Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing Terhadap Hasil Belajar Nuridayanti; Muhammad Akil; Fitrah A. Darmawan
Jurnal MediaTIK Volume 3 Issue 2, Mei (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problem posing adalah model pembelajaran yang mengharuskan peserta didik dapat menyusun soal dan menjawabnya sendiri untuk merekonstruksi pemahaman mereka, sehingga model pembelajaran ini diasumsikan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan Untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar peserta didik dengan penerapan model pembelajaran problem posing dan bagaimana pengaruh penerapan model pembelajaran problem posing terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian menggunakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan subjek penelitian berjumlah 54 peserta didik. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan angket dan tes hasil belajar. Data yang ada dianalisis menggunakan uji t. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik dengan penerapan model pembelajaran problem posing lebih besar dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional dan terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran problem posing terhadap hasil belajar peserta didik.
DESAIN KOTAK AMAL MESJID TANPA SENTUH DALAM UPAYA MENGHADAPI TATANAN NORMAL BARU PADA TEMPAT IBADAH Muhammad Akil; Akhyar Muchtar; Andi Fitriati
Jurnal MediaTIK Volume 3 Issue 2, Mei (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat desain system kotak amal tanpa sentuh yang dapat dipergunakan di masjid selama masih dalam kondisi New Normal. Secara umum pembuatan desain ini terdiri dari 3 bagian yaitu desain mekanik, rangkaian elektronik, dan algoritma program. Desain mekanik penggerak menggunakan motor DC dengan kombinasi 2 buah motor DC yang terhubung secara paralel di bagian kiri dan kanan. Hubungan paralel motor DC tersebut akan membuat kinerja torsi motor DC menjadi 2 kali lipat dengan harapan bahwa kotak amal dapat berjalan mulus pada beban maksimum. Sistem pergerakan motor DC dikendalikan dan digerakkan oleh sebuah rangkaian Driver Motor DC L298. Penentuan keseimbangan system berdasarkan pada distribusi beban yaitu pemilihan sumber catu daya yang memiliki kapasitas arus dan tegangan yang besar namum dimensinya kecil seperti pada baterai Li-po. Sedangkan pada bahan bahan pembuatan mekanik digunakan plastik atau akrilik karena bahan ini ringan, murah, dan tidak mudah pecah.
Rancang Bangun Antena Yagi 578 MHz Sebagai Penerima TV Digital Labusab; Muhammad Akil; Wahyudi
Jurnal MediaTIK Volume 7 Issue 2, Mei (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Televisi merupakan salah satu media massa yang sangat efektif dan dapat dinikmati secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat. Seiring perkembangan zaman, berkembang pula teknologi televisi. Pada beberapa tahun kebelakang televisi akan berganti dari televisi akan berganti ke televisi analog menjadi televisi digital. Proses perpindahan ini terjadi karena teknologi analog dianggap boros frekuensi. Antena adalah salah satu perangkat yang digunakan untuk mengirim serta menerima gelombang elektromagnetik. Hal ini memungkinkan untuk merancang sebuah penerima siaran televisi yang lebih efesien untuk mnangkap siaran televisi diantaranya adalah Antena Yagi dengan frekuensi 578 MHz. Antena yagi merupakan antena pengarah yang memiliki pola radiasi direksional yang dapat menerima daya pada satu arah yang lebih baik dari yang lain.Pada perancangan antena yagi terdapat empat buah antena yagi yang dipasang secara parallel dengan Driven, Reflector, dan Director yang mengarah ke 4 sisi. Pembuatan antena yagi penerima siaran televisi 578 MHz berhasil di rancang dan di implementasikan dibuktikan dengan siaran televisi yang dapat di terima.