Sari, Purnama
Prodi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EKSISTENSI TARI SERAMPANG DUA BELAS PADA SUKU MELAYU DI KAMPUNG JUANI KELURAHAN SIMPANG TIGA PEKAN, KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Sari, Purnama; Rosramadhana, Rosramadhana
Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi Vol 1, No 1 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bdh.v1i1.8558

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang eksistensi tari Serampang Dua Belas, pewarisan tari Serampang Dua Belas serta perubahan yang terjadi setelah masuknya tari modern di Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kabupaten Serdang Bedagai. Tari Serampang Dua Belas merupakan jenis tari tradisional yang dimainkan sebagai tari pergaulan yang mengandung pesan tentang perjalanan kisah anak muda dalam mencari jodoh, mulai dari perkenalan sampai memasuki tahap pernikahan. Tari Serampang Dua Belas memiliki gerakan yang gesit dengan tempo yang cepat. Tarian dengan gerakan tercepat yang terdiri dari 12 (dua belas) gerakan. Pewarisan nilai budaya melalui pertunjukan tari Serampang Dua Belas dapat semakin berkembang, maju dan eksistensinya tetap terjaga dari masa kemasa. Eksistensi tari Serampang Dua Belas dapat kita lihat dari aspek sosial budaya, pewarisan (enkulturasi) dan fungsi. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tari Serampang Dua belas tetap eksis dan dijaga kelestariannya serta diwariskan (enkulturasi) melalui keluarga, sanggar dan festival. Walaupun banyak tari modern yang masuk dan menarik minat para generasi muda tidak membuat mereka melupakan dan mengabaikan tari Serampang Dua Belas. Namun perlu adanya perhatian lebih dari pemerintah terhadap tari Serampang Dua Belas yang terlihat dari kurangnya fasilitas seperti sanggar, kostum tari dan pelatih profesional.
PEMBINAAN REMAJA MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK PENCEGAHAN KAWIN ANOM SUKU BANJAR DI DESA PALUH MANAN KABUPATEN DELI SERDANG Rosramadhana Rosramadhana; Purnama Sari; Ilham Chandra Depari; Ayu Subandi; Sridevi Manalu
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v22i1.8636

Abstract

AbstrakPendidikan karakter adalah suatu sistem penataan nilai-nilai karakter kepada warga meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut yang akan berguna bagi sesama manusia. Permasalahan di Desa Paluh Manan bagi suku Banjar adalah kawin anom (muda), hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi tentang dampak negative kawin anom. Kesadaran suku Banjar tentang bahaya kawin anom belum menunjukan hasil yang signifikan. Menikah di usia muda khususnya usia 14-17 rentan terhadap kesehatan reproduksi dan menyebabkan terjadinya masalah social budaya. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan: Survei Kelompok Sasaran, Persiapan Saranadan Prasarana, Pelaksanaan Kegiatan Aksi dan Evaluasi. Upaya yang dilakukan menjalin kerja sama dengan masyarakat Desa Paluh Manan, Kabupaten Deli Serdang dan Genre Badan Kependudukan danKeluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kegiatan dilakukan dengan melakukan sosialisasi secara langsung ataupun tidak langsung. Sosialisasi langsung dilakukan dengan kegiatan bekerjasama dengan Genre BKKBN untuk bertemu dan berinteraksi langsung dengan para remaja yang ada di desa Paluh Manan. Di dalam kegiatan ini juga dilakukan sosialisasi melalui media sosial. Kegiatan ini telah merubah pola piker dan tingkah laku warga secara gradual khususnya terkait dengan mengatasi dampak negatif dari pernikahan dini. Di masa depan diharapkan jumlah remaja usia sekolah di desa Paluh Manan semakin meningkat.Kata Kunci: Desa Paluh Manan, Genre BKKBN, Kawin Anom, Kawin Muda, RemajaAbstractThe character education which comprised of components of knowledge, self-awareness or willingness and further action to implement those values that will be beneficial for people’ life is dedicated to set the character values applied into the particular social community. More specifically, the tribe of Banjar who has lived in Desa Paluh Manan Kabupaten Deli Serdang has had an issue with the young marriage (popular as kawin anom in local term). This issue has a serious implication, especially for the youth since there has been less socialization conducted in the Desa Paluh Manan about the negative outcomes of married young. Married at a young age, especially in age of 14-17 is vulnerable to the health reproduction that further leads to many socio-cultural problems. The methodology applied in thischaracter education related activities consisted of Target Groups Survey, Preparation of facilities, and Implementation and Evaluation of Activities involving communities in Desa Paluh Manan, and Genre BKKBN. Varieties of social media channels were also occupied within the socialization activity. Theresults of implemented activities have shifted mindset and behavior of citizens gradually towards reducing the negative impact of early marriage. In the future, we are expecting to have an increase number of more educated young people from Desa Paluh Manan.Keywords: Genre BKKBN, Married Anom, Married Young, Teen, Village Paluh Manan
Kepribadian Kolektif: Kebudayaan Membentuk Pola Berpikir dan Perilaku dalam Masyarakat Fitriani, Salwiyah; Dana, Tri Rahma; Sari, Purnama; Putri, Tri Nur; Sa’diyah, Halimatus
Journal of Education and Culture Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Education and Culture
Publisher : Indra institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58707/jec.v5i2.1240

Abstract

Collective personality refers to the shared patterns of thinking, values, and behavior possessed by members of a society or social group. This article aims to analyze the role of culture in shaping collective personality, as well as how culture influences the thinking patterns and behaviors of individuals within a society. Using the approaches of sociology and social anthropology, this study identifies the impact of cultural norms, belief systems, and traditions in shaping a collective social identity. The culture accepted by a society not only determines the worldview but also directs how individuals interact, communicate, and behave in social life. By examining various examples of different societies, this study reveals the variations in thinking patterns and behaviors influenced by each society's culture, as well as how this shapes solidarity and social cohesion within these groups. The article concludes that the culture of a society plays a crucial role in shaping the collective personality, which in turn affects social dynamics and interpersonal relationships within the community.
REPRESENTASI DAN PERAN PEREMPUAN DALAM INDUSTRI PARIWISATA Tri Nur Putri; Tri Rahmadana; Purnama Sari; Salwiyah Fitriani; Halimatus Sa'diyah
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i2.109

Abstract

Artikel ini membahas peran dan representasi perempuan dalam industri pariwisata dengan perspektif antropologi gender. Analisis literatur dan kajian lapangan menunjukkan bagaimana perempuan berpartisipasi dalam sektor formal maupun informal, bagaimana identitas gender dibentuk dan direpresentasikan, serta tantangan sosial, ekonomi, dan budaya yang mereka hadapi dalam struktur industri pariwisata. Penelitian ini menekankan pentingnya kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, serta pengakuan terhadap kontribusi perempuan dalam sektor pariwisata. Hasil kajian menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran multifaset, dari pekerja hingga pelaku usaha kreatif, dan meskipun menghadapi berbagai hambatan, mereka terus menegosiasikan posisi sosial dan ekonomi mereka melalui inovasi, penguatan komunitas, dan pengakuan terhadap budaya lokal. Studi ini memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan inklusivitas dan keberlanjutan industri pariwisata.