Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENENTUAN JARAK KRITIS BAUT PADA SAMBUNGAN BAMBU GOMBONG (GIGANTOCHLOA PSEUDOARUNDINASEA) BERDASARKAN KUAT GESER DAN KUAT TUMPU BAMBU Astuti Masdar; Indri Febriani; Sutria Desman; Anita Dewi Masdar; Ronny Junnaidy
Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v8i1.1391

Abstract

Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan yang mempunyai peluang besar untuk dikembangkan pada bangunan hijau. Kondisi ini dikarenakan bambu memiliki kharakteristik mekanik yang baik. Meskipun demikian, penggunaan bambu belum dapat dimaksimalkan karena sedikitnya informasi terkait desain struktur bambu termasuk geometri dari sambungannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan jarak kritis baut pada sambungan bambu Gombong (Gigantochloa Pseudoarundinasea). Penelitian dilakukan secara eksperimental berdasarkan standar ISO N22157. Berdasarkan hasil penelitian didapat nilai rata-rata kadar air Bambu Gombong  memenuhi persyaratan pengujian kuat geser dan kuat tumpu yaitu kadar air < 15%. Nilai kuat geser rata-rata Bambu Gombong sebesar 5,89 MPa. Sedangkan rata-rata kuat tumpu Bambu Gombong adalah sebesar 36,47 MPa. Berdasarkan nilai kuat geser dan kuat tumpu dilakukan analisis terkait jarak baut pada sambungan bambu dan didapatkan jarak kritis baut pada sambungan Bambu Gombong dari ujung batang bambu tanpa ruas ke baut adalah sekitar 4,27 D atau 4,27 kali diameter baut. Hasil penelitian ini sangat penting sekali sebagai dasar dalam desain struktur sambungan bambu yang menggunakan baut sebagai alat sambungnya.
Perencanaan Ulang (Redesign) Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Annisa Kota Payakumbuh Ronny Junnaidy; Astuti Masdar; Fauka Nurya Balqis
Jurnal Rekayasa Teknologi Vol. 1 No. 2 (2026): Januari-Maret
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Annisa merupakan fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Payakumbuh yang memerlukan peningkatan kapasitas dan efisiensi struktur bangunan. Perencanaan awal gedung dinilai kurang optimal karena jarak antar kolom yang rapat menyebabkan bentang balok pendek dan penggunaan material yang relatif tidak efisien. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan ulang (redesign) struktur atas dan struktur bawah dengan menggunakan sistem struktur beton bertulang. Analisis pembebanan mengacu pada SNI 1727:2020, perencanaan beton bertulang berdasarkan SNI 2847:2019, serta analisis ketahanan gempa mengacu pada SNI 1726:2019. Pemodelan struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000, sedangkan detail gambar struktur direncanakan menggunakan AutoCAD. Hasil perencanaan ulang menunjukkan perubahan dimensi elemen struktur berupa balok utama berukuran 40×80 cm, balok anak 25×50 cm dan 25×40 cm, pelat lantai setebal 10–12 cm, kolom 40×40 cm dan 80×80 cm, serta pondasi bored pile berdiameter 80 cm dengan jumlah tiang yang lebih sedikit dibandingkan desain awal. Perbaikan tata letak kolom menghasilkan struktur yang lebih efisien, ekonomis, dan tetap memenuhi persyaratan keselamatan bangunan rumah sakit.
Hotel Building Planning in the Harau Valley Natural Tourism Area Rahmat Hidayat; Astuti Masdar; Ronny Junnaidy
LEADER: Civil Engineering and Architecture Journal Vol. 4 No. 1 (2026): February
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/leader.v4i1.9969

Abstract

The planning for the Hotel Building in the Harau Valley Natural Tourism Area consists of 5 floors. The function of this building planning is to support the implementation of the planned structural element consisting of floor plates, beams, columns and foundation. Guidelines for planning reinforced concrete buildings. SNI 1726- 2019 for planning earthquake loads and SNI 1727-2020 for planning loads on buildings. In this plan, concrete quality Fc’ = 25 Mpa is used, threaded reinforcement uses steel quality 420 Mpa and plain reinforcement with steel quality 280 Mpa. From the results of the calculations that have been carried out, it can be seen that the thickness of the floor plate is 120 mm and for the roof plate it is 100 mm thick, while the beam is 30/60 cm with D22 main reinforcemen, the beam with dimensions 35/70 cm uses D22 main reinforcemen and the dimensions of the joist area 20/35 uses D16 main reinforcemen and uses Ø10 for stirrup reinforcemen. For foundation planning, use a boredpile foundation. Analyze the structure in this planning using the SAP 200 v.14 aplication.