Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Glokalisasi Pendidikan Melalui Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Putri, Tri Nur; Dana, Tri Rahma; Havita, Vivit Nur Hikmah; Fitriani , Salwiyah; sa'diyah, Halimatus
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 1 (2025): June
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk menyoroti bagaimana integrasi pengetahuan lokal dalam sistem pendidikan dapat membantu melestarikan nilai-nilai budaya sambil beradaptasi dengan perkembangan global. Kearifan lokal, yang berakar pada praktik dan norma tradisional, memiliki peran penting dalam pendidikan karakter, yang vital untuk membangun rasa identitas dan kebersamaan di kalangan siswa. Dengan menerapkan glokalisasi, pendidikan dapat disesuaikan untuk mencerminkan tren global sekaligus realitas lokal, sehingga siswa tetap terhubung dengan warisan budaya mereka sambil mempersiapkan diri untuk dunia yang semakin terhubung. Pendekatan ini mendorong pengembangan individu yang tangguh secara budaya dan adaptif terhadap perubahan global.
Kepribadian Kolektif: Kebudayaan Membentuk Pola Berpikir dan Perilaku dalam Masyarakat Fitriani, Salwiyah; Dana, Tri Rahma; Sari, Purnama; Putri, Tri Nur; Sa’diyah, Halimatus
Journal of Education and Culture Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Education and Culture
Publisher : Indra institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58707/jec.v5i2.1240

Abstract

Collective personality refers to the shared patterns of thinking, values, and behavior possessed by members of a society or social group. This article aims to analyze the role of culture in shaping collective personality, as well as how culture influences the thinking patterns and behaviors of individuals within a society. Using the approaches of sociology and social anthropology, this study identifies the impact of cultural norms, belief systems, and traditions in shaping a collective social identity. The culture accepted by a society not only determines the worldview but also directs how individuals interact, communicate, and behave in social life. By examining various examples of different societies, this study reveals the variations in thinking patterns and behaviors influenced by each society's culture, as well as how this shapes solidarity and social cohesion within these groups. The article concludes that the culture of a society plays a crucial role in shaping the collective personality, which in turn affects social dynamics and interpersonal relationships within the community.
Sosialisasi UU ITE Melalui Media Sosial dan Dampak Penyebaran Berita Bohong bagi Generasi Muda di Kabupaten Labuhanbatu Pakpahan, Zainal Abidin; Siregar, Usmala Dewi; Febriani, Budi; Dana, Tri Rahma; Siahaan, Nimrot
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 7 No 1 (2026): Edisi Januari-Mei
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v7i1.2814

Abstract

Abstract: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses serta menyebarkan informasi melalui media sosial. Namun, kemudahan tersebut juga memunculkan permasalahan baru, salah satunya adalah maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks di ruang digital. Generasi muda sebagai kelompok pengguna media sosial terbesar memiliki peran penting dalam proses penyebaran informasi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai penggunaan media sosial secara bijak serta konsekuensi hukum dari penyebaran informasi yang tidak benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta dampak penyebaran berita bohong di media sosial. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan sosialisasi dilakukan melalui ceramah edukatif, diskusi interaktif, simulasi studi kasus, serta kampanye digital melalui media sosial. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pemberian pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai aturan hukum terkait penggunaan media sosial serta bahaya penyebaran hoaks. Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran dalam menggunakan media sosial secara lebih bijak dan bertanggung jawab. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan literasi digital generasi muda serta mengurangi penyebaran berita bohong di masyarakat.