Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Evaluasi Luas Bukaan dan Orientasi Ruang Kelas Terhadap Pencahayaan Alami dan Radiasi Matahari dengan Simulasi Software IES VE 2019 Panghargiyo, Murwantoro; Wirasmoyo, Wiliarto
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1284

Abstract

Ketergantungan kita pada energi listrik sangat tinggi, sementara produksi listrik pada umumnya berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Usaha-usaha untuk menemukan energi alternatif sangat diperlukan. Penelitian ini berusaha untuk menginvestigasi luas bukaan ruang kelas gedung B kampus 3 Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) serta orientasinya pada ruang kelas yang optimal terhadap tingkat iluminasi pencahayaan alami dan radiasi matahari yang masih diizinkan. Dengan luas bukaan ruang yang tepat, maka diharapkan penggunaan listrik untuk artificial lighting dan pendinginan udara dapat diminimalisir. Acuan kerja untuk penelitian ini adalah dari SNI 3 - 6197 untuk standar pencahayaan ruang kelas sebesar 250 luks pada workplane. Sedangkan acuan untuk radiasi pada ruang kelas adalah SNI 03 – 6389 yaitu untuk ottv sebesar 45 watt/m2. Penelitian ini dilakukan dengan membangun model tiga dimensi berdasarkan studi kasus pada ruang-ruang kelas di Gedung B Kampus 3 UTY. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ruang-ruang yang bermasalah dalam menerima pencahayaan alami maupun radiasi matahari serta meneliti orientasi bukaan terhadap jumlah pencahayaan alami dan radiasi matahari yang diterima oleh ruang kelas. Hasil penelitian yang didapatkan adalah berupa rekomendasi untuk saran perbaikan terhadap adanya kekurangan iluminasi pencahayaan alami di dalam ruang maupun keadaan termal gedung B kampus 3 Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) yang akan berpengaruh terhadap beban pendinginan ruang.
Penerapan Ruang Fleksibel Terhadap Aktivitas Pengguna Pasar Tradisional Kemakmuran di Kabupaten Kotabaru Haryanti, Indah Pradnya; Wirasmoyo, Wiliarto
RUAS Vol. 19 No. 2 (2021)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2021.019.02.1

Abstract

Market is not supported by good facilities and further strengthens the stigma of traditional markets which are slum, crowded, and the smell becomes strong. This study aims to get rid of the bad image of traditional markets so that it attracts more visitors from various circles and optimizes the function of space in the market. The method used in this research is a rational approach and it is resolved with a flexible space approach applied to the choice of building structure, layout, design of the building, and furniture. The results of the implementation of this flexible space can accommodate all activities in the market according to the needs at certain times without disturbing other ongoing activities with a good zoning division in accordance with SNI Pasar Rakyat, so as to create a clean, neat, organized, and clean market. convenient according to user needs.
Unpacking Etimology Urban Space Quality: Menuju Definisi Umum Wiliarto Wirasmoyo; Ikaputra
Arsir: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2024): Arsir
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v8i1.49

Abstract

The concept of "urban" is often understood from various perspectives, but not comprehensively. This writing aims to provide a deeper understanding of the concept of urban, particularly urban space quality. The definition of urban space quality has not been fully captured, which motivates the need for a more in-depth exploration of the term. The research problem is the lack of a comprehensive understanding of the concept of urban space quality, leading to the absence of a universally accepted definition. The aim of this article is to examine the suitability of the use of the term "urban space quality" to provide a reference for its usage. The article utilizes a literature review, drawing from credible and traceable sources such as books, national-international journals, dictionaries, official documents, and previous studies related to the etymology of urban, urban space, and urban space quality. Urban space is defined as an external space contributing to the city's structure, communication, and social interaction. The concept of urban space quality remains multifaceted, with varying interpretations and dimensions, including safety, livability, environmental conditions, and social development. The findings underscore the complexity of urban space quality and the need for a comprehensive understanding of its parameters and factors.
Penerapan Ekologi Arsitektur Pada Mangrove Research Center di Kabupaten Kaimana Papua Barat Ulfa Intan Puatipanna; Wiliarto Wirasmoyo
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 2, Nomor 2 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v2i2.20

Abstract

Keberadaan mangrove memiliki beberapa manfaat terhadap perubahan iklim global, ekosistem flora dan fauna, dan ekonomi masyarakat. Kabupaten Kaimana memiliki potensi terhadap keberadaan mangrove terbaik. Dengan kapasitas mangrove 76.000 Ha hutan mangrove, dari total 3.489 Ha mangrove di indonesia. Tidak adanya pengolahan dan pemahaman terhadap potensi keberadaan mangrove menyebabkan kerusakan habitat mangrove di kabupaten Kaimana tiap tahunnya mengalami penurunan. Untuk mencegah kerusakan dan pemahaman tentang keberadaan potensi mangrove, perlu adanya sarana kegiatan mangrove, yang berkaitan dengan edukasi, pembibitan dan wisata bahari (Mangrove Research Center). Untuk mendukung perancangan mangrove research center tema pendekatan yang digunakan menerapkan dan memanfaatkan ekosistem lingkungan (alam) sebagai sumber utama. Sehingga tema pendekatan yang digunakan adalah ekologi arsitektur. Dalam perancangan ekologi arsitektur hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungan diharapkan dapat saling menguntungkan dan memberikan dampak baik, bagi masyarakat akan kepedulian lingkungan sehingga tercipta kawasan kota produktif yang berwawasan lingkungan.
Penerapan Arsitektur Bioklimatik Pada Hotel Butik Fasilitas Bintang 4 di Kabupaten Sleman Asma Akum Sopian; Wiliarto Wirasmoyo
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 3, Nomor 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v3i2.32

Abstract

D I Yogyakarta sebagai salah satu provinsi yang diperhatikan oleh pemerintah dalam segi pariwisata, saat ini sedang menunjukkan eksistensinya. Setelah adanya moratorium mengenai pembangunan hotel di kota Yogyakarta, investor mulai menyentuh daerah sekitar kota Yogyakarta yaitu Kabupaten Sleman. Pesatnya pertumbuhan akomodasi wisatawan di Kabupaten Sleman, mempengaruhi penggunaan energi oleh bangunan komersial. Apartemen dan hotel merupakan penyumbang konsumsi energi besar-besaran yang menjadi penyebab terjadinya perubahan iklim. Konsep Arsitektur Bioklimatik diharapkan dapat menjadikan hotel sebagai bangunan yang bisa beradaptasi dengan perubahan iklim dan atau setidaknya, tidak menambah beban terhadap lingkungan. Sehingga menciptakan hotel yang menerapkan prinsip ramah terhadap iklim dan mengurangi ketidaknyamanan di luar bangunan tanpa melupakan kenyamanan internal bangunan. Bioklimatik di hotel butik ini sudah menerapkan prinsip-prinsip desain Arsitektur Bioklimatik yaitu penggunaan balkon sebagai pembayang pasif, shading device, ruang transisional, penghawaan alami, orientasi bangunan, penempatan core sebagai konservasi energi dan pengolahan limbah agar tidak mencemari lingkungan air tanah sekitar.