Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENENTUAN JARAK KRITIS BAUT PADA SAMBUNGAN BAMBU GOMBONG (GIGANTOCHLOA PSEUDOARUNDINASEA) BERDASARKAN KUAT GESER DAN KUAT TUMPU BAMBU Astuti Masdar; Indri Febriani; Sutria Desman; Anita Dewi Masdar; Ronny Junnaidy
Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v8i1.1391

Abstract

Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan yang mempunyai peluang besar untuk dikembangkan pada bangunan hijau. Kondisi ini dikarenakan bambu memiliki kharakteristik mekanik yang baik. Meskipun demikian, penggunaan bambu belum dapat dimaksimalkan karena sedikitnya informasi terkait desain struktur bambu termasuk geometri dari sambungannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan jarak kritis baut pada sambungan bambu Gombong (Gigantochloa Pseudoarundinasea). Penelitian dilakukan secara eksperimental berdasarkan standar ISO N22157. Berdasarkan hasil penelitian didapat nilai rata-rata kadar air Bambu Gombong  memenuhi persyaratan pengujian kuat geser dan kuat tumpu yaitu kadar air < 15%. Nilai kuat geser rata-rata Bambu Gombong sebesar 5,89 MPa. Sedangkan rata-rata kuat tumpu Bambu Gombong adalah sebesar 36,47 MPa. Berdasarkan nilai kuat geser dan kuat tumpu dilakukan analisis terkait jarak baut pada sambungan bambu dan didapatkan jarak kritis baut pada sambungan Bambu Gombong dari ujung batang bambu tanpa ruas ke baut adalah sekitar 4,27 D atau 4,27 kali diameter baut. Hasil penelitian ini sangat penting sekali sebagai dasar dalam desain struktur sambungan bambu yang menggunakan baut sebagai alat sambungnya.
Perencanaan Ulang (Redesign) Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Annisa Kota Payakumbuh Ronny Junnaidy; Astuti Masdar; Fauka Nurya Balqis
Jurnal Rekayasa Teknologi Vol. 1 No. 2 (2026): Januari-Maret
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Annisa merupakan fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Payakumbuh yang memerlukan peningkatan kapasitas dan efisiensi struktur bangunan. Perencanaan awal gedung dinilai kurang optimal karena jarak antar kolom yang rapat menyebabkan bentang balok pendek dan penggunaan material yang relatif tidak efisien. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan ulang (redesign) struktur atas dan struktur bawah dengan menggunakan sistem struktur beton bertulang. Analisis pembebanan mengacu pada SNI 1727:2020, perencanaan beton bertulang berdasarkan SNI 2847:2019, serta analisis ketahanan gempa mengacu pada SNI 1726:2019. Pemodelan struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000, sedangkan detail gambar struktur direncanakan menggunakan AutoCAD. Hasil perencanaan ulang menunjukkan perubahan dimensi elemen struktur berupa balok utama berukuran 40×80 cm, balok anak 25×50 cm dan 25×40 cm, pelat lantai setebal 10–12 cm, kolom 40×40 cm dan 80×80 cm, serta pondasi bored pile berdiameter 80 cm dengan jumlah tiang yang lebih sedikit dibandingkan desain awal. Perbaikan tata letak kolom menghasilkan struktur yang lebih efisien, ekonomis, dan tetap memenuhi persyaratan keselamatan bangunan rumah sakit.
Hotel Building Planning in the Harau Valley Natural Tourism Area Rahmat Hidayat; Astuti Masdar; Ronny Junnaidy
LEADER: Civil Engineering and Architecture Journal Vol. 4 No. 1 (2026): February
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/leader.v4i1.9969

Abstract

The planning for the Hotel Building in the Harau Valley Natural Tourism Area consists of 5 floors. The function of this building planning is to support the implementation of the planned structural element consisting of floor plates, beams, columns and foundation. Guidelines for planning reinforced concrete buildings. SNI 1726- 2019 for planning earthquake loads and SNI 1727-2020 for planning loads on buildings. In this plan, concrete quality Fc’ = 25 Mpa is used, threaded reinforcement uses steel quality 420 Mpa and plain reinforcement with steel quality 280 Mpa. From the results of the calculations that have been carried out, it can be seen that the thickness of the floor plate is 120 mm and for the roof plate it is 100 mm thick, while the beam is 30/60 cm with D22 main reinforcemen, the beam with dimensions 35/70 cm uses D22 main reinforcemen and the dimensions of the joist area 20/35 uses D16 main reinforcemen and uses Ø10 for stirrup reinforcemen. For foundation planning, use a boredpile foundation. Analyze the structure in this planning using the SAP 200 v.14 aplication.
PERENCANAAN GEDUNG MADRASAH TSANAWIYAH PLUS TIGA BATUR Ronny Junnaidy; Astuti Masdar; Avip Frasikha; Zuly Nelriska Wati
SIGMA TEKNIKA Vol 9, No 1 (2026): SIGMATEKNIKA, VOL.9, N0. 1, JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v9i1.9045

Abstract

Perencanaan struktur Gedung Madrasah Tsanawiyah Plus Tiga Batur bertujuan untuk menghasilkan desain bangunan yang aman, efisien, dan sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI). Lokasi perencanaan terletak di Jorong Koto Tuo, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Analisis struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000 dengan acuan utama SNI 1727:2020 tentang beban bangunan, SNI 2847:2019 tentang beton struktural, SNI 1726:2019 tentang ketahanan gempa, dan SNI 8900:2020 sebagai panduan desain sederhana beton bertulang. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa material utama yang digunakan adalah beton bertulang dengan mutu f’c = 30 MPa, baja tulangan ulir fy = 420 MPa, dan baja polos fy = 280 MPa. Dimensi elemen struktur yang memenuhi syarat kekuatan dan lendutan meliputi pelat atap 10 cm, pelat lantai typical 12 cm, balok utama 50 × 75 cm, balok anak 25 × 45 cm, dan kolom 60 × 60 cm. Pondasi yang digunakan adalah bored pile berdiameter 60 cm dengan tulangan utama 6D16 dan sengkang Ø10. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur gedung aman terhadap beban gravitasi dan beban gempa sesuai dengan SNI 1726:2019. Dengan demikian, hasil perencanaan ini dapat menjadi acuan teknis bagi pembangunan gedung pendidikan sejenis
KAJIAN SIFAT MEKANIK BATANG BAMBU DENGAN ISIAN MORTAR PADA DESAIN GEOMETRI SAMBUNGAN Astuti Masdar; Mhd. Ryan Angryanof; Muhammad Idris; Umar Khatab; Ronny Jnnnaidy; Muhammad Yazid
Racic : Rab Construction Research Vol. 11 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v11i1.7717

Abstract

Bamboo has become a preferred construction material to replace wood because it has superior mechanical strength and is environmentally friendly. One of the superior bamboo species is petung bamboo (Dendrocalamus asper). Petung bamboo is known for its large stem size and high strength, making it potentially used as a structural material. However, the hollow and fibrous shape of bamboo makes it prone to breaking, especially when stress concentration occurs with a small contact area at the joint. Bamboo stems can break due to uneven shrinkage and expansion. In this condition, filling is carried out in the stem cavity of the bamboo connection system, one of which is by filling with mortar. This study aims to determine the effect of the presence of mortar as a filling in the bamboo stem on the mechanical properties related to the analysis of bolt spacing in the intact bamboo connection system including shear strength and bearing strength as well as determining the value of the physical properties of bamboo in the form of water content and density. The study was conducted experimentally referring to the ISO 22157–2019 standard. The test specimens consisted of Petung bamboo with and without mortar filling as a comparison. It is hoped that the results of this study will reveal the extent to which the use of mortar as a filling in bamboo stems can improve the shear resistance and bearing strength of bamboo stems, thereby providing additional references for the design of intact bamboo joints that use mortar filling in the stems.
PENENTUAN JARAK KRITIS BAUT KE UJUNG BATANG BAMBU AMPEL (BAMBUSA VULGARIS) TANPA RUAS Astuti Masdar; Fiska Widya Sari; Ridha Sari
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v10i1.15526

Abstract

Bambu Ampel (Bambusa Vulgaris) merupakan salah satu spesies bambu yang berpeluang dijadikan material konstruksi. Berdasarkan ukurannya, penggunakan bambu ampel lebih cenderung kepada struktur bambu utuh dari pada dijadikan bahan laminasi bambu. Disisi lain, jarak minimum menjadi hal yang kritis dalam pertimbangan sebuah sistem sambungan bambu. Hal ini sering menjadi kendala utama dalam aplikasi konstruksi bambu. Dilapangan, tentunya tidak dapat dipastikan pada semua bagian sambungan adalah batang bambu yang mempunyai ruas sehingga perlu dilakukan kajian pada kondisi ekstrim yaitu pada kondisi batang bambu yang tidak memiliki ruas pada bagian ujung batangnya. Pembuatan dan pengujian benda uji dilakukan dengan merujuk pada standar ISO 22157-2019. Dalam penelitian ini, dua sifat mekanik bambu yang menjadi dasar dalam penentuan jarak baut pada batang Bambu Ampel adalah kekuatan geser ada tumpu. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisik, diketahui bahwa kadar air bambu kecil dari 15%. Nilai ini memenuhi persyaratan dilanjutkannya pengujian sifat mekanik tanpa melakukan pengeringan ulang pada specimen uji. Hasil pengujian mekanik menunjukkan nilai kuat geser dan tumpu masing-masing adalah 8,01 MPA dan 40,35 MPa. Dari hasil analisis, didapatkan jarak minimum baut pada batang Bambu Ampel yang ujung batangnya tidak ada ruas adalah 5,03 kali diameter baut. Dibandingkan dengan jenis bambu lainnya jarak minimum baut pada batang Bambu Ampel menunjukkan hasil yang berkesesuaian terutama dengan jarak minimum baut pada ujung batang Bambu Petung yang tidak memiliki ruas.