Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

METODE DESAIN RSUP DR. KARIADI DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR HIGIENIS DI KOTA SEMARANG Sutrisno Tanujaya; Martinus Bambang Susetyarto; Khotijah Lahji
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2019 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.5665

Abstract

Bangunan rumah sakit merupakan suatu bentuk karya seni arsitektur yang dituangkan dalam bentuk nyata untuk memenuhi tuntutan kebutuhan manusia akan tempat bernaung sesuai dengan fungsinya. Desain arsitektur tidak lepas dari perilaku manusia sebagai pembentuknya dan hubungan manusia dengan lingkungan fisiknya. Dalam kasus ini gadung medik sentral RSUP dr. Kariadi di Kota Semarang adalah gedung yang memiliki aktifitas medis yang cukup tinggi, mulai dari observasi ringan hingga tindakan medis yang memiliki tingkat sterilitas tinggi, sehingga fungsi zona gedung harus juga memiliki desain dan sirkulasi ruang dalam yang baik dengan standar SNI dan ISO yang berlaku, yang juga di sisipkan teori arsitektur higienis untuk mendukung analisis. Dari analisis tersebut dapat dihasilkan penerapan desain  arsitektur yang diwujudkan melalui fleksibilitas ruang lobi rumah sakit, kemudahan akses sirkulasi, dan keunikan tampilan bangunan dengan didukung  oleh sistem struktur dengan modul - modul (Rigid Frame) sehingga dapat menjadi solusi dalam memecahkan masalah pola sirkulasi ruang dalam rumah sakit.
MENGGAGAS INDUSTRI KREATIF ARSITEKTUR NUSANTARA Martinus Bambang Susetyarto
Prosiding Seminar Nasional Pakar Prosiding Seminar Nasional Pakar 2019 Buku I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.4154

Abstract

Globalisasi industri yang melanda bumi Nusantara adalah suatu keniscayaan.Proses industrialisasi yang mengglobal dan berlangsung sejak masa revolusiindustri telah berinteraksi secara ekonomi, sosial, dan budaya. Dalam prosesinteraksi dimaksud terjadi saling tukar pemikiran dan pandangan, terjadi salingkompetisi dan inovasi, dengan dukungan media komunikasi dan teknologiinformasi yang lebih baik. Dalam sektor industri arsitektur, proses globalisasiindustri secara kreatif mewarnai perkembangan arsitektur di Nusantara. Studikajian ini bertujuan untuk menggagas industri kreatif arsitektur Nusantarasebagai aset pengembangan industri nasional. Metode yang digunakan adalahmetode penelitian studi pustaka yang memusatkan perhatian pada isu-isupenting seputar industri kreatif, dan arsitektur Nusantara. Kesimpulan kajianadalah bahwa hal keberagaman gagasan, kekhasan kultural, dan kearifan lokaldari masing-masing etnis di Nusantara adalah aset industri kreatif arsitekturNusantara. Khazanah industri kreatif arsitektur Nusantara itu perlu terus digalidan dikembangkan dalam dimensi ruang dan waktu kekinian. Pewaris arsitekturNusantara harus dilibatkan dan berpatisipasi untuk menjaga, merawat, danmenumbuhkan rasa memiliki terhadap mutu manikam arsitektur Nusantara,baik dari sisi ilmu pengetahuan Arsitektur Nusantara, praktek profesi arsitekNusantara, maupun kebijakan-kebijakan pemerintah yang berpihak padapembangunan industri kreatif arsitektur Nusantara yang berkelanjutan, yangmembawa dampak untuk kesejahteraan rakyat, berazaskan keadilan dan hakazasi manusia.
ANALISIS KONDISI KENYAMANAN TERMAL PADA RUANGAN DALAM RUMAH BANJAR BALAI BINI DI TEPIAN SUNGAI KUIN UTARA, BANJARMASIN Alkausar Alkausar; Martinus Bambang Susetyarto
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.652 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v4i2.5222

Abstract

Rumah Banjar balai bini adalah salah satu dari 12 tipe rumah tradisional Banjar. Ruangan rumah Balai Bini ini diuji kondisi kenyamanan termalnya. Rumah Banjar Balai Bini berlokasi di tepian sungai kuin utara Kelurahan Kuin Utara (pada posisi 3º 17‟ 42.1” LS dan pada bujur 114º 34‟ 41.7” BT), Kota Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategorisasi kondisi kenyamanan termal berdasarkan standar penelitian Mom dan Wiesebrom (1940) dengan cara mencari nilai 4 parameter kondisi termal suhu udara (Ta), temperatur radiasi (ºC), kecepatan udara (m/s) dan kelembaban udara (RH). Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan paradigma deduktif dengan strategi dan teknik yang telah direncanakan. Berdasarkan hasil pengukuran ruangan rumah Banjar Balai Bini pada nilai 4 parameter yang diperoleh dapat diambil kesimpulan bahwa kategori kondisi kenyamanan termal yang diketahui didominasi kategori hangat nyaman ambang atas dengan index suhu kelembaban tertinggi berada pada titik pengukuran pertama (pukul 07.00 - 09.00 wita) yaitu di palataran (teras) dengan suhu 29,98ºC cuaca cerah, sedangkan nilai terendah berada pada titik pengukuran kelima (pukul 15.00 - 17.00 wita) yaitu di ruang palataran (teras) dengan suhu 27,89ºC cuaca mendung-gerimis.
INNOVATION IN HIGH-RISE GREEN SPACE IN PANTAI INDAH KAPUK, JAKARTA Firly Putri Irenewati; Martinus Bambang Susetyarto
Journal of Synergy Landscape Vol. 4 No. 2 (2025): Vol. 4 No. 2 Februari 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/tjsl.v4i2.22427

Abstract

In recent years, attention to the desire for architectural development has increased, especially in applying high-rise green spaces. However, questions about the application in designing nature contribute to the desires and challenges. Then, there are rarely seen examples of the application of three-dimensional greening in high-rise buildings in the Pantai Indah Kapuk area, Jakarta. This study aims to explore the application of biophilic principles in designing high-rise green spaces and their impact on environmental quality, then show one example of a high-rise building that applies three-dimensional greening in the Pantai Indah Kapuk area. The method used is the framework of Stephen R. Kellert and 14 Biophilic Design Patterns from Terrapin Bright Green, which have been modified based on Zhong's research related to designing with nature, namely green space in architecture through a biophilic design framework and the desire to assess the application of biophilic principles in two case studies and one example of a building that applies biophilic principles in the Pantai Indah Kapuk area. The study results show that three-dimensional green space inside the building is still minimal because evaporation in plants makes the interior humid. There are some in the case study, but some are related to the function of commercial buildings and the placement that gets a lot of sunlight. Therefore, the application of biophilic in two case studies and one example of a building in the Pantai Indah Kapuk area on the outside of the building, while inside the building still creates natural elements but resembles nature, both in the form of the building mass and the decoration inside the room.
NET ZERO CARBON PADA DESAIN LOW-RISE APARTMENT DI KOTA BARU PARAHYANGAN, KABUPATEN BANDUNG BARAT Panget, Muhamad Kurniawan; Martinus Bambang Susetyarto; Sri Tundono
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 5, NUMBER 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Perkembangan desain arsitektur di tengah meningkatnya populasi dan keterbatasan lahan, khususnya di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, memunculkan tantangan dalam penyediaan hunian yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep arsitektur low-rise apartment dengan pendekatan Net Zero Carbon untuk menciptakan hunian yang efisien energi dan ramah lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui studi literatur, studi banding, serta pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan wawancara. Analisis dilakukan dengan memperhatikan kondisi klimatologis, peruntukan ruang, dan karakteristik pengguna, serta evaluasi desain terkait efisiensi energi dan emisi karbon menggunakan perangkat lunak EDGE Building sebagai alat bantu. Hasil penelitian menghasilkan konsep desain low-rise apartment yang mengoptimalkan orientasi bangunan, sirkulasi udara alami, pemanfaatan energi terbarukan, dan material rendah karbon untuk mencapai target Net Zero Carbon. Konsep ini juga mempertimbangkan kenyamanan penghuni dan integrasi dengan lingkungan sekitar. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Net Zero Carbon dapat diterapkan pada perancangan low-rise apartment di Kota Baru Parahyangan sebagai solusi hunian berkelanjutan yang mendukung pengurangan emisi karbon dan peningkatan kualitas lingkungan.