion of pregnant women who do dental and oral health checks during pregnancy. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan bertujuan untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut saat masa kehamilan. Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan selama kehamilan. Peningkatan resiko terjadinya penyakit mulut pada wanita hamil dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti refleks muntah (gagging), rasa takut menggosok gigi atau kebiasaan seperti mengabaikan kebersihan rongga mulut yang dapat meningkatkan frekuensi karies dan penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif yang melibatkan 20 orang ibu hamil di masyarakat Namosain. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku ibu hamil terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sebesar 60% atau sebanyak 12 responden yang mengonsumsi buah-buahan selama kehamilan, 50% atau sebanyak 10 responden yang menyikat gigi 2x sehari selama kehamilan dan 10% atau sebanyak 2 responden yang melakukan pemeriksaan kesehatan gigi selama kehamilan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ibu hamil lebih dominan mengonsumsi buah-buahan dan hanya sebagian kecil ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan.