Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : GIZI INDONESIA

PENERAPAN ANJURAN DIET DASH DIBANDINGKAN DIET RENDAH GARAM BERDASARKAN KONSELING GIZI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS LARANGAN UTARA Agustina Pungki Astuti; Didit Damayanti; Iskari Ngadiarti
GIZI INDONESIA Vol 44, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v44i1.559

Abstract

The low sodium and Diet Approaches to Stop Hypertension (DASH) are diets for reducing high blood pressure. This study aimed to analyze the effect of nutrition counseling on the DASH diet compared to low sodium diet on blood pressure in hypertensive patients. The study design was an experimental study that randomly allocated 34 respondents to DASH diet and 35 respondents to low sodium diet. The ages of respondents were 43 to 76 years and women were 74.3 percent. Nutrition counseling was conducted by researchers to respondents who visited health center or Posbindu Larangan Utara. Nutritional counseling was conducted for an average of 20 minutes using existing brochures. Low sodium diet emphasizes reducing sodium intake while DASH diet emphasis more on consuming lots of vegetables, fruit, nuts and low-fat products. Variables collected were the characteristics of respondent, disease, drugs taken and nutritional status, while blood pressure using a sphygmomanometer, food intake including sodium were measured before and 2 weeks after nutritional counseling. Results showed that there was a significant difference in diastolic blood pressure after patients were given DASH diet compared to low sodium diet (p 0.05) and there was a significant difference in delta of systolic and diastolic reduction in DASH diet compared to low sodium diet. Test also showed a significant reduction in systolic, diastolic blood pressure and sodium intake (p 0.001) in both diet groups after receiving counseling. It concluded that DASH diet can be recommended to decrease blood pressure in hypertensive patients with consider nutritional status. ABSTRAK  Diet Rendah Garam (RG) dan Diet Approaches to Stop Hypertension (DASH) adalah diet untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh konseling gizi diet DASH dibandingkan diet RG terhadap tekanan darah pasien hipertensi. Rancangan penelitian adalah eksperimen yang secara acak mengalokasi diet DASH kepada 34 orang dan diet RG kepada 35 orang responden. Usia responden antara 43 hingga 76 tahun dan sebagian besar perempuan (74,3%). Konseling gizi dilakukan oleh tim peneliti kepada pasien hipertensi yang memeriksakan diri ke puskesmas atau posbindu Larangan Utara. Konseling gizi dilakukan rata-rata 20 menit menggunakan brosur yang sudah ada. Diet RG menekankan pengurangan asupan natrium sedangkan diet DASH lebih menekankan ke banyak konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan dan produk rendah lemak. Variabel yang dikumpulkan adalah karakteristik responden, penyakit dan obat yang diminum serta status gizi sedangkan tekanan darah menggunakan sfigmomanometer, asupan makanan, zat gizi termasuk natrium diukur sebelum dan 2 minggu setelah konseling gizi dilakukan. Hasil menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada tekanan darah diastolik setelah pasien diberi diet DASH dibandingkan dengan pasien yang diberi diet RG (p0,05) dan terdapat perbedaan delta penurunan sistolik dan diastolik bermakna pada diet DASH dibanding diet RG. Analisa juga menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik, diastolik dan asupan natrium  yang bermakna (p0.001) pada kedua kelompok diet setelah mendapat konseling diet DASH dan diet RG. Disimpulkan diet DASH dapat direkomendasikan untuk membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan memperhatikan status gizi. Kata kunci: hipertensi, tekanan darah, diet rendah garam, diet DASH
EFEKTIVITAS EDUKASI GIZI DENGAN PENDAMPINGAN TERHADAP ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, HbA1c, DAN PROFIL LIPID DARAH PADA PASIEN DM TIPE II Indah Ratnasari; Iskari Ngadiarti; Lilik Fauziyah Ahmad
GIZI INDONESIA Vol 44, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v44i1.558

Abstract

Medical nutritional therapy is an important part of the comprehensive management of type II DM. Good glycemic control can control blood lipid profile levels so that it can reduce the risk of complications of heart disease in people with type II diabetes. This study aims to determine whether education with assistance for 6 months affects macronutrient intake, HbA1c, and lipid profiles in patients with Type II diabetes. This study used a Quasi-Experimental design with experimental design The Pretest-Postest design without a control group. The sample used the purposive sampling method according to the inclusion and exclusion criteria with 30 samples. The research data were obtained from secondary data from the Endocrine Metabolic Poly and Nutritional Poly RSCM Research in 2017. The results showed that there was a significant effect (p 0.05) of education with assistance for 6 months on the value of HbA1c, while with the intake of macronutrients (carbohydrates and fats), LDL and triglycerides had no significant effect (p 0.05). HBA1c levels in this study were significantly related to blood triglyceride levels. Therefore, it is necessary to carry out more research using nutrition education methods with assistance to working groups of young adults and the need to pay attention to compliance with medication consumption or the use of insulin therapy. ABSTRAKTerapi gizi medik merupakan bagian penting dalam pengelolaan DM tipe II secara komprehensif. Kontrol glikemik yang baik dapat mengendalikan kadar profil lipid darah sehingga dapat menurunkan risiko komplikasi penyakit jantung pada penderita DM tipe II. Penelitian bertujuan mengetahui apakah edukasi dengan pendampingan selama 6 bulan mempengaruhi asupan zat gizi makro,  nilai HbA1c dan profil lipid pada pasien DM Tipe II. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental dengan desain eksperiment The Pretest- Postest design tanpa grup kontrol. Sampel menggunakan metode Purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah 30 orang. Data penelitian didapatkan dari data sekunder penelitian Poli Metabolik Endokrin dan Poli Gizi RSCM tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang bermakna (p0.05) edukasi dengan pendampingan selama 6 bulan terhadap nilai HbA1c, sedangkan dengan asupan zat gizi makro (karbohidrat dan lemak, LDL dan  trigliserida tidak ada pengaruh yang signifikan (p0.05). Kadar HBA1c dalam penelitian ini berhubungan nyata dengan kadar tigliserida darah. Kesimpulan edukasi gizi dengan pendampingan selama 6 bulan  kurang efektif mengendalikan perilaku makan dan kontrol lipid darah. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lagi menggunakan metode edukasi gizi dengan pendampingan pada kelompok usia dewasa muda yang bekerja serta perlu diperhatian kepatuhan konsumsi obat-obatan atau penggunaan terapi insulin. Kata kunci: asupan zat gizi makro, HbA1c, profil lipid, DM tipe II, pendampingan