Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Optimasi Jenis dan Konsentrasi Plasticizer terhadap Kualitas Fisik Sabun Kertas: Pendekatan Desain Faktorial Lu'lu' Fadlila 'Aziz; Haryanto
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 7 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v7i1.392

Abstract

Paper soap is an innovation of solid soap in the form of thin sheets that is practical for travelling, but excessive brittleness remains a production chalenge. This study compare the effect of five types of plasticizers (glycerin, propylene glycol, polyethylene glycol (PEG-400), sorbitol, and sucrose) at five concentration levels (0%, 5%, 10%, 15%, and 20%) on the physical quality of paper soap based on SNI 2048:202 standars. The experimental study used a 5x5 factorial design with MANOVA analysis to test flexibility, pH, foam stability, and dissolution time. Glycerin 20% showed optimal results: high flexibility (14,67-fold), foam stability of 91,56%, dissolution time of 105 seconds, and pH 9,06. Sorbitol 15-20% can be an alternative with a higher pH, but moderate flexibility. PEG-400 and sucroese showed low flexibility despite accelerating dissolution. Glycerin 20% is the optimal formulation as it provides the best balance between flexibility, foam stability, and dissolution. The selection of plasticizer and their concentration must be done simultaneously to obtain optimal paper soap quality.
Pengaruh Konsentrasi Madu Dan Lama Pengadukan Terhadap Karakteristik Fisikokimia Sabun Kertas Afifah Dwi Kartika; Haryanto Haryanto
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1184

Abstract

Sabun kertas merupakan inovasi produk sabun padat berbentuk lembaran tipis yang menawarkan kemudahan penggunaan, praktis dibawa, serta lebih higienis dibandingkan sabun padat maupun sabun cair konvensional. Meskipun memiliki potensi yang besar sebagai produk kebersihan, produksi sabun kertas di Indonesia masih relatif terbatas dan sebagian besar masih bergantung pada produk impor. Salah satu kendala dalam pembuatan sabun kertas adalah menghasilkan lembaran sabun yang memiliki karakteristik fisik yang baik, seperti tidak mudah rapuh, tidak terlalu lembek, mudah larut saat digunakan, serta memiliki kualitas yang memenuhi standar. Penambahan madu sebagai bahan alami diperkirakan mampu meningkatkan kualitas sabun karena mengandung senyawa antibakteri, antioksidan, dan bersifat higroskopis, sedangkan lama pengadukan berperan penting dalam menghasilkan campuran yang homogen selama proses saponifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi madu dan lama pengadukan terhadap karakteristik fisikokimia sabun kertas. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan variasi konsentrasi madu sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%, serta variasi lama pengadukan selama 15, 30, 45, 60, dan 75 menit. Parameter yang diamati meliputi nilai pH, daya busa, serta karakteristik fisik sabun kertas. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai formulasi dan kondisi proses yang optimum untuk menghasilkan sabun kertas dengan karakteristik fisikokimia yang baik serta memenuhi persyaratan mutu, sehingga dapat menjadi alternatif produk kebersihan berbahan alami yang praktis, aman, dan berpotensi mendukung pengembangan industri sabun lokal.
PENGARUH PENGENCERAN DAN JENIS SIRUP TERHADAP KEKENTALAN DENGAN METODE JATUH BENDA MENGGUNAKAN FALLING BALL MOTHOD Berlinda Via Diadara; Haryanto
KATALIS: Jurnal Penelitian Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Katalis Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/katalis.v9i2.15129

Abstract

The Falling Ball Method is a method of measuring the viscosity of a fluid by observing the speed at which a small ball falls through the fluid. This method is based on Stokes' Law, which states that the drag force on a spherical object moving in a fluid depends on the viscosity of the fluid, the size of the sphere, and its speed of motion. This study aims to determine the effect of dilution level and syrup type on viscosity using the Falling Ball Method. This method is based on Stokes' law, where viscosity is determined based on the speed of the falling ball in the solution. The syrup samples used consisted of several types with variations in concentration of certain dilutions. A metal ball was dropped into a tube containing syrup, and the time taken to reach a certain distance was measured using a stopwatch. The results showed that the higher the level of dilution, the lower the viscosity of the solution. In addition, the difference in syrup type also had a significant effect on the viscosity value, where syrups with higher sugar content tended to have greater viscosity. This study shows that the falling object method is effective for measuring viscosity and can be used in physicochemical analysis of various types of liquids.
Pengaruh Variasi Konsentrasi HPMC Dan Ekstrak Lidah Buaya Terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Sabun Kertas Berbasis VCO Bima Satria Wiguna; Haryanto Haryanto
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC) dan ekstrak lidah buaya terhadap karakteristik dan sifat organoleptik sabun kertas berbasis Virgin Coconut Oil (VCO). Sabun kertas dikembangkan sebagai produk sabun yang praktis dan mudah digunakan dengan memanfaatkan bahan alami. Penelitian dilakukan dengan menggunakan VCO, NaOH, propilen glikol, aquades, dan etanol 96% sebagai bahan dasar, dengan variasi konsentrasi HPMC dan ekstrak lidah buaya. Konsentrasi HPMC yang digunakan yaitu 0,4; 0,6; 0,8; 1,0; dan 1,2 g, sedangkan ekstrak lidah buaya digunakan pada konsentrasi 0; 1; 2; 3; dan 4 g, sehingga diperoleh 25 formulasi. Pengujian terhadap produk meliputi uji organoleptik yang meliputi warna, aroma, tekstur, dan tingkat pembusaan, serta pengujian karakteristik fisikokimia berupa pH, kelarutan dalam aquades, dan alkali bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi HPMC memberikan perubahan terutama terhadap tekstur sabun kertas. Pada konsentrasi HPMC yang lebih rendah (0,4–0,6 g), sebagian besar formulasi memiliki tekstur yang tergolong bagus, sedangkan peningkatan konsentrasi HPMC menjadi 0,8–1,2 g cenderung menghasilkan tekstur yang lebih kaku. Penambahan ekstrak lidah buaya memberikan perubahan pada aroma dan warna produk. Nilai pH sabun kertas berada pada rentang 8,0–8,7. Waktu kelarutan seluruh sampel berada pada rentang 2 menit 16 detik hingga 3 menit 07 detik. Volume HCl 0,1 N yang digunakan dalam titrasi alkali bebas berada pada kisaran 0,3–0,6 mL, yang masih berada di bawah batas maksimal SNI. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh variasi HPMC dan ekstrak lidah buaya terhadap karakteristik sabun kertas serta menjadi dasar dalam pengembangan sabun kertas berbasis bahan alami.