Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN SELF REGULATED LEARNING PESERTA DIDIK MELALUI PBL DIPADUKAN DENGAN NHT Ratri Ayu Navela; Yosep Dwi Kristanto; Partini
Matedukasia Vol. 8 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Pendidikan Matematika | Universitas Merangin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan pemahaman konsep matematika dan self regulated learning peserta didik kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Ngaglik. Kurangnya pemahaman konsep tersebut ditunjukkan melalui penilaian materi integral tak tentu, yaitu sebagian besar peserta didik tidak dapat mengerjakan soal yang menuntut kemampuan menggunakan prosedur rutin dan menerapkan konsep dalam situasi kontekstual. Rendahnya self regulated learning di antaranya ditunjukkan dengan peserta didik bermain handphone saat pembelajaran, tidak fokus, menyalin jawaban teman, dan tidak mengumpulkan tugas tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui penerapan Problem Based Learning (PBL) dipadukan dengan Numbered Heads Together (NHT) sebagai upaya meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan self regulated learning peserta didik kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Ngaglik. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian peserta didik kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Ngaglik yang berjumlah 36. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif deskriptif. Data kuantitatif diperoleh melalui tes pemahaman konsep dan angket self regulated learning, sedangkan data kualitatif diperoleh dari observasi dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dipadukan dengan NHT belum meningkatkan pemahaman konsep peserta didik kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Ngaglik, yaitu dengan nilai rata-rata tes pada siklus I adalah 36,11 dan siklus II adalah 31,79. Sementara itu, self regulated learning peserta didik meningkat dengan nilai rata-rata pada siklus I adalah 78,14 dan siklus II adalah 79,67, tetapi belum mencapai kriteria keberhasilan penelitian.
PROFIL PENGETAHUAN NUMERASI MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA [PROFILE OF PROSPECTIVE MATHEMATICS TEACHERS’ NUMERACY KNOWLEDGE] Melissa, Margaretha Madha; Kristanto, Yosep Dwi
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 8, No 1 (2024): JUNE
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v8i1.8324

Abstract

The 21st-century skills that students and teachers must have are literacy skills, learning skills and life skills. One of the literacy skills is mathematical literacy, also known as numeracy. This research aims to describe the numeracy knowledge profile of prospective mathematics teacher students. This type of research is quantitative descriptive research. The subjects of this research were 32 prospective mathematics teacher students at a private university in Yogyakarta. Data collection techniques in this research used questionnaires and interviews. The research results show that the majority of prospective mathematics teacher students are doubtful about their knowledge of numeracy. Furthermore, none of the students mentioned the complete meaning of numeracy skills; most only mentioned numeration as numbers and mathematical symbols, solving everyday problems, and number operations. Students are also unable to mention the content and context of numeracy questions. However, all students realize that as prospective mathematics teachers, it is important to study numeracy and implement it in the classroom. The suggestion to improve numeracy knowledge and skills are through lesson study that focuses on numeracy to introduce numeracy practices and as a model for prospective teachers, as well as using a student-centered learning approach, using real problems such as RME.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kemampuan abad ke-21 yang perlu dimiliki oleh siswa dan guru adalah kemampuan literasi, kemampuan belajar, dan kemampuan hidup. Salah satu kemampuan literasi adalah literasi matematika atau juga dikenal dengan istilah numerasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil pengetahuan numerasi mahasiswa calon guru matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 32 mahasiswa calon guru matematika di salah satu universitas swasta di Yogyakarta. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa calon guru matematika ragu-ragu akan pengetahuan mereka tentang numerasi. Selain itu, tidak ada mahasiswa yang menyebutkan pengertian numerasi dengan lengkap, sebagian besar hanya menyebutkan numerasi sebagai angka dan simbol matematika, memecahkan masalah sehari-hari, dan operasi bilangan. Mahasiswa juga tidak mampu menyebutkan konten dan konteks soal numerasi. Walaupun demikian, semua mahasiswa menyadari sebagai calon guru matematika penting untuk mempelajari numerasi dan mengimplementasikannya di kelas. Hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan numerasi yaitu melalui lesson study yang berfokus pada numerasi untuk mengenalkan praktik numerasi dan sebagai model bagi calon guru, serta menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa, menggunakan permasalahan nyata seperti PMR.
Meningkatkan Keaktifan Belajar Peserta Didik dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Parhusip, Gristi Damaiyanti; Kristanto, Yosep Dwi; Partini, Partini
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v11i2.13816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keaktifan belajar peserta didik kelas XI MIPA 2 SMAN 1 Ngaglik tahun ajaran 2022/2023 dengan pembelajaran teams, games, and tournament (TGT). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah peserta didik berjumlah 34 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi keaktifan belajar, lembar angket keaktifan belajar, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif dengan menggunakan persentase. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik kelas XI MIPA 2 SMAN 1 Ngaglik tahun ajaran 2022/2023 pada materi program linear. Berdasarkan observasi, keaktifan belajar peserta didik mengalami peningkatan rerata sebesar 21,4%, yaitu naik dari 59,2% pada siklus I menjadi 80,6% pada siklus II. Berdasarkan analisis data angket, peningkatan keaktifan belajar juga ditemukan, yaitu sebesar 4,4%, dari rerata 77% pada siklus I menjadi 81,4% pada siklus II.
PROFIL PENGETAHUAN NUMERASI MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA [PROFILE OF PROSPECTIVE MATHEMATICS TEACHERS’ NUMERACY KNOWLEDGE] Melissa, Margaretha Madha; Kristanto, Yosep Dwi
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 8 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v8i1.8324

Abstract

The 21st-century skills that students and teachers must have are literacy skills, learning skills and life skills. One of the literacy skills is mathematical literacy, also known as numeracy. This research aims to describe the numeracy knowledge profile of prospective mathematics teacher students. This type of research is quantitative descriptive research. The subjects of this research were 32 prospective mathematics teacher students at a private university in Yogyakarta. Data collection techniques in this research used questionnaires and interviews. The research results show that the majority of prospective mathematics teacher students are doubtful about their knowledge of numeracy. Furthermore, none of the students mentioned the complete meaning of numeracy skills; most only mentioned numeration as numbers and mathematical symbols, solving everyday problems, and number operations. Students are also unable to mention the content and context of numeracy questions. However, all students realize that as prospective mathematics teachers, it is important to study numeracy and implement it in the classroom. The suggestion to improve numeracy knowledge and skills are through lesson study that focuses on numeracy to introduce numeracy practices and as a model for prospective teachers, as well as using a student-centered learning approach, using real problems such as RME.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kemampuan abad ke-21 yang perlu dimiliki oleh siswa dan guru adalah kemampuan literasi, kemampuan belajar, dan kemampuan hidup. Salah satu kemampuan literasi adalah literasi matematika atau juga dikenal dengan istilah numerasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil pengetahuan numerasi mahasiswa calon guru matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 32 mahasiswa calon guru matematika di salah satu universitas swasta di Yogyakarta. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa calon guru matematika ragu-ragu akan pengetahuan mereka tentang numerasi. Selain itu, tidak ada mahasiswa yang menyebutkan pengertian numerasi dengan lengkap, sebagian besar hanya menyebutkan numerasi sebagai angka dan simbol matematika, memecahkan masalah sehari-hari, dan operasi bilangan. Mahasiswa juga tidak mampu menyebutkan konten dan konteks soal numerasi. Walaupun demikian, semua mahasiswa menyadari sebagai calon guru matematika penting untuk mempelajari numerasi dan mengimplementasikannya di kelas. Hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan numerasi yaitu melalui lesson study yang berfokus pada numerasi untuk mengenalkan praktik numerasi dan sebagai model bagi calon guru, serta menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa, menggunakan permasalahan nyata seperti PMR.
Kajian Etnomatematika Pola Batik Keraton Surakarta Melalui Analisis Simetri Astriandini, Maria Glory; Kristanto, Yosep Dwi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.637

Abstract

Etnomatematika memberikan peluang pengkajian batik dari dua sudut pandang, yaitu kebudayaan dan matematika. Kajian seperti ini akan memberikan dampak yang positif dalam pembelajaran matematika karena peserta didik difasilitasi untuk belajar matematika dengan menggunakan pengetahuan budaya yang relevan dan berbagai macam cara berpikir tentang matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian etnomatematika pada batik Keraton Surakarta yang digunakan dalam upacara tradisi dengan menggunakan analisis simetri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Dari hasil analisis diperoleh 11 batik yang memiliki pola simetri. Pola simetri yang muncul dari kesebelas batik tersebut adalah p1, p2, p4m, dan pgg. Selain itu, penelitian ini juga memasangkan pola-pola simetri tersebut dengan makna filosofis batik-batiknya. Dengan demikian, melalui kajian etnomatematika, penelitian ini memberikan kontribusi pedagogis terhadap pembelajaran matematika. Ethnomatematics provides opportunities to study batik from two perspectives, namely culture and mathematics. The study will have a positive impact on mathematics teaching and learning because students are facilitated to learn mathematics by using relevant cultural knowledge and various ways of thinking about mathematics. The purpose of the present study is to conduct an ethnomathematics study on the Keraton Surakarta batik which is used in traditional ceremonies by applying symmetry analysis. The present study employed a descriptive qualitative method. From the analysis, we found that 11 batiks have symmetry patterns. The symmetry patterns are p1, p2, p4m, dan pgg. Besides, the present study also connects the symmetry patterns with the corresponding batik’s philosophical meaning. Therefore, through ethnomathematics, the present study gives pedagogical contributions to mathematics teaching and learning.
Upaya Peningkatan Kemampuan Guru Matematika SMA dalam Memvisualisasikan Materi Ajar dengan Menggunakan Website DESMOS Ishartono, Naufal; Kristanto, Yosep Dwi; Setyawan, Fariz
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Website DESMOS adalah graphing calculator yang dapat dioperasikan secara online dan dapat diakses oleh guru dan siswa secara gratis. Hal ini tentunya sangat cocok untuk memvisualisasikan objek-objek matematika yang bersifat abstrak secara cepat, akurat dan efisien. Khususnya pada topik matematika SMA yang memerlukan visualisasi grafik seperti persamaan garis lurus, fungsi kuadrat, program linear, dan lingkaran. Website ini dapat membantu guru dalam memvisualisasikan topik yang diajarkan kepada siswa sehingga pembelajaran bisa lebih bermakna. Akhirnya, kemahiran guru dalam pengoperasian website ini dapat diajarkan pula kepada para siswa dan mereka dapat menggunakan sendiri guna mengeksplorasi lebih jauh tentang topik matematika yang diajarkan. Oleh karena itu, keterampilan dalam pengoperasian website DESMOS dipandang perlu untuk dikuasai oleh guru-guru matematika SMA. Tujuan pelatihan ini adalah untuk melatih guru dalam menggunakan website DESMOS pada pembelajaran matematika bagi guru-guru SMA Negeri 8 Yogyakarta dimana sebanyak 5 guru mengikuti pelatihan ini. Adapun pelaksanaannya menggunakan model workshop dimana guru-guru diberikan suatu permasalahan matematika SMA, yang dalam hal ini adalah masalah fungsi trigonometri, pemrograman linear, dan lingkaran, lalu tutor memberikan demo tentang proses memvisualkannya menggunakan website desmos dan diikuti oleh peserta pelatihan. Berikutnya, peserta diberikan kasus lain sebagai latihan bagi peserta pelatihan untuk menyelesaikannya dengan menggunakan website Desmos. Adapun hasil dari pelatihan ini adalah semua peserta pelatihan yaitu guru-guru matematika SMAN 8 Yogyakarta memberikan respon positif terhadap pelatihan tersebut dan semuanya setuju untuk mengoptimalkan website Desmos dalam pembelajaran di kelas.
The Effects of Problem Posing Learning Model on Students’ Learning Achievement and Motivation Christidamayani, Agatha Puri; Kristanto, Yosep Dwi
Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE) Vol. 2, No. 2, July 2020
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ijolae.v2i2.9981

Abstract

Posing high-quality problems is a critical skill to be possessed by students in learning mathematics. However, it is still limited in literature in answering whether problem posing learning model effective in improving students’ learning achievement and motivation. Therefore, the present study aims to investigate the effect of problem posing learning model in the topics of cube and cuboid on students’ learning achievement and motivation. This study employs quasi experimental design with 20 students in experimental group and 24 students in control group. The study found that the problem posing learning model has insignificant effect on the students’ learning achievement but has a positive and significant effect of the learning model on the students’ learning motivation. Further analysis showed that the learning model also has a significant and positive effect on every aspect of students learning motivation, namely students’ interests, enthusiasm, diligence, collaboration, and self-control.
A Case Study of Promoting Informal Inferential Reasoning in Learning Sampling Distribution for High School Students Setyani, Geovani Debby; Kristanto, Yosep Dwi
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 4 No 1 (2020): January 2020
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v4i1.3132

Abstract

Drawing inference from data is an important skill for students to understand their everyday life, so that the sampling distribution as a central topic in statistical inference is necessary to be learned by the students. However, little is known about how to teach the topic for high school students, especially in Indonesian context. Therefore, the present study provides a teaching experiment to support the students’ informal inferential reasoning in understanding the sampling distribution, as well as the students’ perceptions toward the teaching experiment. The subjects in the present study were three 11th-grader of one private school in Yogyakarta majoring in mathematics and natural science. The method of data collection was direct observation of sampling distribution learning process, interviews, and documentation. The present study found that that informal inferential reasoning with problem-based learning using contextual problems and real data could support the students to understand the sampling distribution, and they also gave positive responses about their learning experience.
Adaptasi dan Implementasi Prinsip-Prinsip Desain Pembelajaran Jarak Jauh Daring Oleh Calon Guru Matematika Kristanto, Yosep Dwi; Sulistyani, Niluh; Utomo, Beni
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 7 No 1 (2023): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v7i1.6411

Abstract

The design principles of online distance learning that have been developed in previous studies need to be investigated in the process of adaptation and implementation. The process provides important insights to refine these principles to make them more appropriate to the learning context. The purpose of this study was to determine the process of adaptation and implementation of online distance learning design principles by preservice mathematics teachers. The present study employed qualitative research which is based on the activity theory model. The results of this study reveal the challenges experienced by preservice mathematics teachers in adapting and implementing online distance learning design principles. In addition, this study also finds that the community around the preservice mathematics teachers has an important role in supporting them to design and implement online distance learning.