Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kolaborasi profesi/tenaga kesehatan dalam manajemen bencana meliputi fase pra bencana, siaga darurat, dan tanggap darurat Wicaksono, Bimo; Kuncoro, Wahyu; Wardani, Wulan Kusuma
Journal of Evidence-based Nursing and Public Health Vol. 1 No. 1: (February) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jevnah.v1i1.2024.512

Abstract

Multi-stakeholder collaboration and coordination are part of disaster management in general. Through collaboration and coordination, the implementation of disaster management will become more effective and targeted. Collaboration and coordination can be said to be an effort to manage the resources available for use in the disaster management cycle (pre-disaster, during a disaster, and post-disaster). In public health disaster management, the involvement of professionals and health workers is important to ensure that people who are at risk or exposed to the threat of disaster have knowledge regarding factors that can disrupt health (physical and mental) or that people affected by disasters can receive health services and minimise the increase in casualties. In the context of disaster preparedness, collaboration or professional involvement of health workers is needed when preparing disaster contingency plans.Cluster coordination mechanisms can bridge actors involvement in disaster management. Health professional organisations can be involved or take part in this mechanism by considering that the membership of each organisation is an asset or resource that may be needed when a disaster occurs. Increasing the number of volunteers at the community level who have been trained regarding emergency response efforts for physical or mental health conditions can ultimately help ease the tasks of professional health workers in locations affected by disasters.
Komparasi studi kasus pemerintah Jepang dan Indonesia dalam pendidikan pengurangan risiko bencana dalam konteks masa pandemi covid-19 Kuncoro, Wahyu
Green Governance: Exploring Politics, Social Justice, and the Environment Vol. 1 No. 1: (February) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/gg.v1i1.2024.947

Abstract

Latar Belakang: Sejak dinyatakan adanya pandemi COVID-19 oleh WHO, banyak negara menutup sekolah-sekolah untuk melindungi anak-anak dari keterpaparan virus yang dapat saja terjadi pada saat berada di lingkungan sekolah. Kekhawatiran semakin lama anak-anak tidak kembali ke sekolah dapat mengancam ketercapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke empat yaitu pemenuhan hak mendapatkan Pendidikan Berkualitas di tahun 2030. Studi ini bertujuan untuk menganalisa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Jepang dan Indonesia dalam merespon dampak pandemi COVID-19 di sektor pendidikan. Metode: Studi ini menggunakan metode peninjauan literatrasi yang berkaitan dengan kebijakan sektor pendidikan di kedua negara. Temuan: Hasil dari tinjauan literatur didapatkan bahwa baik pemerintah Jepang maupun pemerintah Indonesia merespon dampak pandemic pada sektor pendidikan dengan cara yang sama yaitu melakukan penutupan sekolah-sekolah untuk melindungi keselamatan dan Kesehatan dari warga sekolah. Kedua pemerintah juga mengeluarkan kebijakan terkait dengan pemberian bantuan dalam mendukung metode belajar dari rumah. Perbedaan yang mendasar adalah anjuran penutupan sekolah tidak menggunakan legalitas dokumen, sementara pemerintah Indonesia menggunakan surat edaran Menteri. Kesimpulan: Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Jepang dan Indonesia memperlihatkan bahwa dalam situasi darurat respon yang dilakukan perlu didukung oleh kebijakan.
MENINGKATKAN MINAT BACA ANAK MELALUI GERAKAN LITERASI PERPUSNAS DI DESA LABUHAN LOMBOK Wahyunadi; Valinka, Baiq Sabrina Rahma; Ghazali, Lalu Gunar Gastiadi Rizal; Assazily, Muhammad Eysar; Fitri, Intan; Irfianda, Yuzelma; Annastasya, Raodatul; Atmadini, Baiq Meisya Sri; Kusuma, Nafita Istiana Kasmita; Purnama, Liza; Kuncoro, Wahyu
Jurnal Wicara Vol 3 No 5 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pjb65y25

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram tahun 2025 di Desa Labuhan Lombok fokus pada peningkatan budaya literasi di kalangan anak-anak. Program ini didukung oleh Gerakan Literasi Perpusnas dan melibatkan berbagai aktivitas menarik, seperti Kunjungan Literasi, sosialisasi literasi, dan Apresiasi Literasi Tingkat Desa yang dikemas dalam lomba-lomba. Metode yang digunakan sangat mengedepankan partisipasi masyarakat, terutama melibatkan siswa sekolah dasar dan pihak sekolah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peserta, peningkatan minat baca, serta dukungan positif dari masyarakat. Diharapkan program ini dapat berlanjut sebagai upaya untuk menghidupkan perpustakaan desa dan memperkuat budaya literasi di Ujung Timur Lombok. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), yang melibatkan perangkat desa, guru, siswa, dan masyarakat dalam empat tahapan: persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Kegiatan utama mencakup kunjungan literasi ke sekolah, lomba membaca puisi dan mewarnai, serta sosialisasi literasi dan pencegahan bullying yang bekerja sama dengan Kapolsek Pringgabaya.
HOAKS BERBASIS KECERDASAN BUATAN AI SEBAGAI TANTANGAN LITERASI MEDIA SOSIAL Sabela, Intan Novita Dwi; Saputra, Aldi; Kuncoro, Wahyu
RELASI Vol 6 No 01 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i01.2679

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan AI telah memberikan dampak signifikan pada lanskap media sosial, termasuk produksi dan distribusi informasi palsu. Teknologi AI memfasilitasi pembuatan konten yang tidak otentik namun tampak nyata, menjangkau khalayak luas dengan cepat, sehingga sulit dibedakan dari informasi yang asli. Situasi ini diperparah oleh algoritma media sosial yang menekankan interaksi pengguna, sehingga hoaks yang dihasilkan AI lebih mudah menyebar dan dipercaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hoaks berbasis AI sebagai tantangan terhadap literasi media sosial di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan tinjauan pustaka, dengan sumber data yang diambil dari artikel jurnal ilmiah, buku akademik, dan publikasi ilmiah daring yang relevan. Proses analisis data dilakukan melalui analisis konten kualitatif untuk menentukan karakteristik hoaks berbasis AI, bagaimana penyebarannya di media sosial, dan pentingnya literasi media sosial dalam mengatasinya. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa hoaks berbasis AI memiliki tingkat kemiripan yang tinggi dan penyebaran yang luas, didukung oleh algoritma media sosial yang memperdalam gelembung filter dan ruang gema. Rendahnya tingkat literasi media sosial membuat pengguna lebih rentan terhadap disinformasi dan menempatkan mereka pada risiko menyebarkan hoaks. Oleh karena itu, meningkatkan literasi media sosial merupakan langkah penting dalam meningkatkan ketahanan publik terhadap hoaks berbasis AI, melalui peningkatan k eterampilan berpikir kritis, pemahaman algoritma, dan tanggung jawab etis saat menggunakan media sosial.
ANALISIS FAKTOR DOMINAN RETENTION PADA KARYAWAN GEN Z: STUDI FENOMENOLOGI Hanim, Syarifah; Kuncoro, Wahyu; Abdullah, Sri Muliati
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8015

Abstract

Transformasi demografi angkatan kerja Indonesia ditandai oleh masuknya Generasi Z yang diproyeksikan mencapai 27% total tenaga kerja global pada tahun 2025. Fenomena paradoks muncul ketika 74% karyawan Gen Z menunjukkan engagement tinggi namun memiliki kecenderungan terbesar meninggalkan organisasi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor-faktor dominan yang memengaruhi retensi karyawan Generasi Z melalui pendekatan kualitatif fenomenologi. Tujuh informan karyawan Gen Z di Yogyakarta dengan masa kerja minimal enam bulan dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur yang dianalisis menggunakan metode tematik berbantuan OpenCode. Penelitian mengidentifikasi delapan tema utama: fleksibilitas dan work-life balance sebagai faktor paling dominan (100%), diikuti pengembangan karier (85,7%), kualitas kepemimpinan (71,4%), meaningful work (71,4%), lingkungan kerja, kompensasi, beban kerja, dan teknologi digital. Temuan mengungkap loyalitas Gen Z bersifat kondisional dan transaksional, dengan motivasi intrinsik lebih dominan dibanding ekstrinsik. Proses pengambilan keputusan retensi berjalan dinamis melalui evaluasi kognitif, respons emosional, dan intensi perilaku berkelanjutan. Interaksi kompleks antar faktor membentuk pola sinergis, kompensatoris, dan kontradiktif yang menciptakan pengalaman unik setiap individu. Kesenjangan harapan dan realitas organisasi menjadi pemicu utama intensi keluar. Organisasi perlu mengimplementasikan strategi holistik berbasis lima pilar: fleksibilitas sebagai fondasi, pengembangan sebagai motivator, kepemimpinan sebagai fasilitator, makna sebagai purpose, dan budaya sebagai enabler.