Erwin Erwin
Fakultas Keperawatan Universitas Riau

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

BEBAN FAMILY CAREGIVER DALAM MERAWAT PASIEN KANKER STADIUM LANJUT Yulia Rizka; Erwin Erwin; Yesi Hasneli; Nila Putriana
Jurnal Ners Indonesia Vol 12, No 1 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jni.12.1.22-28

Abstract

Tujuan : Family caregiver memberikan perawatan suportif bagi anggota keluarganya yang menderita kanker dan terlibat dalam banyak aspek perawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan beban family caregiver saat merawat pasien kanker stadium lanjut. Metode : A cross-sectional dilakukan dengan purposive sampling dimana data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen yang telah valid, yaitu Caregiver Reaction Assessment (CRA) di Rumah Sakit Umum Daerah di Pekanbaru tahun 2019. Tujuh puluh lima family caregiver terlibat dalam penelitian ini. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan beban family caregiver. Hasil : Analisis univariat menunjukkan bahwa rata-rata usia family caregiver adalah 36 tahun, didominasi oleh perempuan (52%). Sebagian besar family caregiver memiliki pengalaman sebelumnya dalam merawat orang sakit (60%). Mayoritas family caregiver mendampingi pasien kanker selama <12 bulan(56%). Rata-rata beban family caregiver selama merawat pasien kanker adalah 2,25 yang berarti mereka merasa sedikit terbebani. Kesimpulan : Identifikasi dini diperlukan untuk mencegah penurunan kualitas hidup family caregiver.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO INSIDEN KANKER OVARIUM DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU Trisia Agusweni; Yulia Irvani Dewi; Erwin Erwin
Jurnal Ners Indonesia Vol 11, No 1 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jni.11.1.36-50

Abstract

Kanker ovarium dikenal sebagai silent killer karena pada stadium awal penyakit ini tidak menunjukkan gejala klinis yang spesifik. Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti akan tetapi berbagai faktor risiko diduga memiliki pengaruh terhadap timbulnya kanker ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor resiko terhadap insiden kanker ovarium di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian 88 responden (rekam medik) yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat untuk mengetahui gambaran distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan dari 88 responden sebanyak 63 responden (71,6%) tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker, stadium IIIC sebanyak 62 responden (70,5%), usia menarche 5-12 tahun sebanyak 70 responden (79,5%), 36 responden (40,9%) primipara, dan sebanyak 66 responden (75%) tidak ada riwayat memakai alat kontrasepsi, menggunakan alat kontrasepsi pil sebanyak 8 responden (9,1%) yang  lama pemakaian alat kontrasepsi selama 1 tahun sebanyak 7 responden (8%) dan 88 responden (100%) tidak mengkonsumsi obat subur. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan gambaran usia menarche 5-12 tahun, diharapkan kepada orang yang memiliki faktor resiko kanker ovarium untuk melakukan deteksi dini sebagai upaya pencegahan terhadap kanker ovarium.
GAMBARAN PERUBAHAN AKTIVITAS DAN DIET PADA PASIEN POST KATETERISASI JANTUNG Essa Widya Pertiwi; Erwin Erwin; Wan Nishfa Dewi
Jurnal Ners Indonesia Vol 12, No 1 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jni.12.1.29-41

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran perubahan aktivitas dan diet pada pasien post kateterisasi jantung. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitain deskriptif. Metode pengambilan sampel adalah accidental sampling dengan jumlah responden 30 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang telah di uji konten validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan aktivitas sebelum dan setelah melakukan tindakan kateterisasi jantung terkait pola dan intensitas aktivitas serta diet. Sebelum kateteriasasi jantung aktivitas terkait pola aktivitas dasar adalah ketergantungan berat (50%) dan setelah kateteriasi jantung menjadi mandiri (100%). Intensitas aktivitas sebelum dan setelah kateterisasi adalah intensitas rendah dengan persentase sebelum melakukan tindakan kateterisasi jantung (56.7%) dan setelah kateterisasi (100%). Diet makanan berkolesterol sebelum kateterisasi 3-6x/minggu (56,7%) dan setalah kateteriasi jantung 2x/bulan (80%). Konsumsi makanan berserat sebelum dan setelah melakukan kateterisasi jantung adalah 3-6x/minggu dengan persentase sebelum kateterisasi jantung (46,7%) dan setelah kateterisai jantung (73,3%). Konsumsi makanan berprotein nabati sebelum dan setelah kateteriasi jantung adalah 3-6x/minggu dengan persentase sebelum kateterisasi (46,7%) dan setelah kateterisasi (56,7%). Konsumsi makanan bervitamin sebelum kateterisasi adalah 1-2x/minggu (76,7%) dan setelah kateterisasi 3-6x/minggu (60%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk penderita penyakit jantung koroner agar dapat memanajemen aktivitas dan diet sehingga terdapat perubahan dalam aktivitas dan diet tersebut.
PENGARUH SENAM REMATIK TERHADAP INTENSITAS NYERI SENDI PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS Sri Wahyuningsih; Erwin Erwin; Sofiana Nurchayati
Jurnal Ners Indonesia Vol 11, No 1 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jni.11.1.16-24

Abstract

Seiring dengan meningkatnya usia maka akan terjadi perubahan pada tubuh, keadaan demikian dapat berdampak pada sistem moskuloskeletal dan jaringan yang lain yang dapat menyebabkan penyakit osteoarthritis. Salah satu tanda dan gejala yang dapat ditemukan pada osteoarthritis adanya rasa nyeri pada sendi. Terapi alternatif yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri akibat osteoarthritis yaitu dengan senam rematik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam rematik terhadap intensitas nyeri pada penderita osteoarthritis. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experiment. Sampel penelitian  berjumlah 34 orang terdiri dari 17 orang kelompok eksperimen dan 17 orang kelompok kontrol yang diambil melalui teknik  purposive sampling dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi yaitu pasien rawat jalan terdiagnosa osteoarthritis tanpa komplikasi, berusia 26-46 tahun. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi tentang skala nyeri pre dan post test. Analisis data dengan univariat dan bivariat menggunakan uji t dependent, uji t independent, dan uji Mann Whitney, diperoleh hasil p value = 0,000 < α (0,05). Didapatkan hasil bahwa senam rematik berpengaruh dalam penurunan intensitas nyeri sendi pada penderita osteoarthritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan untuk menurunkan intensitas nyeri sendi di masyarakat.
SELF-MANAGEMENT PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER PASCA KATETERISASI JANTUNG Rizka Ardianti; Erwin Erwin; Widia Lestari
Jurnal Ners Indonesia Vol 13 No 1 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jni.13.1.1-7

Abstract

Self-management pasien penyakit jantung koroner merupakan upaya mengurangi perilaku yang berisiko menimbulkan penyakit dan mempertahankan perawatan serta pengobatan agar penyakit tidak semakin parah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran self-managemenet pasien penyakit jantung koroner pasca kateterisasi jantung. Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif dengan jumlah responden 30 orang dan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas responden berumur 46-55 tahun yaitu 15 responden (50%), jenis kelamin responden mayoritas adalah laki-laki yaitu 20 responden (66,7%), status pendidikan responden mayoritas adalah pendidikan menengah yaitu 12 responden (20%), status pekerjaan mayoritas adalah bekerja yaitu 18 responden (60%), dan lama waktu pasca kateterisasi jantung paling banyak di enam bulan terakhir yaitu 9 responden (30%). Hasil self-integration pada responden seluruhnya adalah kategori sedang yaitu 24 responden (80%), self-regulation mayoritas adalah kategori baik yaitu 18 responden (60%), interaction with health professionals and significant other mayoritas adalah kategori baik yaitu 22 responden (73,3%), self-monitoring mayoritas adalah kategori baik 21 responden (70%), selanjutnya Adherence to Recommended Regimen mayoritas adalah kategori baik yaitu 25 responden (83,3%), dan hasil self-management responden mayoritas adalah kategori baik yaitu 16 responden (53,3%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan terhadap penderita penyakit jantung koroner agar melakukan perubahan terhadap integrasi kesehatannya seperti berhenti merokok, menghindari makan tinggi lemak, olahraga jalan kaki minimal 30 menit sehari, dan melakukan menejemen stres.