Hidayat Suryanto Suwoyo
Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau, Maros

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI DAN PEMANFAATAN BAHAN AKTIF ALGA COKELAT SARGASSUM SP. Chalvyn S. Pakidi; Hidayat Suryanto Suwoyo
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 5, No 2 (2016): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.37 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v5i2.720

Abstract

Di Indonesia terdapat banyak jenis rumput laut yang bernilai ekonomis cukup tinggi salah satu diantaranya  Sargassum sp yang mengandung bahan alginat dan iodin yang digunakan pada industri makanan, farmasi, kosmetik dan tekstil. Selain itu juga Sargassum sp. mengandung senyawa-senyawa aktif  steroida, alkaloida, fenol, dan triterpenoid berfungsi sebagai antibakteri, antivirus, dan anti jamur. Penelitian ini bertujuan  untuk mengkaji potensi dan pemanfaatan senyawa aktif yang terkandung dalam alga coklat Sargassum sp dan aplikasinya  pada bidang perikanan.  Hasil kajian yang diperoleh bahwa Spesies-spesies Sargassum sp. yang dikenal di Indonesia ada sekitar 15 spesies.  Sargassum sp. dapat dimanfaatkan sebagai antikolesterol,  biofuel, biofertilizer, antibakteri, antitumor, antikanker, antifouling, antivirus dan krim kosmetik .  Ekstrak Sargassum sp. juga berpotensi sebagai antioksidan dan sebagai bahan baku pembuatan surfaktan.  Aplikasi ekstrak Sargassum pada bidang perikanan dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio sp yang merupakan penyebab penyakit kunang kunang yang paling berbahaya bagi udang windu.
BUDIDAYA UDANG VANAME POLA INTENSIF DENGAN SISTEM BIOFLOK DI TAMBAK Gunarto Gunarto; Hidayat Suryanto Suwoyo; Bunga Rante Tampangallo
Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 3 (2012): (Desember 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.044 KB) | DOI: 10.15578/jra.7.3.2012.393-405

Abstract

Budidaya udang vaname intensif sistem bioflok merupakan satu di antara beberapa upaya untuk efisiensi biaya produksi, karena bioflok dapat dimanfaatkan sebagai subsitusi pakan bagi udang vaname yang dibudidayakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sumber C-karbohidrat (molase) sebagai upaya penumbuhan bioflok pada budidaya udang vaname pola intensif di tambak terutama efeknya pada pertumbuhan, sintasan dan produksi udang. Dua petak tambak masing-masing ukuran 3.520 m2 dan 3.946 m2 ditebari benur vaname dengan padat tebar 75 ekor/m2. Satu petak sebagai tambak kontrol tanpa penambahan sumber Ckarbohidrat (tambak A) dan satu petak tambak lainnya setelah satu bulan pemeliharaan maka sumber C karbohidrat (molase) mulai ditebarkan ke air tambak (tambak B) tujuannya untuk meningkatkan CN ratio menjadi >10:1 sehingga diharapkan bioflok mudah tumbuh. Pakan udang diberikan setelah penebaran dengan dosis 100% dari total biomassa udang pada dua minggu pertama dan setiap dua minggu berikutnya jumlah pakan yang diberikan menurun hingga mencapai dosis 2,5% dari total biomassa udang setelah udang mencapai masa pemeliharaan bulan keempat. Pada petak yang ditumbuhkan bioflok dosis pakan yang diberikan ke udang dikurangi hingga mencapai 10%-20% dari porsi yang seharusnya diberikan. Sintasan, produksi, dan nilai konversi pakan dihitung setelah udang dipanen. Kualitas air (salinitas, pH, dan oksigen terlarut)di-monitor setiap hari. Total Suspended Solid (TSS), Volatil Suspended Solid (VSS), dan volume bioflok di-monitor setelah terbentuk di air tambak. Total haemosit dan prophenol oksidase udang dihitung pada udang sampel dilakukan menjelang udang dipanen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di tambak B yang ditambahkan sumber C-karbohidrat (ditumbuhkan biofloknya) diperoleh nilai konversi pakan udang lebih rendah daripada yang diperoleh di tambak A. Sintasan dan produksi udang di tambak B lebih tinggi daripada sintasan dan produksi udang di tambak A (kontrol). Total haemosit dan prophenol oksidase lebih tinggi pada udang yang hidup di tambak B yang ditumbuhkan floknya daripada yang diperoleh di tambak A (kontrol).