Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Puebi dalam Penulisan Karya Ilmiah bagi Guru di SMP Negeri 2 Gemolong Nimas Permata Putri; Zuniar Kamaluddin Mabruri
Journal of Social Empowerment Vol. 2 No. 2 (2017): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.181 KB)

Abstract

Bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat sebagai dampak kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Penggunaannyapun semakin luas dalam beragam ranah pemakaian, baik secara lisan maupun tulis. Oleh karena itu, kita memerlukan buku rujukan yang dapat dijadikan pedoman dan acuan berbagai kalangan pengguna bahasa Indonesia, terutama dalam pemakaian bahasa tulis, secara baik dan benar. Sehubungan dengan itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menerbitkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Pedoman ini disusun untuk menyempurnakan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (PUEYD). Kompetensi guru merupakan perpaduan antara kemampuan personal, keilmuan, teknologi, sosial, dan spiritual yang secara kafah membentuk kompetensi standar profesi guru. Kemampuan personal yang diharapkan salah satunya adalah menulis karya ilmiah yang terpubilkasi di perpustakaan, media cetak atau elektronik yang diakui. Terpenuhinya publikasi ilmiah akan menjadi salah satu tolak ukur profesionalitas guru. Untuk itu, guru perlu ditingkatkan kompetensinya dalam menulis karya ilmiah melalui teknik pemodelan dalam kegiatan pelatihan atau pada diklat yang sudah terprogram. Tujuan awal dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan keterampilan bagi guru-guru di SMP Negeri 2 Gemolong dalam memahami PUEBI dalam penulisan karya ilmiah. Acara ini mendapat antusias positif yang terlihat melalui banyaknya peserta yang mengikuti dan Bapak dan Ibu guru yang sudah menyiapkan banyak pertanyaan terkait penerapan PUEBI dalam penulisan karya ilmiah.
Peningkatan Nilai-Nilai Karakter Mahasiswa Melalui KST dan Media Gambar pada Mata Kuliah Filsafat Bahasa Agoes Hendriyanto; Nimas Permata Putri
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 6 No 1 (2014): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Character education does not merely teach what is true or false, but inculcates habituationof the goodness so that the students will understand, feel, appreciate, and practice. Basedon the results of study: 1) The implementation of Cooperative Learning type Throwing Snowball, and picture media can enhance students’ character values. It can be seen from the results of the pre-test 2.33 and the final result is 2.8; 2) The implementation ofCooperative Learning type Throwing Snowball, and picture media can enhance the abilityto think deeply and systematically of the language. It can be seen from the results of thepre-test, from 2.33 to 2.8 in the final score; and 3) The implementation of CooperativeLearning type Throwing Snowball, and picture media can enhance the quality of learningviewed from the results of the questionnaire level of students’ satisfaction toward lecturerthat reaches 71%.
Kesalahan Morfologi di Masyarakat Pacitan Nimas Permata Putri
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengunaan bahasa sering kali terjadi kesalahan baik lisan maupun tulisan yangmenyimpang dari kaidah bahasa dan tidak sesuai dengan Pedoman Umum EjaanBahasa Indonesia atau PUEBI. Pengunaan bahasa atau proses dalam berbahasadapat terjadi suatu kesalahan, atau juga disebut dengan kesalahan berbahasa. Prosesterjadinya kesalahan berbahasa sangat berhubungan erat dengan proses belajar bahasa.Kesalahan-kesalahan berbahasa terjadi pada tuturan baik secara lisan maupun tulisanseperti pada tataran morfologi dengan adanya kesalahan-kesalahan berbahasa tersebut,dan sangatlah penting adanaya analisis kesalahan berbahasa. Kesalahan berbahasadalam bidang morfologi sebagian besar berkaitan dengan bahasa tulis, diantaranya:(1) penggunaan bahasa asing yang telah diserap dalam bahasa Indonesia, contohservice yang telah diserap dalam bahasa Indonesia menjadi servis, Juice menjadi jus;(2) penggunaan kata baku, penguasaan mengenai wawasan kata baku mempengaruhipenggunaannya, misal kata baku November kerap dituliskan menjadi Nopember, kata stopmengalami perkembangan dan perubahan menjadi bentuk baku setop; (3) pembentukankata. Jika ada kata berawalan huruf [k, t, s, p] diberi afiksasi me- atau me-kan makaluluh, contoh me- + sukses + -kan menjadi menyukseskan; (4) kesalahan juga yang seringdilakukan dalam penggunaan “di” antara sebagai afiks dan preposisi.