Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kolaborasi profesi/tenaga kesehatan dalam manajemen bencana meliputi fase pra bencana, siaga darurat, dan tanggap darurat Wicaksono, Bimo; Kuncoro, Wahyu; Wardani, Wulan Kusuma
Journal of Evidence-based Nursing and Public Health Vol. 1 No. 1: (February) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jevnah.v1i1.2024.512

Abstract

Multi-stakeholder collaboration and coordination are part of disaster management in general. Through collaboration and coordination, the implementation of disaster management will become more effective and targeted. Collaboration and coordination can be said to be an effort to manage the resources available for use in the disaster management cycle (pre-disaster, during a disaster, and post-disaster). In public health disaster management, the involvement of professionals and health workers is important to ensure that people who are at risk or exposed to the threat of disaster have knowledge regarding factors that can disrupt health (physical and mental) or that people affected by disasters can receive health services and minimise the increase in casualties. In the context of disaster preparedness, collaboration or professional involvement of health workers is needed when preparing disaster contingency plans.Cluster coordination mechanisms can bridge actors involvement in disaster management. Health professional organisations can be involved or take part in this mechanism by considering that the membership of each organisation is an asset or resource that may be needed when a disaster occurs. Increasing the number of volunteers at the community level who have been trained regarding emergency response efforts for physical or mental health conditions can ultimately help ease the tasks of professional health workers in locations affected by disasters.
Komparasi studi kasus pemerintah Jepang dan Indonesia dalam pendidikan pengurangan risiko bencana dalam konteks masa pandemi covid-19 Kuncoro, Wahyu
Green Governance: Exploring Politics, Social Justice, and the Environment Vol. 1 No. 1: (February) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/gg.v1i1.2024.947

Abstract

Latar Belakang: Sejak dinyatakan adanya pandemi COVID-19 oleh WHO, banyak negara menutup sekolah-sekolah untuk melindungi anak-anak dari keterpaparan virus yang dapat saja terjadi pada saat berada di lingkungan sekolah. Kekhawatiran semakin lama anak-anak tidak kembali ke sekolah dapat mengancam ketercapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke empat yaitu pemenuhan hak mendapatkan Pendidikan Berkualitas di tahun 2030. Studi ini bertujuan untuk menganalisa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Jepang dan Indonesia dalam merespon dampak pandemi COVID-19 di sektor pendidikan. Metode: Studi ini menggunakan metode peninjauan literatrasi yang berkaitan dengan kebijakan sektor pendidikan di kedua negara. Temuan: Hasil dari tinjauan literatur didapatkan bahwa baik pemerintah Jepang maupun pemerintah Indonesia merespon dampak pandemic pada sektor pendidikan dengan cara yang sama yaitu melakukan penutupan sekolah-sekolah untuk melindungi keselamatan dan Kesehatan dari warga sekolah. Kedua pemerintah juga mengeluarkan kebijakan terkait dengan pemberian bantuan dalam mendukung metode belajar dari rumah. Perbedaan yang mendasar adalah anjuran penutupan sekolah tidak menggunakan legalitas dokumen, sementara pemerintah Indonesia menggunakan surat edaran Menteri. Kesimpulan: Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Jepang dan Indonesia memperlihatkan bahwa dalam situasi darurat respon yang dilakukan perlu didukung oleh kebijakan.