Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

SISTEM MANAJEMEN HOTSPOT DI POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTER OS Arifin Noor Asyikin; Noor Saputera; Edi Yohanes
POROS TEKNIK Vol. 5 No. 1 (2013)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini semakin tumbuh dengan pesat. Dengan perkembangan dari teknologi ini kita di tuntut untuk mendapatkan informasi secara cepat. Salah satu ca-ra untuk mendapatkan informasi dengan cepat dan terbaik adalah dengan internet. Di lingkungan perkantoran, sekolah, kampus ataupun tempat hiburan kini banyak membe-rikan fasilitas free Wifi. Berdasarkan analisa dari kebutuhan untuk suatu jaringan yang sederhana, efisien dan aman maka kami membuat hotspot ome-yogi untuk Politeknik Negeri Banjarmasin menggunakan sistem operasi mikrotik dengan menggunakan sistem voucher. User manager digunakan untuk mengatasi user-user yang berada diluar ling-kungan Politeknik Negeri Banjarmasin untuk mengakses internet. Setiap user dapat login menggunakan hotspot ini jika memiliki username dan password yang sudah disediakan oleh pihak kampus. Sehingga hotspot yang telah kami konfigurasi akan lebih aman da-lam penerapannya.
Pengukuran Tingkat Kesiapan Kantor Pemerintahan Desa Dalam Penerapan Masterplan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Perkantoran Desa Menggunakan Kerangka Kerja Cobit 4.1 Arifin Noor Asyikin; Rahimi Fitri; Agus S.B.N.
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 2 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v7i2.215

Abstract

Desa sebagai bagian terkecil dari sistem pemerintahan administratif di Indonesia,dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi dan terus meningkatkan kemampuannya didalam mengelola data administrasi kependudukan desa sebagaimana yang terkandung dalam amanat Inpres No. 3 tahun 2003. Saat ini desa-desa yang berada di Kalimantan selatan, didalam sistem pelayanan administrasi kependudukan desa masih banyak yang bersifat konvensional. Hal tersebut berimbas kepada perangkat desa maupun penduduk desa, dimana sering terjadi human error, serta pemborosan waktu dan biaya. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem yang mengarah ke e-Government untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada. Dalam menerapkan e-Government dan tata kelola TIK di pedesaan diperlukan suatu perencanaan yang matang dan menyeluruh sehingga penerapan TIK bisa berjalan sesuai dengan fungsinya dan dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang muncul pada saat telah diimplementasikan. Penyusunan Master Plan TIK untuk kantor pemerintahan desa diharapkan dapat menjadi pedoman atau acuan pemerintah kota dalam menentukan kebijakan, rencana strategis, program kerja TIK, pengembangan unit pengelola TIK, manajemen pengguna, pengembangan infrastruktur jaringan, Infrastruktur TIK, Panduan pengelolaan Sistem informasi, sehingga kantor pemerintahan desa dapat memberikan layanan public yang cepat, tepat sasaran dan melaksanakan visi pemerintahUntuk mengetahui kondisi terkini kesiapan desa dalam penerapan Master Plan TIK pada kantor pemerintahan desa maka perlu dilakukan pengambilan data dengan metode wawancara, analisis data, observasi dan kuisioner yang disusun berdasarkan kerangka kerja COBIT 4.1 domain proses TI PO1 (pendefinisian rencana strategis TI), PO2 (menentukan arsitektur informasi) dan PO4 (pendefinisian proses TI, organisasi TI dan hubungannya)Hasil perhitungan berdasarkan acuan domain PO 1 kerangka kerja COBIT tentang pendefinisian rencana strategis TI berada pada nilai/level kematangan 0.88, domain PO 2 tentang menentukan arsitektur informasi berada pada nilai/ level kematangan 0.66, dan domain PO4 tentang proses TI, organisasi TI dan hubungannya berada pada nilai/ level kematangan 0,85. Dari ketiga domain proses TI tersebut tingkat kesiapan dari kantor pemerintahan desa bisa dikatagorikan pada level 1 (initial/Ad Hoc)
Aplikasi Penilaian Ujian Essay Otomatis Menggunakan Metode Cosine Similarity Rahimi Fitri; Arifin Noor Asyikin
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 2 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v7i2.218

Abstract

Ujian dengan sistem esai merupakan bentuk evaluasi dimana pilihan jawaban tidak disediakan, dan siswa harus menjawab dengan kalimat, sehingga dapat melatih siswa dalam menyampaikan sesuatu informasi secara verbal, selain itu ujian esai juga menuntut pemahaman yang lebih baik akan suatu ilmu dan dapat digunakan untuk mengukur tingkat pemahamam manusia akan suatu ilmu secara lebih mendalam. Ujian dengan system ini tetap menjadi pilihan pengajar untuk mengevaluasi tingkat kemampuan pemahaman siswa walaupun kenyataannya tidak mudah untuk memberikan penilaian yang objektif pada jawaban siswa. Pengajar memerlukan waktu yang banyak untuk memeriksa jawaban essay, semakin banyak jumlah ujian dan banyaknya jumlah pelajar yang mengikuti ujian, maka semakin banyak jumlah ujian yang dikoreksi oleh pengajar. Hal ini menyebabkan kualitas penilaian menurun dan terkadang penilaian tidak bersifat objektif lagi.Beragam metode yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian jawaban ujian esai secara otomatis salah satunya yang digunakan adalah metode cosine similarity. Metode Cosine Similarity adalah metode untuk menghitung kesamaan atau kemiripan dari dua buah dokumen, pada penelitian ini digunakan dokumen jawaban ujian siswa dan dokumen kunci jawaban pengajar. Untuk menyamakan frekuensi setiap kata yang terdapat didalam kalimat yang ada digunakan persamaan Tf atau Term Frequency, Term Frequency merupakan suatu faktor yang menentukan bobot kata yang didasarkan pada jumlah frekuensi kata dalam sebuah dokumen.Berdasarkan hasil penelitian bahwa sistem penilaian esai otomatis menggunakan metode cosine similarity telah berjalan dengan baik untuk ujian esai dalam bahasa Inggris Hasil uji coba menunjukkan kesesuaian nilai sistem dengan nilai yang diberikan oleh pengajar adalah rata-rata 89,48%
Masterplan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kantor Pemerintah Desa Arifin Noor Asyikin; Rahimi Fitri; Agus Setiyo Budi Nugroho
POROS TEKNIK Vol. 8 No. 2 (2016)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v8i2.368

Abstract

The village is the smallest part of the system of administrative governance in Indonesia,which is required to keep abreast of technological developments and improve its ability tomanage the administrative data the village population. Currently several villages in southernKalimantan, there are many uses conventional technologies in system administrationservices village population. It is very possible impact to village officials and villagers, wherefrequent human error, as well as a waste of time and cost. Therefore, it needs a system thatleads to e-Government to address any problems that occur.In the implementation of e-Government, the Government needed some kind of strategicplanning that is often referred to as the Master Plan for ICT as a base village government inimplementing Information Technology and communication. Preparation of Master Plan ICTto the village administration office is expected to be a guide or reference for the villagegovernment in determining policies, strategic plans, work programs of ICT, ICT developmentunit manager, user management, network infrastructure development, ICT infrastructure,and information systems management guidelinesThe preparation of the ICT master plan begins with identifying the current condition ofthe village so that it can be seen readiness of the village at the time of the master plan willbe applied, and then determine a strategic plan in ICT include information technologyinfrastructure, and management ICT
Rancang Bangun Prototipe Buka Tutup Pintu Bendungan Otomatis Berbasis IoT Menggunakan SMS Gateway Saberan Saberan; Arifin Noor Asyikin; Aditiya Areza Putra; Ahmad Kukuh Aji Saputro; Rahim Wahyudi
POROS TEKNIK Vol. 10 No. 1 (2018)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v10i1.659

Abstract

Pengawasan terhadap ketinggian air pada bendungan merupakan hal yang penting untuk memantau debit air, namun jika terjadi kelalaian dalam pengawasan akibatnya air akan meluap dan menyebabkan banjir. Bukan hanya itu, penyampaian informasi mengenai ketinggian air juga sangat minim. Sehingga apabila curah hujan mendadak tinggi akan sulit untuk diketahui. Debit air yang tidak terkontrol akibat curah hujan yang ekstrem dapat membuat suatu bendungan meluap dikarenakan kurangnya informasi ke pengawas pintu, hal ini disebabkan sistem pengawasan pintu air masih menggunakan cara manual. Dengan menggunakan metode waterfall, dirancang sebuah sistem monitoring dan peringatan yang menggunakan web dan sms gateway. Perancangan dari sistem ini yaitu dapat memonitoring ketinggian air secara real time melalui web, dan mendapatkan peringatan akan terjadinya banjir melalui pesan singkat. Dengan adanya perancangan sistem ini, dapat mengendalikan pintu air bendungan secara otomatis dan pemberitahuan melalui sms menggunakan Modul SIM800L dan web untuk memonitorig ketinggian debit air. Dalam pengujian alat ini sudah bisa membuka atau menutup secara otomatis sesuai batas ketinggian yang telah ditentukan serta mengirimkan SMS pemberitahuan apabila bendungan telah mencapai batas siaga dan waspada. Dalam pengiriman SMS terjadi apabila telah mengenai sensor.
Prototype Display Informasi Kampus Menggunakan Rasberry Pi Studi Kasus Pada Gedung UPT TIK Politeknik Negeri Banjarmasin Arifin Noor Asyikin; Akbar Ela Heka; Zainal Abidin
POROS TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2021)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v13i1.1345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun display informasi dalam bentuk web sebagai media dalam penyampaian informasi yang berkaitan dengan kampus Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) seperti pengumuman, report data kampus serta denah kampus Poliban berbasis Raspberry Pi, Sehingga display informasi dapat memberikan kemudahan bagi pengunjung, staf, dan mahasiswa/i dalam mendapatkan informasi dari Poliban secara cepat. Selain itu juga melakukan uji coba dalam hal pembuatan server TV, sehingga menghasilkan TV streaming agar bisa ditampilkan di display informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode waterfall. Pada tahapan pertama dilakukan penilitian langsung ke Poliban dalam pengumpulan data untuk penelitian. Data-data yang didapatkan dianalisis untuk keperluan pembuatan desain dan alur system display informasi. Kemudian desain dan analisis masalah pada tahapan sebelumnya diterjemahkan ke dalam kode-kode program dengan menggunakan bahasa pemprograman web. Tahapan selanjutnya adalah penyatuan unit-unit program dan pengujian secara keseluruhan sistem yang diimplementasi. Tahapan terakhir adalah pengoperasian pada display informasi dan akan dilakukan pula pemeliharaan jika masih ada kendala saat diimplementasikan pada kondisi sebenarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa display informasi dapat dijalankan dalam bentuk web serta dapat menayangkan tayangan TV streaming yang berasal dari server TV. Dengan demikian, display informasi kampus Poliban dapat digunakan oleh para pengunjung, staf dan mahasiswa/i Poliban.
Pengembangan Sistem Informasi Desa Untuk Menuju Tata Kelola Desa Yang Baik (Good Governance) Berbasis Tik Rahimi Fitri; Arifin Noor Asyikin; Agus Setiyo Budi Nugroho
POSITIF : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Vol 3 No 2 (2017): POSITIF - Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/positif.v3i2.429

Abstract

Pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) berbasis TIK sebagai salah satu alat bantu bagi perangkat desa dalam melayani masyarakat merupakan bagian dari implementasi e-Government sebagaimana yang tertuang dalam Amanat Inpres No. 6 tahun 2001 tentang telematika dalam pemerintahan dan Inpres No. 3 tahun 2003 tentang penyelenggaraan tata kelola pemerintahan secara elektronis di Indonesia. SID digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang kerap muncul ketika pengelolaan data desa seperti proses administrasi data desa, pengelolaan data surat menyurat, serta pengelolaan data penduduk desa. Selain itu SID dapat digunakan oleh perangkat desa untuk mendukung pengambilan keputusan perangkat desa serta sebagai masukan dalam perencanaan pembangunan desa. Sistem ini diharapkan dapat digunakan oleh desa sehingga terbentuk tata kelola pemerintahan desa yang baik (good governance). Pengembangan SID dalam penelitian ini dengan menerapkan tahapan metode siklus hidup pengembangan perangkat lunak atau istilah lainnya adalah software development life cycle (SDLC) dengan tahapan analisis, perancangan, pengkodean, uji coba dan implementasi. Pengembangan SID ini diharapkan dapat memberikan inovasi bagi kantor pemerintahan desa untuk dapat meningkatkan kinerja perangkat desa ditinjau dari segi kualitas pelayanan terhadap masyarakat, produktivitas, responsivitas, responsibilitas dan produktifitas.
Pendampingan Pengelolaan Tempat Wisata Taman Hutan Raya Sultan Adam (Mandiangin) Guna Meningkatkan Jumlah Wisatawan Rahimi Fitri; Subandi Subandi; Arifin Noor Asyikin; Agus Setiyo Budi Nugroho
Jurnal IMPACT: Implementation and Action Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/impact.v1i1.621

Abstract

Objek Wisata Taman Hutan Raya (tahura) Sultan Adam (Mandiangin) merupakan taman hutan raya yang berada di dua kabupaten yang berbeda yaitu kabupaten banjar dan kabupaten tanah laut di provinsi kalimantan. Tahura memiliki potensi wisata alam yang luar biasa seperti waduk riam kanan, pulau pinus, pulau bukit batas, Air terjun Surian, ait terjun begugur, bumi perkemahan awang bangkal, situs peninggalan belanda yang bernama benteng belanda serta kawasan ini merupakan kawasan hutan pendidikan UNLAM berdasarkan SK Gubernur No. DA.144/PHT/1980 tanggal 31 desember 1980 dengan luas +2.000 hektar. Potensi pariwisata di tahura merupakan sumber pendapatan yang potensial bagi pemerintah kabupaten maupun bagi masyarakat sekitar. Saat ini pengunjung tahura sultan adam lebih banyak didominasi oleh wisatawan lokal yang berasal dari wilayah sekitar, hal ini dikarenakan lokasi wisata tahura belum terekspose secara nasional maupun internasional. Saat ini pemerintah provinsi kalimantan selatan telah memiliki website yang mempublikasikan berita terkait tahura akan tetapi berita yang disajikan tidak terkini (up to date) sehingga masyarakat yang akan mencari informasi terbaru harus membuka berbagai website yang memuat informasi tentang tahura sultan adam . Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu diadakan pengabdian kepada masyarakat berupa penendampingan pengelolaan taman hutan raya dengan mengadakan pelatihan penggunaan dan pengelolaan website sehingga pengelola dapat selalu memperbaharui berita yang ada didalam web dan pengunjung/ wisatawan dimudahkan dalam mencari informasi tentang wisata Taman Hutan Raya Sultan adam Provinsi Kalimantan selatan, dengan ini harapannya jumlah pengunjung objek wisata tahura menjadi meningkat dan berdampak positif bagi pendapatan warga sekitar dan pemerintah kabupaten setempat.
“Jukung Banjar” Game Arcade 2D Berbasis Web Arifin Noor Asyikin; Ali Watoni
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.89 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.882

Abstract

Video game yang biasa disebut gim telah telah menjadi bagian dari sarana hiburan pada zaman modern ini. Awalnya gim hanya tersedia pada komputer khusus yang berada pada lembaga tertentu. Seiring perkembangan zaman, gim tersedia secara luas melalui berbagai platform, diantaranya komputer personal, konsol, telepon genggam, serta mesin arcade pada tempat hiburan. Ini tidak lepas dari tersedianya platform terkait dengan harga yang relatif terjangkau, serta peran dari pengembang gim itu sendiri. Dalam pengembangan gim, terdapat tools yang mampu mempercepat proses pengembangan gim yang disebut game framework dan game engine. Ada beberapa game framework dan game engine yang tersedia secara gratis, salah satunya adalah Phaser. Phaser adalah framework untuk mengembangkan gim yang berbasis web. Dalam membuat gim yang penulis ajukan, yakni gim bergenre arcade 2D, penulis akan menggunakan framework Phaser dalam proses pengembangannya. Harapannya setelah gim berhasil dibuat, gim tersebut dapat menjadi sarana hiburan bagi pemainnya, serta menjadi sarana pembelajaran bagi penulis dalam proses mengembangkan sebuah gim.