Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : INTEKNA

ANALISIS MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI INDUSTRI KAIN SASIRANGAN DI KOTA BANJARMASIN Rabiatul Adawiyah
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persediaan bahan kain Sasirangan adalah persediaan bahan baku berupa kain, kertas karton, benang, dan tujuh macam pewarna yang disimpan dan digunakan untuk mem-produksi kain sasirangan sebagai kain etnik Banjarmasin. Penelitian bertujuan (1) untuk membuktikan bahwa pelaksanaan manajemen persediaan bahan baku dominan pada in-dustri kain sasirangan di Banjarmasin belum efisien, dan (2) untuk merencanakan penga-plikasian model Economic Order Quantity untuk meningkatkan efisiensi bahan baku do-minan pada industri kain sasirangan di Banjarmasin. Penelitian dilakukan secara ex post facto dengan merunut persediaan kain untuk membuat sasirangan di Banjarmasin secara pooling. Sampel ditentukan menggunakan metode dua-tahap. Pertama, secara stratified random sampling dipilih 10 perusahaan (33% populasi). Kedua, secara purpive sampling dipilih 1 dari 15 macam persediaan bahan yaitu kain Katun sebagai peringkat pertama dari kelompok bahan kelas A dalam model persediaan ABC.Hasil penelitian, pertama terbukti pengaplikasian  model EOQ kedalam manajemen per-sediaan menurunkan biaya rata-rata sebesar 7,79% dengan deviasi standar 0,57%, atau berkisar antara 7,22% sampai 8,8,36%; kedua, penerapan model EOQ pada tahun 2008 berdasarkan proyeksi trend semua peubahnya dengan metode yang disesuaikan dengan kecendrungan pola data didapat total biaya persediaan Rp 3968386125,85 tetapi jika ti-dak diterapkan model tersebut proyeksi biaya persediaan Rp 3973705559,74 dapat dihe-mat total biaya persediaan sebesar Rp5.319.433,80. Pengehematan total biaya persedia-an tersebut terjadi karena frekwensi pesanan yang terlalu besar (yaitu 639 kali )  diban-ding frekwensi pesanan yang dianjurkan model EOQ yaitu 146,46 kali. Antisipasi ketidak-pastian permintaan dan waktu kedatangan persediaan didapat lead time optimal (L2008>optimum) persediaan kain katun adalah 8 hari.
PENURUNAN NILAI KEKENTALAN AKIBAT PENGARUH KENAIKAN TEMPERATUR PADA BEBERAPA MEREK MINYAK PELUMAS M. Syafwansyah Effendi; Rabiatul Adawiyah
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak pelumas adalah salah satu produk minyak bumi yang masih mengandungsenyawa-senyawa aromatik dengan indek viskositas yang rendah. Hampir semua mesinmesindipastikan menggunakan minyak pelumas. Fungsi minyak pelumas adalahmencegah kontak langsung antara dua permukaan yang saling bergesekan. Minyakpelumas yang digunakan mempunyai jangka waktu pemakaian tertentu, tergantung darikerja mesin, minyak pelumas merupakan sarana pokok dari suatu mesin untuk dapatberoperasi secara optimalViskositas dari suatu pelumas dipengaruhi oleh perubahan suhu dan tekanan, apabila suhusuatu pelumas meningkat, maka viskositasnya akan menurun, begitu juga sebaliknyaapabila suhu suatu pelumas menurun, maka viskositasnya akan meningkat ini berartipelumas akan mudah mengalir ketika pada suhu panas dibandingkan pada saat suhudingin. Viskositas pada pelumas akan meningkat seiring meningkatnya juga tekanan yangada di sekitar pelumasTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Apakah ada perbedaan penurunankekentalan pelumas setalah ada kenaikan temperature dari beberapa merek pelumas yangdiambil sebagai sampel serta berapa rata-rata prosentasi penurunan kekentalan masingmasingmerek pelumas tersebut.Kesimpulan yang didapat adalah bahwa rata-rata perubahan kekentalan pada kenaikantemperature 70 derajat Celsius ke enam merek pelumas adalah sama secara signifikanRata-rata prosentasi penurunan kekentalan minyak pelumas adalah SGO SAE 20w-5062%, AHM Oil MPX1 SAE 10w-30 76%, Yamalube SAE 20w-40 69%, Shell Helix HX5SAE 15w-50 76%, Castrol Active SAE 20w-50 66% dan Top One Prostar SAE 20w-4073%