Perkembangan Generative Artificial Intelligence (Generative AI) telah memberikan perubahan yang signifikan dalam berbagai aktivitas akademik, termasuk proses penyusunan karya ilmiah. Meskipun berbagai platform Generative AI mampu meningkatkan efisiensi penulisan melalui penyusunan ide, pencarian informasi, penyempurnaan bahasa akademik, dan pengelolaan referensi, pemanfaatannya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi AI, keterbatasan kemampuan menyusun prompt, potensi hallucination, serta risiko pelanggaran etika akademik. Kajian ini bertujuan menyusun model konseptual pengabdian kepada masyarakat mengenai strategi pemanfaatan Generative AI dalam penyusunan karya ilmiah. Metode yang digunakan adalah pendekatan konseptual melalui analisis literatur, sintesis teori, dan pengembangan model pengabdian berdasarkan praktik terbaik pemanfaatan Generative AI di lingkungan akademik. Model yang dikembangkan terdiri atas lima tahapan utama, yaitu identifikasi kebutuhan peserta, penguatan literasi Generative AI, pelatihan pemanfaatan AI dalam penyusunan karya ilmiah, pendampingan implementasi, serta evaluasi dan tindak lanjut. Model tersebut diharapkan menjadi acuan bagi perguruan tinggi dalam merancang program pengabdian yang mampu meningkatkan kompetensi masyarakat akademik dalam memanfaatkan Generative AI secara efektif, bertanggung jawab, dan sesuai dengan prinsip integritas ilmiah. Implementasi model ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas karya ilmiah sekaligus memperkuat budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.