Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perancangan Model Tata Kelola Kolaboratif Dalam Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Perdesaan di Kabupaten Pandeglang Eko Prasetyo; Pri Utami; Tifanni Aulia Amanda
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 7, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Department of Public Administration, Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjap.v7i3.6311

Abstract

Kualitas SDM desa yang rendah memberikan dampak buruk terhadap keberlanjutan pembangunan. Menyikapi masalah tersebut, konsep tata kelola kolaboratif memberikan peluang kepada berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, akademisi, maupun masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan pengelolaan berbagai kebijakan publik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model tata kelola kolaboratif dalam peningkatan kualitas SDM perdesaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu dengan melakukan observasi, studi literatur dan dokumen, wawancara, serta focus group discussion dengan Pemerintah Kabupaten Pandeglang termasuk unsur DPRD dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan implementasi tata kelola kolaboratif baru pada dimensi keterlibatan berprinsip (principle engagement). Hal ini dapat dimaklumi, karena kolaborasi sedang dalam proses penguatan. Rancangan model tata kelola kolaboratif untuk program peningkatan kualitas SDM perdesaan Kabupaten Pandeglang disusun dengan menggunakan pendekatan state-centered model dimana pemerintah diharapkan tampil memimpin proses implementasi kolaborasi.
Faktor Pendukung dan Penghambat Pengelolaan Pariwisata Pantai Tanjung Kait di Kabupaten Tangerang Rizal Fatli Maulana; Muhammad Rosul Asmawi; Pri Utami
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4133

Abstract

Abstrak Pantai Tanjung Kait merupakan Pantai yang terdapat di Kabupaten Tangerang yang dikategorikan dalam tahap berkembang dan berpotensi. Kurangnya perhatian dari Disporabudpar Kabupaten Tangerang dan kualitas SDM yang kurang baik memberikan dampak terhadap pengembangan Pantai Tanjung Kait. Menyikapi persoalan tersebut adanya Rencana Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang diharapkan memberi peluang bagi Pantai Tanjung Kait menjadi wisata yang lebih maju. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan pariwisata Pantai Tanjung Kait di Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan datanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pendukung pengelolaan pariwisata Pantai Tanjung Kait meliputi adanya dukungan penuh dari pemerintah desa dan panorama yang indah, sedangkan faktor penghambat pengelolaan pariwisata Pantai Tanjung Kait meliputi hak kepemilikan tanah yang belum sepenuhnya milik pemerintah, kurangnya sarana dan prasarana, minimnya kesadaran masyarakat, belum adanya promosi wisata. Kata Kunci: Faktor Pendukung dan Penghambat, Pengelolaan Pariwisata. Abstract Tanjung Kait Beach is a beach located in Tangerang Regency which is categorized in the developing and potential stage. The lack of attention from the Tangerang Regency Disporabudpar and the poor quality of human resources have an impact on the development of Tanjung Kait Beach. Responding to this problem, the Tangerang Regency Disporabudpar Strategic Plan is expected to provide an opportunity for Tanjung Kait Beach to become a more advanced tourism. The purpose of this study was to determine the supporting and inhibiting factors in the management of Tanjung Kait Beach tourism in Tangerang Regency. This study uses qualitative research methods by conducting observations, interviews and documentation as data collection techniques. The results of this study indicate that the supporting factors for Tanjung Kait Beach tourism management include full support from the village government and a beautiful panorama, while the inhibiting factors for Tanjung Kait Beach tourism management include land ownership rights that are not fully owned by the government, lack of facilities and infrastructure, lack of public awareness, there is no tourism promotion. Keywords: Supporting and Inhibiting Factors, Tourism Management.
New Public Service: Pelayanan Lansia Di Puskesmas Karawaci Baru Kota Tangerang Najwa Ardelia Rahmawati; Muhammad Ibrahim Rantau; Pri Utami
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13996

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the New Public Service principle at the Karawaci Baru Community Health Center in Tangerang City, especially in elderly care. Elderly health care is one of the strategic issues in the primary health care system along with the increasing number of elderly population. In providing primary health care, the Community Health Center coordinates with the network and network system in its working area, which includes coaching, health services, reporting recording, logistical supply, and/or referrals. This study uses the theory of Denhardt & Denhardt (2007) which includes: Serve citizens not customers, Seek the public interest, Value citizenship over entrepreneurship, Think strategically act democratically, Recognize that accountability is not simple, Serve rather than steer, Value people not just productivity. The New Public Service Principle has not been implemented at the Karawaci Baru Community Health Center even though the Mobile Assistant Community Health Center (Pustuling) has been established. Based on the results of observations, the main problems were found: 1) Long waiting time for elderly health care, 2) Imbalance between the number of medical personnel and patients, 3) Lack of follow-up of elderly health care. Indicators related to the main problem are: Serve citizens not customers, Value Citizenship Over Entrepreneurship, Think strategically act democratically, and Recognize that accountability is not simple. The research method used is descriptive qualitative with a post-positivism paradigm, through data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation studies. Therefore, it is necessary to strengthen aspects of community participation, service flexibility, balance between administrative accountability and patient needs, and improve the quality of services that are more centered on the elderly so that the implementation of the principles of New Public Service in elderly health services can be realized more optimally and comprehensively.