Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PROCESSING AND EVALUATION OF TONIC HAIR EXTRACT OF SINGKONG LEAVES (Manihot esculenta Crantz): COMBINATION OF ROSE WATER SQUEEZED (Rossa sp) IN MALE RABBITS Sofia Rahmi Tambusai; Dian Ika Pebrina Meliala; Desi Damayanti
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 7, No 3 (2021): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v7i3.28368

Abstract

Hair growth cosmetics that make hair grow and stimulate hair growth due to baldness and hair loss are often called hair tonics. The alternative to natural ingredients used for hair tonic cosmetics as hair growth by rubbing then on the scalp, cassava leaves are used which can accelerate hair growth and reduce the occurrence of hair loss because the cassava leaves contain vitamin C and organic compounds, such as flavonoids, tannins, triterpenoids, and saponins. Hair tonic processing in this study used an experimental method by processing cassava leaves into extracts with a concentration of 5%; 7.5% and 10%, mixed with additional ingredients in the form of rose water juice, propylenglycol, nipagin, nipasol, BHT, menthol, and methyl paraben. These preparations were then tested on male rabbits weighing 1.5-2 kg, and Observed for four weeks. Processed hair tonic is given in an orderly manner in the specified part. Extracting hair used tweezers so that it can be observed. In the 20 plucked hairs, choosen the 10 longest strands of hair and measure them with a caliper. The period of hair removal is once a week. This research concluded that the processed hair tonic of cassava leaf extract, a combination of rose water juice, can be processed at a concentration of 5%; 7.5%, and 10%. The 10% concentration of hair tonic in the cassava leaf extract, the combination of the juice of rose water, resulted in a better hair length growth of 0.30 mm when compared to Natur's processing of 0.25 mm.
FORMULATION AND TESTING OF ANTICONVULSANT ACTIVITY OF TITANUS LEAVES (Leea aequanta L.) ETHANOLIC EXTRACT CAPSULES ON GUINEA PIG (Cavia cobaya) TRACHEA SMOOTH MUSCLE IN VITRO Dian Ika Perbina Meliala; Sofia Rahmi; Delisma Simorangkir Simorangkir; Beriman Putra Harefa
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 7, No 3 (2021): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v7i3.28388

Abstract

The main obstacle to consuming traditional medicine is the compounding process which is considered troublesome so that it often causes discomfort to consume it. For the purpose of efficiency, easy and practical in use, need to be made in dosage forms such as capsules. Capsules are solid preparations consisting of a drug in a soluble hard or soft shell. Titanus leaf (Leea aequata L.) is a medicinal plant that is used by the people of the Tanah Karo area, North Sumatra Province as an antitetanus drug. Tetanus is an acute and often fatal disease caused by an exotoxin produced by the bacterium Clostridium tetani. Tetanus often begins with a mild spasm of the jaw muscles which is often referred to as trismus. Sometimes the spasm affects the muscles that help with breathing, which can cause breathing problems. The aim of this study was to formulate EEDT capsules and to test its anticonvulsant activity on the smooth muscle of the guinea pig trachea in vitro. The relaxation effect was tested after the guinea pig's trachea was contracted with acetylcholine (EC80 = 1,0454 x 10-3 M), then the cumulative concentration of EEDT capsules was 0.5-4 mg/mL and atropine sulfate concentration of 6.95 x 10-6 - 2.08 x 10-2 mg/mL. The results of the relaxation effect test showed that EEDT granules could reduce acetylcholine-induced guinea pig trachea smooth muscle contraction. EEDT granules at a concentration of 3.5 mg/mL (102,8817 ± 0,1316) had the same ability as atropine sulfate 6.95 x 10-3 mg/mL (102,7748 ± 0,3231) in reducing guinea pig trachea smooth muscle contraction induced by acetylcholine 1,0454 x 10-3 M (p>0.005). EEDT capsules with a concentration of 3.5 mg and 4 mg had the same effectiveness, that is 102,8817 ± 0,1316. From this study, it can be concluded that the EEDT capsule preparation has a relaxing effect on the smooth muscle of the isolated guinea pig trachea with an ability that is not much different from atropine sulfate.
Efektivitas Kombinasi Ekstrak Daun Benalu Duku (Dendrophtoe Pentandra (l.)miq) Dan Lendir Siput (Achatina fulica) Sebagai Repairing Skin Dalam Formulasi Sediaan Serum Anggun Syafitri; Sofia Rahmi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v5i2.6194

Abstract

Salah satu upaya yang digunakan untuk perawatan kulit adalah dengan menggunakan produk serum repairing yang membantu memperbaiki jaringan kulit dan masalah pada kulit. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai perbaikan kulit adalah lendir bekicot (Achatina fulica) dan ekstrak daun duku benalu (Dendrophtoe pentandra (L.) Miq). Lendir bekicot yang mengandung glikosaminoglikan dan allatoin berfungsi sebagai pengencang dan pelembab wajah, serta protein achasin dengan aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Antioksidan daun benalu duku sangat kuat dengan nilai IC50 13,21 ppm. Penambahan antioksidan membantu mengurangi radikal bebas yang mencegah penuaan dini serta efek inflamasi pada kulit. Kombinasi lendir bekicot dan daun benalu duku berpotensi untuk dikembangkan menjadi perbaikan kulit yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi ekstrak daun benalu duku dan lendir bekicot ke dalam bentuk sediaan gel serum dan mengamati efektivitasnya pada kulit relawan selama 4 minggu perawatan. Penelitian diawali dengan pembuatan ekstrak daun duku benalu dengan metode maserasi. Kemudian ekstrak tersebut diformulasikan menjadi sediaan serum gel dengan variasi konsentrasi gelling agent Carbomer 940 1%,1,25%, 1,5%, 1,75%. Sediaan dievaluasi sifat fisiknya yaitu, uji organoleptik, uji pH, uji dispersi, uji viskositas, uji homogenitas, uji iritasi, dan uji sukarela. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun benalu duku dan lendir bekicot dapat diformulasikan dalam sediaan serum gel yang homogen, berwarna hijau muda, daya sebar 5 cm, pH 6, dan memiliki daya sebar 5 cm. viskositas 2000 cps. Formula serum gel yang mengandung Carbomer 940 dengan konsentrasi 1,75% memiliki efektivitas paling efektif sebagai perbaikan kulit.
TEST OF FORMAL AND PHYSICAL PROPERTIES FOR PREPARATION OF TOFUMASA KOLANG-KALING SEED POWDER COMBINE (Arenga pinnata L.) CREAM SHELL Sofia Rahmi Tambusai; Anggun Syahfitri
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 9, No 1 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v9i1.39154

Abstract

Tofu waste is waste from the tofu processing industry that has hardly been used except as animal feed or simply thrown away. Kolang Kaling is widely used as a processed food in the community. The aim of this study was to prepare creamy peeling formulas from tofusae and kolang-kaling seeds. This study started with the preparation of tofu powder and tofu clay, then a creamy exfoliating preparation was made from the second combination in the ratio (1:1; 1:3 and 3:1). Physical testing of the cream peeling formulations was then performed in the form of organoleptic, spreadability, stickiness, cream type, protection test, pH test and preference test. The results obtained in the form of Formula I with the ratio (1:1) are the best compared to the other two formulas.
PEMANFAATAN DAUN BENALU DUKU (Dendrophtoe Pentandra (L.) Miq) DAN LENDIR SIPUT (Achatina fulica) SEBAGAI REPAIRING SKIN DALAM FORMULASI SEDIAAN SERUM di DESA CANDIREJO KECAMATAN DELI TUA, KABUPATEN DELI SERDANG Anggun Syafitri; Sofia Rahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v3i3.1344

Abstract

Dinamika penggunaan produk kosmetik sesuai dengan perkembangan zaman banyak yang tidak sehat dan berkualitas buruk. Saat ini trending gaya hidup “back to nature” sedang tinggi, yang mana kepercayaan masyarakat ke bahan-bahan aktif yang komposiss nya bahan alami relatif lebih aman dari pada bahan kimia sintetik. Karenanya pemahaman dan pengetahuan orang-orang tentang penggunaan bahan yang berkaitan dengan kesehatan kulit dan kosmetik harus diperkuat dalam bentuk program berbasis masyarakat. kosmetik yang banyak digunakan untuk perawatan kulit adalah repairing skin. Salah satu bahan alami yang bisa memperbaiki kulit yaitu Lendir siput dan Ekstrak Daun Duku. Lendir bekicot di dalamnya terdapat glikosaminoglikan dan allatoin, yang bertindak untuk agen pengencangan dan pelembab wajah, dan protein acacin, yang memiliki sifat antibakteri melawan Propionibacterium acnes. Antioksidan dari daun benalu duku dapat meminimalisir radikal bebas, sehingga tidak terjadi penuaan dini dan efek peradangan. Kegiatan yang dilakukan adalah presentasi kelompok penyuluh produksi kosmetika natural di Desa Candirejo, Deli Serdang, Kabupaten Deli Tua, Kabupaten Deli Tua, bertujuan untuk meningkatkan kualitas informasi kesehatan masyarakat dan opini tentang edukasi kosmetika natural. orang-orang itu. dapat menggunakan bahan-bahan alam sekitarnya sebagai kosmetik dan memiliki nilai jual. Diharapkan warga dapat memanfaatkan lendir benalu dan daun benalu duku untuk pengobatan sebagai bahan kosmetik alami dan meningkatkan nilai ekonominya sebagai peluang usaha.
PENGENALAN MATEMATIKA REALISTIK BAGI ANAK KELAS VIII DI MTSN 2 MEDAN M. Arif Hidayat; Sofia Rahmi
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v2i1.2461

Abstract

MTSN 2 Medan merupakan salah satu madrasah unggulan di kota Medan. MTSN 2 Kelas VIII merupakan tempat kegiatan masyarakat. Siswa yang belajar di sekolah ini masih cenderung menghafal konsep/prinsip yang harus dipelajarinya. Sebagian besar siswa hanya belajar matematika sampai sekolah menengah, sehingga menyelesaikan masalah matematika sangat sulit. Siswa juga tidak tertarik dengan fenomena matematika di sekitarnya. Di Kelas VIII MTSN 2 sendiri, salah satu kesulitan dalam pembelajaran matematika adalah lemahnya kemampuan siswa dalam menerapkan materi matematika dalam kehidupan nyata. Guru tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari ide-ide yang biasanya melayang di kepala mereka. Siswa hanya fokus pada satu sumber dan tidak mencari jawaban dari masalah, biasanya mereka memiliki kepercayaan diri yang rendah terhadap masalah yang diberikan. Beberapa kriteria dalam pengembangan pembelajaran matematika bertujuan untuk membuat matematisasi pengalaman sehari-hari. Alternatif yang baik untuk belajar matematika adalah belajar matematika realistis. Matematika realistik adalah matematika sekolah yang dilaksanakan dengan mengambil realita dan pengalaman siswa sebagai titik tolak pembelajaran.